cover
Contact Name
Borisman Bertinegara
Contact Email
jurnaljim.lpc@gmail.com
Phone
+6285239778771
Journal Mail Official
jurnaljim.lpc@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnaljim.lpc@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 30263808     EISSN : 30263808     DOI : https://doi.org/10.60126/jim
Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JIM) is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published twelve issue a year, every month with online version of E-ISSN: 3026-3808. JIM provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. JIM welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 288 Documents
Model Collaborative Community-Based Tourism dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal (Studi di Ohoi Soinrat Kabupaten Maluku Tenggara) Jhosephin Virani Triani Rahail; Ana Maria Rosalia Janwarin
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1796

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan strategi pembangunan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model Collaborative Community-Based Tourism (CBT) dalam pengembangan Desa Wisata Ohoi Soinrat Kabupaten Maluku Tenggara dengan fokus pada kolaborasi pemangku kepentingan, partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata didukung oleh potensi alam, budaya, modal sosial masyarakat, serta peran Pokdarwis dan pemerintah dalam pembangunan destinasi. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan tata kelola wisata yang belum optimal. Penelitian ini menawarkan model Collaborative Community-Based Tourism berbasis kearifan lokal sebagai strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Kearifan Lokal oleh Kelompok Sadar Wisata di Ohoi Ohoidertutu Kabupaten Maluku Tenggara Rosalia M Resok; Martinus Renwarin
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1797

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran berbasis kearifan lokal yang diterapkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Ohoi Ohoidertutu, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokdarwis menerapkan strategi komunikasi pemasaran melalui komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), serta pemanfaatan media sosial. Pesan komunikasi menonjolkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei, seperti filosofi Ain Ni Ain, hukum adat Larvul Ngabal, dan tradisi budaya sebagai identitas destinasi wisata. Namun, strategi tersebut belum berjalan optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan media digital yang belum maksimal, keterbatasan anggaran promosi, serta belum terbentuknya destination branding yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berbasis kearifan lokal berpotensi memperkuat citra destinasi, mendorong partisipasi masyarakat, dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Ohoi Ohoidertutu.
Pengaruh Program Maspram Teman Si Tikus terhadap Pengetahuan Petani tentang Leptospirosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pariwisata Prambanan Nabilla Marchelia Fortuna; Agus Kharmayana Rubaya; Sarjito Eko Windarso; Rizki Amalia
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1825

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. dengan tikus sebagai reservoir utama. Puskesmas Pariwisata Prambanan melaksanakan Program “Maspram Teman Si Tikus” sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani tentang leptospirosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan petani tentang leptospirosis berdasarkan penerimaan Program “Maspram Teman Si Tikus” di wilayah kerja Puskesmas Pariwisata Prambanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 180 petani, terdiri atas 90 petani yang telah mendapatkan program dan 90 petani yang belum mendapatkan program, yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, Mann-Whitney, Chi-Square, dan Independent Sample t-Test. Hasil uji normalitas menunjukkan data pengetahuan tidak berdistribusi normal (p-value < 0,001). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan p-value 0,001 < 0,025, sehingga terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara petani yang telah mendapatkan Program “Maspram Teman Si Tikus” dan petani yang belum mendapatkan program. Kelompok yang telah mendapatkan program memiliki pengetahuan lebih tinggi dibandingkan kelompok yang belum mendapatkan program. Program “Maspram Teman Si Tikus” menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan petani tentang leptospirosis berdasarkan status penerimaan program di wilayah kerja Puskesmas Pariwisata Prambanan.
Identitas Visual Brand UMKM Cincau Hitam Lily Huttri Arnelicia; Haris Satria
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual bagi UMKM Cincau Hitam Lily sebagai upaya membangun identitas merek yang konsisten di tengah persaingan pasar. Perancangan ini menggunakan adaptasi model 4D yang terdiri atas tiga tahap, yaitu Define, Design, dan Develop. Perancang melakukan analisis kebutuhan, pengembangan konsep visual, eksplorasi alternatif logo, digitalisasi, pemilihan tipografi dan warna, serta uji validasi hingga diperoleh logo final. Hasil perancangan berupa identitas visual yang terdiri atas logogram, logotype, tipografi, dan warna yang mampu merepresentasikan konsep Alami, Segar, dan Menjaga sebagai karakter utama UMKM Cincau Hitam Lily. Identitas visual yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat pengenalan merek dan mendukung pengembangan UMKM melalui penggunaan identitas visual yang konsisten.
Exploring the Moral Values of Mapalus Culture for Digital Character Education in Primary School Children Melky Malingkas; Kosmas Sobon
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1839

