cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalqaf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalqaf@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km.03 Wonosobo 56351, Kab.Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Qaf : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : -     EISSN : 25409565     DOI : https://doi.org/10.59579/qaf
Core Subject :
Qaf adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo. Terbit pertama kali tahun 2016. Jurnal ini difokuskan pada kajian bidang studi ilmu al-Qur’an dan Tafsir dengan berbagai macam pendekatan keilmuan. Redaksi mengundang para ahli, ilmuan, sarjana, profesional, dan peneliti dalam disiplin ilmu al-Qur’an dan Tafsir, serta segenap civitas akademika untuk menulis artikel sesuai dengan topik jurnal. Artikel yang dimuat tidak selalu mencerminkan sikap redaksi ataupun institusi yang terkait dengan penerbitan jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Menelisik Nilai Hermeneutik Tafsir Sufi Ibn ‘Arabȋ Dalam FutûḤât Al-Makkiyyah Samsurrohman, Samsurrohman
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 1 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah kepada manusia agar dapat dipahami dan kemudian menjadi pedoman kehidupan bagi umat manusia. Namun begitu, pada kenyataannya, pemahaman manusia terhadap ayat-ayat al-Qur’an tidaklah sama. Al-Qur’an ini dipahami secara variatif sesuai dengan bidang yang digeluti oleh pembacanya. Artikel ini berusaha mengkaji pemahaman Ibn ‘Arabî atas teks-teks al-Qur’an dalam kitab Futûhât al-Makkiyyah. Sebagai seorang pakar dan praktisi tasawuf, ia memahami pesan-pesan dalam al-Qur’an dengan menggunakan metode intuisi. Hal ini tidak terlepas dari pemahaman para sufi yang memandang bahwa setiap huruf al-Qur’an memiliki makna yang dapat dipahami sesuai dengan tingkat kesucian hati orang yang hendak memahaminya
Istiqamah Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsîr al-Jîlanî) Taufiq, Muhammad
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 1 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap konsisten atau istiqamah merupakan serangkaian perintah ibadah yang nota bene sulit dilakukan. Banyak anggapan bahwa perilaku istiqamah hanya bisa dilakukan oleh kalangan sufi saja. Runtutan dari proses istiqamah ini membentuk suatu dimensi yang dapat digambarkan dengan memperhatikan aspek-aspek yang menjadi objek tujuannya yang bertumpu pada ayat-ayat alQur’an. Tujuan dari pada penelitian ini adalah menyingkap maksud ayat-ayat istiqamah yang ada dalam Tafsîr al-Jîlanî. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep istiqamah dalam Tafsir al-Jailani ini dapat mengetahui berbagai dimensi istiqamah, yaitu dimensi ibadah, dimensi dakwah, dan dimensi sosial, dengan mengaplikasikan berbagai prinsip dalam membentuk sikap tersebut. Sehingga eksistensinya dapat terwujud dalam kehidupan.
Kontekstualisasi Marid dan Saqim Dalam Al-Qur`an (Kajian Semantik Al-Qur`an) Mughni, Shifaul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marid dan saqim secara etimologi berarti sakit atau penyakit, Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menciptakan penyakit sekaligus metode penyembuhan penyakit itu. Suatu penyakit dapat dinyatakan sembuh atas izin Allah dengan dua macam treatment sebagai proses penyembuhan, yakni treatment fisik dan non fisik. Marid dan saqim berarti naqidu as sihah (kebalikan dari sehat) marid dan saqim memiliki makna yang sama yaitu sakit secara jasmani yaitu sakit badannya dan sakit yang ada didalam hatinya seperti yang dijelaskan bahwa itu adalah orang-orang yang lemah imannya dan berkesinambungan dengan kata yang lain antara lain yang bersinonim dengan kata ḍaif, aża, naṣaba, hazana dan berantonim dengan kata syifa’, Ŝihah, dan Ahsana
Kriptografi Surat Al-Fatihah Muhlasin, Muhlasin
