cover
Contact Name
Devi Oktafiani
Contact Email
devioktafiani.fk.untad@gmail.com
Phone
+6285232897873
Journal Mail Official
tadulakomedika@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno Hatta, KM.09, Kota Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : 25807390     DOI : https://doi.org/10.22487/mtj.v9i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Tadulako merupakan jurnal ilmiah yag menerbitkan artikel hasil penelitian, literatur review, case report pada bidang Ilmu Kedokteran, Mikrobiologi, Biokimia, Anatomi, Pendidikan Kedokteran
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober" : 9 Documents clear
MANAJEMEN STENOSIS AORTA: TINJAUAN SINGKAT MENGENAI IMPLANTASI KATUP AORTA TRANSKATETER Laksono, Sidhi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.1557

Abstract

Stenosis aorta (AS) merupakan gangguan obstruksi katup aorta akibat kalsifikasi progresif, dimana sering terjadi pada usia tua. Penggantian katup aorta pada AS derajat berat dengan risiko operasi yang sedang berat menjadikan pilihan terapi baik itu secara bedah atau transkateter (implantasi katup aorta transkateter – TAVI). Pemilihan indikasi TAVI pada awalnya diperuntukan untuk AS berat dengan risiko tinggi pembedahan, tetapi saat ini berganti pada risiko bedah yang ringan. Tim jantung multidisiplin yang terdiri dari intervensi struktural, ahli elektrofisiologi, ahli ekokardiografi, pencitraan kardiak, ahli saraf, ahli bedah thorak, anestesi dan perawat terlatih. Diskusi tim jantung diperuntukan untuk persiapan sebelum tindakan dan tehnik tindakan serta mengurangi komplikasi yang akan muncul.
RESISTENSI INSEKTISIDA PADA AEDES AEGYPTI: MEKANISME BIOLOGIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENDALIAN DENGUE Irawati, Nur Bebi Ulfah; Hermawati, Luluk; Awalina Zulfa, Hilizza; Fitrina Nasution, Silvia
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.1977

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan global dengan Aedes aegypti sebagai vektor utama penularan. Penggunaan insektisida kimia masih menjadi strategi utama dalam pengendalian vektor, namun efektivitasnya semakin menurun akibat berkembangnya resistensi terhadap insektisida. Artikel ini merupakan tinjauan literatur terhadap 36 studi yang dipublikasikan pada 2015–2025 untuk mengeksplorasi mekanisme resistensi Ae. aegypti dan implikasinya terhadap pengendalian dengue. Hasil analisis menunjukkan bahwa resistensi berkembang melalui mekanisme metabolik, target-site (mutasi pada gen VGSC dan ace-1) yang dapat menimbulkan fenomena knockdown resistance (kdr), sementara peningkatan aktivitas enzim metabolik seperti esterases, glutation-S-transferase, dan sitokrom P450 berperan dalam detoksifikasi insektisida, penetrasi kutikula, serta resistensi perilaku nyamuk. Paparan jangka panjang terhadap insektisida juga dapat memicu ekspresi gen baru terkait struktur kutikula, metabolisme energi, dan protease, yang turut memperkuat resistensi. Faktor manusia, lingkungan, dan biologi nyamuk turut mempercepat proses seleksi resistensi. Resistensi yang meluas terbukti menurunkan efektivitas fogging, larvasida, dan insektisida rumah tangga, sehingga meningkatkan risiko penularan dengue. Sebagai respon, pendekatan alternatif seperti rotasi insektisida, penggunaan bioinsektisida, teknologi genetik, serta surveilans resistensi adaptif dinilai penting untuk memperkuat Integrated Vector Management (IVM). Temuan ini menegaskan bahwa resistensi insektisida bukan sekadar isu biologis, melainkan tantangan multidimensional yang menuntut strategi pengendalian terpadu dan berkelanjutan guna menekan insidensi dengue.
PERAN VARIASI GEN ADIPOQ RS266729 DALAM RISIKO OBESITAS: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR/NARATIF Sandestya, Cintya Meisti
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2016

