cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalqaf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalqaf@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km.03 Wonosobo 56351, Kab.Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 25409565     DOI : https://doi.org/10.59579/qaf
Core Subject :
Qaf adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo. Terbit pertama kali tahun 2016. Jurnal ini difokuskan pada kajian bidang studi ilmu al-Qur’an dan Tafsir dengan berbagai macam pendekatan keilmuan. Redaksi mengundang para ahli, ilmuan, sarjana, profesional, dan peneliti dalam disiplin ilmu al-Qur’an dan Tafsir, serta segenap civitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan topik jurnal. Artikel yang dimuat tidak selalu mencerminkan sikap redaksi ataupun institusi yang terkait dengan penerbitan jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Re-Kontruksi Kepribadian Manusia (Solusi Al-Qur`an Tentang Kepribadian Yang Sehat) Hakim, Muhamad Lutfi
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 3 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan pada zaman modern ini tatanan kejiwaan manusia sudah termakan oleh kehancuran moralitas yang semakin menurun. Hidup manusia zaman sekarang sudah banyak yang dilanda dengan kecemasan-kecemasan dan ketegangan-ketegangan jiwa. Pola hidup dengan cara berfikir logis dan realitas mengakibatkan tidak sedikit manusia mengalami split personality, dengan seperti itu manusia semakin sulit dalam menemukaan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Oleh karenanya, pemenuhan secara kejiwaan lebih penting dari pada pemenuhan materi dalam mengantisipasi masalah moralitas manusia. Karena kesucian jiwa dapat menciptakan kepribadian yang sehat, yang mana obyek kajianya adalah jiwa. Diskursus tentang kepribadian manusia merupakan bagian dari psikologi. Sehingga dasar konstruk teorinya adalah kesehatan jiwa. Sekripsi yang ditulis dengan judul Re-Kontruksi Kepribadian Manusia ; Solusi Al-Qur’an Tentang Kepribadian Yang Sehat yang membahas tentang jiwa manusia. Sekripsi ini berupaya membangun rumus kepribadian yang sehat, dengan menggunanakan metode tafsir tematik terhadap ayat-ayat kepribadian manusia. Kerangka berpikir yang mendasari kontruksi teori kepribadian manusia ini atas dasar fitrah manusia yang menjadi ciptaan Tuhan yang sempurna dengan memiliki multidimensional yaitu al-Qalb, al-Aql, al-Nafs
Agensi Ratu Bilqis dalam Q.S An-Naml Ayat 22-44 Syirfah, Milkhatin
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 3 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang agensi perempuan yang dijelaskan dalam al-Qur’an. Agensi perempuan dalam rangkaiam kisah-kisah al-Qur’an menjadi menarik ketika dikaitkan dengan penegasan al-Qur’an bahwa kisah yang dimuatnya memiliki misi pendidikan dan pencerahan bagi umat manusia. Al-Qur’an secara khusus menceritakan seorang perempuan yang sukses memimpin negaranya dalam surah An-Naml. Oleh karena itu, desain penelitian ini bersifat deskripsi-kualitatif yang mengelaborasi sumber literatur dengan pendekatan antropologi al-Qur’an. Penelitian ini memfokuskan pada persoalan bagaimana implikasi dari agensi perempuan dalam kisah Ratu Bilqis melalui perspektif antropologi al-Qur’an. Hasil penelitian menemukan, bahwasanya diceritakan dalam surat An-Naml ayat 22-44 terdapat kisah sosok perempuan hebat yang mempunyai agensi yang kuat sehingga mampu memimpin negeri yang makmur dan sejahtera, al-Qur’an melukiskannya sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Beberapa implikasi dari hasil elaborasi antropologis terhadap agensi Ratu Bilqis adalah urgensi sosok perempuan yang hebat dalam menjadi ratu sekaligus raja di negerinya. Sosok perempuan hebat yang memiliki jiwa demokrasi, penuh empati, cerdas, adil, dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Hal ini muncul pertanyaan besar bagaimana ibrah seorang Ratu Bilqis yang dimuat dalam al-Qur’an bila dikaitkan dengan konteks masa kini
Dinamika Makna Ritual Cukur Rambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng (Studi Living Al-Qur`an) Prihatin, Musianto
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Makna Ritual Rambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng dalam (Studi Living Qur’an). Dalam penulisan ini, penulis mengfokuskan pembahasan pada makna yang terkandung dalam ritual pemotongan Rambut Gimbal yang merupakan pesan moral dan juga kearifan local masyarakat Dieng, dimana tradisi-tradisi tersebut merupakan tradisi local yang memiliki nilai spiritualitas bagi masyarakat Dieng. Memaknai tradisi tersebut adalah dilihat dari aspek substansinya dan bukan hanya simbol. Karena, jika memandang tradisi tersebut hanya dari aspek simbolnya, maka akan mendapati pada tradisi tersebut hanyalah sebuah tontonan atau hiburan belaka, bahkan yang lebih ekstrim akan menyalkahkan, menyesatkan, dan menganggap aneh dan tidak masuk akal tradisi tersebut. Untuk itu, perlu sudut pandang yang intensif untuk memahami tradisi tersebut. Diantara beberapa sudut pandang yang penulis gunakan dalam kaitannya dengan living Qur’an penulis menggunakan paradigma akulturasi. Dengan paradigma akulturasi, peneliti berupaya mengetahui unsur-unsur dari tradisi rambut gimbal yang mempengaruhi pola interpretasi atau pemahaman masyarakat Dieng terhadap al-Qur’an, dan bagaimana ajaran-ajaran dalam al-Qur’an kemudian berkolaborasi dengan tradisi rambut gimbal. Selain itu, penulis juga menggunakan paradigma fenomenologi, paradigma ini digunakan untuk mempelajari suatu gejala sosial-budaya untuk mengungkap kesadaran atau pengetahuan pelaku mengenai pemaknaan mereka terhadap perilaku-perilaku mereka sendiri. Dengan perspektif fenomenologi ini, peneliti tidak lagi akan menilai kebenaran atau kesalahan pemahaman para pelaku tertentu mengenai al-Qur’an.
