cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014" : 12 Documents clear
PENILAIAN KONDISI BANGUNAN SEKOLAH PASCA GEMPA BUMI (STUDI KASUS PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT) Hamdi Hamdi; Sudarmadji Sudarmadji
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan suatu fenomena alam yang tidak dapat dideteksi kapan terjadi dan berapa besar kekuatannya, serta akan menimbulkan kerugian baik harta maupun jiwa pada daerah yang ditimpanya. Disamping menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit, jumlah kerusakan infrastruktur seperti gedung, jalan dan jembatan dan juga bangunan perumahan penduduk serta fasilitas umum lainnya juga tidak sedikit. Kajian ini hanya akan membahas dampak gempa terhadap kerusakan bangunan sekolah, khususnya bangunan SMP yang tersebar di berbagai lokasi yang ada di Kabupaten Padang Pariaman, provinsi Sumatera Barat. Fokus kajian lebih ditujukan pada penilaian kondisi bangunan yang dilakukan dengan survey langsung dan dianalisa pembobotan untuk menentukan tingkat kerusakannya; rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan atau roboh. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data skunder yang diperoleh dari hasil survey verifikasi kondisi kerusakan bangunan SMP di wilayah kabupaten Padang Pariaman provinsi Sumatera Barat. Hasil penilaian ini dapat dijadikan dasar penentuan besar-kecilnya biaya rehabilitasi yang dibutuhkan bagi setiap sekolah tersebut. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dari 17 SMP yang disurvey, untuk ruang kelas 17.6% rusak ringan, 41.2% rusak sedang dan 41.2% rusak berat. Untuk bangunan perpustakaan, dari 17 sekolah yang disurvey, baru 12 sekolah yang memiliki ruang perpustakaan dengan kondisi 16,7% rusak ringan, 41,7% rusak sedang dan 41.6% rusak berat. Bangunan laboratorium sebanyak 13 SMP yang memiliki fasilitas laboratorium dengan kondisi 23% rusak ringan, 38.5% rusak sedang dan 38.5% rusak berat. Sedangkan untuk bangunan WC siswa sebanyak 18.75% rusak ringan, 18.75% rusak sedang dan selebihnya rusak berat atau roboh.
PENENTUAN KOORDINAT STASIUN GNSS CORS GMU1 DENGAN KOMBINASI TITIK IKAT GPS GLOBAL DAN REGIONAL Sri Rezki Artini
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun GNSS CORS bekerja dengan menangkap sinyal-sinyal dari satelit GNSS secara terus menerus setiap hari yang dapat memberikan koreksi koordinat pada pengukuran posisi menggunakan  receiver  GNSS . Stasiun GNSS CORS ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan posisi relatif, baik secara real-time maupun post processing. Di Jurusan Teknik Geodesi FT-UGM terdapat stasiun GNSS CORS yaitu GMU1 sudah beroperasi sejak tahun 2009. Penelitian ini mendefinisikan ulang koordinat stasiun GMU1 menggunakan data pengamatan GNSS selama tujuh hari yaitu tanggal 14 Juli 2012 sampai dengan tanggal 20 Juli 2012 menggunakan kombinasi titik ikat global IGS dan regional. Pengolahan menggunakan software ilmiah GAMIT/GLOBK. Hasil penelitian ini berupa panjang baseline beserta ketelitiannya. Baseline yang terbentuk dari stasiun BORB ataupun baseline yang menuju stasiun BORB memiliki simpangan baku lebih besar yaitu rata-rata simpangan bakunya sebesar 13,81 mm. Hasil penelitian ini juga diperoleh nilai koordinat kartesian 3D dari stasiun GNSS CORS GMU1 pada tahun 2012 menggunakan kombinasi titik ikat global dan regional adalah X (m) = -2200206,970 m ± 26,06 mm; Y (m) = 5924895,455 m ± 26,13 mm; Z (m) = -855932,576 m ± 191,11mm.Perbedaan koordinat yang dihasilkan project global dan project kombinasi adalah hingga fraksi centimeter.