Abstract

Variasi pada gen ADIPOQ, khususnya pada lokus rs266729 (-11377C>G) diketahui dapat memengaruhi ekspresi hormon adiponektin yang beperan penting dalam metabolisme energi dan sensitivitas insulin. Beberapa penelitian melaporkan hubungan antara varian ini dengan risiko obesitas, tetapi hasilnya tidak konsisten antar populasi. Tinjauan naratif ini dilakukan melalui pencarian literatur pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect untuk publikasi antara tahun 2015-2025. Artikel yang disertakan adalah studi pada manusia yang melaporkan genotip atau frekuensi alel rs266729 bersama dengan parameter antropometri atau metabolik. Analisis dilakukan secara naratif karena adanya heterogenitas metode dan hasil. Temuan dari berbagai studi menunjukkan hasil yang beragam. Sejumlah penelitian, terutama pada populasi Kazakh, melaporkan bahwa alel G berkaitan dengan kadar adiponektin yang lebih rendah, indeks massa tubuh yang lebih tinggi, dan peningkatan risiko obesitas. Namun, studi lainnya pada populasi Taiwan, tidak menemukan hubungan bermakna. Variasi hasil ini kemungkinan dipengarui oleh perbedaan frekuensi alel, paparan lingkungan, definisi fenotipe obesitas, ukuran sampel, dan metode genotip. Hubungan antara variasi gen ADIPOQ rs266729 dan obesitas didukung oleh dasar biologis yang kuat, namun belum konklusif. Diperlukan studi prospektif berskala besar dengan populasi multi-etnis serta pendekatan integratif untuk menilai interaksi gen-lingkungan untuk memperjelas peran fungsional varian ini.
HUBUNGAN VARIASI GEN ADIPOQ rs266729 TERHADAP SINDROM METABOLIK Khairunnisa, Dhia Fairuz; Maharani, Citra; Puspasari, Anggelia; Kusdiyah, Erny
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2017

Abstract

EFEKTIVITAS BUKU SAKU ANATOMI SISTEM URINARIA TERHADAP NILAI PRAKTIKUM ANATOMI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2024 Mutiara Ar'syi; Rina Nofri Enis; Rita Halim
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2018

Abstract

Pembelajaran anatomi merupakan komponen penting dalam pendidikan kedokteran yang membutuhkan pemahaman konseptual dan visual mendalam. Buku saku anatomi menjadi alternatif media pembelajaran ringkas dan menarik yang membantu mahasiswa belajar lebih efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas buku saku sistem urinaria terhadap peningkatan nilai praktikum anatomi mahasiswa kedokteran Universitas Jambi tahun 2024. Penelitian menggunakan desain quasi experimental pre–post-test control group dengan total 120 sampel yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Data dinalisis menggunakan uji Wilcoxon, Independent T-test, dan Mann–Whitney U. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan nilai signifikan antara pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok (p=0,000), dengan rerata nilai kelompok eksperimen meningkat dari 39,87 menjadi 80,65 dan kelompok kontrol dari 34,64 menjadi 66,11. Uji Independent T-test menunjukkan perbedaan signifikan nilai pre-test antara kedua kelompok (p=0,041) dengan effect size kecil (d=0,38). Uji Mann–Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan nilai post-test antara kelompok eksperimen (median = 82,5) dan kontrol (median = 70,63) dengan p = 0,000. Temuan ini menunjukkan buku saku anatomi sistem urinaria efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
TRAUMA OCULI PERFORASI: CASE REPORT Fortuna, Junitria
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2092

Abstract

Trauma oculi Perforasi suatu kondisi kegawatdaruratan pada mata ditandai dengan adanya riwayat trauma, disertai penurunan penglihatan yang ekstreme dan mendadak. Penanganan lebih dari 24 jam menyebabkan kebutaan. Kondisi ini dipengaruhi akibat trauma tumpul dan trauma tajam.Deskripsi Kasus, Pasien perempuan berusia 21 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan nyeri mata kiri sejak 12 jam sebelum ke rumah sakit. keluhan dirasakan setelah terkena peer ayunan bayi yang terpental, disertai penurunan penglihatan yang ekstreme dan mendadak, keluarnya gumpalan berwarna cokelat, mata merah dan mata berair. Kesimpulan, Gambaran klinis pada Trauma Oculi Perforasi adalah nyeri pada mata, Hifema, penurunan penglihatan yang mendadak dan ekstreme, fotophobia, mata merah, mata berair (keluarnya cairan aqueous humor), nyeri kepala dan terasa mengganjal pada mata. Terapi yang dapat diberikan monitoring tekanan intra-oculi, Bedrest head elevation 30o, pemberian antibiotik topikal dan tindakan penjahitan iris/kornea hingga eviserasi/enukleasi.
PSORIASIS VULGARIS : LAPORAN KASUS Fadila, Anisa
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2093

