cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
Pemodelan Trip Distribution Di Kota Baturaja Dengan Software Ptv Visum Paramitha Syafarina
PILAR Vol 18 No 2 (2023): Pilar: September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Baturaja adalah sebuah kota kecil yang terdiri dari dua kecamatan yaitu kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat. Walaupun kota kecil tapi tingkat perjalanan warganya sangat tinggi, mengingat Baturaja adalah pusat kota utama di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan sekitarnya. Pada penelitian ini dibuat pemodelan transportasi yaitu distribusi perjalanan (trip distribution) dengan bantuan software yaitu PTV Visum untuk memodelkan dan mengetahui sebaran pergerakan perjalanan di Kota Baturaja. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi distribusi sebaran perjalanan pada jaringan jalan di Kota Baturaja di masa mendatang. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dengan PTV Visum untuk menganalisa sebaran pergerakan (Trip Distribution) didapat hasil yang sama dengan perhitungan manual dengan metode seragam. Hasil distribusi perjalanan pada tahun rencana dengan menggunakan metode seragam adalah sebesar 88960 orang/hari. Sedangkan Hasil distribusi perjalanan pada tahun rencana dengan menggunakan PTV Visum adalah ssebesar 88955,50 orang/hari. Hal ini menunjukkan bahwa model distribusi perjalanan pada PTV Visum dapat digunakan untuk menganalisis sebaran perjalanan dan analisis pembebanan lalu lintas selanjutnya. Dan bisa menjadi bahan pertimbangan pihak terkait dalam pembangunan infrastruktur dimasa yang akan dating.
indonesia ANALISIS PENGARUH PELEBARAN JALAN TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DI KOTA BATAM: STUDI KASUS JALAN SUDIRMAN Fetru Gemah Putra; Yusra Aulia Sari
PILAR Vol 18 No 2 (2023): Pilar: September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama yang paling umum dihadapi oleh kota-kota metropolitan saat ini adalah kemacetan lalu lintas. Faktor-faktor seperti urbanisasi dan jumlah kendaraan yang tinggi di jalan raya telah menyebabkan masalah ini semakin memburuk dari waktu ke waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan kapasitas jalan di Kota Batam dapat mempengaruhi lalu lintas di jalan Jenderal Sudirman. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan survei langsung di lokasi. Hasil survei menunjukkan bahwa jalan Jenderal Sudirman memiliki tingkat pelayanan jalan yang memadai.
PERANCANGAN JEMBATAN PERTAGAS DENGAN SISTEM KOMPOSIT BAJA DAN BETON BENTANG 70 Renaldi Muharram; Muhammad Nata Persada
PILAR Vol 19 No 1 (2024): Pilar: Maret 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i1.2369

