Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Aplikasi Konsep Arsitektur Organik Menurut David Pearson pada Perancangan Hotel Wisata di Danau Tempe Aprilia, Aprilia Dwi Anggri Astuty; Aris, Aris Sakkar Dollah; Syarif, Muhammad Syarif; Ashari, Ashari Abdullah; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Syahruddin, Andi Syahriyunita
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.147

Abstract

ABSTRAKDanau Tempe merupakan destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama dalam penyediaan fasilitas akomodasi yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep arsitektur organik menurut David Pearson dalam perancangan hotel wisata di kawasan Danau Tempe, dengan menekankan keseimbangan antara bangunan, lingkungan, dan manusia. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur mengenai prinsip arsitektur organik, analisis tapak untuk memahami karakteristik lingkungan sekitar, serta eksplorasi penerapan prinsip tersebut dalam desain hotel wisata. Fokus utama perancangan adalah keberlanjutan, yang diwujudkan melalui pemanfaatan material alami, penerapan energi terbarukan, sistem pengelolaan limbah yang efisien, serta tata ruang yang mendorong interaksi harmonis antara wisatawan dan alam. Hasil penelitian ini menghasilkan konsep desain hotel wisata yang tidak hanya berfungsi sebagai akomodasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem alami Danau Tempe. Dengan mengadopsi prinsip arsitektur organik, hotel ini diharapkan mampu memberikan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan menyatu dengan lingkungan, sekaligus memperkuat konsep ekowisata berkelanjutan di wilayah tersebut. Implikasi penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain fasilitas wisata berbasis keberlanjutan, serta menjadi referensi bagi pengembangan arsitektur organik dalam sektor pariwisata di Indonesia. ABSTRACT Tempe Lake is a natural tourist destination with significant potential for development, particularly in providing environmentally friendly accommodation facilities. This study aims to apply the concept of organic architecture according to David Pearson in designing a tourist hotel in the Tempe Lake area, emphasizing the balance between buildings, the environment, and people. The research method includes a literature study on organic architecture principles, site analysis to understand the characteristics of the surrounding environment, and the exploration of applying these principles in hotel design. The primary focus of the design is sustainability, achieved through the use of natural materials, the implementation of renewable energy, an efficient waste management system, and spatial planning that promotes harmonious interactions between tourists and nature. The results of this study produce a tourist hotel design concept that functions not only as accommodation but also as an integral part of the natural ecosystem of Tempe Lake. By adopting the principles of organic architecture, the hotel is expected to provide a more immersive lodging experience that blends with the environment while strengthening the concept of sustainable ecotourism in the area. The implications of this study contribute to the development of sustainable tourism facility design and serve as a reference for the further implementation of organic architecture in the tourism sector in Indonesia.
Penerapan Konsep Eco-Tech Pada Perancangan Pusat Industri Mebel di Kabupaten Muna Dayat, Sapril Hidayat; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Paddiyatu , Nurhikmah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.154