Abstract

Psoriasis is a common, chronic, non-communicable skin disease with an unknown cause. It causes inflammation of the skin that is long-lasting, persistent and permanent. To date, the cause of psoriasis remains unknown. A 30-year-old woman came with complaints of red spots accompanied by itching on both hands and feet. Complaints have been felt since 10 years ago. Complaints are aggravated when the patient consumes eggs, meat and nuts. Complaints are relieved when the patient scratches the wound area. The patient has a history of allergies to eggs, meat and nuts and there is no history of the same disease in the family. In this case, it was diagnosed based on anamensis physical examination such as examination of the wax drop phenomenon. Psoriasis vulgaris therapy in this case was given topical therapy as well as systemic drugs in the form of antihistamines and Vit D with a long treatment.
KERATITIS BAKTERIALIS AKIBAT DRY EYE SYNDROME: LAPORAN KASUS Tri, Rais; Sabir, M; Pratika, Mayabi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2094

Abstract

Keratitis bakterialis adalah suatu entitas klinis dengan ciri khas berupa kerusakan lapisan kornea mata akibat inflamasi yang berasal dari toksin bakteri. Kondisi ini berkaitan dengan lemahnya pertahanan lapisan mata akibat kondisi dry eye syndrome. Keratitis bakterialis dapat menyebabkan ulkus kornea yang mengancam fungsi penglihatan mata, oleh karena itu pemahaman tentang penegakan diagnosis dan prinsip penatalaksanaan yang tepat sangat penting guna menghindari komplikasi lebih lanjut. Laporan kasus seorang perempuan 53 tahun dengan mata merah disertai rasa nyeri pada mata kirinya sejak 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan visus oculi sinistra 20/60, pinhole tetap, didapatkan injeksi siliar, tampak infiltrat kornea, dan pemeriksaan fluorescence test positif. Pasien diberikan artificial tear, antibiotik topikal dan analgesik.
DIABETIC KIDNEY DISEASE : LAPORAN KASUS Septianika, Septianika
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2095

Abstract

Diabetic Kidney Disease (DKD) merupakan komplikasi mikrovaskular kronis pembuluh darah kapiler ginjal penderita DM. Ditandai dengan albuminuria menetap yaitu: >300 mg/24jam atau >200 mikrogram/menit minimal 2x pemeriksaan (3-6 bulan). Pasien perempuan 71 tahun masukdengan keluhan dizziness, fatigue, nausea, nyeri epigastrik. Beberapa minggu terakhir anoreksia. Parestesia ujung jari, memberat dimalam hari. Miopia. Riwayat dyspepsia, DM tipe 2 sejak >20 tahun, hipertensi, dan CKD on HD regular. Pemeriksaan fisik keadaan umum sakit sedang,TTV TD :194/73 mmHg lainnya dalam batas normal. Wajah pucat, konjungtiva anemis bilateral, visus 3/60/3/60 , ektremitas bawah edem. Laboratorium HGB, RBC, HCT, PLT, dan Na menurun, tetapi peningkatan terjadi pada ureum kreatinin, protein urin dan GDS normal. Terapi: IVFD Nacl 0,9% 500 cc/16tpm, Inj.Omeprazol 1amp/12jam, Inj.Furosemid 20mg 1amp/8jam, Insulin Aspart 3x6 IU sc, Asam Amino Esensial & Lisin 1tab/8jam, Amlodipin 10mg/24jam, Candesartan 16mg/24jam, Mecobalamin 500mg/24jam, Zink 20mg/24jam, Curcuma 1tab/8jam, Vit B Komleks 1tab/12 jam, Vit C 100mg/24 jam, Transfusi PRC 2 Bag. DM tidak terkontrol menyebabkan komplikasi kronik makrovaskular berupaDKD dan berakhir gagal ginjal sampai kematian. Prognosis DKD berkaitan dengan nilai GFR.

Page 1 of 1 | Total Record : 9