cover
Contact Name
Syamsul Alam Ramli
Contact Email
jurnalycn@gmail.com
Phone
+6285194842985
Journal Mail Official
jurnalycn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda II, No. 20 B, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91922
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
ISSN : -     EISSN : 3063511X     DOI : https://doi.org/10.71049/hpf04c97
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia berfokus pada pengembangan teori dan praktik dalam pendidikan anak usia dini. Cakupan Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini serta inovasi pembelajaran pada pendidikan anak usia dini.
Articles 35 Documents
Pengembangan Kognitif Anak dengan PBL, Direct Instruction, Montessori dan Media Puzzle Dwi Norhofifah Amariza; Faqihatuddiniyah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Issue in Press)
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/m7rshg23

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, serta tingkat perkembangan aspek pengetahuan (kognitif) anak terkhusus dalam kegiatan mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan. Penelitian tindakan kelas, dilakukan dalam penelitian selama 2 siklus dan jumlah pertemuan yang dilakukan sebanyak 3 kali, merupakan metode penelitian yang digunakan, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 10 siswa dari kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 9 banjarmasin yang berpartisipasi dalam penelitian ini selama tahun ajaran 2024-2025. Wawancara, observasi, dan penilaian aktivitas guru dan siswa serta hasil perkembangan kognitif siswa digunakan sebagai teknik mengumpulkan data. Untuk analisis data, teknik yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel data dan grafik dilengkapi dengan indikator pencapaian perkembangan yang telah ditentukan sebelumnya. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil data yang menunjukkan bahwa aktivitas guru berada dalam kriteria sangat baik, kemudian aktivitas anak menghasilkan perolehan skor dengan kategori hampir seluruh anak aktif dan perolehan data tingkat perkembangan aspek pengetahuan (kognitif) anak memperoleh kategori berkembang sangat baik. Kesimpulan dari hasil temuan ini adalah dengan mengintegrasikan model problem based learning, metode direct instruction, dan metode montessori dengan media puzzle dapat membuat aktivitas guru lebih bervariatif yang berpengaruh pada interaktivitas pada aktivitas anak dan pada hasilnya mampu meningkatkan perkembangan kognitif anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian secara simultan model problem based learning, metode direct instruction, dan metode montessori dengan media puzzle dalam satu rangkaian tindakan kelas, yang belum banyak dikaji secara bersamaan pada penelitian-penelitian sebelumnya, khususnya untuk menstimulasi kemampuan kognitif anak dalam mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan.
Isu-Isu dalam Praktik Pembelajaran PAI-BP di Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini Muhammad Ikhsan; Amalia Fitriani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Issue in Press)
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/9vecea14

Abstract

Pendidikan agama Islam (PAI) idealnya mulai ditanamkan sejak anak usia dini karena periode ini merupakan masa emas (golden age) pembentukan karakter dan moral. Kajian-kajian terdahulu (Hanipah, 2020; Kudadiri, 2019) telah mengidentifikasi berbagai kendala pembelajaran PAI di jenjang PAUD, namun umumnya masih berhenti pada pemetaan masalah secara umum tanpa mengelaborasi secara mendalam strategi penyelesaian berbasis pengalaman lapangan pada satu lembaga tertentu; kesenjangan inilah yang coba diisi oleh penelitian ini dengan menganalisis secara mendalam isu-isu pembelajaran PAI-BP sekaligus solusi praktis yang diterapkan guru di TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dengan satu guru PAI dan kepala sekolah sebagai informan, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi; data dianalisis menggunakan model reduksi, penyajian (display), dan verifikasi data (Miles & Huberman), dan diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama tantangan, yaitu (1) tantangan kognitif anak, seperti kesulitan menghafal doa dan surah pendek, kurang percaya diri, dan sulit mengikuti pelafalan bacaan ayat; (2) tantangan pedagogik guru, mencakup kesulitan memahami karakteristik peserta didik, menertibkan anak, memilih metode yang tepat, serta keterbatasan media dan evaluasi pembelajaran; dan (3) keterbatasan institusional, yaitu ketiadaan musala serta keterbatasan dana dan media pembelajaran. Sebagai solusi, guru menerapkan strategi pemutaran murottal saat istirahat, keteladanan dalam berdoa, penguatan motivasi dan pujian, serta variasi metode pengajaran. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan kompetensi pedagogik guru PAI PAUD serta dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai dari pihak sekolah dan pemerintah daerah.
Meningkatkan Sikap Tanggung Jawab daan Motorik Halus Melalui Eksplorasi Media dan Kegiatan dengan Model PRODELOOP Rizka Fadhia; Akhmad Riandy Agusta
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Issue in Press)
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/849ew551