POLA KONSUMSI AIR BERSIH PADA KAMPUS POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Arfan Hasan
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu lembaga pendidikan yang modern, harus didukung oleh sarana dan fasilitas yang dapat menunjang segala aktivitas yang berlangsung di dalam kampus, termasuk tersedianya sarana jaringan dan penyediaan air bersih yang memadai. Pendistribusian air bersih tentunya juga harus merata baik debit maupun tekanannya, karena itu diperlukan suatu sistem pendistribuaian yang handal sehingga dapat menjamin tersedianya air setiap saat dengan debit dan tekanan yang memadai. Politeknik Negeri Sriwijaya mempunyai jaringan distribusi air bersih yang sudah berusia lebih dari 30 tahun, sementara pada saat ini beban pendistribusiannya jauh lebih besar dibandingkan dengan beban di saat berdirinya kampus politeknik di awal tahun delapanpuluhan. Mengingat jumlah civitas akademika pada saat ini jauh meningkat dibandingkan dengan awal berdirinya politeknik, diperlukan pengkajian ulang tentang beban pendistribusian pada jaringan pipa distribusi air bersih di dalam kampus. Untuk pengkajian beban pendistribusian air bersih tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui realita pemakaian air bersih serta pola konsumsinya. Penelitian dilakukan dengan mengambil empat gedung utama sebagai sample untuk mendapatkan data konsumsi air bersih. Data yang didapatkan diolah dan dianalisis sehingga hasilnya dapat mencerminkan pola konsumsi air bersih di kampus Politeknik Negeri Sriwijaya.
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN BAHAN ADITIF FLY ASH SEBAGAI LAPISAN PONDASI DASAR JALAN (SUBGRADE) Ibrahim Ibrahim
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some road construction in Indonesia built on expansive clay soil. Strong support is strongly influenced clay water content, in a dry state has a strong support and high in saturated state will have a strong low carrying capacity. Water content will affect the nature of the flower shrinkage and shear strength parameters of soil. Construction of roads built on clay soil often damaged, eg cracked or bumpy roads would be damaged so that road before reaching the age of the plan. To overcome the problems of the clay where the strong supporting affected by water content, one alternative be repaired by means of stabilization. This study analyzes the behavior of clay in the area of Tanjung Api Spinner - fire, get maximum soil density and optimum moisture content with the addition of fly ash (coal) 2.5%, 5%, 7.5%, 10% and 12.5%, then tested in the form of nature - the nature of the soil, the California Bearing Ratio (CBR) and unconfined compression(compressive streng this free). The results, according to the AASHTO classification including group A-7-6. The addition of fly ash will cause the properties of the soil liquid limit (LL) decreased with plastic limit (PL) decreased so that the plasticity index (PI) decreased, then the percentage of grains resulting in the fine fraction decreases with increasing clay gradation. The addition of fly ash will be working actively on the CBR test. It can be concluded that the fly ash work filling and covering the pores - pore soil thereby increasing soil kekedapan to the addition of water and increase soil strengthatsaturationwithoutchangingthephysicalpropertiesofsoil.