Abstract

Indonesia has various local wisdoms that can be used as a basis for character and moral education for students. One of the most famous local wisdoms is that of the Mapalus culture in the province of North Sulawesi, Indonesia. The purpose of this study is to explain the moral value of Mapalus culture and provide an interpretation of the implications of Mapalus culture for the digital character education of children. The method used in this research is a qualitative method with a hermeneutic approach. The hermeneutic approach is one of the qualitative research methods that understand and interpret the meaning in a work and writing so that it can be properly understood. The results show that the values of Mapalus culture have a positive impact on digital character education. The moral values of Mapalus culture that can be used for digital character education of children are cooperation, mutual respect, unity, family problem solving, responsibility, integrity and living in harmony. These moral values are very important and relevant for students when using digital media equipped with various platforms. Mapalus culture provides inspiration and guidance on how to use technological media properly, wisely, and responsibly.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Higiene Sanitasi pada Penjamah Makanan di Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2026 Shuci Muliani; John Taruna; Ade Dita Puteri
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1840

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data WHO bahwa perilaku penjamah makanan yang tidak higienis merupakan penyebab utama penyakit bawaan makanan, dengan sekitar 600 juta orang sakit dan 420.000 meninggal setiap tahun secara global, di mana lebih dari 40% kasus terkait praktik pengolahan makanan yang tidak higienis. Survei awal di Kecamatan Bangkinang Kota menemukan bahwa 65% dari 20 penjamah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memahami prosedur higiene sanitasi secara lengkap, dan 70% tidak konsisten menggunakan alat pelindung diri. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan higiene sanitasi pada penjamah makanan di dapur MBG Kecamatan Bangkinang Kota tahun 2026. Desain penelitian bersifat kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi sebanyak 211 penjamah makanan, dengan sampel 138 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan higiene sanitasi dengan empat faktor, yaitu: pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), ketersediaan sarana dan prasarana (p=0,003), serta pengawasan dari pihak terkait (p=0,024). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih memperhatikan pelatihan, supervisi, dan pemenuhan sarana-prasarana higiene sanitasi di setiap dapur MBG. Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar diharapkan memperkuat pengawasan terhadap penerapan higiene sanitasi di dapur-dapur program MBG guna mencegah risiko penyakit bawaan makanan.
Konstruksi Alat Ukur Kognitif Mahakam Logical Reasoning Test (MLRT) Yoga Achmad Ramadhan; Roessalina Arfansyah; Wafa Luthfiyya Zahra; Elysa Aprilia
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1844