Batas Peran Akal dalam Menafsirkan Al-Qur’an (Analisis Pemikiran Abdullah Al-Ghumari Tentang Asbab al-Hatha’ fi Tafsir) Muhtadin, Khoirul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 3 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam khazanah ilmu tafsir, dikenal dua cara atau metode menafsirkan al-Qur’an. Cara pertama dikenal dengan tafsir bil manqul atau bil riwayah, yaitu menafsirkan alQur’an berdasarkan penjelasan Nabi Muhammad Saw. atau para sahabat, ada yang memasukkan tafsir tabiin sebagai tafsir bil riwayat. Cara kedua dikenal dengan tafsir bil manqul atau tafsir bil ra’yi, yaitu menafsirkan al-Qur’an berdasarkan ijtihad dengan keilmuan yang dimiliki oleh ahli tafsir tersebut dan pengetahuannya terhadap bahasa Arab serta kandungan-kandungannya, mengenal syair-syair arab, asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), mengenal nasikh (ayat yang menghapus suatu hukum) dan mansukh (ayat yang dihapus hukumnya), serta hal lainnya yang dibutuhkan oleh seorang mujtahid dalam menafsirkan Al-Qur’an Al-Karim
Konsepsi Perempuan dalam Al-Qur’an (Aplikasi Pendekatan Teori Semantik Toshihiko Izutsu) Soliha, Mar’atus
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 3 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang perempuan tentunya topik yang tidak asing lagi. Bahkan dalam alQur’an sendiri dijadikan pembahasan secara khusus sesuai dengan nama surah yakni surah al-Nisa’ selain itu, yang tidak kalah menariknya adalah disamping penggunaan lafad al-Nisa’ al-Qur’an juga menggunakan lafad al-Mar’ah ketika membahas tentang perempuan. Hal ini tentunya mengandung penjelasan baik itu fungsi maupun perannya. Dengan demikian, untuk mendukung dan mempermudah dalam memahami lafad al Nisa’ dan al-Mar’ah dalam al-Qur’an maka penulis menggunakan metode semantik Thoshikho Izutsu, yang diartikan sebagai kajian analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan yang akhirnya sampai dengan pengertian konseptual Weltanschauung atau pandangan dunia masyarakat yang menggunakan bahasa itu tidak hanya sebagai alat bicara dan berfikir, tetapi yang lebih penting lagi pengonsepan dan penafsiran dunia yang melingkupinya. Dalam penulisan artikel ini penulis menggunakan beberapa metode penelitian, baik untuk memperoleh data ataun menganalisis data yang ada, yaitu: Liberary research, sumber data perimer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi perempuan dalam al-Qur’an aplikasi pendekatan teori semantik Toshihiko Izutsu adalah penggunaan lafad al-Nisa’ dan al-Mar’ah dalam al-Qur’an menunjukkan obyek perempuan dengan segala era dan kedudukannya. antara lain. Dalam ranah sosial, dalam aspek alamiah, dan dalam ranah sepiritual, antara lain. Dalam ranah sosial, dalam aspek alamiah, dan dalam ranah sepiritual
Interpretasi Ayat Mahar Dalam Al-Qur`an (Kajian Tafsir Tematik) Ni`mah, Muyassarotun
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpretasi Ayat mahar dalam al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik). Penulis tertarik mengkaji tema ini karena pembahasannya berhubungan langsung dengan hak perempuan baik dalam urusan individual maupun sosial terutama dalam masalah mahar. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang mahar,untuk mengetahui konsep mahar dalam Al-Qur’an dan mengetahui Interpretasi ayat-ayat mahar dalam Al-Qur’an dengan kajian tafsir tematik. Mahar adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai ketulusan hati untuk menimbulkan rasa cinta kasih, baik dalam bentuk benda maupun jasa. Sebenarnya tidak ada batas minimal atau batas maksimal yang harus diberikan oleh calon suami kepada calon istrinya. Tetapi Allah Swt memerintahkan agar calon suami mempersiapkan mahar dengan kadar yang pantas. Mahar yang diberikan juga harus penuh dengan kerelaan. Untuk mempermudah dalam memahami dan mengetahui Interpretasi ayat-ayat mahar dalam Al-Qu’an dengan metode tafsir tematik / Maudhu’i. Pendekatan ini dilakukan untuk menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Qur’an secara keseluruhan dengan jalan menghimpun ayat-ayat yang mempunyai pengertian yang sama. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan beberapa metode penelitian, baik untuk memperoleh data atau menganalisis data yang ada, yaitu: Library research, sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahar ialah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri sebagai pemberian suka rela tidak sebagai jual beli, dan mahar sepenuhnya hak istri, tidak ada batasan dalam memberikan mahar. Fungsi mahar sebagai penghormatan terhadap yang dicintainya dan mengikat jalinan kasih sayang kepada istri serta mempererat hubungan antara keduanya, dan bukan dianggap sebagai pembelian atau ganti rugi.
Relasi Perilaku Konsumtif dan Produktifitas dalam Perspektif Al-Qur`an Naufal, M. Fairuz `Ajib
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 3 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memenuhi suatu kebutuhan hidup, manusia sering kali merasa kurang puas dengan apa yang telah dinikmati (dikonsumsi). Semakin besar materi yang dimiliki seseorang, semakin besar pula gairah prestasinya. Tetapi belum tentu sebaliknya. Manusia senang mengoleksi barang atau benda, dengan tujuan kebutuhannya bisa terpenuhi. Belanja sekarang ini bukan lagi didasari pertimbangan kebutuhan, tetapi keinginan nafsu. Al-Qur’an membicarakan sikap konsumtif dalam bahasa al-isrāf (melampaui batas) dan al-tabzịr (berlebih-lebihan). Berulang-ulang Al-Qur’an mengangkat tema tersebut sebagai kajian yang serius. Seperti dalam firman Allah SWT QS. al-A’rāf [7]:31 dan QS. al-Furqān [25]:67. Inti dari kedua ayat tersebut, Allah benci kepada orang yang berlebih-lebihan (konsumtif). Adapun produktifitas itu kebalikan dari sikap konsumtif yaitu mengeluarkan sedikit-dikitnya dan menghasilkan yang sebesar-besarnya. Berangkat dari ini, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Relasi Sikap Konsumtif dan Produktifitas (Studi Integrasi-Interkoneksi Al-Qur’an dan Ilmu Ekonomi)”. Dengan tujuan 1. Untuk mengetahui batasan sikap konsumtif dalam Al-Qur’an, dan 2. Untuk mengetahui relasi sikap konsumtif dan produktifitas dalam ekonomi. Dalam usaha memperoleh data ataupun informasi yang dilakukan maka penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka(library research) bentuk penelitian kualitatif. Setelah data penelitian terkumpul, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui pendekatan ekonomi dan tafsir tematik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; didalam Al-Qur’an telah dijelaskan sikap konsumtif adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Adapun batasan-batasannya yang telas dijelaskan yaitu dengan tidak membelanjakan hartanya untuk barang-barang yang hanya mendatangkan madhorot atau bahkan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan sebelum kebutuhan primer terpenuhi semua. Relasi sikap konsumtif dan produktifitas dapat menimbulkan hal-hal yang positif jika dilihat dari sudut pandang makro, karena hal itu akan meningkatkan produktifitas perusahaan. Akan tetapi jika dilihat dari sudut pandang mikro sikap konsumtif dapat dikatakan sikap yang tidak baik
Dinamika Kepemimpinan Dalam Prespektif Al-Qur`an (Kajian Makki-Madani) Kurniawatie, Nia
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah seiring berkembangnya istilah kepemimpinan di era kontemporer. banyak terjadi ketidakharmonisan antar umat beragama hingga merampas hak-hak esensial orang lain hingga terjadi diskriminasi dan penindasan karena masalah kepemimpinan. Padahal esensi kebenaran sebuah kepemimpinan dalam sebuah agama adalah terbentuknya tatanan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur (Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghafur) Islam tidak memberikan sistem kepemimpinan dan ketatanegaraan secara formal untuk umatnya, Namun demikian Al-Quran sebagai sumber pokok ajaran memberikan prinsip-prinsip universal tentang kepemimpinan dalam kitab sucinya, adapun bentuknya berkutat pada kriteria dan karakteristik pemimpin yang dijelaskan dalam beberapa surat dan ayat Al-Qur’an. yang diklasifikasikan