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kriptografi surat AlFatihah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beberapa kripto yang ada disurat AlFatihah, sehingga ketika kita mengetahui betapa hebatnya struktur matematis penyusunan Al-Qur’an yang begitu sistematis dan sempurna yang membuat Al-Qur’an sangat tidak mungkin untuk bisa dipalsukan karena keontentikanya sangat terjaga dan diharap dapat menambah keimanan dan juga rasa keyakinan kita kepada Allah sang Maha Agung. Metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan perhitungan Algoritma sekuensial. Mencari tau jumlah ayat, urutan surat, nilai Al-Jum’al setiap huruf hijaiyah, menjari tau jumlah kata, dan jumlah huruf pada surat Al-Fatihah. Sumber data yang utama yaitu dari Al-Qur’an dan yang umum seperti buku yang berjudul Misteri Kitab Mulia, Matematika Alam Semesta, Pemerintahan Tuhan, Kriptografi karya Rinaldi Munir dan buku yang berjudul Kriptografi Keamanan. Hasil dari penelitian kriptografi surat Al-Fatihah untuk mengetahui keontentikan AlQur’an yang memang Allah yang menciptakannya. Telah diketahui bahwa surat AlFatihah adalah ururan surat ke 1 yang terdiri dari 7 ayat, 29 kata, 139 huruf dan memiliki jumlah nilai Al-Jum’al 10143 dan dibagi menggunakan salah satu angka istimewa yaitu 19 dalam Al-Qur’an. Setelah semua data yang didapat dan dihitung menggunakan pendekatan Algoritma sekuensial maka kita akan dapat mengetahui bahwa surat Al-Fatiahah memiliki 10 krito pelindung dan surat Al-Fatihah terstruktur dengan sangat baik secara sitematis dan sangat sulit untuk menganti ataupun memalsukan keontentikannya
Relasi Muslim dengan Non Muslim (Analisis QS. Al-Mumtahanah Pendekatan Antropologi Al-Qur`an) Zuhri, Ulfa Rizki Amalia
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang relasi antara Muslim dengan non Muslim yang terdapat dalam QS. al-Mumtahanah. Yang dijelaskan pada awal ayat ini tentang larangan Allah swt kepada kaum Muslim agar tidak menjalin relasi dengan non Muslim. Karena pada zaman Nabi Muhammad saw kaum non Muslim memerangi dan mengusir Nabi serta pengikutnya dari tempat tinggalnya. Namun pada pertengahan ayat, Allah swt menganjurkan kaum Muslim menjalin hubungan dengan non Muslim. Sehingga Allah swt memberi peringatan kepada semua umatnya dengan menurunkan surat al-Mumtahanah ini. Dengan ini saya menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi al Qur`an. Adapun teknik pengumpulan data yang saya lakukan yakni mengumpulkan ayat-ayat pada surat al-Mumtahanah dan surat yang berhubungan dengan pembahasan yang akan dibahas dalam surat al-Mumtahanah, kemudian mengklarifikasi data yang sudah diperoleh menjadi data primer dan data sekunder seperti buku-buku, kitab-kitab dan jurnal. Kemudian menelaah beberapa bagian yang ada, lalu mengutip bagian yang berhubungan. Kemudian analisis data yang saya gunakan yaitu content analisys (analisis isi), untuk mempermudah dalam memaparkan isi pembahasan yang ada dalam surat al-Mumtahanah. Adapun hasil penelitian dalam skripsi ini tentang QS. Al -Mumtahanah yang dilihat dari segi antropologinya, terdapat dua anjuran yang berbeda. Pertama, tentang larangan Allah swt kaum Muslim menjalin relasi dengan kaum non Muslim. sebab konteks kebudayaan orang non Muslim pada saat itu bersifat keras. Mereka telah memerangi dan mengusir Nabi serta pengikutnya dari kampung halamannya. Kedua, diperbolehkan menjalin relasi dengan orang-orang non Muslim yang tidak memusuhi dan memerangi kaum Muslim. Dilihat dari konteks kebudayaan sekarang ini, orangorang non Muslim sudah tidak lagi berlaku keras lagi terhadap orang-orang Muslim seperti dahulu. Maka dalam hal ini Allah swt tidak melarang orang-orang Muslim menjalin hubungan dengan orang-orang non Muslim. Dalam hal ini, pendekatan antropologi di sini bertujuan untuk membantu mengembangkan dan membangun manusia agar lebih mudah memahami karakter manusia dari segi budaya dan kebiasaan masyarakat Arab pada waktu itu yang terdapat dalam QS. Al Mumtahanah
Kritik Buya Hamka Terhadap Tafsir Misoginis Atas Hawa (Studi Kisah Turunnya Adam ke Bumi dalam Al-Qur`an) Azzura, Shofi