Abstract

Penalaran logis merupakan salah satu kemampuan kognitif tingkat tinggi yang berperan dalam proses pemecahan masalah, pembelajaran, pengambilan keputusan, serta kesiapan individu menghadapi tuntutan pendidikan dan pekerjaan. Ketersediaan alat ukur penalaran logis yang dikembangkan secara sistematis dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah menengah masih perlu diperkuat. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi dan mengevaluasi kualitas awal alat ukur kognitif Mahakam Logical Reasoning Test (MLRT) yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK). Penelitian menggunakan pendekatan pengembangan alat ukur psikologis (psychometric study) dengan desain non-eksperimental. Proses konstruksi meliputi penetapan konstruk, penyusunan blueprint, penulisan item, expert judgment, uji coba, analisis item, evaluasi, dan revisi. Konstruk logical reasoning dioperasionalkan melalui tiga dimensi, yaitu spasial, visual, dan tiga dimensi, dengan indikator kemampuan membandingkan, menganalisis, dan menyusun kesimpulan logis berdasarkan stimulus visual dan non-verbal. Penelaahan ahli terhadap 30 item awal menghasilkan nilai Content Validity Ratio (CVR) pada rentang 0,60–1,00. Uji coba dilakukan terhadap 100 siswa SMK berusia 15–18 tahun. Dari 21 item yang diuji, enam item memiliki daya diskriminasi yang tidak memadai dan dinyatakan gugur, sedangkan 15 item memerlukan revisi lebih lanjut. Indeks kesukaran item berkisar antara 0,30–0,89, dengan beberapa item berada pada kategori sulit. Reliabilitas internal menghasilkan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,717. Temuan menunjukkan bahwa MLRT memiliki dasar teoritis dan bukti validitas isi serta konsistensi internal yang cukup sebagai prototipe awal alat ukur penalaran logis.
Menggali Hambatan yang Dialami Pasangan Muda Pasca-Stroke dalam Melakukan Latihan Rentang Gerak di Rumah: Studi Kualitatif Rinawati Kasrin; Yendrizal Jafri; Rico Padu Ramadhan; Marisa Rahmi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i8.1845

Abstract

Stroke pada usia muda menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang signifikan, tidak hanya bagi penyintas tetapi juga pasangan yang merawatnya di rumah. Rehabilitasi latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM) merupakan komponen utama dalam pemulihan fungsi pasca-stroke, namun pelaksanaannya sangat bergantung pada kemampuan, kesiapan, dan dukungan pasangan sebagai caregiver utama. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kerja puskesmas Gulai Bancah Bukittinggi. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penghambat yang dialami pasangan pasien post-stroke usia muda dalam melaksanakan latihan ROM berbasis rumah. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif pasangan dalam merawat, mendampingi, dan memberikan latihan ROM kepada suami mereka. Sebanyak lima pasangan perempuan berusia 25–45 tahun berpartisipasi, dengan latar belakang pedagang, buruh, pengajar, pegawai swasta, dan ibu rumah tangga. Lama merawat berkisar antara satu hingga enam tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-struktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Lima tema utama ditemukan: (1) Beban fisik dan emosional pasangan dalam mendampingi latihan ROM; (2) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pasangan mengenai prosedur latihan ROM yang benar; (3) Hambatan lingkungan rumah dan keterbatasan fasilitas pendukung rehabilitasi; (4) Minimnya dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan rehabilitasi rumah; dan (5) Gangguan psikologis serta proses adaptasi peran yang dialami pasangan pasca-stroke. Dalam konteks teori self-care deficit orem, pasangan menghadapi defisit kemampuan perawatan diri dalam melaksanakan supportive-educative nursing system, terutama karena keterbatasan pengetahuan, kelelahan fisik, stres emosional, dan kurangnya dukungan sistem kesehatan. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi program edukasi dan pendampingan yang komprehensif dari tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan keberhasilan rehabilitasi berbasis rumah pada penyintas stroke usia muda.

Filter by Year

2023 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2026 Vol. 4 No. 7 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2026 Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2026 Vol. 4 No. 5 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Mei 2026 Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2026 Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Maret 2026 Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026 Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026 Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2025 Vol. 3 No. 11 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2025 Vol. 3 No. 10 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Oktober 2025 Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2025 Vol. 3 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2025 Vol. 3 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2025 Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025 Vol. 3 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Mei 2025 Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2025 Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Maret 2025 Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2025 Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2025 Vol. 2 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2024 Vol. 2 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2024 Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Oktober 2024 Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2024 Vol. 2 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Agustus 2024 Vol. 2 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2024 Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2024 Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Maret 2024 Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2024 Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2024 Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2023 Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2023 More Issue