Abstract

Jembatan Pertagas yang berada di Tol KAPB 2A Ogan Ilir Jembatan Pertagas yang berada di Tol KAPB 2A Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan jembatan bentang panjang dengan fungsi menghubungkan ruas jalan tol yang terpisah oleh pipa minyak dan gas milik PT. Pertamina Gas. Memiliki panjang bentang 70 meter dan lebar 25,2 meter, jembatan ini menggunakan sistem komposit baja dan beton dengan gelagar memanjang berupa Steel Box Girder. Dalam merancang jembatan ini mengacu kepada SNI1725:2016 (Pembebanan untuk Jembatan), RSNIT-12-2004 (Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan), RSNIT-03-2005 (Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan), AASHTO LRFD Bridge Design Specifications Fifth Edition, Australian Standard, dan sumber pustaka lainnya. Perancangan Jembatan Pertagas meliputi bangunan atas yaitu pelat lantai kendaraan, parapet, gelagar memanjang, sambungan baut pada gelagar memanjang, diafragma, dan elastomer, serta bangunan bawah yaitu abutment dan pondasi tiang pancang. Spesifikasi yang digunakan adalah Spesifikasi Umum Edisi 2010 Revisi 3. Berdasarkan hasil analisis, perancangan Jembatan Pertagas membutuhkan biaya sebanyak Rp. 70.395.225.000,- dengan waktu pelaksanaan selama 179 hari kalender. Pertagas Bridge located in KAPB 2A Toll Ogan Ilir South Sumatera is a long span bridge which connects the separate toll road segment because of oil and gas pipelines owned by PT. Pertamina Gas. Having a span length of 70 meters and the width of 25,2 meters, this brige uses steel and concrete composite system utilizing Steel Box Girder. In the process of designing the bridge refers to SNI 1725:2016 (Standard Loading for Bridge), RSNIT- 12-2004 (Design of Concrete Structure for Bridge), RSNIT-03-2005 (Design of Steel Structure for Bridge), AASHTO LRFD Bridge Design Specifications Fifth Edition, Australian Standarad, and another literature. The design of Pertagas Bridge consists of superstructure such as deck, parapet, girder, bolt connections in the girder, diaphragm, and elastomeric bearing, also substructure such as abutment and spun pile foundation. The specification used in this design is General Specification 2010 Edition Third Revision. Based on the analysis result, the design of Pertagas Bridge requires cost Rp. 70.395.225.000,- with the total period of construction 179 days.
PENGARUH CAMPURAN LIMBAH PLASTIK LDPE DAN POLYPROPYLENE SEBAGAI SUBSTITUSI CAMPURAN ASPAL TERHADAP CAMPURAN AC-WC Muhammad Vallery Al Tansha; Tiana Fatwa Maharani; Dafrimon; Amiruddin
PILAR Vol 19 No 1 (2024): Pilar: Maret 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i1.5201

Abstract

In Indonesia, the most frequently used pavement for road construction is flexible pavement with the main material using asphalt. Caused of that, needed to develop asphalt technology to improve asphalt quality. One of alternative that can be used is modifying asphalt by adding other polymer materials, plastic. This study aims to determine the effect of a mixture of Low Density Polyethylene (LDPE) and Polypropylene plastic to Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixture. Furthermore, first stage of this research is making specimens to find the Optimum Asphalt Value (KAO), then making Marshall specimens by substituting a mixture of LDPE and Polypropylene plastic with a variation of 3%; 4%; 5%; 6%; and 7% for the optimum asphalt content. Based on the results of the analysis of the Marshall characteristics data on the plastic mixture test object, the most optimum percentage of plastic value obtained is 1529,450 kg(stability value), for the flow value is 3,018 mm, VIM value is 4,950%, VFA value is 67.089%, VMA value is 15.044% and Marshall Quotient value is 506.860 %.
METODE PERANCANGAN TEBAL PERKERASAN JALAN KAKU MENGGUNAKAN PEDOMAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN Slamet Mardi Prastyanto; Muhammad Rendy
PILAR Vol 19 No 1 (2024): Pilar: Maret 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i1.6749

Abstract

Roads have a very important role in life, including smoothing the flow of traffic, distribution of goods and services, as access to transportation between one region and another and can improve the economy in people's lives. In geometric and rigid pavement thickness design, there are basic references which include road class, horizontal alignment, vertical alignment and determination of pavement thickness. Based on the analysis and calculation of Pagar Alam City – Muara Pinang roads STA 22 + 750 – STA 28 + 650 belongs to the class IA arteri roads with a width of the road 3.5 x 2 m, and the shoulder of the road 1.5 x 2 m as well as using 8 curves is, 3 Full Circle curves, 3 Spiral-Circle-Spiral curves and 2 Spiral-Spiral curve. Pavement thickness design using a type of rigid pavement segmental construction without reinforcement by using joints and has a thick concrete plate of 21 cm (fc' 35 Mpa), aggregate foundation layer of 15 cm and stabilized base ground with a CBR of 6,8%. The construction of this road was carried out for 268 days with a total cost Rp87.533.871.173,- Keywords: Geometric Design, Rigid Pavement Thickness, Construction Cost Estimates
TINJAUAN LENDUTAN PADA PEKERJAAN CORE TEAM DI RUAS JALAN BANGKA BELITUNG Asmara, Wardatul Jamilah; Rajinda Syadzali Bintang; Nadra Mutiara Sari
PILAR Vol 19 No 1 (2024): Pilar: Maret 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i1.6874

