cover
Contact Name
Abu Lubaba
Contact Email
ecopreneur.bbc@gmail.com
Phone
+628999991145
Journal Mail Official
ecopreneur.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Sutawinangun, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
ISSN : -     EISSN : 27470237     DOI : 10.47453
Core Subject : Economy,
The Ecopreneur Journal is a journal that provides findings – findings of scientific research in the field of Islamic economics and business published by the Sharia Economics Study Program IAI Bunga Bangsa Cirebon. This journal is published periodically 2 times a year, namely in February and August. This journal is intended for researchers, academics, lecturers, students and the general public.
Articles 153 Documents
Penerapan Al Ijarah Dalam Bermuamalah Mawar Jannati Al Fasiri
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 2 No 2 (2021): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muamalah is part of the pillars of Islam that regulates the relationship between a person and another person. One form of human activity in the field of muamalah is ijarah. Ijarah is a lease agreement, in which the lessee will benefit from the goods he rents, while the lessor will receive wages or compensation. As a general transaction, ijarah has certain rules. Most ijarah actors currently carry out these transactions only based on habit, without knowing the legal basis and applicable rules. This study will explain the concept of ijarah according to experts, the legal basis of ijarah, the pillars and conditions of ijarah, payment of ujrah, the law of leasing leased goods, cancellation and expiration of the ijarah contract, return of leased goods and expiration of the ijarah contract, types of ijarah, dynamics of application. Ijarah in bermumalah in Indonesia. This research method is a qualitative method with the type of research that is literature study. The data collection technique in this study is to collect data related to ijarah through books, journals, and others that support this research. The results of this study indicate that Ijarah is a contract of transfer of usufructuary rights over goods or services through payment of rental wages without being followed by the transfer of ownership (ownership milkiyyah) of the goods themselves. In the practice of muamalat life, ijarah is applied to the rent of labor and rent of goods. In financial transactions, ijarah is divided into two, namely ijarah and ijarah vomiting bittamlik. Abstrak Muamalah merupakan bagian dari rukun islam yang mengatur hubungan antara seseorang dan orang lain. Salah Muamalah merupakan bagian dari rukun islam yang mengatur hubungan antara seseorang dan orang lain. Salah satu bentuk kegiatan manusia dalam lapangan muamalah adalah ijarah. Ijarah adalah akad sewa menyewa, yang mana penyewa akan mendapatkan manfaat dari barang yang disewanya sedangkan pemberi sewa akan dengan mendapatkan upah atau imbalan. Sebagai transaksi umum, maka ijarah memiliki aturan-aturan tertentu. Kebanyakan para pelaku ijarah saat ini melakukan transaksi ini hanya berdasarkan kebiasaan saja, tanpa tahu dasar hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Dalam penelitian ini akan dijelaskan tentang konsep ijarah menurut para ahli, dasar hukum ijarah, rukun dan syarat ijarah, pembayaran ujrah, hukum menyewakan barang sewaan, pembatalan dan berakhirnya akad ijarah, pengembalian barang sewaan dan berakhirnya akad ijarah, jenis-jenis ijarah, dinamika penerapan ijarah dalam bermumalah di indonesia. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian yaitu studi pustaka. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan ijarah melalui buku-buku, jurnal, dan lainnya yang menunjang dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ijarah merupakan akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership milkiyyah) atas barang itu sendiri. Dalam praktik kehidupan bermuamalat ijarah diterapkan pada sewa tenaga kerja dan sewa barang. Dalam transaksi keuangan, ijarah dibagi menjadi dua yaitu ijarah dan ijarah muntahiya bittamlik
Pengelolaan Pasar Terhadap Pendapatan Asli Daerah Agus Karjuni; heru cahyono; Rizki Apriliawati
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 5 No 01 (2024): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the fact that there are still complaints or feelings of dissatisfaction from traders regarding levy withdrawals that are carried out every day, for which the actual evidence is not yet clear. The facilities at Kanoman Market cannot be separated from the role of fees received from traders. The existence of market levies is of course balanced with the services and facilities available at Kanoman Market, but in reality the market management is currently not felt by traders. This research aims to determine the management of the Kanoman market, local original income in the Kanoman market, and to find out the extent of market management on local original income from an Islamic economic perspective. The research method used in this research is a qualitative method with a descriptive study. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews and documentation. Based on research, the management of the Kanoman market has generally worked well. And so far the management of market levies is still implemented based on the provision of funds from regional treasuries. Basically, the market service does not directly manage the levy proceeds because the market service is only given operational technical authority to submit and report responsibly the revenue to the city government as regional treasury. Kanoman market management in general has worked well but the facilities are not yet optimal. And it would be best for PD Pasar Kanoman to further increase its cooperation with market traders so that there is no fraud in collecting fees and increase security for consumers. Keywords: Management, Income, Economy Penelitan ini dilatarbelakangi masih adanya keluhan atau rasa ketidakpuasan dari pedagang terkait dengan penarikan retribusi yang dilakukan tiap hari yang dimana belum jelas bukti nyatanya. Fasilitas yang ada di Pasar Kanoman tidak lepas dari peran retribusi yang didapatkan dari pedagang. Dengan adanya retribusi pasar tentunya diseimbangi dengan pelayanan serta menyediakan fasilitas yang ada di Pasar Kanoman, namun dalam kenyataannya pengelolaan pasar saat ini belum dirasakan oleh para pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pasar kanoman, pendapatan asli daerah pada pasar kanoman, dan untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan pasar terhadap pendapatan asli daerah dalam perspektif ekonomi islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, bahwa pengelolaan pasar kanoman pada umumnya sudah bekerja dengan baik. Dan selama ini retribusi pasar pengelolaannya masih dilaksanakan berdasarkan penyediaan dana dari kas daerah. Pada dasarnya, dinas pasar tidak mengelola secara langsung hasil retribusi karena dinas pasar hanya diberi kewenangan teknis operasional untuk menyerahkan dan melaporkan secara bertanggung jawab hasil penerimaan itu kepada pemerintah kota sebagai kas daerah. Pengelolaan pasar kanoman pada umumnya sudah bekerja dengan baik namun fasilitas belum optimal. Dan sebaiknya kepada PD Pasar Kanoman agar lebih meningkatkan kerjasamanya bersama para pedagang pasar supaya tidak ada kecurangan dalam penarikan retribusi serta meningkatkan keamaan terhadap konsumen. Kata Kunci : Pengelolaan, Pendapatan, Ekonomi
Implementasi Praktik Pembiayaan KPR dengan Akad Murobahah dan Musyarakah Mutanaqisah Perspektif Fatwa DSN-MUI Safika Maranti; Zulfatus Sadiah
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 2 No 1 (2021): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The finance of House Ownership Loan (locally abbreviated as KPR or Kredit Pemilikan Rumah) is a finance product in Muamalat Bank of Branch Office Surakarta using a contract of murobahah and musyarakah mutanaqisah. In its implementation, there is a difference in characteristic between two contracts. The contract of murobahah is only designed for the customers proposing the finance of house construction or renovation. Meanwhile, the contract of musyarakah mutanaqisah is designed for the customers proposing the finance of the finished house. This is a field research using the analytical-evaluative qualitative method. The researcher here attempted to make a clarification between the concept and the implementation. The result of the research showed that not all clause of the practice of KPR finance either with the contract of murobahah or with musyarakah mutanaqisah has been in accordance with the fatwa DSN-MUI. The contract of murobahah practiced was murobahah represented not with pure murobahah. This then has triggered the element of riba (excessive interest) in the transaction. Meanwhile in the contract of musyarakah mutanaqisah the bank does not divide the portion of hishshah into the units of hishshah ((taj’ziatul hishshah) share capital. In fact, the clause is the characteristic in the finance of musyarakah mutanaqisah that must be appeared as the distinguishing with other contract. Abstrak Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (secara lokal disingkat KPR atau Kredit Pemilikan Rumah) adalah produk pembiayaan di Bank Muamalat Kantor Cabang Surakarta dengan akad murobahah dan musyarakah mutanaqisah. Dalam implementasinya terdapat perbedaan karakteristik antara kedua kontrak tersebut. Akad murobahah hanya diperuntukkan bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan pembangunan atau renovasi rumah. Sedangkan akad musyarakah mutanaqisah diperuntukkan bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan rumah jadi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif analitik-evaluatif. Peneliti disini mencoba untuk membuat klarifikasi antara konsep dan implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua klausul praktik keuangan KPR baik dengan akad murobahah maupun musyarakah mutanaqisah telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI. Akad murobahah yang dipraktikkan adalah murobahah yang direpresentasikan bukan dengan murobahah murni. Hal inilah yang kemudian memicu unsur riba (bunga berlebih) dalam transaksi tersebut. Sedangkan dalam akad musyarakah mutanaqisah bank tidak membagi porsi hishshah menjadi unit modal saham hishshah ((taj'ziatul hishshah). Padahal klausul tersebut merupakan ciri dalam pembiayaan musyarakah mutanaqisah yang harus dimunculkan sebagai yang membedakan dengan kontrak lainnya.
