cover
Contact Name
Yusron Difinubun
Contact Email
yusronalid@gmail.com
Phone
+6282198686198
Journal Mail Official
yusronalid@gmail.com
Editorial Address
jl KH Ahmad Dahlan no 1 Mariat Pantai Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Financial and Accounting Indonesian Research
ISSN : -     EISSN : 28284690     DOI : https://doi.org/10.36232/fair.v4i2
Financial and Accounting Indonesian Research is a journal published by the Department in Accounting Program, Faculty of Economics, Business and Humanities of Universitas of Sorong Muhammadiyah Education (UNIMUDA). The journal is published two times in June and December. FAIR: Financial and Accounting Indonesian Research accepts manuscripts in the fields of: 1. State and Regional Finance 2. Auditing and Fraud 3. Micro and Macro Accounting 4. Accounting and Regulation 5. Multiparadigm Accounting 6. Environmental and Sustainable Accounting: Blue, Green, and Carbon 7. Other Contemporary Accounting Issues
Articles 88 Documents
Implementasi Standar Akuntansi Pemerintah pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong (Studi pada BPKAD Kabupaten Sorong) Putri Nur Isnaini; Annisa' Khaerani; Andi Irwan
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.3455

Abstract

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sebanyak 8.030 kasus permasalahan pada tahun 2018 menenai ketidakpatuhan pemerintah terhadap peraturan yang tertuang pada perundang-undangan Salah satu penyebab yang menjadi permasalahan tersebut yaitu, Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkup desa, masih begitu banyak jumlahnya yang tidak familiar atau kurangnya pemahaman terhadap SAP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dalam penyusunan laporan keuangan pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi selama proses implementasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam di BPKAD Kabupaten Sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum BPKAD Kabupaten Sorong telah mengimplementasikan SAP sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, implementasi tersebut masih menghadapi kendala, khususnya pada aspek kesiapan aplikasi atau sistem informasi keuangan yang digunakan. Ketidaksiapan dan ketidakstabilan sistem menyebabkan keterlambatan dalam penyajian laporan keuangan, yang berdampak pada efisiensi dan akurasi pelaporan.
Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Alokasi Anggaran (Studi Pada Warmasen Kabupaten Raja Ampat) Felda Ramadani; Annisa' Khaerani; Andi Irwan
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.3524

Abstract

Penelitian ini menganalisis tingkat transparansi dan akuntabilitas alokasi anggaran di Kelurahan warmasen Kabupaten Raja Ampat. Transparansi dan akuntabilitas adalah dua pilar fundamental dalam pengelolaan pemerintahan yang efektif, khususnya dalam manajemen keuangan publik di level daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus (Case Study) dan mengumpulkan data lewat wawancara dan observasi. Narasumber dalam studi ini terdiri dari kasubag Distrik, sekretaris Distrik, ketua lurah, ketua RT.05 dan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, penyediaan saluran pengaduan, dan penambahan variabel kualitatif seperti persepsi masyarakat untuk penelitian mendatang. Hasil studi mengindikasikan bahwa keterbukaan dalam pengelolaan anggaran di tingkat Kelurahan belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Informasi mengenai anggaran masih terbatas pada kelompok internal, sementara partisipasi publik dalam perencanaan dan pengawasan anggaran masih rendah. Di sisi lain, tanggung jawab dalam laporan keuangan sudah mulai dibangun melalui pembuatan laporan pertanggungjawaban, tetapi belum sepenuhnya transparan dan mudah diakses oleh masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan aparat Kelurahan dan memperkuat cara partisipasi masyarakat agar dapat mendorong tercapainya transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam pengelolaan anggaran di tingkat Kelurahan.
Information Sustainability Reporting: Ukuran Perusahaan, Kelompok Industri terhadap Pengungkapan Green Accounting Information Priskila Pasaribu; Yusron Difinubun; Vebby Anwar
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.3541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan kelompok industri terhadap pengungkapan Green Accounting Information. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi ukuran perusahaan dan kelompok industri, sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan Green Accounting Information. Sampel penelitian terdiri atas 44 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) selama periode 2019–2023. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik judgment sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Green Accounting Information, yang mengindikasikan bahwa perusahaan dengan total aset yang lebih besar cenderung memiliki tingkat pengungkapan yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan total aset yang lebih kecil. Selain itu, kelompok industri bertipe high profile berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Green Accounting Information, sedangkan kelompok industri bertipe low profile berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan Green Accounting Information. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan, khususnya ukuran perusahaan dan tipe industri, merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat pengungkapan informasi akuntansi hijau.
Pengungkapan Low Carbon Economy ditinjau dari Kepemilikan Saham Publik dan Biaya Lingkungan Sisilia Sisilia Lidia; Yusron Difinubun; Vebby Anwar
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.3544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan saham publik dan biaya lingkungan terhadap pengungkapan Low Carbon Economy. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas kepemilikan saham publik dan biaya lingkungan, sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan Low Carbon Economy. Sampel penelitian meliputi 42 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik judgment sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan saham publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Low Carbon Economy. Selain itu, biaya lingkungan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Low Carbon Economy. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar proporsi kepemilikan saham publik dan semakin tinggi komitmen perusahaan dalam mengalokasikan biaya lingkungan, maka semakin luas pengungkapan informasi terkait Low Carbon Economy yang dilakukan perusahaan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Mey Lani Rumra; Fajar Satriya Segarawasesa
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.4033