Abstract

ABSTRAKIndustri mebel berbahan kayu jati di Kabupaten Muna memiliki potensi besar dalam perekonomian lokal dan nasional. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, efisiensi produksi yang rendah, serta kurangnya penerapan teknologi berkelanjutan masih menjadi kendala dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang Pusat Industri Mebel di Kabupaten Muna dengan pendekatan arsitektur Eco-Tech guna menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan dan efisien secara energi. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi lapangan, studi literatur, dan analisis desain. Analisis dilakukan terhadap aspek iklim, potensi sumber daya, dan kebutuhan industri untuk mengembangkan desain yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Eco-Tech, seperti penggunaan energi terbarukan (panel surya), pemanfaatan material lokal, serta sistem pengelolaan limbah yang efisien, dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Kesimpulannya, desain industri berbasis Eco-Tech mampu menjadi model pengembangan kawasan industri berkelanjutan. Implikasinya, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan industri hijau di Indonesia serta meningkatkan daya saing produk mebel lokal di pasar internasional. ABSTRACT The teak wood furniture industry in Muna Regency holds significant potential in both local and national economies. However, challenges such as limited infrastructure, low production efficiency, and a lack of sustainable technology implementation continue to hinder the competitiveness of local products in the global market. Therefore, this study aims to design a Furniture Industry Center in Muna Regency using the Eco-Tech architectural approach to create an environmentally friendly and energy-efficient industrial area. The research methodology includes field observations, literature studies, and design analysis. The analysis focuses on climate conditions, resource potential, and industry needs to develop an adaptive and sustainable design. The findings indicate that applying Eco-Tech principles, such as renewable energy utilization (solar panels), the use of local materials, and efficient waste management systems, can enhance production efficiency while minimizing environmental impact. In conclusion, an Eco-Tech-based industrial design can serve as a model for sustainable industrial area development. The study's implications suggest that this approach can be a reference for green industrial development in Indonesia and enhance the competitiveness of local furniture products in the international market.
Pendekatan Arsitektur Biofilik pada Perancangan Premium Outlet di Kabupaten Maros Amelia, Yuyun; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Latif, Sahabuddin Latif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ydey2z20

Abstract

Industri fashion di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan yang mendorong munculnya kebutuhan akan pusat perbelanjaan modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial, rekreatif, dan edukatif bagi pengunjung. Secara umum, premium outlet merupakan pusat perbelanjaan yang menampung berbagai factory outlet yang menjual produk bermerek langsung dari pabrik dengan harga lebih terjangkau, namun tetap mempertahankan suasana belanja yang eksklusif dan nyaman. Kabupaten Maros yang tengah berkembang di sektor perdagangan dan pariwisata memiliki potensi besar untuk menghadirkan konsep premium outlet yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang premium outlet dengan pendekatan arsitektur biofilik yang menekankan integrasi elemen alam guna menciptakan ruang komersial yang berkelanjutan. Metode perancangan meliputi analisis tapak, perilaku pengguna, serta penerapan elemen alami seperti pencahayaan, vegetasi, air, dan ventilasi silang. Hasilnya menunjukkan peningkatan kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan pengguna. Kesimpulannya, penerapan arsitektur biofilik mampu memperkuat hubungan manusia dengan alam dan menjadi model pengembangan pusat perbelanjaan berkelanjutan di Kabupaten Maros.
Pendekatan Arsitektur Biomimikri pada Perancangan Pusat Pengolahan Sampah Plastik di Kota Samarinda Syahruddin, Andi Syahriyunita; Idrus, Irnawaty; Syarif, Muhammad; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana; Alni, Annisa Maulidina
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/mhtj4053

Abstract

Kota Samarinda menghadapi peningkatan volume sampah plastik akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri yang pesat. Kondisi ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memerlukan solusi arsitektur yang berkelanjutan serta inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan arsitektur biomimikri dalam perancangan Pusat Pengolahan Sampah Plastik di Kota Samarinda sebagai strategi desain yang efisien dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi tapak, serta analisis bentuk dan sistem alami yang relevan dengan fungsi pengolahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip biomimikri pada aspek bentuk, struktur, dan sistem bangunan dapat meningkatkan efisiensi energi, sirkulasi udara, serta mendukung sistem daur ulang terpadu. Kesimpulannya, pendekatan biomimikri mampu menghasilkan desain bangunan yang fungsional, estetis, dan adaptif terhadap lingkungan. Implikasinya, konsep ini dapat menjadi referensi pengembangan arsitektur berkelanjutan di kawasan perkotaan Indonesia.
Pendekatan Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Takalar Syam, Nurleha; Mustafa, Mursyid; Latif, Sahabuddin; Syarif, Muhammad; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Amal, Citra Amalia; Syahdan, Muh. Rizal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7273