Peran Ekonomi Islam Dalam Mengembangkan Ekonomi Nasional di Indonesia Lisa Efrina
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 5 No 01 (2024): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine further the role of Islamic economics in explaining the national economics. This research is qualitative research and uses library research. Data sources in research consist of primary data and secondary data. The data collection method used in this research is the documentation method. The data obtained in this research was further analyzed using the content analysis method. The research results show that sharia economics has an important role in national economic development. In developing the sharia economy in Indonesia, there are several obstacles faced, including: Limited Human Resources (SDI), Supervision of sharia economy, Lack of infrastructure, facilities and infrastructure both in terms of software and physical as well as Lack of socialization, promotion, information, education and coordination with all stakeholders, including the community, relevant government officials, ulama/ustad, and practitioners. The challenges faced by Indonesia in developing a sharia economy can still be overcome for strong reasons to improve people's welfare and Indonesia has a majority Muslim population. Keywords: Islamic Economics, National Economics Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh peran ekonomi Islam dalam menjelaskan perekonomian nasional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan penelitian kepustakaan. Sumber data dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi syariah mempunyai peranan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain: Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDI), Pengawasan terhadap ekonomi syariah, Kurangnya sarana dan prasarana baik dari segi software maupun fisik serta Kurangnya sosialisasi, promosi , informasi, edukasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pejabat pemerintah terkait, ulama/ustad, dan praktisi. Tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah masih dapat diatasi karena alasan yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Indonesia memiliki mayoritas penduduk beragama Islam. Kata Kunci : Ekonomi Islam, Ekonomi Nasional
IMPLEMENTASI AKAD RAHN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Abu Lubaba
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 1 No 2 (2020): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak lembaga keuangan syariah di antaranya Bank, BMT, BPR dan Pegadaian, secara resmi pegadaian syariah memiliki izin untuk menjalankan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dana yang disalurkan kepada masyarakat dengan menggunakan akad rahn (gadai). Dalam menjalankan roda perekonomian pegadaian syariah banyak diminati sebagai kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui akad rohn dalam perspektif ekonomi Islam yang diterapkan oleh pegadaian syariah cabang Tukmudal kecamatan Sumber kabupaten Cirebon, dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui sejauh mana pegadaian syariah dalam menjalankan akadnya. Jenis penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian lapangan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang langsng berhubungan dengan objek yang diteliti. Sumber data yang diambil adalah data primer dan sekunder, sumber data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, sedangkan data sekunder diambil dari sumber-sumber jurnal, buku, internet dan lainnya. Metode analisa data menggunakan distkritif analisis Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia menerapkan berbagai macam produk dan akad dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu produknya adalah akad rahn yang ada di Pegadaian Syariah Tukmudal Sumber Cirebon. Berdasarkan rukun akad rahn secara praktik mulai dari marhun, marhun bih, shighah, dan ‘aqidaini sudah sesuai dengan dengan teori syariah, tetapi masih ada beberapa hal yang harus diperjelas untuk mendapatkan praktik yang benar secara teori syariah. Yaitu tentang pemanfaatan barang gadai yang belum dijelaskan secara rinci tentang pemanfaatan dari pihak rahin maupun dari pihak murtahin.
