Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENERAPAN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) PADA TANAMAN CABAI MERAH Risaldi, Risaldi; Aslan, Aslan; Ali, Muh. Yunus; Marupah, Marupah; Mahmuddin, Mahmuddin; Rahmat, Andi; Antaria, Sukmasari
TEKNIK HIDRO Vol 17, No 1 (2024): Teknik Hidro Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v17i1.14365

Abstract

Di era globalisasi dan perubahan iklim, kebutuhan akan teknologi irigasi yang hemat air menjadi semakin mendesak oleh karena itu menghindari hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efesiensi penggunaan irigasi tetes dalam memenuhi kebutuhan air tanaman dan menganalisis jumlah air irigasi tetes yang dibutuhkan dalam satu siklus pada musim tanaman. Metode penelitian ini dilakukan dengan menghitung kebutuhan air tanaman cabai perhari pada masing-masing tingkatan umur yaitu 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Kemudian menghitung debit rata-rata emiter sehingga diperoleh waktu operasional irigasi tetes. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman cabai merah sangat beragam berdasarkan umur tanaman yaitu 0,11 l/hari untuk umur 1 bulan, 0,422 l/hari untuk umur 2 bulan, 1,148 l/hari untuk umur 3 bulan dan 1,323 l/hari untuk umur 4 bulan. Sehingga diperoleh waktu operasional yaitu 0,055 jam/hari untuk tanaman berumur 1 bulan, 0,211 jam/hari untuk umur 2 bulan, 0,574 jam/hari untuk umur 3 bulan dan 0,662 jam/hari untuk tanaman yang berumur 4 bulan dengan debit rata-rata 1,988 l/jam.
Analisis Karakteristik Aliran pada Sungai Jeneberang di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dengan Menggunakan HEC-RAS 6.0 Isha, Indah Fadhilah; Septiani, Andi Rini; Nurnawaty, Nurnawaty; Gaffar, Farida; Kasmawati, Kasmawati; Indriyanti, Indriyanti; Wangsa, Fithriyah Arief; Marupah, Marupah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7309

Abstract

Sungai Jeneberang merupakan salah satu sungai yang ada di Sulawesi Selatan, dan memiliki panjang 78,75 km. Sungai Jeneberang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 782,85 km². Tujuan penelitian ini untuk mengetahui debit maksimum yang melewati Sungai Jeneberang dan mengetahui hasil analisis karakteristik aliran pada sungai dengan menggunakan HEC-RAS 6.0. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan pengumpulan data sekunder seperti peta DAS, data curah hujan, data cross section, dan long section. Hasil penelitian ini menghasilkan nilai debit maksimum yang diperoleh dari nilai metode HSS nakayasu, karena memiliki nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan metode yang lain artinya nilai debit ini dapat mencakup nilai debit yang lebih kecil. Nilai debit maksimum berturut-turut yaitu : 486,811; 577,485; 631,897; 683,278; 694,044; 737,010; 777,541 dan 816.585 m3/detik. Analisis karakteristik aliran dengan menggunakan software HEC-RAS 6.0 pada aliran Sungai Jeneberang diperoleh suatu hasil analisis karakteristik aliran dimana STA 0 adalah aliran kritis, sedangkan STA 1 s/d 62 merupakan aliran subkritis (Fr < 1,0).
EFEKTIVITAS PENERAPAN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) PADA TANAMAN CABAI MERAH Risaldi, Risaldi; Aslan, Aslan; Ali, Muh. Yunus; Marupah, Marupah; Mahmuddin, Mahmuddin; Rahmat, Andi; Antaria, Sukmasari
TEKNIK HIDRO Vol. 17 No. 1 (2024): Teknik Hidro Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v17i1.14365

Abstract

Di era globalisasi dan perubahan iklim, kebutuhan akan teknologi irigasi yang hemat air menjadi semakin mendesak oleh karena itu menghindari hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efesiensi penggunaan irigasi tetes dalam memenuhi kebutuhan air tanaman dan menganalisis jumlah air irigasi tetes yang dibutuhkan dalam satu siklus pada musim tanaman. Metode penelitian ini dilakukan dengan menghitung kebutuhan air tanaman cabai perhari pada masing-masing tingkatan umur yaitu 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Kemudian menghitung debit rata-rata emiter sehingga diperoleh waktu operasional irigasi tetes. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman cabai merah sangat beragam berdasarkan umur tanaman yaitu 0,11 l/hari untuk umur 1 bulan, 0,422 l/hari untuk umur 2 bulan, 1,148 l/hari untuk umur 3 bulan dan 1,323 l/hari untuk umur 4 bulan. Sehingga diperoleh waktu operasional yaitu 0,055 jam/hari untuk tanaman berumur 1 bulan, 0,211 jam/hari untuk umur 2 bulan, 0,574 jam/hari untuk umur 3 bulan dan 0,662 jam/hari untuk tanaman yang berumur 4 bulan dengan debit rata-rata 1,988 l/jam.
Analisis Eksperimental Pengaruh Sabo Dam Tipe Beam terhadap Karakteristik Aliran Debris pada Variasi Kemiringan Saluran Yusuf, Musdalifah; Tongeng, Andi Bunga; Marupah, Marupah; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.244

