cover
Contact Name
Ilham Rifandi
Contact Email
ilhamrifandi@unimed.ac.id
Phone
+6281378916902
Journal Mail Official
jurnalgestus@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gestus Journal
ISSN : -     EISSN : 29630592     DOI : https://doi.org/10.24114/gsts
Gestus Journal : is a journal of art creation and study managed by the Performing Arts Study Program, Sendratasik, faculty of Language and Art, State University of Medan. This journal publishes original articles with a focus on the creation and study of Performing Art. Scope areas are: Art History, Cultural studies, performance studies, philosophy of art, Sociology of the Arts, Film, Multimedia, Creative Processes and conceptual research in Performing Arts.
Articles 46 Documents
Makna Gerak Tortor Parsiarabu dalam Upacara Horja Bius pada Masyarakat Batak Toba Elza Natasyawaty Munthe; Nurwani Nurwani
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 2 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i2.64367

Abstract

Dalam kajian ini peneliti melihat bagaimana makna yang terdapat pada tortor parsiarabu. Tortor Parsiarabu merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan ekspresi serta keluh kesah mengenai kehidupan yang dirasakan oleh kaum ibu yang sudah janda. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan objek tortor Parsiarabu yang berasal dari Desa Tomok Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir. Subjek penelitian adalah informan yang menjadi penari dan pelatih tortor Parsiarabu sejak tahun 2008, kepala sanggar GPSB (Generasi Pecinta Seni Budaya). Landasan teoritis dari penelitian ini menggunakan teori makna menurut (Sumaryono 2005;17). Tarian ini merupakan salah satu bentuk kesenian etnis Batak Toba. Motif gerak yang termuat dalam tortor Parsiarabu ini adalah gerak siubeon, marsomba, mambukka roha, patoru diri, papunguhon dan mangandungi. Pola-pola pada gerak tortor Parsiarabu terutama pada gerak mangandungi menjadi rasa yang paling dapat diwujudkan untuk menjelaskan tentang makna gerak dari tortor Parsiarabu
Penciptaan Karya Tiga Dimensi Topeng dari Bahan Adonan Sekam Padi dengan Teknik Cetak Reproduksi Maulana Arbi; Sumarsono Sumarsono
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 2 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i2.64504

Abstract

Penciptaan karya ini terinisiasi dari hasrat penulis untuk menciptakan karya yang muncul dikarenakan pengaruh terhadap lingkungan sekitar untuk memaksimalkan limbah sekam padi yang jumlahnya melimpah ruah di lingkungan sekitar penulis. Berdasarkan hal tersebut maka penulis ingin bereksperimen terhadap limbah sekam padi menjadi bahan baku alternatif untuk menciptakan karya seni tiga dimensi topeng dengan menggunakan teknik cetak reproduksi. Metode yang digunakan pada penciptaan ini yakni dengan menggunakan metode eksperimen atau ujicoba. Metode eksperimen yang penulis lakukan berkenaan pada komposisi bahan baku. Eksperimen bahan baku penulis lakukan secara berulang demi mendapatkan komposisi dan perbandingan yang sesuai agar adonan sekam padi layak dijadikan sebagai bahan baku alternatif penciptaan karya seni rupa tiga dimensi topeng. Eksperimen terhadap teknik penciptaan tidak luput dari perhatian penulis dan didapati bahwa teknik cetak reproduksi adalah teknik yang paling sesuai digunakan dalam penciptaan karya seni rupa tiga dimensi topeng dengan menggunakan bahan baku alternatif sekam padi ini. Pada penciptaan karya ini penulis menggagas desain karya dengan merujuk pada pengembangan atau eksplorasi bentuk dan warna pada ornamen etnis Sumatera Utara.
Koreografi Manogu Berbasis Folklor Tungkot Tunggal Panaluan Pada Masyarakat Batak Toba Selly Febrina Butar-Butar; Irwansyah Irwansyah
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 2 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i2.64545

Abstract

Tujuan dari penelitian ini menciptakan sebuah bentuk koreografi dengan garapan baru yang berjudul Manogu yang berlandaskan dari Folklor Tungkot Tunggal Panaluan yang ada pada suku Batak Toba. Pada penelitian menggunakan Teori Folklor, Teori Koreografi, dan Teori Interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode kualtitatif dimana proses pendekatan yang lebih menekankan pada aspek pemahaman yang meliputi Koreografi Manogu ini menggunakan metode penciptaan dari Alma Hawkins yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Hasil atau capaian dalam penelitian ini berupa koreografi Manogu yang dipertunjukan di pelataran parkir Fakultas Bahasa dan Seni Unimed. Koreografi Manogu bertemakan tentang cinta terlarang, oleh karena makna dari cinta itu bukan hanya tentang biologis melainkan sebuah bentuk kasih sayang dan oleh karena sebuah bentuk kasih sayang membuat datu akhirnya menolong sebuah peristiwa yang salah yaitu menyelamatkan saudara kembar yang melakukan hubungan cinta terlarang dan perbuatan datu itu adalah perbuatan yang bersalah.
Memerankan Tokoh Barabah dalam Naskah Barabah dengan Penekanan Fenomena Pernikahan Beda Generasi Kristiana Berutu; Martozet Martozet
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 2 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i2.64547