Abstract

Ditinjau sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia masih jauh dengan sistem pendidikan modern atau sebagian besar pondok pesantren masih menggunakan pola pendidikan tradisional yaitu pola salafiyah. Bangunan pesantren di wilayah Sulawesi Selatan, masih banyak yang bangunannya belum mengadaptasikan arsitektur yang ramah lingkungan. Konsep perancangan pondok pesantren di Takalar ini menerapkan konsep pendekatan arsitektur bioklimatik yang merupakan salah satu konsep arsitektur ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah studi observasi lapangan dan studi literatur. Hasil konsep bangunan peondok pesantren ini memiliki karakteristik seperti penentuan orientasi bangunan, peletakan sun-shuding, peletakan bukaan, pemilihan material, pemilihan warna bangunan dan peletakan vegetasi yang menjadi keunggulan bangunan ini.
Perancangan Buginese Cultural Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Bone Fardi, Fardi; Mustafa, Mursyid; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Zainuddin, Salmiah; Osman, Wiwik Wahidah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7298

Abstract

Buginese Cultural Center merupakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan pementasan, pendidikan tentang kebudayaan daerah bugis berupa pertunjukan dan pameran, yang diperuntukan untuk umum, agar masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan mempelajari kesenian budaya Bugis, memberi area pusat hiburan, mewadahi para seniman. Adapun konsep perancangan yang digunakan yaitu arsitektur modern, adapun konsep Arsitektur Modern yang memiliki teori yang mengkaji unsur geometris serta penggunaan bahan industrial dengan menggambarkan kemajuan teknologi. Ciri arsitekur modern diantaranya mengkaji wujud kemajuan terhadap konstruksi dengan memaksimalkan fungsi yang menghindari banyaknya ornamen dan dekorasi, penerapan garis vertikal dan horizontal, memiliki ruang terbuka, desain simetris, koneksi dengan alam, penggunaan material dan tradisional, memaksimalkan fungsi ruang. Sehingga proses prancangannya terdapat beberapa hasil diantaranya bangunan pusat kesenian, bangunan galeri seni, teater, tempat ibadah, pusat oleh-oleh dan makanan khas
Perancangan Museum Angkut Sebagai Pusat Rekreasi Pariwisata dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Kota Makassar Saputri, Intan Batari; Abdullah, Ashari; Fuadillah, Siti; Rasmawarni, Rasmawarni; Amalia, Andi Annisa; Syahruddin, Andi Syahriyunita
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7308

Abstract

Museum adalah sebuah lembaga yang berfungsi untuk mengumpulkan, merawat, melestarikan dan memamerkan untuk tujuan, pendidikan dan hiburan yang terbuka untuk umum. Di Indonesia alat transportasi mengalami transformasi, khususnya transportasi darat, baik dari segi bentuk, fungsi, hingga efisiensi waktu. Pada saat ini banyak alat transportasi lokal yang tersingkirkan akibat perkembangan teknologi. Museum transportasi menjadi pilihan yang tepat untuk mewadahi warisan sejarah bangsa, khususnya bidang transportasi. Rancangan museum ini dimaksudkan sebagai wadah untuk mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta peranannya dalam perkembangan zaman. Hasil perancangan ini mencakup beberapa hal, diantaranya analisis tapak, konsep bentuk bangunan, kebutuhan ruang, aktivitas pengguna, konsep futuristic dan dilanjutkan dengan perancangan master plan, site plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, rencana arsitektur, detal-detail 3 dimensi dan animasi. Pada perancangan ini akan menggunakan konsep pendekatan arsitektur futuristik yang merupakan suatu paham yang mengarah ke masa depan dengan kebebasan mengungkapkan atau mengekspresikan ide gagasan kedalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Futuristik sejalan dengan perkembangan teknologi, dengan semakin maju teknologi yang diciptakan manusia, maka keberadaan futuristik akan semakin berkembang.Dengan adanya museum angkut dengan konsep arsitektur futuristik ini, museum ini akan menciptakan sebuah desain elegan dan berkelas untuk merawat kendaraan-kendaraan klasik serta dapat pula menarik minat para wisatawan untuk kembali mengujungi museum
Pendekatan Arsitektur Inklusif pada Perancangan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Takalar Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Syarif, Muhammad; Abduh, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hq1v5p61

