cover
Contact Name
Muh. Zainul Arifin
Contact Email
rumahjurnal25@gmail.com
Phone
+6285378329037
Journal Mail Official
rumahjurnal25@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanjung Barangan, Komplek Griya Wijaya Barangan Nomor A76 Bukit Baru, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Stetoskop : The Journal Of Health Science
ISSN : 30634903     EISSN : 30632951     DOI : https://doi.org/10.70656/stjhs
Core Subject : Health, Science,
Stetoskop : The Journal Of Health Science publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues.
Articles 22 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI SEMBUH PADA PENYALAHGUNA NARKOBA DI YAYASAN ORBIT SURABAYA Arief Fardiansyah; M. Himawan Saputra; Kunti Mita Sari
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.335

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang memerlukan motivasi kuat untuk pemulihan. Dukungan sosial dari lingkungan dan dukungan keluarga dianggap penting dalam proses ini karena dapat meningkatkan rasa diterima, mengurangi stres, dan memperkuat keinginan untuk sembuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan dukungan keluarga dengan motivasi sembuh pada penyalahguna narkoba di Yayasan Orbit Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi dengan populasi 64 orang yang sedang menjalani rehabilitasi di Yayasan Orbit Surabaya dengan sampel sejumlah 56 orang di ambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa bahwa dukungan sosial pada penyalahguna narkoba di Yayasan Orbit Surabaya sudah baik, dengan 66,1% responden memiliki dukungan sosial yang baik. Dukungan keluarga pada penyalahguna narkoba di Yayasan Orbit Surabaya juga baik, dengan 66,1% responden memiliki dukungan keluarga yang baik. Motivasi sembuh pada penyalahguna narkoba di Yayasan Orbit Surabaya kuat, dengan 64,3% responden memiliki motivasi sembuh yang kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi sembuh (p = 0.000), dimana 94,6% responden yang memiliki dukungan sosial baik juga memiliki motivasi sembuh yang kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi sembuh (p = 0.000), dimana 94,6% responden yang memiliki dukungan keluarga baik juga memiliki motivasi sembuh yang kuat. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial dan dukungan keluarga memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi sembuh pada penyalahguna narkoba di Yayasan Orbit Surabaya.
TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: TINJAUAN STUDI KASUS Rika Saputri; Rifka Zalila
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.365

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan bahwa jumlah kasus penyakit diabetes mellitus tahun 2021 sebanyak 279.345 jiwa. Diabetes adalah kelompok penyakit metabolic yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya ,salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan pada penderita diabetes mellitus adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: untuk mengetahui penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darag pasien diabetes mellitus. Metode: jenis karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diabetes mellitus. Asuhan keperawatan dilakukan pada dua pasien yang dilakukan pada tanggal 12 s.d 16 juni 2022. Hasil: dari tindakan terapi relaksasi otot pogresif pada ny “A” dan ny “N” dengan diagnosis pertama ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Hasil evaluasi pasien pertama ny”A” di dapatkan pasien mengalami penurunan menjadi GDS 160 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 168 mg/dldan pada pasien kedua ny “N” didapatkan GDS 180 mg/dl, sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 210 mg/dl, masalah lemas dan lesu teratasi, dan intervensi dihentikan. Kesimpulan: hasil evaluasi keperawatan pada ny “A” dan ny “N” masalah teratasi intervensi dihentikan. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP INDEKS MASA TUBUH (IMT) PADA BALITA DI PUSKESMAS SUNGAI LUMPUR Ade Marlisa Rahmadayanti; Neni Yulia Sari
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.370