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah 1). Memerankan tokoh Barabah dalam naskah drama Barabah karya Motinggo Busye dengan menggunakan teori struktur tulang Lajos Egri 2). Menciptakan tokoh Barabah dalam naskah drama Barabah karya Motinggo Busye dengan menggunakan metode akting Lee Strassberg. Penulis menggunakan teori Surealisme, Struktur Kepribadian Sigmund Freud, Struktur Tulang Lajos Egri untuk memenuhi kebutuhan keaktoran penulis. Penulis menggunakan metode penelitian, deskriptif kualitatif. Dalam menciptakan tokoh Barabah, penulis menggunakan metode akting Lee Strassberg yaitu dengan ingatan emosi, latihan tubuh, improvisasi, pemanfaatan memori indera. Hasil penelitian memerankan tokoh Barabah dalam naskah Barabah karya Motinggo Busye dengan menggunakan teori struktur tulang Lajos Egri dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang karakter. Teori struktur tulang Lajos Egri menekankan pada tiga elemen utama dalam pembentukan karakter yaitu keinginan, konflik, dan perubahan. Dengan memperhatikan ketiga elemen tersebut, maka penulis dapat memerankan tokoh Barabah dengan lebih menyeluruh dan mendalam. Kemudian hasil dari menciptakan tokoh Barabah dalam naskah Barabah karya Motinggo Busye dengan menggunakan metode akting Lee Strassberg akan melibatkan pendekatan yang lebih mendalam terhadap karakterisasi dan pemahaman emosional. Memiliki langkah-langkah yang bisa diambil seperti penelitian, imajinasi, pengamatan, latihan dan eksperimen.
Perwujudan Pengalaman Pergaulan Bebas dalam Penciptaan Tokoh Nis Pada Pertunjukan Sekar Murka Natasya Haryani Hutabarat; Nurwani Nurwani
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 2 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i2.64548

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah : 1). Mengkaitkan permasalahan pergaulan bebas dengan proses penciptan tokoh Nis 2). Memberikan pembelajaran tentang dampak negatif dari pergaulan bebas pada norma sosial, adat istiadat, dan masyarakat secara umum. Selain itu penulis juga mendeskripsikan langkah – langkah memerankan tokoh Nis sebagai perempuan yang salah pergaulan yang berpijak pada naskah Sekar Murka karya Desi Puspitasari dengan menggunakan Metode Akting Less Strassberg. Berdasarkan metode Lee Strasberg ini, penulis ingin memperlihatkan kepada penonton bahwa apa yang terjadi di atas panggung adalah fakta dan hal ini sering terjadi dilingkungan sekitar penulis. Langkah – langkah yang digunakan yaitu, observasi, relaksasi dan konsentrasi, latihan ingatan emosi, latihan kebiasaan dan pengondisian. Penulis juga menggunakan teori surealis yang bertujuan untuk menjelajahi aspek-aspek alam bawah sadar dari pikiran manusia. Menggunakan simbol – simbol dalam menyampaikan makna yang menjelajahi kompleksitas psikologi manusia Metode penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah sebuah pertunjukan teater dengan perwujudan fenomena pergaulan bebas ke dalam tokoh “Nis” pada naskah sekar murka karya desi puspitasari menggunakan metode akting Lee Strassberg.
Tradisi Lisan Dampol Siburuk sebagai Manifestasi Tortor Siburuk Ciptaan Empat Seniman Batak Toba di Kabupaten Samosir Indah Natalia Situmorang; Irwansyah Irwansyah
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 2 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i2.64575

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi lisan Tortor Siburuk, sebuah tari kreasi baru yang diciptakan oleh empat seniman Batak Toba di Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan populasi sekaligus sampel yang terdiri dari seniman Batak Toba di Kabupaten Samosir, pemusik, penari, serta masyarakat Kecamatan Ronggurnihuta. Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, studi lapangan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tortor Siburuk terdiri dari beberapa ragam gerak utama, yaitu Habang, Mangangkat, Mangurpas Habong, Manipulhon Habong, dan Manghuhupi. Musik pengiring yang digunakan adalah Uning-Uningan Siburuk. Tata rias dalam Tortor Siburuk menerapkan konsep rias cantik dan tampan, sementara busana yang digunakan mencakup berbagai jenis ulos, seperti Ulos Sibolang, Ulos Bintang Maratur, Ulos Sadum, Ulos Ragi Hotang, dan Ulos Mangiring, dengan tambahan aksesori berupa Sortali. Properti utama yang digunakan dalam pertunjukan ini adalah sebuah seruling dan dedaunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Tortor Siburuk sebagai hasil kreasi empat seniman Batak Toba di Kabupaten Samosir, serta untuk memahami elemen-elemen pendukungnya dalam konteks tradisi lisan masyarakat Batak Toba.