Abstract

ABSTRAKMall Pelayanan Publik (MPP) merupakan inovasi pelayanan terpadu yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat. Namun, banyak fasilitas MPP yang belum sepenuhnya memperhatikan aspek aksesibilitas bagi seluruh kelompok pengguna, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Penelitian ini bertujuan merancang Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Takalar dengan pendekatan arsitektur inklusif guna mewujudkan fasilitas pelayanan publik yang adil, setara, dan mudah diakses oleh semua kalangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode perancangan arsitektur, melalui studi literatur, observasi tapak, analisis kebutuhan ruang, serta studi banding terhadap proyek sejenis di dalam dan luar negeri. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip universal design mampu meningkatkan kualitas aksesibilitas melalui penyediaan ramp standar, lift, sirkulasi ramah disabilitas, sistem wayfinding berbasis visual dan warna, serta fasilitas pendukung seperti toilet disabilitas, ruang laktasi, dan ruang bermain anak. Selain itu, pemilihan material yang aman dan tidak licin turut meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi prinsip arsitektur inklusif sejak tahap perencanaan sangat penting dalam menciptakan ruang pelayanan publik yang manusiawi, responsif, dan berkelanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Inklusif, Pelayanan Publik, Disabilitas, Aksesibilitas, Universal Design.ABSTRACTPublic Service Malls (Mall Pelayanan Publik/MPP) are integrated service facilities aimed at improving the efficiency and quality of public services. However, many existing MPP buildings have not fully considered accessibility for all user groups, particularly people with disabilities, the elderly, pregnant women, and other vulnerable communities. This study aims to design a Public Service Mall in Takalar Regency using an inclusive architectural approach to ensure equal, safe, and convenient access to public services. The research adopts a qualitative descriptive method based on architectural design processes, including literature review, site observation, spatial needs analysis, and comparative studies of similar projects at national and international levels. The design results demonstrate that the application of universal design principles significantly improves accessibility through standard-compliant ramps, elevators, disability-friendly circulation, visual and color-based wayfinding systems, and inclusive supporting facilities such as accessible toilets, lactation rooms, and child-friendly spaces. In addition, the use of safe and non-slip materials enhances user comfort and safety. This study emphasizes that integrating inclusive design principles from the early planning stage is essential for creating public service facilities that are humane, responsive, and sustainable, while also supporting equitable access to government services.Keyworsds: Inclusive Architecture, Publik Service, Disability, Accesibility, Universal Design.
Revitalisasi Mall GTC Makassar menjadi Kantor Sewa Adaptif dengan Pendekatan Smart Building Berbasis Iklim Tropis Bakri, Andi Afratul Jannah; Abdullah, Ashari; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Latif, Sahabuddin
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i2.242

