cover
Contact Name
Ilham Rifandi
Contact Email
ilhamrifandi@unimed.ac.id
Phone
+6281378916902
Journal Mail Official
jurnalgestus@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gestus Journal
ISSN : -     EISSN : 29630592     DOI : https://doi.org/10.24114/gsts
Gestus Journal : is a journal of art creation and study managed by the Performing Arts Study Program, Sendratasik, faculty of Language and Art, State University of Medan. This journal publishes original articles with a focus on the creation and study of Performing Art. Scope areas are: Art History, Cultural studies, performance studies, philosophy of art, Sociology of the Arts, Film, Multimedia, Creative Processes and conceptual research in Performing Arts.
Articles 46 Documents
Tradisi Topeng Labu Menjadi Pertunjukan Tari Topeng Labu Pada Masyarakat Muara Jambi Provinsi Jambi Aulia Ressy Octaviani; Erlinda Erlinda; Surherni Surherni
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 1 (2022): GESTUS JOURNAL : PENGKAJIAN DAN PENCIPTAAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i1.35225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tradisi Topeng Labu menjadi pertunjukan tari Topeng Labu pada masyarakat Muara Jambi Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif bersifat deskripsi analisis, yaitu seluruh data yang diperoleh baik data lapangan dijabarkan kemudian dianalisis sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan. Pendapat yang digunakan mengenai perkembangan oleh Rendra dan mengenai bentuk oleh Y Sumandiyo Hadi. Hasil penelitian ini adalah Topeng labu merupakan sebuah legenda yang menceritakan seorang pemuda yang terkena penyakit kusta yang diangkat oleh dua seniman kedalam bentuk tradisi Topeng Labu kemudian menjadi tari kreasi Topeng Labu agar budaya di daerah Muara Jambi tidak hilang. Kata Kunci: Topeng Labu: Bentuk dan perkembangan.
Kajian Absurditas Pada Drama Permainan Akhir Karya Samuel Beckett Susandro Susandro
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 1 (2022): GESTUS JOURNAL : PENGKAJIAN DAN PENCIPTAAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i1.36596

Abstract

Drama absurd memiliki unsur intrinsik yang cenderung berbeda dari konvensi drama sebelumnya, terutama apabila dibandingkan dengan drama bergaya realisme. Hingga dewasa ini, telah banyak diskursus terkait bagaimana memahami drama tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memaparkan unsur intrinsik lakon serta gagasan yang ada di baliknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Adapun teknik yang dilakukan yaitu studi kepustakaan. Objek utama yang diteliti adalah lakon Permainan Akhir karya Samuel Beckett terjemahan Djoko Quartantyo dengan menguraikan unsur intrinsik lakon, yaitu struktur dan tekstur sebagaimana yang dikemukakan oleh George R. Kernodle. Meski lakon ini dikategorikan sebagai drama absurd, namun juga memiliki struktur; tema, alur, penokohan dan tekstur; dialog, mood atau suasana serta spektakel yang cukup terukur, sebagaimana ditemukan pada drama bergaya realisme. Kata Kunci: Permainan Akhir, Struktur, Tekstur, Absurditas 
Aspek Sosial dalam Pementasan Teater œAwak Tam Ong oleh Kelompok Teater Kosong Aceh Dharminta Soeryana
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 1 (2022): GESTUS JOURNAL : PENGKAJIAN DAN PENCIPTAAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i1.36622

Abstract

Drama œAwak Tam Ong menarik diteliti karena berupaya memaknai situasi sosial, budaya, ekonomi, hukum, dan politik di tengah masyarakat terkait kehadiran para pendatang pasca tsunami di Aceh. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini pertama, untuk mengetahui kondisi sosial historis pasca tsunami di Aceh yang mempengaruhi penciptaan naskah ATO. Kedua, mengetahui tema dan permasalan drama ATO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Selanjutnya data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori struktur dan tekstur yang dirumuskan oleh George  Kernodle. Selanjutnya menggunakan pendekatan semiotika teater yang dirumuskan oleh Peirce tentang semiotika didasari pada logika, yakni bagaimana logika orang bernalar berdasarkan tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya. Penelitian ini juga menggunakan  sosiologi teater yang dirumuskan Fortier tentang materialism Marxis tradisional.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) naskah ATO adalah garapan teater rakyat dengan sentuhan teater modern. (2) adanya penawaran agar memodifikasi pemulia jamee (memuliakan tamu) sebagai salah satu aplikasi budaya yang sesuai dengan perkembangan jaman tanpa menghilangkan nilai-nilai yang telah ada. (3) adanya usaha saling mempengaruhi antara kelompok Teater Kosong dengan masyarakat Aceh dalam proses penciptaan naskah ATO. (4) selain sebagai media hiburan, pementasan ATO juga media efektif sebagai ruang ekspresi dan komunikasi yang memuat unsur pendidikan (norma, historis, ekonomi, politik, dan religius), sarana pengembangan diri, pengembangan kemahiran bersosial dan berbudaya.Kata Kunci: Teater komedi, pendatang, kondisi sosial budaya dan politik
Pemeranan Tokoh Adang Dalam Naskah Titik-Titik Hitam Karya Nasjah Djamin Danang Kurnianto; Mahdi Bahar; Muhammad Komadri
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40056