Pengaruh Spiritual Branding, Consumer Protagonism Dan Integrated Marketing Communication Terhadap Keputusan Pembelian Fitria Yuni Astuti; Gilang Kharisma Putra
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 4 No 2 (2023): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the influence of spiritual branding, consumer protagonism, and integrated marketing communication in attracting consumer purchasing decisions muslim fashion shops were chosen as research objects because they sell religious clothes and knick-knack so that it is considered appropriate to be used as an object. Sampling using accidental sampling method, this method is a technique of determining sampling based on chance, that is, any consumer who meets the researcher by chance can be used as a sample. Obtained the number of sampling used in this study as many 203 respondent. Data were obtained by distributing questionnaires to consumers of muslim robes and clothing stores in kendal market directly to see respondents perceptions of spiritual branding, consumer protagonism, integrated marketing and purchasing decisions. The result showed that spiritual branding, consumers protagonism and integrated marketing communication statistically proved to have a positive and significant effect on consumer buying interest. The research result also prove that it simultaneously has a sig value of 0,000. The result indicate that the variables spiritual branding, consumer protagonism dan integrated marketing communication together are able to influence purchasing decision at the 1% level of confidence. In terms of R2 determination, the purchase decision variable can be explained by the spiritual branding, consumer protagonism and integrated marketing communication variable of 90,1% while the remaining 9,9% is explained by other variables not examined. Keywords : Spiritual Branding, Consumer Protagonism, Imc, Purchasing Decisions Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh consumer protagonism, spiritual branding dan integrated marketing communication dalam menarik keputusan pembelian konsumen Toko busana muslim dipilih menjadi objek penelitian karena menjual pakaian dan pernak-pernik yang religi sehingga dirasa tepat untuk dijadikan objek. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental sampling. Metode ini adalah teknik penentuan sampling berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja konsumen yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. didapatlah jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 203 responden. Data diperoleh melalui pembagian kuesioner kepada konsumen toko gamis dan pakaian muslim di pasar kendal secara langsung untuk melihat persepsi responden mengenai spiritual branding, consumer protagonism, integrated marketing communication dan keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukan, secara statistik spiritual branding, consumer protagonism dan integrated marketing communication terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa secara simultan memiliki nilai sig 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel spiritual branding, consumer protagonism dan integrited marketing communication secara bersama-sama mampu mempengaruhi keputusan pembelian pada tingkat kepercayaan 1%. Secara determinasi R2, variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel spiritual branding, consumer protagonism dan integrited marketing communication sebesar 90,1%. Sementara sisanya 9,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.Kata Kunci : Spiritual Branding, Consumer Protagonism, Imc, Keputusan Pembelian
Upaya Masyarakat Dalam Publikasi Destinasi Wisata Untuk Peningkatan Ekonomi Desa Leuwikujang Kec. Leuwimunding Kab. Majalengka Mohammad Ridwan
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leuwikujang Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency, is a village that continues to grow rapidly and is often a model village, especially in the Leuwimunding district. One of the successes of the leuwikujang village was divided into two categories, the first being in the economic sector, there were opaque entrepreneurs, lanterns, tofu and woven bamboo craftsmen (boboko). The second area of ​​tourism is the existence of tourist sites evidence of cibaringkeung, sahuyangdora, kayas hills and Bandung well sites. Seeing the potential of so many villages and can improve the economy of the surrounding community allows the leuwikujang village to be the best village in majalengka. This research uses descriptive qualitative research methods. Based on the results of research conducted concluded as follows: 1. Community efforts in the publication of tourist destinations to improve the economy Leuwikujang Village Leuwimunding District Majalengka Regency is by promoting tourism in the village through social media, mass media, newspapers and others. Open opportunities for private parties to invest, and the promotion of attractions from the District Tourism Office. Improving the quality of human resources around attractions as a basis for tourism development and publication. 