Abstract

ABSTRAKAliran debris merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang berdampak besar terhadap infrastruktur, lingkungan, dan keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah dengan topografi curam. Untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, berbagai strategi mitigasi struktural telah dikembangkan, salah satunya adalah penggunaan sabo dam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sabo dam tipe beam terhadap karakteristik aliran debris dengan mempertimbangkan variasi kemiringan saluran, yakni 6°, 8°, dan 10°. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan flume pada debit konstan, dengan fokus pengamatan pada tiga parameter utama: tinggi muka air, kecepatan aliran, dan bilangan Froude. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan sabo dam secara signifikan memengaruhi dinamika aliran, dengan peningkatan nilai Froude yang mengindikasikan pergeseran rezim aliran dari subkritis menjadi superkritis. Di sisi lain, sabo dam tipe beam terbukti efektif dalam menahan material debris seperti sedimen, batu besar (boulder), dan kayu, meskipun efektivitas retensi mengalami penurunan pada saluran dengan kemiringan lebih tinggi akibat meningkatnya gaya inersia dan kecepatan aliran. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi langsung antara geometri saluran dan kinerja hidraulik sabo dam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam desain struktur pengendali sedimen yang adaptif terhadap kondisi medan, serta dapat menjadi referensi teknis dalam pengembangan kebijakan mitigasi bencana berbasis infrastruktur di daerah rawan aliran debris. ABSTRACTDebris flow is a hydrometeorological disaster with significant impacts on infrastructure, the environment, and public safety, particularly in areas with steep topography. To mitigate the associated risks, various structural mitigation strategies have been developed, one of which is the use of sabo dams. This study aims to analyze the effect of beam-type sabo dams on debris flow characteristics by considering variations in channel slope, namely 6°, 8°, and 10°. The method employed is a laboratory experiment using a flume with constant discharge, focusing on three main parameters: water surface elevation, flow velocity, and Froude number. The results show that the installation of sabo dams significantly affects flow dynamics, with an increase in Froude numbers indicating a shift in flow regime from subcritical to supercritical conditions. On the other hand, beam-type sabo dams were proven effective in retaining debris materials such as sediment, large boulders, and woody debris, although retention efficiency decreased at higher slopes due to increased inertial forces and flow velocity. These findings demonstrate a direct correlation between channel geometry and the hydraulic performance of sabo dams. This research provides important contributions to the design of sediment control structures that are adaptive to field conditions and can serve as a technical reference in the development of infrastructure-based disaster mitigation policies in debris flow-prone areas.      
Analisis Perubahan Morfologi Sungai Akibat Penambagan di Sungai Saddang Kab. Enrekang Wahyuningsi, Sri; Ali, Muhammad Yunus; Marupah, Marupah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0qc08a19

Abstract

Bertujuan untuk menganalisis dampak kegiatan penambangan pasir terhadap perubahan morfologi Sungai Saddang di Desa Cemba, Kabupaten Enrekang. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei lapangan, mengukur parameter kunci seperti kecepatan aliran, kedalaman, dan lebar, dan analisis spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS untuk membandingkan kondisi pada tahun 2015 dan 2025. Hasil penelitian menunjukkan perubahan morfologi yang signifikan, ditandai dengan pelebaran sungai rata-rata hingga 42% di lokasi penambangan, pendangkalan, percabangan alur sungai, dan pembentukan kolam galian. Kegiatan penambangan juga mengakibatkan erosi tebing, penurunan kualitas air, kerusakan vegetasi riparian, dan peningkatan risiko banjir dan tanah longsor. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penambangan pasir memiliki dampak yang signifikan terhadap degradasi fisik sungai dan ekosistem di sekitarnya. Oleh karena itu, pengelolaan penambangan yang berwawasan lingkungan diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada morfologi sungai di masa mendatang. KATA KUNCI Morfologi sungai, penambangan pasir, Sungai Saddang, erosi, ArcGIS   ABSTRACT: This study aims to analyze the impact of sand mining activities on the morphological changes of the Saddang River in Cemba Village, Enrekang Regency. The research method used a field survey approach, measuring key parameters such as flow velocity, depth, and width, and spatial analysis using ArcGIS software to compare conditions in 2015 and 2025.The results showed significant morphological changes, characterized by an average river widening of up to 42% at the mining site, silting, branching of the river channel, and the formation of excavated ponds. Mining activities also resulted in bank erosion, decreased water quality, damage to riparian vegetation, and an increased risk of flooding and landslides. The study's conclusions confirm that sand mining has a significant impact on the physical degradation of the river and its surrounding ecosystem. Therefore, environmentally sound mining management is necessary to prevent further damage to the river's morphology in the future. Keywords: River morphology, sand mining Saddang River, erosion, ArcGIS