cover
Contact Name
Yohan Brek
Contact Email
yohanbrek74@gmail.com
Phone
+6281295123667
Journal Mail Official
yohanbrek74@gmail.com
Editorial Address
Jalan Paving Block Lingkungan 01 Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado - Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : 30633508     DOI : 10.70420
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling, adalah Jurnal yang diterbitkan oleh PT. Giat Konseling Nusantara (GKN). Jurnal ini bekerjasama dengan Asosiasi Poimenika Indonesia (APIN) dan Prodi S2 Pastoral Konseling IAKN Manado. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerima publikasi artikel ilmiah pada semua bidang ilmu-ilmu Pendidikan (baik pendidikan secara umum maupun pendidikan keagamaan/Teologi) dan ilmu Bimbingan Konseling. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerbitkan artikel ilmiah bulan Februari, Juni, dan Oktober setiap tahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Pastoral Family Counseling: Client Center Approach for "Single Mother" at a young age in GMIM Karangetang Londo, Frisca Elisabeth; Brek, Yohan
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/xdjbf310

Abstract

This research discusses the role of pastoral counseling assistance in helping single mothers or young single mothers face life challenges, especially in the context of the church. Single mothers are often faced with economic problems, social pressure, negative stigma, and complex psychological issues. This condition is exacerbated by their young age, which is often emotionally immature in facing the dual role of mother and head of the family. The Client-Centered approach proposed by Carl Rogers was chosen as a counseling method that emphasizes empathy, support without judgment, and provides space for the counselee to reflect and find their own problem solutions. This research uses a qualitative method with a descriptive approach that emphasizes objective field observations. Through systematic counseling stages, such as establishing trust, data identification, diagnosis, plan development, help implementation, and evaluation, pastoral assistance is expected to run effectively and help single mothers restore their mental and spiritual health.
MENGINTEGRASIKAN PENGEMBANGAN DIRI DALAM ETIKA PASTORAL: STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN BAGI KONSELOR PASTORAL Tuerah, Joshua; Gagola, Patricia
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v2i1.227

Abstract

Etika pastoral merujuk pada prinsip-prinsip etis yang mengatur pelayanan pastoral, termasuk tanggung jawab hamba Tuhan dalam memberikan bimbingan dan dukungan kepada jemaat. Ini mencakup pemahaman tentang kode etik, pelayanan yang berlandaskan kasih, serta pertimbangan moral dalam pengambilan keputusan. Ini menekankan pentingnya perilaku etis dalam menumbuhkan kepercayaan, rasa hormat, dan perhatian di antara jemaat dan klien. Dalam Filsafat ilmu memerlukan pemahaman tentang konsep diri. Konsep diri merupakan konsep yang dimiliki seseorang tentang dirinya dalam rangka memandang diri seseorang secara keseluruhan, yang mencakup aspek fisik, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual, serta berguna sebagai pedoman perilaku seseorang. Ini melibatkan penetapan tujuan yang jelas, mengidentifikasi area untuk perbaikan, dan menerapkan strategi untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan kemampuan seseorang. Pengembangan profesional sangat penting dalam lingkungan kerja yang cepat dan kompetitif saat ini, karena hal ini memungkinkan individu untuk tetap relevan, adaptif, dan unggul dalam bidang masing-masing.
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD Dalihade, Meyta Angelia; Merry Regina, Mamuko
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v2i1.228

Abstract

Permasalahan belajar siswa sangatlah kompleks dan bermacam-macam seperti berbohong, pergi tanpa izin, mencuri, menyontek, kedisiplinan belajar rendah, motivasi belajar rendah, prestasi belajar rendah, tidak serta merta diakibatkan oleh siswa yang bodoh melainkan disebabkan oleh sikap dan cara belajar yang salah. Bimbingan belajar di SD merupakan layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu siswa SD dapat belajar dengan efektif dan efisien, mencapai perkembangan optimal dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta menyiapkan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu kegiatan belajar mengajar di SD harus di integrasikan dalam bimbingan dan konseling. Salah satu metode pelaksanaan bimbingan belajar di SD adalah melalui kegiatan belajar mengajar yang bernuansa bimbingan. Operasionalisasinya adalah nilai-nilai layanan bimbingan belajar diberikan kepada siswa di sela-sela atau bahkan bersamaan dengan materi pelajaran.
SUATU KAJIAN DESKRIPTIF KONSELING PASTORAL TERHADAP KETIDAKPUASAN SEORANG ANAK SMA ATAS DUA NILAI MATA PELAJARAN YANG RENDAH Daharang, Ezra Feiner; Matsino, Remalia Putri
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v2i1.229