ANALISA SISI POSITIF DAN NEGATIF PEMILIHAN BENTUK ATAP BERPENUTUP GENTENG UNTUK RUMAH TINGGAL Sudarmadji Sudarmadji
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atap merupakan mahkota sebuah bangunan atau rumah yang berperan penting dalam menentukan keindahan dan kenyamanan bangunan. Pemilihan bentuk dan pemasangan atap yang kurang baik beresiko terjadinya kebocoran sehingga penghuni bangunan tersebut akan merasa tidak nyaman. Atap rumah adalah bagian yang sangat penting dari konstruksi sebuah rumah. Konstruksi yang terletak pada bagian atas tersebut memiliki peranan yang sangat vital dalam mewujudkan fungsi rumah sebagaimana mestinya. Salah satu fungsi atap rumah adalah sebagai penahan air hujan masuk ke dalam rumah. Selain itu juga berfungsi untuk melindungi rumah dari teriknya matahari yang bersinar pada siang hari. Dengan peranan yang sangat vital tersebut, atap rumah sangat perlu dipertimbangkan dalam membangun sebuah rumah. Dengan mengetahui permasalahan-permasalahan dalam menentukan pemilihan bentuk atap maka penulis mencoba mengupas sisi positif dan negatif tentang bagaimana memilih bentuk atap khususnya bentuk atap yang berpenutup genteng untuk rumah tinggal, berikut tentang perawatannya. Bentuk atap rumah yang berpenutup genteng yang dibahas di sini adalah bentuk atap pelana, bentuk atap perisai, bentuk atap limas dan bentuk atap miring, karena bentuk-bentuk atap inilah yang sering digunakan untuk rumah tinggal, dengan mengetahui keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan dari masing-masing bentuk atap akan dapat membantu menentukan pemilihan bentuk atap. Disamping factor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan bentuk atap adalah cuaca, tampak/keindahan, biaya dan ketersediaan bahan di lokasi, serta faktor penting yang mempengaruhi keutuhan dan keawetan suatu rumah tinggal terletak pada atap rumahnsebagai pelindung dari seluruh isi dan bangunan rumah tersebut, perawatan atap diperlukan baik perawatan saat pemasangan dan perawatan saat rumah dihuni.
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK ASPAL BETON (AC-BC) Sumiati Sumiati; Sukarman Sukarman
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gradasi agregat dapat dikatakan sangat mempengaruhi pada campuran beraspal karena gradasi agregat berfungsi memberikan kekuatan yang pada akhirnya mempengaruhi stabilitas dalam campuran, dengan kondisi saling mengunci (interlocking) dari masing-masing partikel agregat kasar. Berdasarkan Spesifikasi Umum Perkerasan Jalan (2010), campuran agregat Laston (AC-BC) dapat bergradasi kasar dan halus, sedangkan menurut Sukirman, 2003, kurva Fuller adalah kurva dengan gradasi agregat di mana kondisi campuran memiliki kepadatan maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VMA) yang minimum.Oleh sebab itu peneliti mencoba untuk meneliti seberapa besar pengaruh agregat bergradasi kasar, bergradasi halus, dan agregat bergradasi yang mengikuti lengkung fuller pada campuran aspal beton (AC- BC), dengan membuat benda uji untuk pengujian Marshall dengan kombinasi aspal bervariasi dari: 4,5%; 5%; 5,5%; 6,0%; 6,5% dan 7,0% dengan masing-masing 3 benda uji sehingga total benda uji untuk masing- masing kombinasi sebanyak 18 buah dan dibuat dengan 75 X 2 tumbukan. Kemudian dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan nilai karakteristik yang disyaratkan Spesifikasi Umum Perkerasan Jalan, 2010, sehingga data dapat dianalisa.Dari pengujian diperoleh nilai MQ terbesar terdapat pada agregat bergradasi fuller MQ 740 kg/mm, sedangkan agregat bergradasi halus nilai MQ 700 kg/mm dan agregat bergradasi kasar didapat MQ sebesar 360 kg/mm. Nilai Marshall Quotient yang rendah, mengidentifikasikan bahwa campuran tidak kaku dan mudah mengalami deformasi (perubahan bentuk). Nilai VMA campuran agregat bergradasi kasar 15,4%; campuran agregat bergradasi fuller 14,1% dan campuran agregat bergradasi halus 14,0%. Jadi dapat disimpulkan bahwa agregat bergradasi halus dan bergradasi fuller mempunyai kepadatan  maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VMA) yang minimum/durabilitas yang lebih  baik dibandingkan dengan agregat bergradasi kasar.
KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR DI KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG Zainuddin muchtar
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palembang terletak 100 km dari muara Sungai Musi dan Kota Palembang sangat dominan dipengaruhi oleh pasang surut. Banyak daerah di Palembang dimana tinggi elevasinya berada di bawah elevasi rata-rata muka air laut, sehingga di musim hujan banyak daerah tersebut yang menjadi rawan banjir. Ini diakibatkan oleh pengaruh pasang surut di Sungai Musi. Sebagian besar kawasan di Palembang adalah di daerah depresi, sehingga tanpa sistem drainase yang tepat kawasan yang dikontrol mengalami genangan air yang disebabkan oleh curah hujan.Palembang merupakan kota pariwisata yang memiliki program untuk meningkatkan kinerja sebagai kota aman dan menarik. Sebuah kota tepi pantai yang indah untuk dikunjungi. Oleh karena itu perlu sistem drainase yang terrencana dan terintegrasi agar tidak terjadi banjir ataupun genangan. Maka dari itu diperlukan sistem pengendalian banjir di Kota Palembang dan dalam kajian kami terutama di Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang.Berdasarkan hasil kajian bahwa pengendalian banjir di Kecamatan Ilir Timur I Palembang ini dapat menggunakan sistem drainase. Metode yang dipakai dalam menentukan curah hujan maksimum dengan kala ulang 10 tahun untuk wilayah kecamatan Ilir Timur I adalah Metode Gumbel dan diperoleh R=167,1 mm. Berdasarkan  Metode  Mononobe  didapat  nilai  intensitas  curah  hujan  maksimum  di  titik  7-8    yaitu I = 590,3650 mm/jam. Debit air total yang terjadi diwilayah tersebut adalah 230,288 m3/det dengan panjang saluran 23833,54 m.
ANALISA KEBUTUHAN FASILITAS PARKIR DAN ANTRIAN KENDARAAN UMUM AKDP DALAM TERMINAL ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG A Latif
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Alang-Alang Lebar adalah salah satu terminal tipe A yang terletak di Kelurahan Alang – Alang Lebar Kecamatan Sukarame Palembang, luas ± 5 hektar yang melayani angkutan umum seperti angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Angkutan pedesaan (Angdes) dan angkutan bus kota. Sebagaimana komponen utama dalam pengopeerasiannya terminal dituntut untuk dapat melayani lalulintas penumpang dan kendaraan. Dari hasil pengamatan pendahuluan didapatkan bahwa banyak fasilitas pelayanan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal terutama pada fasilitas pelayanan kendaraan ( tempat kedatangan, antrian kendaraan dan tempat keberangkatan kendaraan). Tujuan penelitian ini adalah hanya untuk menganalisa system pelayanan, terutama dalam pengaturan system antrian yang baik dan teratur sesuai dengan yang telah ditentukan yaitu dengan Jenis Disiplin Antrian FIFO ( First In First Out ). Metodologi dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan (dalam terminal Alang – Alang Lebar Palembang) dengan mencatat kejadian atau peristiwa yang ada di lapangan sebagai pengumpulan data primer dan menganalisanya menggunakan aturan-aturan atau standar dari Dirjen. Perhubungan Darat, Dishub Propinsi Sumatera Sel;atan sebagai data sekunder. Dari hasil analisa didapat ada 4 buah Jalur Trayek dengan jumlah kendaraan 2 kendaraan/Jam dan jumlah kendaraan dalam sistim 3 kendaraan/Jam. Luas pelataran parkir dan antrian yang termanfaat sebesar 117,7 m2 <1.575 m2,berarti bahwa system pengoperasian pelayanan angkutan umum AKDP dan fasilitas pelayanan seperti tempat kedatangan, tempat keberangkatan kendaraan dan tempat antrian belum optimal dimanfaatkan dan perlu perbaikan system operasinalnya.