Abstract

Balita yang tidak mendapatkan gizi yang baik dari mulai dalam kandungan sampai lahir dapat menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan kesehatan. Salah satu permasalahan yang timbul yaitu tubuh bayi pendek akibat kekurangan gizi. Masalah gangguan gizi pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang gizi membawa dampak negatif pada balita, seperti mengganggu pertumbuhan fisik maupun mental, yang dapat menghambat prestasi belajar. Dampak lainnya yang ditimbulkan yaitu penurunan daya tahan, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat balita, serta meningkatkan angka kesakitan, kecacatan, hingga angka kematian pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap indeks masa tubuh (IMT) pada balita di Puskesmas Sungai Lumpur. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan pendekatan quasi eksperiment dan desain penelitian pre and posttest one group design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 17 balita dengan gizi kurang. Hasil penelitian berdasarkan Paired Samples T-Test diketahui bahwa, selisih Mean pretest-posttest untuk masing-masing BB dan TB adalah 0,2353 dan 0,0824. Dengan indeks masa tubuh terhadap pemberian makanan tambahan pada balita dengan Sig.(2-tailed) pada BB adalah 0.000 dan TB adalah 0.001 (α < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap masa indeks tubuh pada balita di Puskesmas Sungai Lumpur.
PENGARUH BUTTERFLY HUG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA REMAJA DI SMAN 2 MUARA SUGIHAN Rani Purwani; Vika Tri Zelharsandy
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.372

Abstract

Remaja Memiliki potensi terjadinya permasalahan yang cukup besar, berdasarkan tolak ukur biologis remaja memang dapat dikategorikan dewasa namun secara mental remaja sebenarnya masih mencari identitas sehingga mengalami gejolak mental. Stres merupakan kata yang diucapkan seseorang dalam menjalani aktivitas kehidupannya dan mengalami suatu ketegangan dalam menghadapi masalah. Ditemukan ada beberapa penelitian cara untuk mengurangi tingkat stres diantaranya yaitu Butterfly hug. Penelitian ini bertujuan untuk Pengaruh Butterfly hug terhadap penurunan tingkat stres pada remaja di SMA N 2 Muara Sugihan. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi – Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sempel menggunakan total sampling sebanyak 30 responden yang mengalami stress. Frekuensi stress diukur mengguanakan lembar kuesioner Perceived stress scale. Analisa data menggunakan uji non parametrik wilcoxon. Berdasarkan hasil Hasil uji Paired T Test diperoleh p-value sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini terdapat Pengaruh Butterfly hug terhadap penurunan tingkat stres pada remaja di SMA N 2 Muara Sugihan.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN IMUNISASI DASAR TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 1 – 5 TAHUN Aliya Winasari; Ririn Anggraini; Karmila; Sartika Ratna Sari
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.373

Abstract

Di regional Asia Tenggara, Indonesia termasuk kedalam negara ketiga dengan prevalensi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan tertinggi dengan rata - rata prevalensi balita stunting tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor lingkungan biologi yang mempengaruhi oleh imunisasi dan ASI eksklusif (Soetjiningsih, 2014). Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara riwayat pemberian adalah ASI eksklusif dan imunisasi dasar terhadap tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun. Teknik pengambilan sempel secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer, dan diambil melalui observasi dan wawancara, instrument yang digunakan adalah lembar KPSP dan check list. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian pertumbuhan bahwa 56 responden, yang memiliki riwayat ASI eksklusif 80,4 %. Pertumbuhan berdasarkan PB/TB terdapat 25,0% sangat pendek, 21.4% pendek dan normal sebanyak 33.9%, sedangkan pertumbuhan berdasarkan berat badan adalah 8,9% kurang gizi sedang, 28,6% kurang gizi ringan dan normal sebanyak 42,9%, serta pertumbuhan berdasarkan lingkar kepala adalah 75,0% normal dan 5,4% tidak normal sedangkan perkembangan berdasarkan KPSP terdapat 0% kumungkinan ada penyimpangan, 23,2% meragukan dan 57,1% sesuai, perkembangan berdasarkan TDD terdapat penyimpangan 0% dan 80,4% sesuai umur, perkembangan berdasarkan TDL terdapat 2,7% curiga gangguan penglihatan dan 92,9% normal. Yang memiliki status imunisasi dasar lengkap sebanyak 96,6%. Pertumbuhan berdasarkan PB/TB terdapat 30,4% sangat pendek, 23,2% pendek dan normal sebanyak 42,9%, sedangkan pertumbuhan berdasarkan berat badan adalah 8,9% kurang gizi sedang, 33,9% kurang gizi ringan dan normal sebanyak 53,6%, serta pertumbuhan berdasarkan lingkar kepala adalah 82,1% normal dan 14,3% tidak normal sedangkan perkembangan berdasarkan KPSP terdapat 3,6% kumungkinan ada penyimpangan, 30,4% meragukan dan 62,5% sesuai, perkembangan berdasarkan TDD terdapat penyimpangan 3,6% dan 92,9% sesuai umur, perkembangan berdasarkan TDL terdapat 2,7% curiga gangguan penglihatan dan 91,1% normal.
INFEKSI INFLUENZA A DAN B PADA SENTINEL INFLUENZA-LIKE ILLNESS (ILI) DKI JAKARTA TAHUN 2021-2022 Marlya Niken Pradipta; Nurjannah
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.374

