cover
Contact Name
Yohan Brek
Contact Email
yohanbrek74@gmail.com
Phone
+6281295123667
Journal Mail Official
yohanbrek74@gmail.com
Editorial Address
Jalan Paving Block Lingkungan 01 Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado - Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : 30633508     DOI : 10.70420
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling, adalah Jurnal yang diterbitkan oleh PT. Giat Konseling Nusantara (GKN). Jurnal ini bekerjasama dengan Asosiasi Poimenika Indonesia (APIN) dan Prodi S2 Pastoral Konseling IAKN Manado. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerima publikasi artikel ilmiah pada semua bidang ilmu-ilmu Pendidikan (baik pendidikan secara umum maupun pendidikan keagamaan/Teologi) dan ilmu Bimbingan Konseling. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerbitkan artikel ilmiah bulan Februari, Juni, dan Oktober setiap tahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober" : 6 Documents clear
EDUKASI SEKSUALITAS BAGI REMAJA Lukas, Jesica; Namangge, Lini; Makalikis, Kezya; Ilat, Irene
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.12

Abstract

Sex education should be provided from a young age, as a preparation for changes in oneself and the environment. Sex education for adolescents is crucial for understanding sexual information, having awareness of the importance of understanding sexual issues, understanding the functions of sexuality, and addressing sexual issues for adolescents. Sex education for adolescents also helps prevent sexual problems, such as premarital sex or sex outside of marriage, which can lead to negative effects such as poor health, reduced reproductive health, and the risk of sexually transmitted diseases. Sex education for adolescents also directs adolescents towards low levels of knowledge about reproductive health, particularly in terms of protecting oneself from reproductive health risks. The level of knowledge among Indonesian adolescents about reproductive health is low, particularly in terms of protecting oneself from reproductive health risks. Sex education for adolescents is necessary to prevent confusion during the transition from childhood to adulthood. Sex education for adolescents is also necessary to protect reproductive organs on their bodies and prevent others from touching their reproductive organs, especially for adolescent girls. In this article, we will discuss the importance of sex education for adolescents, the factors that influence sex education among adolescents, and the effects that adolescents experience when engaging in premarital sex or sex outside of marriage."
PENDIDIKAN ANAK DALAM KANDUNGAN BERDASARKAN ULANGAN 6:7 Atakameng, Merianti
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.170

Abstract

Alkitab mencatat bahwa Pendidikan adalah suatu aktivitas yang penting yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Pendidikan yang baik berassal dari keluarga, dari orang tua kepada anggota keluarga bahkan kepada anak- anak di dalam keluarga itu. Firman Tuhan di dalam Ulangan 6:7 berbunyi “ haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun’’. Ayat ini merupakan perintah dari Allah kepada orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Serta menggambarkan pentingnya mengajarkan anak-anak tentang ketetapan-ketetapan Tuhan secara berulang-ulang. Oleh karena itu peran orang tua dalam keluarga merukan sekolah pertama bagi anak, dan tempat yang paling dominan bagi perkembangan anak. Keluarga merupakan tempat alami yang memberi perlindungan dan keamanan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok anak. Keluarga juga merupakan tempat Pendidikan yang urgen, tempat anak memuali hubumgan dengan dunia sekitarnya. Pendidikan anak sangat diupayakan dini mungkin agar anak tersebut menjadi investasi unggul dimasa depan kelak. Pendidikan anak didalam kandungan memiliki metode-metode sama halnya dengan mendidik anak setelah lahir.
ENGKAU SAUDARAKU Sebuah Tawaran Pendidikan Katekisasi berbasis Pendampingan Pastoral dalam Masalah Keadilan Sosial Benyamin, Mario Marchellino
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.173

