cover
Contact Name
Ilham Rifandi
Contact Email
ilhamrifandi@unimed.ac.id
Phone
+6281378916902
Journal Mail Official
jurnalgestus@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gestus Journal
ISSN : -     EISSN : 29630592     DOI : https://doi.org/10.24114/gsts
Gestus Journal : is a journal of art creation and study managed by the Performing Arts Study Program, Sendratasik, faculty of Language and Art, State University of Medan. This journal publishes original articles with a focus on the creation and study of Performing Art. Scope areas are: Art History, Cultural studies, performance studies, philosophy of art, Sociology of the Arts, Film, Multimedia, Creative Processes and conceptual research in Performing Arts.
Articles 46 Documents
WifeLive: Screenlife dengan Dekonstruksi Alur Zigzag Fajar Indayani; Rustim Rustim
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 2 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i2.51196

Abstract

WifeLive film™s talks about hyperhonest, the phenomenon of sharing too honestly on social media that is experienced by a pregnant wife. This phenomenon is then packaged in the form of Screenlife, which is a visual storytelling with events displayed on a computer screen, gadget, or smartphone. Narratively, the hyperhonest issue is developed through a zigzag plot deconstruction process that tells the story in an uncoordinated way to build new meanings. This film will show the phenomenon of virtual world propaganda that is used to lies that are often done just for the sake of momentary pleasure.
Estetika Lukisan Hamzah Dalam Kajian Narasi Simbolik Intan Tanita Devi
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 2 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i2.52788

Abstract

Penelitian ini membahas estetika lukisan Hamzah dalam kajian narasi simbolik, lukisan Hamzah yang didominasi dengan aliran abstrak ekspresionis yang menggakat cerita, fenomena kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. Penelitian menggunakan, karya Hamzah di analisis melalui sudut pandang narasi yang dilihat pada struktur pembentuk narasi kemudian didukung oleh teori semiotika. Estetika lukisan yang dihadirkan Hamzah dalam lukisannya, berdasarkan tiga tingkatan dalam elementer kesenirupaan dengan enam asas pembentuk estetik. Metode kualitatif dengan penyajian data bersifat deskriptif analisis untuk melihat fakta-fakta yang ditemukan dilapangan, dengan mengambil sebanyak dua belas lukisan dengan tiga lukisan masing-masing pertahunnya. Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan cara observasi, analisis data, studi pustaka, wawancara dan dokumentasi untuk mengambil suatu kesimpulan pada karya Hamzah berdasarkan kriteria tanda, penanda dan simbol dari lukisan yang dihasilkan Hamzah pada tahun 2020. Hasil temuan lukisan Hamzah didominasi dengan gaya lukisan abstrak ekspresionis dengan narasi simbolik pada lukisan Hamzah, berupa simbol-simbol seperti rumah gadang, kaktus, bulan sabit, goa, ruang angkasa, , komposisi warna, dan tipografi. Kata Kunci: Narasi Simbolik, Rumah gadang, Semiotika, Estetika
Pemanfaatan Warisan Cagar Budaya Masjid Asasi Berbasis Partisipasi Masyarakat di Kelurahan Sigando Aulia Rahmatika; Melati Pravita Sari
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.53850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana partisipasi masyarakat dalam upaya pemanfaatan cagar budaya Masjid Asasi Sigando dan juga bagaimana masyarakat sekitar memaknai objek yang berpotensi sebagai cagar budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu peneliti ini langsung turun kelapangan untuk mengumpulkan data dan teknik dalam pengumpulan data ini melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran dalam pemanfaatan dan pelestarian cagar budaya Masjid Asasi yang dibuktikan dengan adanya komunitas-komunitas yang berfungsi untuk mengurus cagar budaya secara operasional. Berdasarkan data peneliti menyimpulkan bahwa seluruh unsur yang terkait dalam pemanfaatan dan pelestarian cagar budaya ikut serta dalam perwujudan pelestarian tersebut.
Analisis Karya Ilustrasi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 6 Kisaran Rizqoh Fadhilah; Adek Cerah Kurnia Azis; Raden Burhan Surya Nata Diningrat
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.54862