Abstract

Influenza merupakan penyakit yang muncul sepanjang tahun dan berpotensi menimbulkan wabah. Surveilans influenza melalui sentinel ILI dilakukan sebagai kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman pandemi virus influenza. Mengetahui gambaran dan faktor yang mempengaruhi infeksi influenza A dan B pada sentinel ILI DKI Jakarta tahun 2021-2022. Studi cross sectional ini menggunakan data BBTKLPP Jakarta periode 2021-2022 di lima puskesmas sentinel, yaitu Puskesmas Kecamatan (PKC) Cengkareng, PKC Duren Sawit, PKC Pademangan, PKC Tanah Abang, dan PKC Kebayoran Lama. Gambaran influenza berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan dan subtype hasil tes influenza diperiksa dengan PCR. Populasi yang digunakan adalah seluruh pasien Influenza berdasarkan hasil pemeriksaan RT-PCR yang memenuhi kriteria ILI dari lima Puskesmas sentinel di DKI Jakarta tahun 2021-2022. Responden sebanyak 277 dengan pengambilan sampel secara total sampling. Proporsi influenza positif sebesar 27,80%. Influenza A positif sebanyak 81,82% dengan 60% influenza A(H3) dan 40% influenza A(H1pdm09), sedangkan influenza B sebanyak 18,18%. Usia <5 tahun dan ≥65 tahun memiliki risiko 0,51 kali (p-value=0,006; 95% CI=0,31 - 0,82), kontak dengan orang sakit demam dan batuk/pilek berisiko 2,45 kali (p-value=<0,001; 95% CI: 1,71 - 3,51), kontak dengan unggas sakit dengan berisiko 2,52 kali (p-value=0,0081; 95% CI: 1,52 - 4,16), musim hujan berisiko 3,33 kali (p-value=<0,001; 95% CI: 1,80 - 6,17), riwayat penyakit komorbid berisiko 2,03 kali (p-value=0,0232; 95% CI: 1,21 – 3,39) dibandingkan dengan responden yang tidak terkonfirmasi influenza A dan B. Influenza yang ditemukan pada sentinel ILI DKI Jakarta tahun 2021-2022 adalah influenza tipe A dengan subtype H1pdm09 dan H3 dan influenza B. Sebagian besar responden terinfeksi influenza A (H3). Penguatan surveilans influenza diperlukan untuk meminimalisir beban penyakit akibat virus influenza,
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERUBAHAN SIKAP ANAK TERHADAP PERILAKU BULLYING Selvy Apriani; Sella Rosida; Yudi Abdul Majid; Septi Ardianty; Ria Gustirini; Frenalia Valeri Valencia
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.703

Abstract

Pendahuluan : anak usia sekolah merupakan periode perkembangan yang baik, sehingga perlu pengawasan terhadap kesehatan fisik, mental dan sosial. Seiring berkembangnya zaman benyak sekali fenomena tindak kekerasan yang marak terjadi dikalangan anak usia sekolah. Kekerasan itu sendiri bukan semata hanyan kekerasan fisik ,melainkan kekerasan verbal dan psikologis yang sering dikenal dengan istilah bullying. Sehingga perlunya pendidikan kesehatan di sekolah untuk membantu anak mendapatkan informasi tentang bullying dengan media yang menarik dan mudah dipahami yaitu media audio visual (animasi). Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang bullying. Metode : Merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode Pre Eksperimental Design dengan rancangan Pretest-Posttest one Group Design yang dilakukan di SD Muhammadiyah 16 Palembang dengan populasi sebanyak 50 siswa yang diperolah dengan teknik Total Sampling. Hasil : Hasil uji paried simple T-Test menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan dan sikap mengenai bullying diperoleh niali p-value 0,000 <0,05. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan melalui media audio visual berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap bullying pada anak sekolah dasar.
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KONSENTRASI MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES PEMBINA PALEMBANG Rifka Zalila; Sari Octarina Piko; Hernatati; Rika Saputri
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.718

