cover
Contact Name
Sahabuddin Latif
Contact Email
greenplexresearch@gmail.com
Phone
+6285257228519
Journal Mail Official
greenplexresearch@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cak Doko No. 52, Oetete Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Journal of Green Complex Engineering
Published by CV. Gio Architect
ISSN : -     EISSN : 30259673     DOI : 10.59810/greenplexresearch
Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian dan publikasi di bidang rekayasa kompleks hijau. Jurnal ini menekankan pada perkembangan dan aplikasi solusi teknis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam desain, konstruksi, dan pengelolaan kompleks bangunan. Greenplex Research Journal of Green Complex Engineering bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para peneliti, ilmuwan, akademisi, praktisi, dan profesional di bidang rekayasa kompleks hijau untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terbaru. Jurnal ini mempromosikan pertukaran informasi yang luas dan kolaborasi di antara para ahli yang tertarik dalam menciptakan bangunan dan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2026): Februari" : 6 Documents clear
Revitalisasi Mall GTC Makassar menjadi Kantor Sewa Adaptif dengan Pendekatan Smart Building Berbasis Iklim Tropis Bakri, Andi Afratul Jannah; Abdullah, Ashari; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.242

Abstract

ABSTRAK Penurunan fungsi pusat perbelanjaan konvensional di kota-kota besar, khususnya pasca pandemi, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perancangan ulang bangunan melalui pendekatan adaptive reuse. Studi ini menyajikan rancangan konseptual revitalisasi Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall di Makassar menjadi bangunan kantor sewa dengan pendekatan arsitektur smart building. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan tahapan analisis tapak, struktur eksisting, program ruang, studi preseden, dan integrasi teknologi bangunan cerdas. Hasil dari studi ini berupa desain arsitektur yang mencakup redesain tapak dengan zonasi baru, penataan ruang per lantai untuk kebutuhan kantor modern, transformasi fasad dengan sistem kinetik, serta penerapan teknologi IoT dan Building Automation System (BAS) guna meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Peningkatan aksesibilitas dan desain inklusif juga menjadi fokus dalam mendukung keberagaman pengguna. Karena perancangan ini belum direalisasikan secara fisik, efektivitas dan dampak aktualnya belum dapat diukur secara langsung. Meskipun demikian, studi ini memberikan kontribusi awal berupa konsep dan strategi desain yang dapat dijadikan acuan bagi proyek revitalisasi serupa di kota-kota berkembang lainnya di Indonesia. ABSTRACT The decline in the function of conventional shopping malls in major cities, particularly in the post-pandemic period, presents both challenges and opportunities for redesigning buildings through an adaptive reuse approach. This study presents a conceptual design for the revitalization of Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall in Makassar into a rental office building using a smart building architectural approach. The methodology employed is qualitative-descriptive, involving stages such as site analysis, existing structural evaluation, space programming, precedent studies, and the integration of smart building technologies. The outcome of this study is an architectural design that includes a redesigned site plan with new zoning, floor-by-floor spatial layout tailored for modern office needs, façade transformation using a kinetic system, and the application of IoT and Building Automation System (BAS) technologies to enhance energy efficiency and user comfort. Accessibility improvement and inclusive design are also central to accommodating diverse user needs. Since this design has not yet been implemented physically, its effectiveness and actual impact cannot be measured at this stage. Nevertheless, the study offers an initial contribution in the form of design concepts and strategies that can serve as a reference for similar revitalization projects in other developing cities in Indonesia.
Integrasi Alam dan Spiritualitas: Desain Pesantren Inklusif Berbasis Biofilik untuk Santri: Studi Kasus di Kabupaten Wajo, Indonesia Juhari, Lutfiah Hafifah; Idrus, Irnawaty; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.243