Abstract

Mendapatkan nilai yang bagus di setiap mata pelajaran adalah kebahagiaan luar biasa yang dirasakan oleh setiap pemangku pendidikan. Nilai yang baik berarti nilai yang memenuhi target pembelajaran dan memenuhi standar kompentensi penilaian. Nilai yang baik dalam pelajaran menandakan anak tersebut telah belajar dan berusaha dengan maksimal serta tidak punya masalah dengan kehadirannya di setiap pertemuan kelas. Akan tetapi merujuk pada penelitian ini, keadaan yang dihadapi justru berbanding terbalik sebab seorang anak ini telah belajar dengan giat untuk mendapat hasil yang baik tetapi justru saat dikelas dan ujian, lalu nilai sudah diperiksa oleh guru pengampu mata pelajaran, dirinya justru mendapat nilai yang rendah yang tidak sesuai dengan ekspetasinya atau tidak puas atas hasil ujian yang diterima padahal kenyataannya dirinya telah belajar dengan maksimal untuk mencapai nilai yang baik itu yang sesuai harapannya dan diriinya menceritakan kalau sangat kecewa dengan hal itu. Konseling pastoral menjadi ibu dari keluhan setiap orang. Ia hadir menjawab masalah yang sedang dialami dan mendedikasikan dirinya sebagai seorang yang lebih daripada sahabat. Konseling pastoral yang diberikan tentunya berlandaskan kajian biblis atau berlandaskan kepada Firman Allah dalam diri Yesus sebagai Konselor Agung. Adapun pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yakni kualitatif deskriptif dengan penggambaran atas fenomena personality problem dari si klien sebagai sampel penelitian
BIMBINGAN KONSELING KEPADA REMAJA YANG MALAS SEKOLAH AKIBAT MENJADI ANAK JALANAN Putra, Taufik Pratama
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v2i1.231

Abstract

Masalah anak jalanan merupakan persoalan sosial kompleks yang dihadapi banyak kota besar di Indonesia, termasuk Kota Manado. Anak jalanan, yang sebagian besar menghabiskan waktunya di ruang publik untuk mencari nafkah, rentan mengalami ketidakstabilan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang upaya bimbingan konseling yang dilakukan terhadap seorang anak jalanan berinisial AK, yang mengalami trauma psikologis akibat kehilangan kedua orangtuanya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, observasi dan wawancara dilakukan untuk memahami kondisi holistik klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AK mengalami masalah fisik cukup berat, gangguan mental sedang, serta kesulitan sosial dan spiritual yang signifikan. Pendekatan konseling behavioral diterapkan untuk membantu perubahan pola pikir dan perilaku AK, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan diri, membangun interaksi sosial yang sehat, dan memperbaiki hubungan spiritualnya. Pendampingan konselor selama lima kali pertemuan berhasil memberikan perubahan positif dalam cara AK memandang hidup dan masa depannya. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menangani persoalan anak jalanan secara komprehensif.
Pastoral Family Counseling: Client Center Approach for "Single Mother" at a young age in GMIM Karangetang Londo, Frisca Elisabeth; Brek, Yohan
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi

Abstract

This research discusses the role of pastoral counseling assistance in helping single mothers or young single mothers face life challenges, especially in the context of the church. Single mothers are often faced with economic problems, social pressure, negative stigma, and complex psychological issues. This condition is exacerbated by their young age, which is often emotionally immature in facing the dual role of mother and head of the family. The Client-Centered approach proposed by Carl Rogers was chosen as a counseling method that emphasizes empathy, support without judgment, and provides space for the counselee to reflect and find their own problem solutions. This research uses a qualitative method with a descriptive approach that emphasizes objective field observations. Through systematic counseling stages, such as establishing trust, data identification, diagnosis, plan development, help implementation, and evaluation, pastoral assistance is expected to run effectively and help single mothers restore their mental and spiritual health.
TERJEPIT DIANTARA DUA GENERASI: PERAN PASTORAL KONSELING BAGI GENERASI SANDWICH DIGMIST JEMAAT PINTU ELOK SALILI Teleng, Melkisedek; Tadung, Frieska Putrima; Darondo, Norlanda Darondo; Takasihaeng, Meivi Letsrai Putri Takasihaeng
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/40rn5e16