Abstract

Penelitian ini membahas tentang permasalahan sikap tanggung jawab dan kemampuan motorik halus anak dalam eksplorasi berbagai media dan kegiatan yang disebabkan oleh kurangnya variasi media dan jenis kegiatan anak, pembelajaran yang monoton, serta kurangnya aktivitas pengembangan motorik halus anak. Sebagai solusi, diterapkan model pembelajaran gabungan bernama PRODELOOP, yang memadukan pendekatan Project Based Learning, metode Demonstrasi, dan pemanfaatan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas guru, keterlibatan anak, sikap tanggung jawab, serta pencapaian perkembangan motorik halus anak dalam mengeksplorasi berbagai media dan aktivitas melalui penerapan model PRODELOOP. Jenis Penelitian yang dipilih untuk menunjang penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan campuran kualitatif dan  kuantitatif. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel silang. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Aktivitas guru memperoleh skor 27 pada siklus pertama, 35 pada siklus kedua, dan 36 pada siklus ketiga. Aktivitas anak meningkat dari 31% pada siklus pertama menjadi 54% pada siklus kedua, dan 92% pada siklus ketiga. Sikap tanggung jawab anak juga menunjukkan peningkatan, yaitu 38% pada siklus pertama, 69% pada siklus kedua, dan 92% pada siklus ketiga. Sementara itu, perkembangan motorik halus meningkat dari 38% pada siklus pertama, menjadi 62% pada siklus kedua, dan mencapai 100% pada siklus ketiga. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa melalui model kombinasi ProDeLoop dapat meningkatkan aktivitas anak, sikap tanggung jawab, dan aspek motorik halus dalam eksplorasi media dan kegiatan.  
Media Digital dan Perkembangan Emosional Anak Usia Dini: Systematic Literature Review dalam Perspektif Teori Pembelajaran Sosial Bandura Irisya Nuruliyah; Raden Rachmy Diana
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Issue in Press)
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/m4wnpj67

Abstract

Perkembangan emosional anak usia dini sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, termasuk meningkatnya paparan media digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Namun, terjadi kesenjangan dalam pemahaman mengenai bagaimana media digital memengaruhi perkembangan emosi anak jika dikaitkan dengan kerangka teori pembelajaran sosial Albert Bandura. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan empiris mengenai hubungan antara media digital dan emosi anak usia dini dengan meninjau mekanisme modelling, atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi sebagai proses utama yang memediasi pengaruh media. Menggunakan metode systematic literature review, sebanyak 43 artikel dari tahun 2019–2025 ditelusuri dan diseleksi hingga menghasilkan 12 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan utama menunjukkan bahwa media digital memberikan pengaruh negatif dan positif jangka panjang terhadap perkembangan emosional anak. Pengaruh negatif terjadi ketika media digunakan secara berlebihan dan tanpa pendampingan yang baik, berdampak pada kesulitan regulasi emosi, tantrum, kemarahan, hingga kecanduan. Sebaliknya, pengaruh positif ditemukan ketika anak menonton konten edukatif dengan batasan waktu yang bijak, didampingi aktif, dan disertai modeling yang baik oleh orang tua, yang akan memicu motivasi positif dan menjadikan media digital sebagai media pembelajaran. Implikasi kajian ini menekankan urgensi penguatan literasi digital bagi orangtua, penerapan regulasi pembatasan penggunaan gawai dan televisi di lingkungan rumah, serta optimalisasi aktivitas bermain edukatif bersama keluarga sebagai upaya mendukung perkembangan emosi, mental, fisik anak secara menyeluruh.
Transformasi Pembelajaran Sains Anak Usia Dini di Abad ke-21: Tinjauan Sistematis tentang Strategi Pembelajaran yang Sesuai dengan Perkembangan Anak: Transforming Early Childhood Science Learning in the 21st Century: A  Systematic  Review  of Developmentally Appropriate Instructional Strategies Ahmad Syaikhu; Ketut Budiastra
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Issue in Press)
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/ydgfj145

Abstract

Tuntutan pendidikan abad ke-21 mengharuskan pembelajaran sains anak usia dini bergerak melampaui sekadar penyampaian materi menuju pengembangan rasa ingin tahu, literasi sains awal, kreativitas, dan disposisi pemecahan masalah. Pembelajaran sains dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peran fundamental dalam membentuk sikap anak terhadap belajar serta kesiapan mereka untuk terlibat dalam praktik ilmiah pada jenjang pendidikan berikutnya. Tinjauan konseptual ini mensintesis dan membandingkan penelitian internasional mengenai strategi pembelajaran sains anak usia dini yang selaras dengan prinsip-prinsip pembelajaran abad ke-21. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis kualitatif, penelitian ini menganalisis artikel jurnal internasional yang telah ditelaah sejawat (peer-reviewed) dan diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Tinjauan ini berfokus pada strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, meliputi inkuiri terbimbing berbasis bermain, kegiatan STEM awal, percakapan dan penjelasan ilmiah, eksplorasi berbasis model konkret, serta berpikir komputasional dasar. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran sains anak usia dini yang efektif dicirikan oleh eksplorasi terbimbing, konteks autentik, interaksi sosial, penyediaan perancah (scaffolding) eksplisit terhadap praktik ilmiah awal, serta integrasi teknologi yang terarah namun terbatas. Analisis komparatif mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun strategi pembelajaran yang secara mandiri mampu menjangkau seluruh dimensi literasi sains awal. Sebaliknya, penggunaan berbagai strategi secara terintegrasi menghasilkan capaian yang paling kuat ketika diselaraskan dengan kebutuhan perkembangan dan konteks belajar anak. Penelitian ini memberikan implikasi pedagogis dan rekomendasi praktis bagi pendidik anak usia dini, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan yang ingin memperkuat pembelajaran sains pada abad ke-21.

Page 4 of 4 | Total Record : 35