2. Tourist destinations located in the leuwikujang village, leuwimunding district, Majalengka Regency which are suitable for publication at the national level include Cibaringkeung Hill, Sahyuangdora evidence, Kayas evidence, Bandung Well Site and Community Craft Business or home industry which include Opak Food Business, Lantern Business, Business Venture Boboko and Leuwikujang Tofu Business. Keywords: travel destination publication, improvement, economy Abstrak Desa Leuwikujang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, merupakan desa yang terus berkembang pesat dan kerap menjadi desa percontohan khususnya di wilayah kecamatan Leuwimunding. Salah satu keberhasilan desa leuwikujang terbagi menjadi dua kategori yang pertama bidang ekonomi adanya pengusaha opak, lentera, tahu dan pengrajin anyaman bambu (boboko). Yang kedua bidang pariwisata adanya obyek wisata situs bukti cibaringkeung, sahuyangdora, bukit kayas dan situs sumur bandung. Melihat potensi desa yang begitu banyak dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar memungkinkan desa leuwikujang menjadi desa terbaik di majalengka.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan disimpulkan sebagai berikut : 1. Upaya masyarakat dalam publikasi destinasi wisata untuk peningkatan ekonomi Desa Leuwikujang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka adalah dengan cara mempromosikan wisata-wisata yang ada di desa melalui media sosial, media masa, koran dan lain-lain. Membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berinvestasi, dan adanya promosi objek wisata dari Dinas Pariwisata Kabupaten. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekitar objek wisata sebagai modal dasar pengembangan dan publikasi wisata. 2. Destinasi wisata yang terletak di desa leuwikujang kecamatan leuwimunding kabupaten majalengka yang layak untuk dipublikasikan di tingkat nasional diantaranya Bukit Cibaringkeung, Bukti Sahyuangdora, Bukti Kayas, Situs Sumur Bandung dan Usaha Kerajinan Masyarakat atau home industri yang meliputi Usaha Makanan Opak, Usaha Lentera, Usaha Boboko dan Usaha Tahu Leuwikujang. Kata Kunci: publikasi destinasi wisata, peningkatan, ekonomi
Implementasi E-Commerce Sebagai Media Penjualan dalam Ekonomi Islam di BT Batik Trusmi Cirebon Dapiah Dapiah; Tiyas Agustine Azhari
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 4 No 01 (2023): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia bisnis, penggunaan e-commerce sebagai media penjualan merupakan suatu kebutuhan untuk meningkatkan dan memenangkan persaingan bisnis. Selain sebagai media penjualan yang lebih luas, e-commerce juga memiliki manfaat lainnya. Diantaranya, manfaat bagi konsumen itu sendiri, konsumen tidak harus datang/mengunjungi toko untuk membeli produk yang diinginkannya, jika lokasi tokonya jauh konsumen dapat menghemat ongkos perjalanan yang dapat digantikan dengan ongkos kirim yang jauh lebih murah, lalu konsumen juga dapat membeli produk lebih dari 1 toko dengan hanya melakukan transaksinya dari rumah menggunakan layanan e-commerce. Jurnal ini mengulas tentang implementasi E-Commerce sebagai media penjualan di BT Batik Trusmi Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Implementasi Penjualan BT Batik Trusmi mulai dari mekanisme penjualan E-Commerce, Market Place, dan promosi BT Batik Trusmi Cirebon. Metode yang dipakai dalam kajian ini yaitu pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam kaidah ilmiah akan melalui berbagai tahapan berpikir, dimulai dengan berpikir secara induktif (dengan menangkap berbagai fakta atau fenomena-fenomena sosial). Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan melakukan observasi. Hasil penelitian menggunakan implementasi e-commerce denngan menggunakan database website Marketing Communication (Marcom) pada toko BT Batik Trusmi Cirebon. implementasi e-commerce sebagai media penjualan di BT Batik Trusmi Cirebon, bahwa e-commerce tidak hanya sebagai media penjualan saja tetapi bisa sebagai media promosi yang lebih luas jangkauannya. Dalam pelaksanaanya BT Batik Trusmi Cirebon menerapkan prinsip ekonomi islam seperti prinsip kejujuran, keadilan dan tanggung jawab dalam menjual produk-produk dan promo – promo terbarunya sehingga masyarakat merasa semakin percaya dan terbantu dengan kemudahan transaksinya. Kata Kunci: Implementasi, E-Commerce, Market Place Abstract In the business world, the use of e-commerce as a sales medium is a necessity to improve and win business competition. Aside from being a broader sales medium, e-commerce also has other benefits. Among them are the benefits for the consumer himself, the consumer does not have to come/visit the store to buy the product he wants, if the store is located far away the consumer can save on travel costs which can be replaced with much cheaper shipping costs, then the consumer can also buy more than 1 product. shop by only doing transactions from home using e-commerce services. This journal reviews the implementation of E-Commerce as a sales medium at BT Batik Trusmi Cirebon. This study aims to explain the Implementation of Sales of BT Batik Trusmi starting from the sales mechanism of E-Commerce, Market Place, and promotion of BT Batik Trusmi Cirebon. The method used in this study is a qualitative approach. A qualitative approach in scientific principles will go through various stages of thinking, starting with inductive thinking (by capturing various facts or social phenomena). Data collection techniques carried out by researchers are by observing. The results of the study used the implementation of e-commerce using the Marketing Communication (Marcom) website database at the BT Batik Trusmi Cirebon store. The implementation of e-commerce as a sales medium at BT Batik Trusmi Cirebon, that e-commerce is not only a sales medium but can be a wider promotional medium. In its implementation, BT Batik Trusmi Cirebon applies Islamic economic principles such as the principles of honesty, fairness and responsibility in selling its newest products and promos so that people feel more confident and helped by the ease of transactions. Keywords: Implementation, E-Commerce, Market Place.
