cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalqaf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalqaf@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km.03 Wonosobo 56351, Kab.Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 25409565     DOI : https://doi.org/10.59579/qaf
Core Subject :
Qaf adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo. Terbit pertama kali tahun 2016. Jurnal ini difokuskan pada kajian bidang studi ilmu al-Qur’an dan Tafsir dengan berbagai macam pendekatan keilmuan. Redaksi mengundang para ahli, ilmuan, sarjana, profesional, dan peneliti dalam disiplin ilmu al-Qur’an dan Tafsir, serta segenap civitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan topik jurnal. Artikel yang dimuat tidak selalu mencerminkan sikap redaksi ataupun institusi yang terkait dengan penerbitan jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Tradisi Nasi Berkat dan Kesuburan Lahan Garapan dalam Praktik Tawasul: Studi Living Qur’an Di Sumatera Utara Husna, Nurul; Sari, Maula
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2023): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v5i1.4179

Abstract

Religious rituals no longer only contain religious values, but have also expanded to contain the economic system. Religious rituals are a cultural asset owned by the community. Thus, the attraction of the implementation of the ritual is not only in demand or followed as a place of religious tourism, but can advance the source of community economic prosperity through the fertility of arable land. The type of research in this article is field research using sociological and anthropological approaches. This study uses Anthropological (Cultural and Religious) theory. The results of this study are that the practice of tawassul on blessed rice is carried out in Besilam for the fertility of arable land in terms of the Socio-Religious aspect of talking about social phenomena, and viewing religion as a social phenomenon that has a relationship between religion and society. That is how far religion and religious values play a role in society. With this activity, the people of Besuilam believe that God helps and blesses their agricultural land by making it fertile and prospering the community. Keywords: Tradition, Living Qur'an, Social Religion
Konsep Keadilan dalam Al-Qur’an Studi Komparasi Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Marah Labid terhadap Ayat-Ayat Adil Kholifah, Vivit Nur
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 2 (2022): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v4i2.4181

Abstract

Keadilan merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang asasi yang dibawa oleh Islam dan dijadikan sebagai pilar kehidupan pribadi, rumah tangga dan masyarakat. Sehingga al-Qur’an menjadikan keadilan diantara manusia itu sebagai hadaf (tujuan) risalah langit. Keadilan merupakan salah satu akhlak mulia (akhlaq al-karimah) dalam al-Qur’an. Hal ini ditandai dengan banyaknya ayat-ayat al-Qur’an yang memerintahkan untuk berlaku adil. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan berikut ini. Pertama, Bagaimana Konsep Keadilan dalam Islam ? Kedua, Bagaimana Konsep Keadilan dalam Tafsir Al-Misbah Karya Muhammad Quraish Shihab ? Ketiga, Bagaimana Relevansi Konsep Keadilan Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Konteks KeIndonesiaan ? Fokus pembahasan dari penelitian skripsi ini adalah terkait dengan bagaimana konsep keadilan dalam Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab dan relevansinya dalam konteks keIndonesiaan menurut Muhammad Quraish Shihab. Penulisan artikel ini menggunakan studi komparasi. Dan penelitian ini bersifat kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa menurut Muhammad Quraish Shihab dan Syeikh Nawawi keadilan harus diterapkan dalam semua bidang kehidupan, tidak hanya dalam pemerintahan dan kenegaraan saja. Tetapi konsep keadilan dalam kehidupan harus diterapkan dalam beberapa bidang, yaitu dalam bidang sosial, bidang ekonomi serta dalam menegakkan hukum dan pemerintahan. Quraish Shihab dan Syeikh Nawawi dalam menafsirkan ayat-ayat keadilan tidak ada perbedaan diantara keduanya. Adapun relevansi konsep keadilan menurut Muhammad Quraish Shihab dalam konteks keIndonesiaan kita dapat melihat kenyataan yang sangat berbeda dari apa yang terkandung dalam al-Qur’an. Masih banyak masyarakat yang tidak berlaku adil sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh Muhammad Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah.
Konsep Khairu Ummah dalam Surat Ali Imron Ayat 110 Kajian Perbandingan Kitab Tafsir Mafatihul Ghaib Karya Fakhruddin Ar-Razi dan Tafsir Al-Manar Karya Rasyid Ridho Billah, Muhammad Wajih Mu’tashim
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 2 (2022): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v4i2.4182