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya permintaan terhadap pendidikan Islam, khususnya di kalangan santri putri di wilayah pedesaan, mendorong perlunya pendekatan desain yang inklusif dan berkelanjutan. Studi ini menyajikan rancangan arsitektur Pondok Pesantren Tahfidz khusus putri di Kabupaten Wajo dengan menggunakan pendekatan arsitektur biofilik. Desain ini mengintegrasikan elemen-elemen alami seperti cahaya, udara, vegetasi, dan air untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional dan nyaman secara psikologis. Secara metodologis, proyek ini menerapkan analisis tapak arsitektural, pemrograman berbasis pengguna, serta prinsip-prinsip desain biofilik, termasuk 14 pola dari Terrapin Bright Green. Hasil perancangan membagi zona tapak menjadi area publik, semi-publik, dan privat guna mengoptimalkan sirkulasi, privasi, dan keamanan. Atap hijau, ventilasi silang, material alami, serta elemen air diterapkan untuk mendorong kesejahteraan spiritual dan kognitif. Sistem struktur dan utilitas dikembangkan menggunakan teknologi berkelanjutan seperti panel surya dan instalasi pengolahan air limbah (STP). Konfigurasi spasial ini mendukung aktivitas akademik maupun keagamaan, sekaligus menjaga nilai-nilai Islam terkait kesederhanaan dan kontemplasi. Model pesantren berbasis biofilik ini menunjukkan respons arsitektural yang efektif terhadap ketimpangan pendidikan berbasis gender serta mendorong kesadaran lingkungan di kalangan santri. Studi ini memberikan kontribusi terhadap wacana arsitektur pendidikan Islam dengan menawarkan solusi desain yang dapat direplikasi dan disesuaikan untuk pengembangan pesantren masa depan. ABSTRACTThe increasing demand for Islamic education, particularly among female students in rural areas, calls for inclusive and sustainable design approaches. This study presents the architectural design of a Tahfidz Islamic Boarding School for female students in Wajo Regency using a biophilic approach. The design integrates natural elements such as light, air, vegetation, and water to create an emotionally supportive and psychologically comfortable learning environment. Methodologically, the project applies architectural site analysis, user-based programming, and biophilic design principles, including Terrapin Bright Green's 14 patterns. The resulting layout zones public, semi-public, and private areas to optimize circulation, privacy, and safety. Green roofs, cross ventilation, natural materials, and water features are embedded to foster spiritual and cognitive well-being. Structural and utility systems are developed using sustainable technologies such as solar panels and STP water treatment. The spatial configuration supports both academic and religious activities while preserving Islamic values of modesty and contemplation. This biophilic pesantren model demonstrates an effective architectural response to gender-based educational disparities and promotes environmental consciousness among students. It contributes to the discourse on Islamic educational architecture by offering a replicable and adaptable solution for future pesantren development.
Analisis Eksperimental Pengaruh Sabo Dam Tipe Beam terhadap Karakteristik Aliran Debris pada Variasi Kemiringan Saluran Yusuf, Musdalifah; Tongeng, Andi Bunga; Marupah, Marupah; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.244

Abstract

ABSTRAKAliran debris merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap infrastruktur, lingkungan, dan keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah dengan topografi curam. Untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, berbagai strategi mitigasi struktural telah dikembangkan, salah satunya adalah penggunaan sabo dam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sabo dam tipe beam terhadap karakteristik aliran debris dengan mempertimbangkan variasi kemiringan saluran, yakni 6°, 8°, dan 10°. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan flume pada debit konstan, dengan fokus pengamatan pada tiga parameter utama: tinggi muka air, kecepatan aliran, dan bilangan Froude. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan sabo dam secara signifikan memengaruhi dinamika aliran, dengan peningkatan nilai Froude yang mengindikasikan pergeseran rezim aliran dari subkritis menjadi superkritis. Di sisi lain, sabo dam tipe beam terbukti efektif dalam menahan material debris seperti sedimen, batu besar (boulder), dan kayu, meskipun efektivitas retensi mengalami penurunan pada saluran dengan kemiringan lebih tinggi akibat meningkatnya gaya inersia dan kecepatan aliran. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi langsung antara geometri saluran dan kinerja hidraulik sabo dam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam desain struktur pengendali sedimen yang adaptif terhadap kondisi medan, serta dapat menjadi referensi teknis dalam pengembangan kebijakan mitigasi bencana berbasis infrastruktur di daerah rawan aliran debris. ABSTRACTDebris flow is a hydrometeorological disaster with significant impacts on infrastructure, the environment, and public safety, particularly in areas with steep topography. To mitigate the associated risks, various structural mitigation strategies have been developed, one of which is the use of sabo dams. This study aims to analyze the effect of beam-type sabo dams on debris flow characteristics by considering variations in channel slope, namely 6°, 8°, and 10°. The method employed is a laboratory experiment using a flume with constant discharge, focusing on three main parameters: water surface elevation, flow velocity, and Froude number. The results show that the installation of sabo dams significantly affects flow dynamics, with an increase in Froude numbers indicating a shift in flow regime from subcritical to supercritical conditions. On the other hand, beam-type sabo dams were proven effective in retaining debris materials such as sediment, large boulders, and woody debris, although retention efficiency decreased at higher slopes due to increased inertial forces and flow velocity. These findings demonstrate a direct correlation between channel geometry and the hydraulic performance of sabo dams. This research provides important contributions to the design of sediment control structures that are adaptive to field conditions and can serve as a technical reference in the development of infrastructure-based disaster mitigation policies in debris flow-prone areas.      
Efektivitas Deflektor Silinder Pori Bertulang dalam Mengurangi Kecepatan Aliran di Sekitar Pilar Jembatan Nurizkitha, Indira Zahrani; Karim, Nenny; Al Imran, Hamzah; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.245