Sustainable Economic Development within the Paradigm of Islamic Economics lira zohara zohara; Nur Aini Fitriya Ardiani Aniqoh
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 5 No 02 (2024): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global economy today faces imbalances in economic disparities among individuals and countries, as well as disparities between the use of natural resources and their negative environmental impacts. Sustainable economic development considers two main aspects: constraints of natural resources and environmental impacts in the consumption patterns of societies to achieve well-being in the future. The research method employed in this study is qualitative research with a library research approach. Library research involves activities related to gathering bibliographic data, reading, note-taking, and processing research materials. The Quran in Surah Al-Baqarah, Al-A'raf, Ar-Rum and Al-Mulk elucidates on the destruction of natural resources due to human actions, serving as lessons from God resulting from human activities that consciously cause destruction. Humans, as stewards of the Earth, have a duty to protect and manage resources by preserving the environment. The concept of sustainable economic development or green economy aligns with the principles of Sharia economics through the concept of maqasid al-shariah. This concept refers to the goals of Sharia that emphasize benefit (maslahah) and the preservation of necessities (al-dharuriyyat).
The Tinjauan Undang – Undang Negara Indonesia dan Etika Bisnis dalam Hukum Islam terhadap Tren Transaksi Jual-Beli Online pada Shopee Reza Nurchabibah
Ecopreneur : Journal of Sharia Economics Study Program Vol 2 No 2 (2021): Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institute of Research and Community Service at Islamic University of Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industry 4.0 has shifted conventional buying and selling transactions into online buying and selling transactions with online shopping platforms such as Shopee. Online buying and selling transactions that occur at Shopee are regulated in the Electronic Information Technology Law (UU ITE) which guarantees that all parties are in good faith. Violation of the ITE Law will be subject to a maximum criminal sentence of six years and / or a maximum fine of one billion rupiah. Meanwhile, online buying and selling transactions at Shopee can also be viewed from the application of the five principles of Islamic business ethics in Islamic law, namely the principle of unity, balance, free will, responsibility, and ihsan / truth. Even so, the seller still often violates the principles of unity, balance, responsibility and ihsan / truth. The buyer also has a tendency to violate the principle of free will by blaming the seller for delays in the delivery of the goods. The courier party also violated the principle of free will because it did not fulfill the contract to estimate the delivery of goods as specified. Shopee has proven to be able to maintain the continuity of its business by applying Islamic business ethics based on maqashid sharia Abstrak Industri 4.0 telah menggeser transaksi jual-beli konvensional ke dalam transaksi jual-beli online dengan platform online shopping seperti Shopee. Transaksi jual-beli online yang terjadi pada Shopee telah diatur dalam Undang-Undang Informasi Teknologi Elektroni (UU ITE) yang menjamin seluruh pihak berada dalam itikad baik. Pelanggaran terhadap UU ITE akan dikenakan hukuman pidana paling lama enam tahun dan/atau paling banyak denda uang sebesar satu miliyar rupiah. Sementara itu, transaksi jual-beli online pada Shopee juga dapat ditinjau dari penerapan lima prinsip etika bisnis Islam dalam Hukum Islam, yakni prinsip kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, pertanggung jawaban, dan ihsan/kebenaran. Meskipun demikian, pihak penjual masih kerap melakukan pelanggaran pada prinsip kesatuan, keseimbangan, pertanggung jawaban, dan ihsan/kebenaran. Pihak pembeli juga memiliki tendensi untuk melakukan pelanggaran terhadap prinsip kehendak bebas dengan menyalahkan penjual atas keterlambatan pengiriman barang. Pihak kurir juga melakukan pelanggaran terhadap prinsip kehendak bebas karena tidak memenuhi kontrak estimasi pengiriman barang sesuai dengan yang ditentukan. Pihak Shopee terbukti mampu menjaga keberlangsungan bisnisnya dengan menerapkan etika bisnis Islam dengan berdasarkan pada maqashid syariah.

Page 4 of 16 | Total Record : 153