Abstract

Realita social dalam masyarakat akhir-akhir ini mengalami kemerosotan akhlak, bahwa seakan-akan banyak perilaku yang menyimpang dalam kehidupan. Al-Qur’an telah banyak member pelajaran khususnya kepada ummat Islam agar memperbaiki diri menjadi sebaik-baiknya umat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yang bersifat kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif (Muqarin) yaitu membandingkan antara pendapat satu tokoh mufassir dengan tokoh mufasir yang lain, maka akan tampak sisi persamaan dan perbedaan sebagai analisisnya. Penulis mengambil surat Ali Imron ayat 110 sebagai bahan pembahasan dengan membandingkan antara Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razi dan Tafsir Al-Manar karya Rasyid Ridha. Dalam penelitian ini bertujuan menjawab bagaimana definisi serta ciri-ciri umat terbaik dalam surat tersebut? Kemudian bagaimana persamaan dan perbedaan antara kedua tokoh tersebut? Dan bagaimana relevansi antara kedua tafsir tersebut terkait kajian keindonesiaan? Hasil dari penelitian ini, kedua tafsir tersebut menjelaskan apa yang terkandung dalam surat Ali Imron ayat 110 bahwa sifat khairu ummah yaitu memerintahkan yang ma’ruf, mencegah yang mungkar, serta beriman kepada Allah SWT artinya ketika salah satu tersebut telah hilang dalam diri umat, maka tidak bisa dikatakan umat tersebut sebagai umat terbaik, maka dari itu, islam telah mengajarkan agar kita kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup kita.
Konsep Makna Hasanah dan Sayyi`Ah dalam Tafsir Al-Jilani Mujtaba, Habib
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 2 (2022): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v4i2.4307

Abstract

Ayat-ayat hasanah dan sayyi`ah dalam al-Qur`an yaitu ada 160 ayat dalam 48 surat, sedangkan kata sayyi`ah dalam al-Qur`an sebanyak 151 ayat dalam 45 surat. Sedangkan kata hasanah dan sayyi`ah (yang digandengkan) terdapat 13 ayat dalam Al-Quran di antaranya dalam surat Ali `Imran ayat 120, surat An-Nisa` ayat 78, 79, surat Al-An`am ayat 160, surat Al-A’raf ayat 95, 131, 168, surat Ar-Ra’du ayat 6, 22, surat An-Naml ayat 46, surat Al-Qasas ayat 54, 84, dan surat Fussilat ayat 34. Dari kesemua ayat tersebut, makna kata hasanah dan sayyi`ah memiliki konteks makna yang berbeda-beda, diantaranya yaitu pertama dengan makna perbuatan amal baik dan buruk, kedua hal yang menimpa manusia baik perorangan atau kelompok, dan ketiga balasan atas terhadap manusia. Penelitin ini menggunakan metode library research dengan sumber data dari buku sebagai sumber kajian. Penelitian ini juga termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan pendekatan. Setelah data-data dalam penelitian terkumpul, maka data-data tersebut selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis sesuai dengan tafsir al-Jilani.
Implementasi Living Qur’an Metode “Sholati Ila Mamati” dalam Peningkatan Kualitas Hafalan Al- Qur’an Di Pondok Pesantren Tahfiz Al‘Azzam Semarang Bahriyah, Eli
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 2 (2022): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v4i2.4308