dalam kelompok Makkiyah dan Madaniyah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang memanfaatkan sumber kepustakaan untuk memperoleh data penelitian. Adapun dalam menganalisis, penulis menggunakan kerangka teori pendekatan kacamata Makki-Madani Mahmoud Muhammad Taha dalam mencari segala sesuatu yang berkaitan dengan pemimpin dan kepemimpinan. Diantara langkah-langkah menetapkan topik yang akan dibahas, mulai dari mencari asbabunnuzul, nasikh mansukh ayat maki-madani, dan lain sebagainya. Fokus permasalahan penelitian ini adalah: 1) Kontekstualisasi Makki-Madani Pada Ayat-Ayat Kepemimpinan? dan 2) Dinamika Kepemimpinan Dalam Persepektif Al-Qur’an? Karena didalam Al-Qur’an, tidak pernah memberikan sistem kepemimpinan dan ketatanegaraan secara formal untuk umatnya, Namun demikian Al-Quran sebagai sumber pokok ajaran memberikan prinsip-prinsip universal yang banyak dijelaskan, diantaranya adalah keriteria pemimpin, akibat yang timbul ketika tidak tepat memilih pemimpin, serta tugas-tugas dan tanggung jawab pemimpin. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi informasi pengetahuan, masukan serta sumbangsih pemikiran bagi mahasiswa khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, serta semua pihak yang membutuhkan dilingkungan Universitas Sains Al-Qur’an di Wonosobo.
Fenomena Teknologi Informasi dalam Perspektif Al-Qur`an Surat An-Naml Ayat 28 (Kajian Tafsir `ilmi) Lestari, Widia
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi pada zaman sekarang memiliki bermacam-macam bentuk. Dengan berkembangan teknologi informasi manusia selalu dipermudahkan dalam segala hal. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi manusia tidak bisa lepas dengan adanya teknologi ini. dari anak kecil hingga orang tua dapat mengkonsumsi teknologi ini. Kemajuan teknologi di era modern begitu pesat telah menciptakan produk-produk berteknologi canggih. Dalam dunia Islam, teknologi sangat penting dalam membangun peradaban yang kuat dan tangguh. Mendorong kaum muslim untuk menciptakan teknologi dan membuat karya-karya ‘ilmiah untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Adapun penulisan proposal ini dengan mengunakan metode kualitatif yaitu pengambilan berdasarkan sumber dari literasi-literasi yang relevan. Baik atau buruknya sebuah teknologi tergantung faktor manusiannya itu sendiri. Teknologi tersebut tidak bertanggung jawab atas apa yang telah diakibatkannya, melainkan di atas pundak manusiannya lah terletak semua tanggung jawab itu.
Metode Tahfidzul Qur`an (Studi Komparatif di PPTQ Baitul Abidin Darussalam, PP Hidayatul Qur`an, dan PP Ma`had Mambaul Qur`an Wonosobo). Bariyah, Yaya Khoirul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi setiap muslim. Pondok pesantren tahfidzul Qur’an yaitu pondok pesantren yang mengkhususkan diri dalam mempelajari ilmu-ilmu al-Qur’an, pondok pesantren khusus menghafal al-Qur’an yang mana setiap lembaga pendidikannya mempunyai karakteristik masing-masing dalam proses pembelajarannya dan terkhusus pada metode-metode yang digunakan dalam pendidikan penghafalan untuk menghasilkan para penghafal al-Qur’an yang berkualitas. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti merumuskan ke dalam dua pertanyaan sebagai berikut: (1) Bagaimana metode penghafalan al-Qur’an di PPTQ Baitul ‘Abidin Darussalam, Hidayatul Qur’an, dan Mambaul Qur’an, (2) Apa relevansi dan perbedaan metode penghafalan al-Qur’an yang digunakan di PPTQ Baitul ‘Abidin Darussalam, Hidayatul Qur’an, dan Mambaul Qur’an? Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan mendekatkan kualitatif. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara peneliti lakukan kepada pengasuh dan beberapa santri yang menghafalkan al-Qur’an di Pondok Pesantren Baitul Abidin Darussalam, Hidayatul Qur’an, dan Mambaul Qur’an Wonosobo. Hasil temuan penelitian menunjukkan: Metode yang digunakan ketiganya tidak diterapkan metode khusus, hanya memperbanyak membaca al Qur’an sebelum menghafal, metode wahdah, metode takror, metode semaan sesama tahfidz, dan muroja’ah.