Abstract

ABSTRAK Kecepatan aliran air di sekitar pilar jembatan memiliki peran penting dalam menyebabkan gerusan lokal (local scouring), yang berpotensi merusak stabilitas struktur. Studi ini bertujuan untuk menguji efektivitas deflektor bawah air berbentuk silinder pori bertulang dalam menurunkan kecepatan aliran, sehingga dapat mengurangi risiko gerusan pada fondasi jembatan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan eksperimental di Laboratorium Hidraulika Universitas Muhammadiyah Makassar, menggunakan saluran terbuka dengan kondisi yang menyerupai aliran sungai alami. Dua skenario debit digunakan, yaitu Q1 dan Q2, dengan pengamatan kecepatan aliran dilakukan pada interval waktu 5, 10, dan 15 menit. Data diambil pada 15 titik pengamatan di sepanjang saluran, baik sebelum maupun sesudah pemasangan deflektor. Hasil menunjukkan bahwa deflektor mampu menurunkan kecepatan aliran secara signifikan. Pada debit Q1, kecepatan menurun dari rata-rata 0,618 m/dtk menjadi 0,39 m/dtk. Sementara pada Q2, terjadi penurunan dari 0,707 m/dtk menjadi 0,437 m/dtk. Selain itu, pola aliran berubah menjadi lebih stabil dan terkontrol, dengan berkurangnya formasi vorteks yang biasanya menyebabkan erosi. Temuan ini menunjukkan bahwa deflektor silinder pori bertulang efektif sebagai strategi mitigasi gerusan yang adaptif dan efisien. Penggunaan struktur ini diharapkan dapat diterapkan secara luas dalam perencanaan dan perlindungan infrastruktur jembatan di lingkungan sungai berkecepatan tinggi. ABSTRACT The velocity of water flow around bridge piers plays a critical role in causing local scour, which threatens structural stability. This study aims to examine the effectiveness of reinforced porous cylindrical underwater deflectors in reducing flow velocity and mitigating scour risk. An experimental approach was conducted at the Hydraulics Laboratory of Universitas Muhammadiyah Makassar using an open channel flume simulating natural river conditions. Two discharge scenarios (Q1 and Q2) were tested, with flow velocities observed at intervals of 5, 10, and 15 minutes. Data collection was carried out at 15 observation points along the channel, both before and after the installation of the deflector. The results show a significant reduction in flow velocity following the use of the deflector. Under Q1, the average velocity decreased from 0.618 m/s to 0.39 m/s, while under Q2, it dropped from 0.707 m/s to 0.437 m/s. Furthermore, the deflector contributed to more stable and controlled flow patterns, reducing vortex formation commonly associated with erosion. These findings demonstrate that reinforced porous cylinder deflectors are an effective, adaptive, and efficient strategy for local scour mitigation. The implementation of such structures offers promising potential in the planning and protection of bridge infrastructure located in high-velocity river environments.
Investigasi Eksperimental Pengendalian Gerusan Pilar Jembatan Menggunakan Deflektor Arus Bawah Air Berpori Baharuddin, Andri; Karim, Nenny; Ali, Muh. Yunus; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.246