BETON MUTU K-400 DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN SUPERPLASTISIZER Djaka Suhirkam; Dafrimon Dafrimon
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu bahan material menyerupai batu yang dihasilkan dari campuran bahan – bahan dengan perbandingan tertentu dari semen , agregat halus ( pasir ) , agregat kasar ( koral/split ) dan air tanpa atau dengan bahan tambah . Campuran tersebut akan mengeras pada suatu cetakan yang sesuai dengan keinginan. Semen dengan air akan bereaksi secara kimiawi dengan mengikat partikel dari agregat agregat menjadi suatu masa yang sangat padat. Dalam mempermudah pekerjaan perlu penambahan air yang melampaui jumlah air yang dibutuhkan untuk beraksi, penambahan ini diperlukan supaya campuran pasta beton dapat mengisi celah – celah dan membungkus tulangan dengan sempurna. Bila hal ini dilaksanakan maka kemungkinan kekuatan beton akan menurun, karena faktor air semennya terlalu berlebih. Kekuatan beton dipengaruhi oleh kualitas bahan pembentuk beton, kepadatan dan FAS, sehingga jumlah air yang digunakan dalam pembuatan beton sangat menentukan kekuatannya. Untuk menanggulanginya digunakan bahan tambah Superplasticizer yang dapat mengurangi penggunaan air, tetapi akan meningkatkan kekuatan tekan beton serta memudahkan dalam pelaksanaannya.Untuk meningkatkan kekuatan beton perlu dilakukan penambahan bahan tambah mineral dalam campuran beton. Bahan tambah yang dimaksud adalah bahan tambah yang berupa material yang mengandung pozzolan yang halus dengan komposisi banyak mengandung silika. Salah satu material yang mengandung pozzolan yang banyak mengandung silika adalah abu sekam padi yang halus.Abu sekam padi sebagai pozzolan digunakan untuk pengganti sebagian semen apakah akan mempengaruhi terhadap kekuatan beton. Untuk itu dilakukan penelitian di Laboratorium Bahan untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya bila sebagian semen diganti dengan abu sekam padi pada beton K – 400 . Dalam penelitian ini persentase semen yang diganti dengan abu sekam padi sebesar 2,5% , 5% , 7,5% , dan 10% dengan menggunakan superplastizicer sebesar 0,6% terhadap air yang digunakan. Dalam penelitian menggunakan benda uji kubus untuk kuat tekan dan benda uji silinder untuk kuat tarik.Hasil kuat tekan dan kuat tarik beton yang menggunakan abu sekam padi dan superplastizicer hasilnya lebih basar bila dibandingkan dengan beton normal. Lebih besar persentase penggunaan abu sekam kekuatannya lebih meningkat .
TINGKAT KEPUASAN BERDASARKAN RESPON PENGHUNI RUMAH SUSUN SEWA KASNARIANSYAH PALEMBANG Dafrimon Dafrimon
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The solution provided by the government to meet the residence habitable for residents on low incomes are flat, so that in the long term the government can concentrate on a simple home-based apartment rental (Rusunawa). in serving the needs of the people there are limitations that are still encountered.The aim of this study is determine the level of occupant satisfaction, by comparing the quality of service expected from residents and the quality of care received. Results from the adaptation of hosts with a jug of behavior influence and impact on the level of satisfaction.Locations used for research on the Flats are managed by PD. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PD. SP2J) located in Kasnariansyah Street.This study shows that residents in the Flats PD. Sarana Pembangunan Palembang Jaya not satisfied with thequality of care they receive, because there are gaps and level of satisfaction based on dimensions of Tangibles 0.01 and 1.00, Realibility 0.00 and 1.00, Responsive 0.00 and 1.00, Assurance 0.02 and 1.01, Emphaty 0.02 and 1.01 In the analysis of a Cartesian diagram obtained Rusunawa Kasnariansyah statement that residents of the 35 attributes/statement only 21 attributes/statements are satisfied and 6 attributes/ statements which need to be processed.To meet the satisfaction level of residents, managers Flats Rusunawa Kasanriansyah need to do a repair of the interior design, playgrounds and expand the walkaways.

Page 1 of 2 | Total Record : 12