Abstract

ABSTRAK Penurunan fungsi pusat perbelanjaan konvensional di kota-kota besar, khususnya pasca pandemi, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perancangan ulang bangunan melalui pendekatan adaptive reuse. Studi ini menyajikan rancangan konseptual revitalisasi Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall di Makassar menjadi bangunan kantor sewa dengan pendekatan arsitektur smart building. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan tahapan analisis tapak, struktur eksisting, program ruang, studi preseden, dan integrasi teknologi bangunan cerdas. Hasil dari studi ini berupa desain arsitektur yang mencakup redesain tapak dengan zonasi baru, penataan ruang per lantai untuk kebutuhan kantor modern, transformasi fasad dengan sistem kinetik, serta penerapan teknologi IoT dan Building Automation System (BAS) guna meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Peningkatan aksesibilitas dan desain inklusif juga menjadi fokus dalam mendukung keberagaman pengguna. Karena perancangan ini belum direalisasikan secara fisik, efektivitas dan dampak aktualnya belum dapat diukur secara langsung. Meskipun demikian, studi ini memberikan kontribusi awal berupa konsep dan strategi desain yang dapat dijadikan acuan bagi proyek revitalisasi serupa di kota-kota berkembang lainnya di Indonesia. ABSTRACT The decline in the function of conventional shopping malls in major cities, particularly in the post-pandemic period, presents both challenges and opportunities for redesigning buildings through an adaptive reuse approach. This study presents a conceptual design for the revitalization of Graha Tata Cemerlang (GTC) Mall in Makassar into a rental office building using a smart building architectural approach. The methodology employed is qualitative-descriptive, involving stages such as site analysis, existing structural evaluation, space programming, precedent studies, and the integration of smart building technologies. The outcome of this study is an architectural design that includes a redesigned site plan with new zoning, floor-by-floor spatial layout tailored for modern office needs, façade transformation using a kinetic system, and the application of IoT and Building Automation System (BAS) technologies to enhance energy efficiency and user comfort. Accessibility improvement and inclusive design are also central to accommodating diverse user needs. Since this design has not yet been implemented physically, its effectiveness and actual impact cannot be measured at this stage. Nevertheless, the study offers an initial contribution in the form of design concepts and strategies that can serve as a reference for similar revitalization projects in other developing cities in Indonesia.
Sekolah Luar Biasa Berbasis Universal Design sebagai Model Pendidikan Inklusif di Perkotaan Indonesia Latif, Sahabuddin; Paddiyatu, Nurhikmah; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Welisfa, Sri Nindy
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/hwwd3269

Abstract

ABSTRAKPendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan dan pendekatan pedagogis yang mendukung, tetapi juga lingkungan fisik yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas. Kota Makassar memiliki jumlah penyandang disabilitas yang relatif tinggi, namun ketersediaan Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan fasilitas yang inklusif dan memadai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan perancangan Sekolah Luar Biasa di Kota Makassar dengan pendekatan Universal Design untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, mudah diakses, dan mendukung kemandirian seluruh pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan perancangan berbasis riset dengan mengintegrasikan analisis tapak, pengumpulan data berbasis pengguna, kajian literatur, dan studi preseden. Analisis difokuskan pada kebutuhan ruang, zonasi, sirkulasi, bentuk bangunan, serta sistem aksesibilitas guna mendukung prinsip inklusivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Universal Design—meliputi akses bebas hambatan, fleksibilitas ruang, sirkulasi yang intuitif, dan fasilitas pelengkap yang inklusif—mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, kemandirian, dan partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan arsitektur pendidikan inklusif serta dapat menjadi acuan perancangan SLB di konteks perkotaan Indonesia. Kata Kunci: Universal Design; Sekolah Luar Biasa; Arsitektur Inklusif; Fasilitas Pendidikan; Disabilitas ABSTRACTInclusive education requires not only supportive policies and pedagogical approaches but also a built environment that accommodates the diverse needs of students with disabilities. Makassar City has a relatively high number of people with disabilities, while the availability of Special Needs Schools (Sekolah Luar Biasa/SLB) with inclusive and adequate facilities remains limited. This study aims to develop a design proposal for a Special Needs School in Makassar based on Universal Design principles to create a safe, accessible, and supportive learning environment for all users. The research adopts a design-based methodology integrating site analysis, user-based data collection, literature review, and precedent studies. Analyses focus on spatial requirements, zoning, circulation, building form, and accessibility systems to ensure inclusivity and independence for students with diverse disabilities. The results demonstrate that the application of Universal Design principles—such as barrier-free access, flexible spaces, intuitive circulation, and inclusive supporting facilities—can significantly enhance learning quality, independence, and social participation among students with disabilities. This study contributes to the discourse on inclusive educational architecture by providing a contextual design framework for Special Needs Schools in urban Indonesian settings and offers insights for future educational facility planning and policy development. Keyworsds: Universal Design; Special Needs School; Inclusive Architecture; Educational Facilities; Disability