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk melihat dan mendeskripsikan hasil karya gambar ilustrasi hewan yang dibuat oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Kisaran, mana karya siswa yang mempunyai ketepatan gambar ilustrasi yang tepat dan yang masih kurang tepat berdasarkan pada prinsip komposisi, proporsi dan gelap terang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh hasil karya siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Kisaran yang berjumlah 185 karya siswa dengan jumlah total 6 kelas yaitu kelas VIII-1: 32 siswa, kelas VIII-2: 32 siswa, VIII-3: 32 siswa, kelas VIII-4: 29 siswa, VIII-5: 29 siswa, dan kelas VIII-6: 31 siswa. Teknik pengambilan sample yang digunakan yaitu Simple Random Sampling. Simple Random Sampling yaitu memilih  anggota sampel secara acak dari jumlah populasi tanpa memperhatikan tingkatan yang ada, maka penelitian dilakukan hanya pada satu kelas saja yaitu kelas VIII-1 yang memiliki siswa yang berjumlah 32 orang. instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu: kamera digunakan sebagai bukti bahwa telah terlaksananya penelitian, lember penilaian, dan dokumentasi berupa hasil karya siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.
Ketelanjangan: antara Seni dan Pornografi Andri Kiawan
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 2 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i2.56211

Abstract

Kebebasan berekspresi seniman dan norma-norma yang berlaku, maka dampak negatif konten pornografi dapat dibatasi dengan mengkhususkan lokasi pertunjukan dan pameran seni rupa yang terkesan tidak senonoh, serta dengan menyaring pengunjung karena tidak semua orang dapat mengartikan ketelanjangan sebagai ekspresi estetika atau keindahan. Karya seni dapat diartikan pornografi jika ditampilkan di tempat yang dapat diakses oleh semua orang. Dengan kata lain, menentukan apakah suatu karya seni bersifat pornografi atau artistik sangatlah subjektif. Mengingat seni adalah kreativitas, maka akan terlalu sederhana jika œketelanjangan sebagai ekspresi artistik digambarkan oleh seniman secara vulgar atau verbal. Tempat di mana pencipta (seniman) dapat mencerminkan bentuk-bentuk ketelanjangan lainnya, seperti metafora melalui kreativitas. Namun, ketelanjangan artistik tidak bisa begitu saja diekspos atas nama seni. Namun, segala sesuatu selalu memiliki batasan aturan, dan kreativitas Seniman dapat merefleksikan ketelanjangan dengan cara yang berbeda, namun tetap menyampaikan makna yang sama dalam karya seninya. Banyak seniman yang berlindung pada seni untuk melakukan aksi pornografi atas nama kebebasan berekspresi. Subyek ketelanjangan merupakan salah satu topik menarik yang bisa dijadikan sasaran dan dieksploitasi atas nama seni.
Ilustrasi Kumbang Badak dengan Teknik Stippling: Analisis Hasil Karya Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Hamparan Perak Berdasarkan Unsur Seni Rupa Yudha Pratama Husada; Onggal Sihite
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 3 No 2 (2023): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v3i2.59708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil karya siswa kelas X SMA Negeri 1 Hamparan Perak dalam menggambar ilustrasi dengan menggunakan Teknik Stippling, dengan fokus pada unsur-unsur seni rupa seperti titik, tekstur, proporsi, dan bentuk. Objek gambar yang digunakan adalah kumbang badak. Dalam penelitian ini, 10 karya gambar ilustrasi dipilih dari populasi sebanyak 36 karya. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis hasil karya siswa, yang kemudian dideskripsikan dan dinilai berdasarkan unsur-unsur seni rupa yang disebutkan. Evaluasi mencakup aspek titik, tekstur, proporsi, dan bentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara umum mampu mencapai kategori cukup baik dalam menerapkan unsur-unsur seni rupa. Nilai tertinggi diperoleh pada unsur bentuk, menunjukkan kemampuan siswa dalam merepresentasikan objek dengan baik. Secara keseluruhan, nilai rata-rata adalah 71,7, menunjukkan tingkat pencapaian yang memadai dalam mengaplikasikan Teknik Stippling dengan memperhatikan unsur-unsur seni rupa.
Tari Melayu Mayang Mangurai pada Upacara Adat Pernikahan Etnis Melayu Jambi di Kelurahan Tanjung Raden Nabila Nabila; Mahdi Bahar; Hartati M
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.59735