Abstract

Latar Belakang : Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur diketahui dapat meningkatkan kesehatan fisik, kesehatan mental, serta fungsi kognitif seseorang, termasuk kemampuan konsentrasi. Mahasiswa keperawatan memiliki tuntutan akademik yang tinggi sehingga membutuhkan kemampuan konsentrasi yang optimal selama proses pembelajaran dan praktik klinik. Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh yang berdampak pada menurunnya kemampuan konsentrasi dan prestasi akademik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tingkat konsentrasi diukur menggunakan Concentration Grid Test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05 . Hasil : Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kategori sedang (52%) dan tingkat konsentrasi kategori baik (48%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,465 yang menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara aktivitas fisik dan tingkat konsentrasi mahasiswa. Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Semakin baik aktivitas fisik mahasiswa maka semakin baik pula tingkat konsentrasi yang dimiliki.
HUBUNGAN TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI UPTD PUSKESMAS TARAMAN: HUBUNGAN TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI UPTD PUSKESMAS TARAMAN Ade Marlisa Rahmadayanti; Istiqomah Febrianty; Nyoman Jesika
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.719

Abstract

Symptoms of dysmenorrhoea that are often experienced by young women during menstruation include spasms or stiffness in the lower abdominal area, because the feeling of discomfort can disrupt activities and impact the quality of life, including depression and decreased concentration. These symptoms can occur before and during menstruation, usually 1 day before and 1-2 days during menstruation. Pharmacological treatment is done by using non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), while non-pharmacological pain treatment can be done by deep breathing relaxation or Benson relaxation which can control pain. This research uses a pre-experimental method with a quasi-experimental approach and a pre and posttest one group design research design. The sample in this study was 15 young women who experienced primary dysmenorrhoea in the UPTD work area of ​​the Taraman Community Health Center. The results of the study showed that the average dysmenorrhoea experienced by young women before and after the intervention (Benson Relaxation Therapy) was moderate pain (4.60) at the pretest, while after the posttest the respondents' average pain was mild pain (3.13). The difference in the average interval before and after intervention was (1.47). Through the Wilcoxon test, p-value = 0.000 (α < 0.05). So it was concluded that there was a relationship between Benson relaxation therapy and reducing the pain scale of primary dysmenorrhoea in young women at the UPTD Taraman Health Center.
ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN METODE FOOD TELEPHONE RECALL Aufanisa Anas; Nabilah Safir; Anky Nafisah; Ulfa Maghfirah; Tiara Ayu; Cahyani Pandiangan; Afdal Mahlani
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.738

Abstract

Pola konsumsi pangan rumah tangga merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan kualitas gizi anggota keluarga. Keragaman jenis pangan, frekuensi konsumsi, serta metode pengolahan makanan dapat memengaruhi kecukupan zat gizi yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi pangan rumah tangga menggunakan metode Food Telephone Recall pada satu rumah tangga di Kota Medan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara Food Telephone Recall selama tujuh hari berturut-turut yang mencakup informasi mengenai jenis makanan, jumlah konsumsi, kelompok pangan, dan metode pengolahan makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan rumah tangga didominasi oleh kelompok sumber karbohidrat berupa nasi putih dan kelompok protein hewani seperti telur, ayam, ikan, udang, serta daging. Konsumsi sayuran dan buah-buahan ditemukan hampir setiap hari, namun frekuensinya masih lebih rendah dibandingkan kelompok pangan lainnya. Metode pengolahan yang paling sering digunakan adalah penggorengan. Secara keseluruhan, rumah tangga yang diamati memiliki keragaman pangan yang cukup baik, tetapi pola konsumsi masih cenderung berfokus pada sumber energi dan protein hewani. Metode Food Telephone Recall dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggambarkan pola konsumsi pangan rumah tangga secara praktis dan berkelanjutan.

Page 2 of 3 | Total Record : 22