Abstract

Naskah Titik-titik Hitam karya Nasjah Djamin merupakan Naskah bergaya realisme. Tema besar yang diangkat merupakan tema keseharian. Pemeran menggunakan metode Boleslavsky untuk memerankan tokoh Adang dalam Naskah Titik-titik Hitam karya Nasjah Djamin. Metode Boleslavsky digunakan guna tercapinya pemeranan yang diinginkan. Tokoh Adang yang berada di dalam naskah bergaya realisme ini diwujudkan dengan konsep pemeranan yang natural. Hasil dari penerapan metode akting Boleslavsky adalah terwujudnya tokoh Adang yang tegas dan rapuh dengan konsep akting yang natural. Adapun kesimpulan dalam proses pemeranan ini adalah bahwa metode akting Boleslavsky mampu mendukung pemeran dalam mewujudkan tokoh Adang dalam Naskah Titik-titik Hitam karya Nasjah Djamin. Pemeran tentunnya mengalami kendala pada proses pencarian tokoh Adang, dikarenakan adanya perbedaan karakter dari pemeran terhadap tokoh Adang. Dalam menanggapi kendala pada proses pencarian tokoh, pemeran melatih tiga elemen penting seorang aktor yaitu: Olah vokal, olah tubuh dan olah rasa. Pemeranan tokoh Adang ditujukan untuk menerapkan metode akting Boleslasvky, dengan konsep akting yang natural.Kata Kunci: Titik-titik Hitam, Realisme, Boleslvsky, Pemeranan
Komposisi Tali Panimbang : Kestabilan Dawai dan Panimbang Raso Jo Pareso Asifa Askhan; Asril Asril; Asep Saepul Haris
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40061

Abstract

Karya komposisi musik œTali Panimbang terinspirasi dari dawai pada instrumen rabab pasisia, khususnya dawai nomor empat yang tersusun paling atas dari susunan dawai pada rabab pasisia, yang tidak difungsikan sebagai sumber bunyi. Namun difungsikan sebagai penyeimbang getaran dan penghasil bunyi untuk dawai satu, dawai dua, dan dawai tiga. Dawai empat memiliki makna manimbang-nimbang raso jo pareso (menimbang rasa dan periksa ), yang mengartikan bagaimana seseorang hidup seimbang, arif, dan bijaksana antara sesama manusia.Kata Kunci: komposisi; dawai empat; penyeimbang; manimbang raso jo pareso; tali panimbang
Penerapan Ornamen Melayu Deli Pada Light Box Dengan Teknik Paper Cutting Zhurina Panmayu; Tetty Mirwa
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40331

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, masyarakat modern mulai meninggalkan ornamen tradisional seperti ornamen Melayu Deli. Perlunya memandang kembali budaya tradisional agar nilai-nilai luhur masyarakat Melayu Deli tidak hilang begitu saja. Sejauh ini, cara yang dilakukan masyarakat untuk melestarikan ornamen masih monoton. Proses penciptaan karya seni menurut Graham Wallas dalam buku The Art Thought (Djelantik, 2001: 64) terdiri dari: persiapan (preparation), inkubasi (incubation) inspirasi/ ilham (inspiration), elaborasi/ perluasan/ pemantapan (elaboration). Motif yang dipakai pada pembuatan karya light box ini adalah motif Roda Sula, motif Awan Semayang, motif Semut Beriring, motif Pelana Kuda Kencana, motif Itik Pulang Petang, Pucuk Kacang, motif Bunga Hutan, motif Tapuk Pinang, motif Terali Jantung, dan motif Terali Biola. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi inspirasi dalam mengenalkan ornamen Melayu Deli dan dapat menjadi referensi untuk melakukan jenis penelitian yang sama mengenai pelestarian ornamen pada karya seni light box.Kata Kunci: Light Box, Paper cutting, Ornamen
Penciptaan Desain Tote Bag Menggunakan AI Draw dan Teknik Digital Printing sebagai Cenderamata Kota Medan Agustian Siregar; Zulkifli Zulkifli
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40336