Abstract

Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan objek tari Melayu Mayang Mangurai yang berasal dari Desa Tanjung Raden Kecamatan Danau Teluk Jambi. Subjek penelitian adalah informan yang menjadi penari dan pelatih tarian ini sejak tahun 1960an, kepala lembaga adat Desa Tanjung Raden, penari, dan penyelenggara pesta pernikahan yang menampilkan tari Melayu Mayang Mangurai. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah teori struktur, teori fungsi dan teori estetika. Tarian ini merupakan salah satu bentuk kesenian etnis Melayu Jambi. Aspek gerak yang terdiri atas langkah-langkah sembah, serai bersekutu, selimpat, sisir, dan sentuhan terbalik. Salah satunya adalah kesantunan, nilai sosial, dan nilai religius yang tercermin dalam berbagai gerak tari Melayu Mayang Mangurai.
Detak: Penciptaan Komposisi Musik Berbasiskan Fenomena Budaya Ritual Makan Jantung Deddy Setiawan
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.60256

Abstract

Ritual Makan Jantung merupakan sebuah ritual yang ada di desa Guguk kabupaten Merangin, Jambi. Ritual ini menjadikan jantung kerbau sebagai simbol yang di percaya masyarakat sebagai organ penting yang menjadi denyut kehidupan. Ritual Makan Jantung ini bertujuan untuk, silaturahmi guna membersihkan dosa, memberi tunjuk aja (edukasi) kepada anak dan kemenakan, menyampaikan aturan - aturan adat dan tolak bala. Peristiwa budaya Ritual Makan Jantung menjadi gagasan ekstra musikal dalam penciptaan karya, ekstra musikal adalah hal-hal yang terjadi di luar persoalan musik yang absolut, seperti fenomena alam, sosial, dan lain sebagainya yang nantinya digunakan sebagai inspirasi penciptaan musik oleh komponis. Penulis menggunakan metode pengumpulan data, observasi dan perwujudan karya. Penulis mereinterpretasikan simbol jantung yang di gunakan pada Ritual Makan Jantung dan merepresentasikan nilai nilai tunjuk aja (edukasi) menggunakan kesenian Ba™ba sebagai bahan garap musikalnya dengan judul besar Detak yang terdiri dari dua karya berjudul œSatu dan œSaRaSaTu dengan pendekatan world music. 
Fungsi Sosial Silek Payudon dalam Upacara Ritual Bantai Adat Sebagai Tradisi Sakral Suku Batin Merangin Ira Irmawati
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.60258

Abstract

Kajian penulisan ini adalah kajian sosiologi yang bertujuan untuk mengetahui fungsi sosial Silek Payudon dalam upacara ritual bantai adat sebagai tradisi sakral suku Batin kabupaten Merangin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif, dengan sumber data Bapak Iskandar yang mengetahui tentang Silek payudon dalam upacara ritual bantai adat. Hal itu bertujuan agar penulisan ini dapat menjawab dengan jelas perumusan masalah penulisan yang sudah ditetapkan. Data tersebut adalah hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa fungsi sosial silek payudon adalah sebagai ritual terakhir atau penutup dalam upacara ritual bantai adat, Silek Payudon adalah tari yang bersifat ritual, tujuannya sebagai wujud ungkapan rasa syukur terhadap tuhan Yang Maha Esa.
Menciptakan Karakter Kardiman dalam Pertunjukan Senja dengan Dua Kematian Menggunakan Metode Akting Harymawan Hendra Aryadi Manalu; Frisdo Ekardo; Martozet Martozet
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 4 No 1 (2024): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v4i1.62782

Abstract

Peneliti melakukan proses penulisan dan proses yang panjang dari Menciptakan Karakter Kardiman dalam Naskah Senja Dengan Dua Kematian Karya Kirdjomulyo Menggunakan Metode Akting Harymawan dan melakukan proses pertunjukan naskah Senja Dengan Dua Kematian, peneliti mendapatkan suatu pelajaran yang bisa diambil dari naskah ini yaitu member pesan moral terhadap diri serta masyarakat untuk menjadi manusia yang bijaksana dimanapun dan dalam situasi apapun. Kardiman memberikan contoh figur orang tua yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarga dan kehidupannya sendiri, hanya karena masalah mentalnya yang tertekan karena perbuatan istrinya dan memunculkan dendam yang berakhir naas pada keluarga dan dirinya sendiri dan ia harus kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki yaitu Wijasti. Melalui Kardiman kita bisa belajar bahwa manusia tidak sepantasnya terus menyalahkan orang lain atas kegagalannya menjalani hidup, apapun situasinya tetap berpikir sebelum bertindak agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari.