cover
Contact Name
Mhd. Rafi'i Ma'arif Tarigan
Contact Email
rafiimagister8@gmail.com
Phone
+6285277730004
Journal Mail Official
rafiimagister8@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Al Fansuri Sibolga Barus (STIT HASIBA) Alamat : Jl. Sibolga - Barus No.100, Kedai Gedang, Kec. Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara 22564
Location
Kab. tapanuli tengah,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-muhajirin : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 30893518     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam berfokus pada kajian multidimensional terkait pendidikan Islam, mencakup aspek filosofis, historis, dan konseptual yang menjadi landasan dasar perkembangan pendidikan Islam. Ruang lingkupnya meliputi analisis kurikulum dan metodologi pendidikan Islam, perkembangan pendidikan Islam dalam konteks kontemporer, serta manajemen dan kebijakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain itu, jurnal ini juga mengeksplorasi hubungan pendidikan Islam dengan masyarakat, keluarga, gender, media, dan teknologi, serta memperhatikan interaksi antara pendidikan Islam dan budaya lokal. Fokus dan Ruang Lingkup: 1. Filosofi dan Konsep Dasar Pendidikan Islam 2. Sejarah dan Perkembangan Pendidikan Islam 3. Kurikulum dan Metodologi Pendidikan Islam 4. Pendidikan Islam Kontemporer 5. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan Islam 6. Pendidikan Islam dan Hubungan Sosial 7. Pendidikan Islam dan Keluarga 8. Kajian Gender dalam Pendidikan Islam 9. Media dan teknologi Pendidikan Islam 10. Pemikiran Pendidikan Islam 11. Pendidikan Islam dan Budaya Lokal
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Strategi Guru PAI dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa di SDIT Al-Hassan Kota Bangun Tapung Hilir Firdi Zamdanu; Prasistyo, Pandu Rizky; Nur Azizah
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI JANUARI-JUNI 2026 (DALAM TERBITAN)
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/dc3p8446

Abstract

Abstrak Kejenuhan belajar merupakan kondisi psikologis yang ditandai oleh penurunan minat, motivasi, dan konsentrasi siswa, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman nilai-nilai keagamaan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kejenuhan belajar, faktor penyebab, upaya guru, serta kendala dalam mengatasi kejenuhan belajar PAI di SDIT Al-Hassan Tapung Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejenuhan belajar siswa ditandai dengan rendahnya perhatian, minimnya partisipasi, serta menurunnya antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Faktor penyebab utama meliputi penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya keterlibatan aktif siswa. Upaya guru dalam mengatasi kejenuhan dilakukan melalui penerapan metode pembelajaran yang variatif, penggunaan ice breaking, serta peningkatan interaksi antara guru dan siswa
Fenomena Living Together di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Larangan Mendekati Zina dalam Al-Qur’an Grendy Aditya Pangestu; Damarwinasis Dahzat Octaviano; Isaiah Ronggo Kuswanto; Imamul Arifin
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI JANUARI-JUNI 2026 (DALAM TERBITAN)
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/gzq3eh64

Abstract

Fenomena living together di kalangan mahasiswa telah bereskalasi menjadi krisis sosial dan moral yang menyimpang secara signifikan dari kerangka etika Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup tersebut melalui perspektif teologis mengenai larangan mendekati zina dalam Al-Qur'an, dengan fokus utama pada Surah Al-Isra ayat 32, serta diperkuat oleh Surah Al-Mu’minun ayat 5-7, Surah An-Nur ayat 2, dan Surah An-Nur ayat 30–31. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) dan analisis isi (content analysis) dengan teori sadd adz-dzari’ah sebagai pisau analisis utama. Teks-teks tafsir otoritatif seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Munir dikaji secara mendalam dan dikomparasikan dengan literatur sosiologis empiris sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa living together bertindak sebagai bentuk khalwat modern yang terstruktur dan menjadi perantara langsung yang meruntuhkan batasan psikologis serta spiritual menuju perzinaan. Secara sosiologis, praktik ini diakselerasi oleh lemahnya kontrol keluarga, lingkungan kos mahasiswa yang permisif, serta internalisasi nilai liberal melalui media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep sadd adz-dzari’ah memberikan landasan normatif yang kokoh untuk menolak living together
Literasi Digital dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis Q.S. Al-Hujurat Ayat 6 Perspektif Tafsir Al-Munir dan Relevansinya Terhadap Pendidikan di Era Digital Mohd. Ihsan Firdaus Harahap; Aditya Maulana Muda Dalimunthe; Farid Adnir
Al-Muhajirin: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): EDISI JANUARI-JUNI 2026 (DALAM TERBITAN)
Publisher : STIT Hamzah Al Fansuri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63911/5ze8m214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 6 berdasarkan perspektif Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili serta relevansinya terhadap penguatan literasi digital di era modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dari Al-Qur’an dan Tafsir Al-Munir, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur yang berkaitan dengan literasi digital dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Al-Hujurat ayat 6 mengandung prinsip tabayyun, yaitu sikap kritis dalam menerima, memeriksa, dan memverifikasi informasi sebelum mengambil keputusan atau menyebarkannya. Menurut Tafsir Al-Munir, ayat ini menekankan pentingnya kehati-hatian terhadap sumber informasi guna menghindari kesalahan, fitnah, dan penyesalan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era digital yang ditandai oleh maraknya hoaks, disinformasi, dan penyebaran informasi tanpa verifikasi. Oleh karena itu, prinsip tabayyun dapat menjadi landasan pendidikan literasi digital yang membentuk peserta didik kritis, bertanggung jawab, dan beretika dalam menggunakan media digital

Page 3 of 3 | Total Record : 23