Abstract

ABSTRAK Gerusan di sekitar pilar jembatan merupakan permasalahan hidraulik yang serius dan dapat mengancam stabilitas serta keselamatan struktur jembatan, khususnya pada sungai dengan variasi debit yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan aliran dan debit terhadap gerusan lokal serta mengevaluasi efektivitas penggunaan underwater current deflector dalam mengurangi kedalaman gerusan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan saluran terbuka dengan model pilar jembatan berbentuk silinder pada dua variasi debit. Dua jenis deflektor berpori diuji, yaitu Silinder Pori Bertulang (SPB) dan Silinder Pori Tak Bertulang (SPTB). Kecepatan aliran diukur pada beberapa titik pengamatan, sedangkan kedalaman gerusan maksimum diukur setelah setiap pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit menyebabkan kenaikan kecepatan aliran dan kedalaman gerusan maksimum pada kondisi tanpa perlindungan. Pemasangan underwater current deflector terbukti mampu menurunkan kecepatan aliran lokal di dekat dasar saluran dan secara signifikan mengurangi kedalaman gerusan di sekitar pilar. Dibandingkan dengan SPTB, SPB menunjukkan kinerja yang lebih baik, terutama pada debit tinggi, karena memiliki kestabilan struktural yang lebih tinggi dalam memodifikasi pola aliran. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi porositas dan tulangan merupakan faktor penting dalam efektivitas perangkat mitigasi gerusan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah dan praktis dalam perencanaan perlindungan pilar jembatan pada sungai yang rawan terhadap gerusan. ABSTRACT Scour around bridge piers is a critical hydraulic problem that can compromise the stability and safety of bridge structures, particularly in rivers with highly variable flow conditions. This study experimentally investigates the influence of flow velocity and discharge on local scour and evaluates the effectiveness of underwater current deflectors in reducing scour depth. Laboratory experiments were conducted in an open-channel flume using a cylindrical bridge pier model under two discharge conditions. Two types of porous deflectors were examined: a Reinforced Porous Cylinder (RPC) and a Non-Reinforced Porous Cylinder (NRPC). Flow velocity was measured at multiple observation points, while maximum scour depth was recorded after each test. The results indicate that increasing discharge leads to higher flow velocities and greater maximum scour depths under unprotected conditions. The installation of underwater current deflectors significantly reduced local flow velocities near the bed and decreased scour depth around the pier. Among the two models, the reinforced porous cylinder consistently demonstrated superior performance, particularly under higher discharge conditions, due to its enhanced structural stability and ability to maintain effective flow modification. These findings highlight the importance of combining porosity and structural reinforcement in scour mitigation devices. The study contributes experimental evidence to the understanding of porous, reinforced flow-control structures as effective countermeasures against bridge pier scour. The results may serve as a practical reference for designing safer and more resilient bridge foundations in rivers prone to severe scour.
Efektivitas Deflektor Silinder Pori Bertulang dalam Mengendalikan Aliran di Sekitar Pilar Jembatan Ali, Aksan; Karim, Nenny; Syamsuri, Andi Makbul; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.247

Abstract

ABSTRAK Gerusan lokal di sekitar pilar jembatan merupakan salah satu penyebab utama kegagalan struktur dalam sistem hidraulik akibat interaksi kompleks antara aliran turbulen dan elemen fondasi. Penelitian ini menyelidiki pengaruh pemasangan deflektor arus bawah air (Underwater Current Deflector/UCD) berbentuk silinder pori bertulang (SPB) terhadap karakteristik aliran di sekitar pilar jembatan. Eksperimen dilakukan di laboratorium menggunakan model fisik dalam saluran terbuka dengan kondisi debit yang dikendalikan. Kecepatan aliran dan kedalaman air diukur, serta bilangan Froude dan Reynolds dihitung sebelum dan sesudah pemasangan SPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deflektor secara signifikan menurunkan kecepatan aliran dan mengubah rezim aliran dari kondisi superkritis menjadi subkritis. Transisi ini mengindikasikan penurunan energi hidraulik dan turbulensi, sehingga meminimalkan potensi mobilisasi sedimen dan gerusan lokal. Analisis komparatif menegaskan efektivitas SPB dalam menstabilkan pola aliran dan menurunkan indikator energi aliran. Struktur berpori pada deflektor berperan sebagai peredam energi aliran, menjadikannya alternatif perlindungan hidraulik yang menjanjikan dibandingkan metode struktural konvensional. Meskipun temuan ini signifikan, studi ini juga mengakui keterbatasan model skala laboratorium dalam mereplikasi kondisi sungai alami secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian lanjutan melalui validasi lapangan dan simulasi numerik sangat dianjurkan. Studi ini memberikan dasar praktis bagi pengembangan deflektor hidraulik untuk perlindungan pilar jembatan. ABSTRACT Local scour around bridge piers is a major cause of structural failure in hydraulic systems due to complex interactions between turbulent flows and foundation elements. This study investigates the effect of installing an underwater current deflector (UCD) in the form of a reinforced pore cylinder (SPB) on flow characteristics around a bridge pier. A laboratory flume experiment was conducted using physical models at controlled discharge conditions. Flow velocity and water depth were measured, and Froude and Reynolds numbers were calculated before and after the installation of the SPB. The results show that the deflector significantly reduces flow velocity and shifts flow regimes from supercritical to subcritical conditions. This transition indicates a reduction in hydraulic energy and turbulence, thus minimizing the potential for sediment mobilization and local scour. Comparative analysis confirmed the effectiveness of the SPB in stabilizing flow patterns and reducing flow energy indicators. The porous structure of the deflector acts as a flow energy dissipator, making it a promising hydraulic protection alternative to traditional structural methods. While the findings are significant, the study acknowledges the limitations of laboratory-scale models in replicating real river conditions. Further research involving field validation and numerical simulations is recommended. This study provides a practical basis for the development of hydraulic deflectors for bridge pier protection.

Page 1 of 1 | Total Record : 6