cover
Contact Name
Yohan Brek
Contact Email
yohanbrek74@gmail.com
Phone
+6281295123667
Journal Mail Official
yohanbrek74@gmail.com
Editorial Address
Jalan Paving Block Lingkungan 01 Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado - Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : 30633508     DOI : 10.70420
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling, adalah Jurnal yang diterbitkan oleh PT. Giat Konseling Nusantara (GKN). Jurnal ini bekerjasama dengan Asosiasi Poimenika Indonesia (APIN) dan Prodi S2 Pastoral Konseling IAKN Manado. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerima publikasi artikel ilmiah pada semua bidang ilmu-ilmu Pendidikan (baik pendidikan secara umum maupun pendidikan keagamaan/Teologi) dan ilmu Bimbingan Konseling. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerbitkan artikel ilmiah bulan Februari, Juni, dan Oktober setiap tahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Bimbingan Konseling Kepada Seorang Anak Yang Sering Bolos di SMPN 1 Tagulandang Tolip, Fristi Beatris; Pay, Militiachristy Karin; Tundu, Meilani Dortea
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2026): Februari || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/8ct3wc64

Abstract

Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk kenakalan siswa yang berdampak langsung pada proses belajar, perkembangan diri, serta prestasi akademik. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan faktorfaktor yang mempengaruhi perilaku membolos serta bentuk penanganan melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kurangnya motivasi belajar dan perasaan tidak diperhatikan oleh keluarga, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya. Melalui verbatim konseling, terungkap bahwa konseli membolos karena merasa kehilangan dukungan orang tua dan mudah terpengaruh ajakan teman. Analisis masalah menunjukkan bahwa lemahnya komunikasi keluarga dan rasa malas yang tidak terkelola berkontribusi pada kebiasaan membolos. Pendekatan behavioral digunakan dalam penanganan kasus, dengan prinsip penguatan positif dan negatif untuk memodifikasi perilaku siswa menuju perilaku yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru BK, orang tua, dan pihak sekolah dalam membentuk disiplin serta meminimalisir perilaku membolos.
BIMBINGAN KONSELING PASTORAL PADA SISWA YANG MENGALAMI RENDAHNYA TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI Sahabat, Gracia; Brek, Ivane Dear Suryani
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2026): Februari || MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/1z4n7v69

Abstract

Kepercayaan diri diyakini mampu membuat seseorang berkembang dengan cepat. Banyak hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas individu yang menuntut sebuah kepercayaan diri yang baik, agar memberikan mobilitas baik untuk pekerjaan maupun yang lainnya. kepercayaan diri diperoleh dari pengalaman hidup. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang berupa keyakinan akan kemampuan diri seseorang sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat bertindak sesuai kehendak, gembira, optimis, cukup toleran, dan bertanggung jawab. Sedangkan Merasa tidak percaya diri tertentu merupakan hal yang wajar dan hampir setiap orang pernah mengalaminya, baik orang dengan kepribadian introvert maupun ekstrovert. Selain itu, rasa ketidakpercayaan diri juga bisa membuat Seseorang kehilangan kesempatan untuk menyalurkan potensi-potensi yang ada dalam diri.  Penyebab munculnya rasa kurang percaya diri ada beragam dan berbeda pada setiap orang. Ada yang kurang percaya diri karena pernah mengalami pengalaman yang buruk, pernah mengalami penindasan, maupun trauma. Ada pula yang kurang percaya diri karena pengaruh pola asuh semasa kanak-kanak. 

Page 4 of 4 | Total Record : 32