Abstract

Fenomena Generasi Sandwich mengacu pada individu yang secara bersamaan menanggung tanggung jawab merawat orang tua lanjut usia dan membesarkan anak-anak mereka sendiri. Kondisi ini sering kali menimbulkan tekanan emosional, spritual dan finansial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pastoral konseling dalam membantu Generasi Sandwich mengelola beban tersebut. Kajian teoretik dalam penelitian ini mengacu pada teori stres dan coping dari Lazarus & Folkman serta pendekatan pastoral konseling dalam konteks dukungan spiritual dan emosional.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan individu dari Generasi Sandwich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Sandwich mengalami tekanan emosional yang signifikan, tetapi dengan dukungan pastoral konseling yang tepat, mereka dapat menemukan makna dalam peran mereka serta mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pastoral konseling berperan penting dalam memberikan dukungan emosional, spiritual, dan psikologis bagi individu dalam Generasi Sandwich, sehingga mereka dapat menjalani peran gandanya dengan lebih seimbang dan resilien.
KAJIAN LITERATUR TENTANG PERAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL SISWA SEKOLAH DASAR sakalieng, febriance; Christhania; Lahinda, Deiby
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/gyeex305

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran layanan bimbingan dan konseling dalam mendukung perkembangan sosial-emosional siswa sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur. Masa sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan kepribadian, pengendalian emosi, dan keterampilan sosial anak. Berdasarkan hasil telaah berbagai sumber literatur, ditemukan bahwa layanan bimbingan dan konseling berkontribusi signifikan dalam membantu siswa mengenali dan mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun hubungan sosial yang sehat. Layanan ini diberikan melalui pendekatan individual dan kelompok dengan teknik-teknik konseling yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan dan konseling secara terstruktur dan berkesinambungan mampu meningkatkan kesejahteraan emosional dan sosial siswa, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang positif. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, konselor, dan pihak sekolah sangat diperlukan guna mengoptimalkan peran layanan bimbingan dan konseling di tingkat sekolah dasar.  
Peran Bimbingan Konseling di jenjang pendidikan sekolah dasar dalam mengatasi siswa dengan masalah perilaku akibat kurangnya perhatian orang tua Damar, Tiara Revin; onsu, Christian Yoelio Armando; Tatinting, Meximan; Sensanen, Rut Metti
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/a9gr5857

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani perilaku siswa sekolah dasar yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Kurangnya perhatian orang tua berdampak negatif terhadap disiplin, motivasi belajar, dan perkembangan emosional anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru BK berperan sebagai mediator antara sekolah dan keluarga, melaksanakan konseling individual dan kelompok, serta mengembangkan kolaborasi dengan orang tua untuk memperbaiki perilaku siswa. Keterlibatan orang tua dalam proses bimbingan konseling terbukti meningkatkan efektivitas intervensi dan mendukung pembentukan karakter positif siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara guru BK, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Menangani Krisis Perkembangan Remaja Awal melalui Layanan Konseling di SMP Dolongseda, Rachel Clarisa; Makanoneng, Lira In; Londo, Fellyzia Anastasya
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/dsp8yq64

Abstract

Early adolescents, particularly junior high school (SMP) students, are in a critical developmental phase marked by biological, psychological, and social changes. This stage often leads to developmental crises related to the search for self-identity, emotional stability, and adjustment to environmental changes. If not properly addressed, these crises may evolve into behavioral problems such as juvenile delinquency, anxiety, and social withdrawal. This article aims to examine the role of counseling services in effectively helping junior high school students overcome early adolescent developmental crises. The research was conducted using a literature review method, collecting and analyzing relevant sources. The results indicate that counseling services in junior high schools are essential as preventive, curative, and personality development tools. The three main forms of counseling services—individual, group, and classroom-based—play a strategic role in addressing students' needs according to their specific issues. Counseling approaches such as nondirective, behavioral, cognitive, and logotherapy have proven effective in helping students understand themselves, change negative behaviors, and find meaning in life amid developmental pressures. Factors such as family, social media, and peer environment greatly influence the dynamics of adolescent crises. Therefore, counseling services must be systematically and professionally designed as an integral part of the junior high school education system to support mental health and the formation of a positive adolescent identity from an early age.

Page 2 of 3 | Total Record : 27