Abstract

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan rodakendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada kendaraan dan selama masa pelayanannya tidak terjadikerusakan yang berarti.. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal lapis tambah (overlay) denganmenggunakan alat Benkelman Beam agar pekerjaan perencanaan dan pengawasan jalan nasional terlaksanasesuai rencana yang tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Penelitian ini mengambil wilayah kajian studi diBangka Belitung dengan 3 ruas jalan, yaitu jalan Tanjung Kelian- Ibul dengan panjang ruas 52,19 dan jumlahtitik 20. Selanjutnya pada jalan Lumut- Puding Gebak yang memiliki panjang ruas 29,63 dengan jumlah titik 6. Lalu pada jalan Sp. Pelabuhan Pangkal Balam- Sp Jalan Alexander dengan panjang ruas 4,78 m dengan jumlahtitik 4. Dalam penelitian ini pengambilan data lendutan dengan Bankelman Beam yang dilakukan di beberapaSTA yang dianggap dapat mewakili ruas jalan tersebut, baik itu dari sisi kanan dan sisi kiri. Selanjutanya, datalendutan ini akan dianalisis dengan menggunakan Pd T- 05- 2005- B. Terdapat selisih antara perhitungan Pd. T- 05-2005-B dengan Pd. No. 002/P/BM/2011 dikarenakan terdapat perbedaan penentuan dwakil yang digunakandalam perhitungan. Namun tidak terlalu signifikan terhadap perhitungan keduanya. Sehingga tebal perkerasanpada kedua metode tersebut dapat digunakan dalam perencanaan tebal lapis tambah (overlay) pada ruas – ruastersebut.
Pemanfaatan Limbah Batu Bata Klinker Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus dan Kasar Pada Campuran Beton Meisyah Irawana; Dwi Talitha Salsabila; Sukarman; Dafrimon; Yurnalis, Fido
PILAR Vol 19 No 2 (2024): Pilar: September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i2.7975

Abstract

Concrete constitutes a blend of various constituents, including Portland cement, coarse aggregate (crushed stone),fine aggregate (sand), and water. As the availability of natural resources diminishes, the escalating demand forinfrastructure construction could lead to environmental repercussions if these resources are incessantly exploited.The region of South Sumatra, particularly in the Lubuklinggau vicinity, houses numerous red brick factories.Byproducts of these factories comprise Clinker/Scorched Brick Waste, characterized by its lightweight,impermeable, durable, and non-biodegradable nature. This study aims to effectively employ this waste to produceconcrete that is not only of superior quality but also economically viable. The research findings reveal that usingclinker brick waste to replace fine and coarse aggregates in a 28-day concrete mix: at 25% BBK, the concretepossesses an average compressive strength of 26.556 MPa; at 50% BBK, it reaches 34.882 MPa; at 75% BBK, itregisters 26.104 MPa; and at 100% BBK, it amounts to 17.55 MPa. Evidently, a remarkable surge in compressivestrength occurs at the 50% BBK variation, with a substantial 36.291% increase (34.882 MPa) compared to theaverage compressive strength of conventional concrete (25.594 MPa).
EVALUASI INTEGRITAS TIANG BOR DENGAN PENGUJIAN CROSSHOLE SONIC LOGGING (CSL) Dhevi Mulyanda; Rajinda Syadazali Bintan; Siti Nur Indah Sari
PILAR Vol 19 No 1 (2024): Pilar: Maret 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i1.8482

Abstract

The assesment of structural integrity in civil engineering construction is often assesed for ensuring the safety and the longevity of inftrasturture. A common assesment typically required some attachment sensors on area selection of reviewing before and after construction phase. Bored piles as bottom foundation element that distributed loads from upper structure to the soil layer requires thorough inspection to detect defects from light to heavy damage that may compromise their stability. This study aims to investigate the accuracy and precision of CSL (Crosshole Sonic Logging) as a defect indicator in diagnosing bored pile conditions. The study involves some points of CSL test in the site to identify and quantify potential defects The findings can be used to enhance the understanding of CSL as a diagnostic tool for bored piles and improving the overall foundation assessment methodologies. Keywords : pile assessment, CSL, bored pile, foundation
PENGARUH PENAMBAHAN CANGKANG KERANG TERHADAP PEMBUATAN ASPAL GEOPORI Muhammad Geraeldy Rasyid; Rizky Pajar Rhamadon
PILAR Vol 19 No 2 (2024): Pilar: September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i2.9209