Abstract

Artikel ini membahas tentang amalan Al-Qur’an yang dilahirkan dari praktik-praktik komunal yang menunjukkan resepsi sosial komunitas tertentu terhadap Al-Qur’an. Dalam hal ini yaitu PPTQ Al ‘Azzam Semarang. Seluruh santri yang mengikuti program tahfiz diwajibkan untuk melakukan kegiatan pembacaan Al-Qur’an dalam sholat yaitu pada suratan sholat-sholat sunah, ada 2 pertanyaan penting pertama bagaimana praktik metode Sholati Ila Mamati di PPTQ Al ‘Azzam kedua mengapa praktik tersebut dilakukan. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melakukan observasi partisipan, dan non partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik metode Sholati Ila Mamati dilakukan rutin ketika shalat-shalat sunat, yaitu pada shalat rowatib, shalat dhuha, shalat tahajud, dan dalam pelaksanaanya para santri dianjurkan membaca satu halaman pada setiap raka’atnya, sehingga mereka dapat menghatamkan Al-Qur’an pada sekian harinya. Adapun faktor pendukung dan penghambat, dapat disimpulkan bahwa faktor pendukungnya yaitu pertolongan Allah SWT dan iman yang kuat, Hadir di masjid tepat waktu, adanya dukungan dari orang terdekat, adanya kontrol dan rasa tanggung jawab sebagai seorang penghafal Al-Qur’an, meluangkan waktu khusus, menjaga kesehatan, dan rasa syukur. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu tidak mengerjakan sholat sunah, beranggapan bahwa murajaah hafalan didalam sholat bukan suatu keharusan, baranggapan bahwa murajaah diluar sholat lebih mutqin, sakit, Lelah, mengantuk, malas, safar atau dalam perjalanan, sibuk, maksiat dan dosa, futur.
Pola Komunikasi Kitab Tafsir Juz ‘Amma For Kids Karya Abdul Mustaqim Chalim, Abdul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2023): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v5i1.4376

Abstract

Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam akan sulit dipahami maknanya tanpa adanya penafsiran. Pada dasarnya ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait penyampaian pesan Al-Qur’an melalui tafsir, pertama adalah terkait cara memahami maknanya sehingga pesan-pesan Al-Qur’an dapat dipahami, kedua adalah mengenai cara mengomunikasikan pesan tersebut, sehingga makna Al-Qur’an tersebut dapat sampai kepada umat Islam. penelitian mengenai pola komunikasi dalam kitab tafsir Tafsir Juz ‘Amma For Kids Karya Abdul Mustaqim ini perlu dilakukan dalam rangka mengetahui bagaimana cara mufasir mengomunikasikan kandungan ayat Al-Qur’an kepada anak-anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif dan content analysis. Dan memuat kesimpulan bahwa pola komunikasi dalam kitab tafsir Tafsir Juz ‘Amma For Kids Karya Abdul Mustaqim merupakan pola komunikasi sekunder dan linier sebab adanya penggunaan media dan tidak danya feedback dari komunikan. Dan pesan utama dalam kitab tafsir ini memuat pesan pesan sosial keagamaan.
Tradisi Pembacaan 100.000 Surah Al-Ikhlaṣ Dalam Ritual Kematian Di Tengah Pandemi Covid-19 (Kajian Living Qur’an Di Desa Candimulyo Kecamatan Kretek Kabupaten Wonosobo) Saputra, Azar Dwi
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2023): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v5i1.4378

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang praktik pembacaan 100.000 surah al-Ikhlaṣ dalam adat kematian di tengah pandemi Covid-19 di desa Candimulyo. Praktik ini dilakukan bersama-sama yakni melalui perkumpulan, waktu dan tempat tertentu. Untuk melihat bagaimana keterlibatan umat Islam dalam berkomunikasi dengan Al-Qur’an maka kajian living qur’an ini akan di fokuskan pada dua pertanyaan penting, pertama bagaimana praktik pengamalan pembacaan 100.000 surah Al-Ikhlaṣ di desa Candimulyo dan dampaknya bagi masyarakat?, kedua bagaimana praktik amalan tersebut ketika pandemi covid menyerang? penelitian ini merupakan penelitian lapanganyang dilakukan dnegan teknik interview. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan adanya praktik pembacaan 100.000 surah Al-Ikhlaṣ dimaksudkan untuk memohon ampun atas dosa dan keringanan siksa kepada Allah atas apa yang telah dilakukan oleh orang yang meninggal dunia dan guna menjaga kerukunan antar warga. Adapun sehubungan dengan adanya pandemi covid-19 maka tradisi pembacaan 100.000 surah al-Ikhlaṣ mengalami perubahan dalam hal strategi pelaksanaannya karena menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini virus Corona serta mengikuti pedoman pemerintah dan konvensi kesehatan.
Konsep KeEsaan Tuhan dalam Kitab-Kitab Agama Samawi (Kajian Perbandingan Kitab al-Qur’an dan Bibel) Anasri, Fazrin
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 1 (2023): Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v5i1.4379