Abstract

Tawaran pendidikan katekisasi berbasis pendampingan pastoral ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang keadilan sosial dalam konteks kehidupan masyarakat kontemporer. Melalui pendekatan pendampingan pastoral, program ini mengintegrasikan prinsip-prinsip katekese dengan praktik sosial yang responsif terhadap tantangan keadilan di komunitas. Peserta dididik untuk menyadari isu-isu sosial yang memengaruhi kehidupan mereka dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif. Program ini mencakup pelatihan dalam pengembangan keterampilan sosial, dialog antaragama, dan advokasi untuk kelompok marjinal. Dengan mengedepankan kolaborasi antara pendidik, peserta didik, dan masyarakat, diharapkan pendidikan ini dapat mendorong kesadaran kolektif dan aksi nyata menuju keadilan sosial, memperkuat jalinan solidaritas, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Fungsi Mendamaikan Sebagai Solusi Konflik Di Komisi Pelayanan Pemuda Gmim Petra Boyong Pante tuerah, joshua
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.176

Abstract

Dalam kehidupan yang berkembang saat ini, konflik tidak terelakkan dan sering terjadi di berbagai organisasi, termasuk gereja. Konflik ini bisa disebabkan oleh ketidakpercayaan, komunikasi yang buruk, perbedaan kompetensi, tujuan yang berbeda, dan faktor lainnya. Dalam gereja, konflik dapat mempengaruhi organisasi dan para anggota jemaat. Demikian yang terjadi di GMIM Petra Boyong Pante, terjadi konflik internal di kalangan pemuda akibat pengambilan keputusan sepihak tanpa melibatkan pemimpin. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan. Untuk menangani konflik ini, diperlukan peran Pastoral Konseling. Pastoral konseling berfungsi membantu jemaat mengatasi krisis dalam hidup, meningkatkan spiritualitas, dan menjadi saksi yang hidup bagi iman mereka. Pendampingan pastoral dapat dilakukan melalui konseling individu, kelompok studi Alkitab, atau media modern lainnya, dan harus disesuaikan dengan kebutuhan anggota jemaat. Pastoral konseling mendorong pertumbuhan rohani serta pemahaman firman Tuhan. Tujuan utama pastoral konseling adalah membantu individu berubah, tumbuh, dan berfungsi secara maksimal. Konselor bertindak sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan aman untuk eksplorasi diri. Dengan mengelola konflik dengan baik, dampaknya bisa diminimalkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan fungsi mendamaikan dalam pastoral konseling sebagai solusi untuk konflik di pelayanan pemuda GMIM Petra Boyong Pante.
Pastoral Family Counseling: Client Center Approach for "Single Mother" at a young age in GMIM Karangetang Frisca Elisabeth Londo; Brek, Yohan
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.209

Abstract

This research discusses the role of pastoral counseling assistance in helping single mothers or young single mothers face life challenges, especially in the context of the church. Single mothers are often faced with economic problems, social pressure, negative stigma, and complex psychological issues. This condition is exacerbated by their young age, which is often emotionally immature in facing the dual role of mother and head of the family. The Client-Centered approach proposed by Carl Rogers was chosen as a counseling method that emphasizes empathy, support without judgment, and provides space for the counselee to reflect and find their own problem solutions. This research uses a qualitative method with a descriptive approach that emphasizes objective field observations. Through systematic counseling stages, such as establishing trust, data identification, diagnosis, plan development, help implementation, and evaluation, pastoral assistance is expected to run effectively and help single mothers restore their mental and spiritual health.
Pastoral Family Counseling: Client Center Approach for "Single Mother" at a young age in GMIM Karangetang Londo, Frisca Elisabeth; Brek, Yohan
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi

Abstract

This research discusses the role of pastoral counseling assistance in helping single mothers or young single mothers face life challenges, especially in the context of the church. Single mothers are often faced with economic problems, social pressure, negative stigma, and complex psychological issues. This condition is exacerbated by their young age, which is often emotionally immature in facing the dual role of mother and head of the family. The Client-Centered approach proposed by Carl Rogers was chosen as a counseling method that emphasizes empathy, support without judgment, and provides space for the counselee to reflect and find their own problem solutions. This research uses a qualitative method with a descriptive approach that emphasizes objective field observations. Through systematic counseling stages, such as establishing trust, data identification, diagnosis, plan development, help implementation, and evaluation, pastoral assistance is expected to run effectively and help single mothers restore their mental and spiritual health.

Page 1 of 1 | Total Record : 6