Abstract

Perencanaan perkerasan jalan, terlebih perkerasan lentur (flexible pavement) secara umum memiliki sifat yang kedap air, sehingga dapat menyebabkan kurangnya lahan sebagai resapan air. Aspal geopori merupakan aspal geopolimer yang memiliki pori/rongga, dimana penggunaan aspal geopori ini bisa menjadi alternatif yang ramah lingkungan karena pembuatan aspal geopori ini memanfaatkan limbah, serta dalam pengaplikasiannya diharapkan dapat membantu peresapan air kedalam tanah dengan baik. Limbah yang digunakan dalam pembuatan aspal geopori pada penelitian ini adalah Cangkang Kerang. Kerang adalah salah satu hewan lunak (Mollusca) kelas Bivalvia atau Pelecypoda. Kerang biasanya simetri bilateral, mempunyai sebuah mantel yang berupa daun telinga atau cuping dan cangkang setangkup. Bahu jalan merupakan salah satu fasilitas jalan yang memiliki peran penting, tetapi permasalahan yang kerap terjadi di bahu jalan adalah adanya gerusan sehingga terbentuknya genangan air yang bisa membuat lapisan perkerasan dibawahnya menjadi rusak akibat genangan air yang terserap kebawah. Penggunaan aspal gropori di bahu jalan bisa menjadi alternatif, karena nantinya genangan air akan terserap melalui aspal geopori lalu melewati saluran drainase yang langsung terserap kedalam tanah tanpa merusak lapisan perkerasan yang ada dibawahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar variasi campuran antara cangkang kerang sebagai pecampuran agregat kasar sampai mendapatkan variasi campuran yang paling optimal dalam pembuatan aspal geopori. Penelitian ini menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan hasil kadar aspal optimum (KAO) sebesar 4,6%. Hasil uji pada benda uji untuk nilai parameter Marshall yang paling optimal adalah variasi kadar campuran Cangkang Kerang 25% : Agregat Kasar 75% dengan nilai stabilitas sebesar 1181,85 kg, nilai flow 3,92 mm, nilai VIM (Void In the Mix) 19,96%, nilai Marshall Quotient (MQ) 117,44 kg/mm, dan nilai koefisien permeabilitas 0,247 cm/det. Semua nilai parameter Marshall, dimana spesifikasinya yaitu stabilitas >500 kg, flow 2-6 mm, VIM 18-25%, MQ <400 kg/mm.
indonesia PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARET BAN SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT LENTUR BETON M. Riski Gilang Ramadhan; suci pratiwi, Safitri
PILAR Vol 19 No 2 (2024): Pilar: September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/pilar.v19i2.9420

Abstract

In this era, the automotive industry has developed along with the increase in tire production which has resulted in an increase in tire rubber waste which is difficult to decompose naturally. Therefore, processing and utilization of tire rubber waste is needed. To overcome environmental pollution due to used tire waste, one way is to make fine aggregate substitute material in concrete to reduce costs and overcome environmental pollution. This research was carried out at the Civil Engineering Laboratory of the Sriwijaya State Polytechnic. By analyzing whether tire rubber waste can be used as a substitute for fine aggregate with percentages of 5%, 10% and 15% can increase the flexural strength of concrete, this is the aim of this study. This testing was carried out at the ages of 7 days, 14 days and 28 days, with test objects in the form of blocks measuring 60 cm × 15 cm × 15 cm. The test results for normal concrete aged 28 days were 3.17 MPa, concrete mixed with rubber tire waste aged 28 days the percentage was 5% which was 3.48 MPa, the percentage of 10% was 4.13 MPa and the percentage of 15% was 2.88 MPa. From the results of flexural strength data, percentage