Abstract

Artikel ini menjelaskan konsep keesaan Tuhan dalam kitab-kitab agama samawi yang berfokus kepada dua agama samawi yaitu Islam dan Kristen yang berpedoman kepada dua kitab suci kedua agama tersebut yakni al-Qur’an dan Bibel. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukan bahwa dalam al-Qur’an konsep keesaan dikenal dengan istilah ilmu tauhid. Inti ajaran tauhid ini ditunjukkan dalam al-Qur’an surah al-Ikhlas ayat 1-4, yang menjelaskan pemurnian keesaan Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan semua makhluk bergantung kepada-Nya. Sedangkan dalam Bibel konsep keesaan dikenal dengan istilah doktrin trinitas, yaitu Allah yang esa dan terbentuk dalam tiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang merupakan satu kesatuan. Keesaan Tuhan ini diakui dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. meskipun demikian doktrin trinitas sendiri tidak tercantum secara jelas pada Bibel akan tetapi hal ini menjadi bagian dari iman Kristen dikarenakan ada beberapa ayat-ayat keesaan pada Bibel yang dipahami dengan doktrin trinitas tersebut, seperti pada Ulangan 6:4 dan Markus 12: 29. Ayat tersebut dijadikan inti dari ajaran keesaan pada Bibel sebagai bagian dari iman Kristen. Dari hasil analisis komparatif yang dilakukan ditemukan beberapa perbandingan mengenai konsep keesaan dalam al-Qur’an dan Bibel yakni, penciptaan, penyampai wahyu, tauhid dan trinitas, serta pemaknaan kata esa.
MUSHAF MAGHRIBI : Studi Awal Sejarah Penulisan Mushaf di Era Modern Wilayah Magrib AZIS, FAKIH ABDUL
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 02 (2023): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v5i02.4580

Abstract

Abstrak The Maghreb Mushaf is assigned special characteristic and properties that distinguish it from other Mushafs. Just as the letter qaf doesn't always have a two-point mark; the letter fa is a point uncertain about it; the letter nun if at the end of the word does not have a dot, and so on. Based on these problems, the author would like to show how the history of the development of the Maghreb Mushaf of Al-Quran is. Then what is the basis in the guidelines for writing the Maghreb Mushaf. This research uses a descriptive-analytical method of investigation into the Maghreb Mushaf. By trying to explain the historical roots and copyists of the Mushaf from the advent of Islam to the present day. And how the writing of Maghreb Mushaf is growing rapidly in the Moroccan Kingdom. The results of this study concluded that the person who first brought the Mushaf al-Quran to the Maghreb region was Abdurrahman ad-Dakhil. The Mushaf he brought was a delivery from Sayyidina Uthman to the people of Sham. While the guidelines for writing the Mushaf al-Quran of Maghrib use the rules of Imam Al-Dany in its diacritical marks. Keywords: Mushaf, Maghreb, History, Diacritic, Al Dany
PENAFSIRAN ABDULLAH BIN ABBAS TENTANG SURAH AL-IKHLAS DALAM KTAB TAFSȊR TANWȊR AL-MIQBÂS FI TAFSȊR IBN ‘ABBĀS Irfaniyah, Alia
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5 No 02 (2023): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v5i02.4735

Abstract

This istudy idescribes ithe icapture iof isurah iAl-Ikhlas iaccording ito iibn iAbbas iin ithe ibook iof iTafsȋr iTanwȋr iAl-Miqbâs iMin iTafsȋr iIbn i‘Abbās iwhich ihas ibeen icompiled iby iFairȗzabâdi. iHe iis ia ischolar iwho iwas iborn iin i728 iin iKazrun i(Persi). iIn ithis istudy ithe iauthors iused ithe ilibrary iresearch imethod ior ilibrary iresearch ito iexplain ithe imethod iused iby iIbn i‘Abbās iin ihiding ior iexplaining isurah iAl-Ikhlas. iThis iexplanation ihas ibasically ibeen idiscussed iin iseveral iprevious istudies iand ialso iin iseveral ijournals isuch ias iHasan iAsyari's ijournal iwhich iexplains iTafsȋr iIbn i‘Abbās iand ialso iAhmad iNurul iet ial's iJurnal iwhich idiscusses iTafsȋr iSurah iAl-Fatihah. iTherefore, ithere iare idifferences iin ithe iprevious iresearch iand ithis iresearch iwhich idiscusses ithe iinterpretation iof iSurah iAl-Ikhlas iwhich iexplains ithe iOneness iof iAllah iAzza iwa iJalla.