cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 29647665     DOI : https://doi.org/10.71456/sur
Core Subject : Economy,
SURPLUS adalah jurnal Ekonomi dan Bisnis. Jurnal ini membahas ilmu ekonomi, manajemen, bisnis, dan perbankkan.
Articles 443 Documents
Analisis Break Even Point (BEP) dan Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah di Desa Samirono Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Ani Wahyu Lestari; Endah Subekti; Dewi Hastuti; Shofia Nur Awami
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2325

Abstract

Usaha ternak sapi perah memiliki peran penting dalam penyediaan susu sekaligus sebagai sumber pendapatan masyarakat pedesaan, namun sebagian besar peternak belum melakukan analisis kelayakan usaha secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis total biaya, penerimaan, pendapatan, Break Even Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) usaha ternak sapi perah di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 133 peternak sapi perah, dengan sampel sebanyak 34 responden yang ditentukan menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Break Even Point, dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp56.995.474, rata-rata penerimaan Rp72.865.307, dan rata-rata pendapatan Rp15.869.834 per periode laktasi. Nilai rata-rata BEP unit sebesar 8.091,23 liter, BEP harga sebesar Rp5.819 per liter, sedangkan nilai R/C Ratio sebesar 1,22. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha ternak sapi perah di Desa Samirono telah melampaui titik impas, memberikan keuntungan, dan layak untuk dikembangkan.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Limpah Mas Indonesia Dikky Fajar Prabowo; Irwan Raharja
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2392

Abstract

Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam mempertahankan daya saing organisasi, khususnya pada perusahaan yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan industri manufaktur dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Limpah Mas Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei kausal. Populasi penelitian berjumlah 103 karyawan PT Limpah Mas Indonesia Cabang Jakarta dengan sampel sebanyak 83 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin, sedangkan analisis data menggunakan SPSS versi 20 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 1,835; p = 0,070), sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 3,835; p = 0,000). Secara simultan, lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 38,946; p = 0,000) dengan kontribusi penjelasan sebesar 49,3%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja merupakan faktor dominan yang memengaruhi kinerja karyawan, sedangkan lingkungan kerja berperan sebagai faktor pendukung yang tetap perlu ditingkatkan.
Creating Shared Value in a Two-Sided B2B Digital Marketplace: Strategic Marketing for the Heavy Equipment Rental Industry Debby Bakhtra; Rhian Indradewa; Regina Deka Sofia; Triyono Arief Wahyudi
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2611

Abstract

The heavy equipment rental industry is characterized by fragmented supplier networks, relationship-based transactions, limited price transparency, complex equipment verification requirements, and operational uncertainty. These conditions create challenges not only for business customers seeking reliable equipment but also for rental vendors seeking broader market access and higher equipment utilization. This study aims to analyze how strategic marketing can create shared value between customers, equipment vendors, and the platform operator within a two-sided B2B digital marketplace through the GetWork! business model. The study employs a descriptive qualitative approach using a document-based case study design. The primary data were derived from the GetWork! Business Plan, particularly Chapter V, Marketing Plan, covering marketing objectives, segmentation-targeting-positioning, the 7Ps marketing mix, NICE relationship marketing, customer and vendor acquisition, retention programs, sales activities, and revenue strategy. Six scientific studies on B2B marketing, digital marketing, perceived value, price perception, social media marketing, and brand experience were used as the principal supporting literature. Data were analyzed through data reduction, thematic classification, cross-side value mapping, alignment analysis, and literature comparison. The findings indicate that GetWork!’s proposed marketing architecture creates value on the demand side through vendor verification, price transparency, digital contracting, monitoring, and service reliability, while the supply side benefits from expanded market access, increased equipment exposure, relationship development, and opportunities for higher asset utilization. The integration of STP, the 7Ps, NICE relationship marketing, CRM, acquisition, retention, and diversified revenue streams provides a mechanism for aligning customer value, vendor value, and platform value. However, the effectiveness of this model remains dependent on balanced acquisition between both sides, vendor service quality, customer retention, prevention of off-platform transactions, and validation through actual marketplace transactions.