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Regional Financial Accounting System, Utilization of Information Technology, Competence of Human Resources, and Internal Control System on the quality of financial reports of the local government of Southeast Maluku Regency. This study is a quantitative research. The population of this study is structural officials at the Work Unit of the Southeast Maluku Regency Government and sampling using purposive sampling. Data collection was carried out by distributing questionnaires to employees of the Regional Device Organization of Southeast Maluku Regency. The collected data were processed using SPSS. The results of hypothesis testing show that the Regional Financial Accounting System has a positive effect on the quality of financial reports, Utilization of Information Technology has no effect on the quality of financial reports, while Competence of Human Resources has an effect on the quality of financial reports and Internal Control System has an effect on the quality of financial reports of the local government.    
The Effect of The Internal Control System on Employee Performance at PT. PELNI (Persero) Sorong City Branch Dirma Nasrianti; Munzir Munzir; Musriani Musriani
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 6 No. 1 (2026): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v6i1.4323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem pengendalian internal terhadap kinerja karyawan pada PT PELNI (Persero) Cabang Kota Sorong dengan berfokus pada lima komponen utama, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Topik ini relevan karena sistem pengendalian internal yang efektif berpotensi meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja karyawan. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai implementasi sistem pengendalian internal dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Secara khusus, penelitian bertujuan menjawab apakah lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT PELNI (Persero) Cabang Kota Sorong. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan memfokuskan kajian pada PT PELNI (Persero) Cabang Kota Sorong sebagai perusahaan transportasi publik di Indonesia yang masih relatif jarang diteliti, khususnya terkait implementasi sistem pengendalian internal dan dampaknya terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 39 orang karyawan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas data (uji validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima komponen sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara khusus, lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di PT PELNI (Persero) Cabang Kota Sorong. Sistem pengendalian internal yang kuat memberikan dampak positif terhadap kinerja karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi PT PELNI (Persero) untuk terus memperkuat mekanisme sistem pengendalian internal guna meningkatkan efektivitas operasional dan pencapaian kinerja organisasi.
Makro Akuntansi dalam Menjelaskan Krisis Biaya Hidup: Peran Mediasi Kebijakan Upah Minimum Regional Yusron Difinubun; Alyn wulandary; Musriani Musriani
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 5 No. 2 (2025): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/fair.v5i2.6438

Abstract

Purpose: This study analyzes the effects of money supply, oil price increases, and the COVID-19 pandemic on the Cost of Living Crisis through the mediating role of Regional Minimum Wage (RMW) in Sorong City using a Public Macro Accounting perspective. Methodology/approach: An exploratory sequential mixed-method design was employed. Qualitative data were obtained through interviews with 17 informants across six districts, while quantitative data were collected from 397 respondents using structured questionnaires. Data were analyzed using the Miles and Huberman qualitative analysis model and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Findings: The results indicate that money supply and oil price increases have positive and significant effects on the Cost of Living Crisis. The COVID-19 pandemic does not have a significant direct effect, although it significantly influences the crisis indirectly through Regional Minimum Wage. Regional Minimum Wage significantly affects the Cost of Living Crisis and successfully mediates the relationships between money supply, oil price increases, and the COVID-19 pandemic with the Cost of Living Crisis. Practical implications: The findings provide empirical evidence for policymakers to strengthen wage-setting policies, inflation control, and regional economic resilience, particularly in eastern Indonesia. Originality/value: This study contributes to Public Macro Accounting literature by positioning Regional Minimum Wage as a policy transmission mechanism linking macroeconomic variables to the Cost of Living Crisis in an underexplored regional context.
Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumtif pada Perspektif Mental Accounting: Studi Penerima Bansos Orang Asli Papua Munzir Munzir; Rosdinaman Budi; Satria Lintang Rachmadana; Anggun Srimeylani Palamba; Yohan Kondororik
Financial and Accounting Indonesian Research Vol. 5 No. 2 (2025): Financial and Accounting Indonesian Research
Publisher : Program Studi Akuntansi Unimuda Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to examine the factors influencing the consumptive behavior of social fund recipients in Papua through the mental accounting framework. Specifically, it investigates the effects of framing and labeling, perception, spending decisions, and self-control on consumptive behavior. Methodology/approach: This study employed a quantitative survey approach. Data were collected from 70 social fund recipients in Papua selected using purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS 28, preceded by classical assumption tests and simultaneous and partial hypothesis testing. Findings: The results show that framing and labeling, perception, spending decisions, and self-control simultaneously have a significant effect on consumptive behavior, with an F-value of 148.441 and a significance value of 0.000. The R² value of 0.901 indicates that the four variables explain 90.1% of the variation in consumptive behavior. Partially, only self-control has a significant effect on consumptive behavior, with a t-value of 22.448 and a significance value of 0.000, while framing and labeling, perception, and spending decisions have no significant individual effects. Practical implications: These findings highlight the importance of strengthening self-control in managing social assistance funds. Social assistance programs should be accompanied by financial management education and self-regulation interventions to promote more effective utilization of assistance funds. Originality/value: This study contributes to the behavioral finance literature by applying the mental accounting perspective to explain consumptive behavior among social fund recipients in Papua through the integration of cognitive, perceptual, spending decision, and self-control factors.