Abstract

Pengerajin tote bag di kota Medan pada saat ini tidak banyak yang menggunakan konsep desain ikon kota Medan. Hal ini menjadikan sepinya distribusi produk tote bag di outlet penjualan oleh-oleh kota Medan. Karya tulis ini bertujuan untuk menganalsis bagaimanakah penciptaan desain tote bag menggunakan aplikasi AI Draw atau Adobe Illustrator Draw dan teknik digital printing, serta mengetahui kualitas produk hasil penciptaan desain tote bag sebagai cenderamata kota Medan. Penciptaan dan penyajian seni ini menggunakan metode yang dijelaskan oleh Gustami yang di dalamnya terdapat tiga tahap penciptaan karya seni yaitu Eksplorasi, Perancangan, dan Perwujudan. Adapun langkah yang diambil dalam proses penciptaan 10 karya desain tote bag sebagai cenderamata kota Medan adalah perancangan konsep desain, pembuatan sketsa (tracing), penerapan warna pada desain (coloring), pemberian detail warna pada desain, finishing desain, dan finishing karya. Kualitas hasil penciptaan desain tote bag sebagai cenderamata kota Medan dinilai oleh 3 orang penilai yang merupakan ahli bidang akademik seni rupa. Kualitas hasil yang diperoleh pada 10 karya desain tote bag dengan memerhatikan penerapan unsur desain dan prinsip seni rupa, aspek penciptaan desain berupa konsep yang merupakan ikon-ikon yang ada di kota Medan, bentuk objek yang realis dan deformatif, hingga harmonisasi warna dan komposisi warna yang sesuai dengan objek. Dari ketiga penilai secara keseluruhan berada dalam kategori B (Baik) dengan jumlah skor = 271, dan skor rata-rata = 4,5.Kata Kunci: Tote bag, Cenderamata, digital printing
The Central Processing Music Of Bacalempong : Komposisi Musik Minimalis dalam Ansambel Campuran Cepri Zulda Putra; Asep Saepul Haris; Wilma Sriwulan
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40397

Abstract

The Central Processing Music Of Bacalempong merupakan komposisi musik yang berangkat dari peristiwa simulasi pada tahap intrumentasi antara calempong kayu dan calempong perunggu sebagai kesenian tradisi asli masyarakat Sumpur Kudus yang kemudian digarap berdasarkan idiom musik Barat. Konsep garapan karya The Central Processing Music of Bacalempong adalah representasi antara material komposisi musik didalam calempong kayu dan calempong perunggu dijadikan hierarki musikal dengan menggunakan pendekatan sistem musik minimalis yang direalisasikan dalam formasi Ansambel Campuran. Secara keseluruhan, komposisi ini menawarkan gaya musik abad 20 berkenaan dengan pentahapan dalam sebuah proses pelahiran sebuah peristiwa musikal, proses tersebut menekankan pada siklus pusat yang dijadikan konstruksi struktur untuk menggiring analisis pada setiap dimensi musikal yang menunjukkan bagaimana sebuah penciptaan musik dihasilkan sacara sistematis. Metode penciptaan karya terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama menentukan siklus pusat dalam setiap proses Komposisi. Kedua, penempatan simulasi timbre (intrumen). Ketiga, menentukan deskripsi struktural karya. Terdapat sepuluh proses struktur yang terdiri dari I (restricted pitch and rhythm materials), II (pitch-centrycity), III (use of repetition), IV (steady pulse), V (phasing), VI (drone or ostinatos), VII (static harmony), VIII (pandiatonicism), IX (indeterminacy), dan X (long duration). Kesimpulan yang menghasilkan penggunakan pola-pola minimal kemudian perubahan-perubahan secara sedikit-demi sedikit dan bertahap hingga didapatkan komposisi musik secara utuhKata Kunci: Calempong Kayu, Calempong Perunggu, Musik Minimalis, Ansambel Campuran
Gorga Boraspati Dalam Kebudayaan Batak Toba Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Dotnery Sianturi
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40506

Abstract

Masyarakat Batak Toba memiliki banyak ornamen, setiap ornamen memiliki arti dan fungsi masing- masing, salah satunya adalah Gorga Boraspati. Seiring berjalannya waktu Gorga Boraspati telah terabaikan ataupun jarang ditemui pada rumah adat Batak Toba. Pengkarya sebagai keturunan Batak Toba berusaha memahami dan meneliti lebih dalam tentang Gorga Boraspati,berdasarkan metode penciptaan yang dimulai dari persiapan, elaborasi,dan kontemplasi. Proses pembuatan karya dimulai dari proses penyediaan bahan, pemasangan kain kanvas, pendasaran kanvas, pemindahan sketsa pada kanvas, melukis sampai proses finishing. Bentuk karya yang diciptakan adalah bentuk representasional yang menggunakan konsep distorsi dan stylisasi dengan gaya surealis. Hasil karya dengan menggunakan media cat akrilik pada kanvas dan teknik plakat, penciptaan karya ini telah menghasilkan tiga buah karya lukis yang berjudul; Lain dari yang lain, Sitolu sada, dan Pustaha.Kata Kunci: Gorga Boraspati, Batak Toba, Seni Lukis.
Perbedaan Hasil Karya Ilustrasi Siswa SMP Muhammadiyah 01 Medan Imam Gunari; Nelson Tarigan
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 1 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i1.44605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil menggambar ilustrasi teknik hitam-putih dan warna karya siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 01 Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 orang siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 01, sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa menggunakan teknik sampel random atau sampel acak. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gambar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 01 Medan menggunakan teknik warna jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil gambar siswa menggunakan teknik hitam-putih dengan besar perbedaan atau perbandingan sebesar 27%, dibuktikan dengan perolehan uji hipotesis (uji t) dimana  lebih besar dari  yaitu 16,525  2,024.