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya narasi Al-Qur’an yang dekat dengan isu perempuan, rupanya menjadi titik kontroversi dengan munculnya beragam penafsiran. Seperti hal kisah turunnya Adam dan Hawa dari surga. Banyak sekali tafsir-tafsir klasik yang menafsirkan ayat-ayat yang berkenaan dengan drama kosmis tersebut menggunakan riwayat-riwayat Israilliyat yang sulit untuk dilakukan pelacakan terkait benar tidaknya baik dari segi redaksi, rantai riwayat maupun lainnya. Pemaparan redaksi yang secara eksplisit menyalahkan Hawa menguatkan konstruksi patriarkis di dalam masyarakat. Keterpinggiran perempuan semakin tidak bisa dihindarkan sedang garis batas perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan semakin jelas. Mufassir kontemporer seperti Buya Hamka kemudian mengkritisi tafsir-tafsir yang bermuatan misoginis tersebut dan mengonternya dengan pembelaan-pembelaan terhadap kaum perempuan di dalam karya-karyanya. Ada dua pertanyaan penting yang akan dikaji: (1) Bagaimana jejak historis turunnya Adam dan Hawa ke bumi di dalam tafsir klasik (2) Bagaimana kritik Buya Hamka atas konsep misoginis mengenai turunnya Adam dan Hawa dari surga? Dalam penelitian ini, gender digunakan sebagai pisau analisa setelah melakukan kajian ayat melalui metode content analysis Dari pembacaan tersebut dihasilkan kesimpulan bahwa penafsiran mengenai turunnya Adam dan Hawa dari surga di dalam tafsir klasik dengan percampuran riwayat Israilliyat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan melahirkan tulisan bernada misoginis dan begitu merugikan pihak perempuan. Melihat ini, Buya Hamka memberikan komentar, dan menyatakan penolakannya terhadap redaksi-redaksi yang menyatakan Hawa bersalah. Beliau kemudian mengemukakan pandangan bahwa sebetulnya, dalam konteks ini Adamlah yang bersalah dengan menyandarkan interpretasinya dengan redaksi ayat-ayat lain yang terkait, serta kuatnya penekanan beliau mengenai berpikir logis. Sebagai seorang mufassir dengan pandangan tersebut, memberikan kontribusi baru dalam bidang penafsiran. Terkait ayat-ayat yang dekat dengan isu perempuan, tafsiran beliau terbagi menjadi beberapa fragmen, sehingga bisa disimpulkan bahwa Buya Hamka memiliki pandangan gender yang kompleks.
Kontekstualisasi Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Al-Mustaḍ`afịn (Kajian Dengan Pendekatan Hermeneutika Farid Esack) Rozak, Muhammad Abdul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam mengajarkan pemeluknya untuk membantu kaum yang lemah. Ajaran ini sekaligus memberikan pesan kepada setiap muslim untuk menjadi manusia yang unggul. Disisi lain, terdapat fakta bahwa terdapat umat islam yang terlanjur berada dalam kelompok Mustaḍ`afịn, baik secara agama, ekonomi, politik, maupun sosial budaya. Problem ini menjadi tugas umat Islam secara global untuk diatasi. Al-Qur`an yang menjadi kitab pedoman telah menyebutkan problematika kaum Mustaḍ`afịn tersebut. Meminjam teori Farid Esack tentang teologi pembebasan, tulisan ini mengupas tentang bagaimana kaum lemah atau bahkan tertindas, terutama yang terjadidi Indonesia dapat memperoleh kesejahteraan dan kebebasan.
Konsep Tawakal dalam Tafsir Al-Kasyaf Karya Zamakhsyari Aliyah, Muhimatul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang salah satu pondasi agung dari sekian banyak pondasi keimanan, serta mengungkap sisi tasawuf dari penulis tafsir klasik yang terkenal dengan aliran Mu’tazilahnya, yaitu Zamakhsyari dengan karya tafsirnya al-kasyaf. Titik fokus yang akan dibahas di sini adalah tentang konsep Tawakal yang terdapat dalam tafsir al-Kasyaf. Berawal dari tujuan tersebut, penelitian ini mengidentifikasi ayat-ayat tawakal dalam al-Qur’an, menjelaskan makna tawakal, macam-macam tawakal, tingkatan-tingkatan tawakal, serta buah tawakal.Dalam penelitian ini juga membahas tentang biografi dari penulis tafsir al-Kasyaf yaitu Zamakhsyari, metode serta corak yang digunakan oleh Zamakhsyari dalam menulis tafsir tersebut. Penelitian pada kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) karena sasran utama penelitian ini adalah buku-buku serta literature-literature yang terkait. Penjelasan skripsi ini mengarah pada penelitian ayat-ayat al-Qur’an tentang konsep tawakal beserta penafsiran dari mufasir klasik yaitu Zamkahsyari dengan kitabnya tafsir al-Kasyaf. Setelah dilakukan penelitian dari segi ayat-ayat yang membahas tentang tawakal dapat disimpulkan bahwasanya menurut Zamakhsyari tawakal merupakan memasrahkan diri kepada Allah SWT setelah usaha terlebih dahulu atau ikhtiar
Makna Ayat-Ayat Putus Asa dalam Tafsīr Al-Kasyāf Zaenudin, M. Furqon
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 2 No 3 (2017): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam Al-Qur’an terdapat kata-kata yang mempunyai sinonimitas (tarāduf) salah satunya adalah kata tentang putus asa, yaitu Yaisa, Qanata dan Balasa. Kata yaisa di dalam Al-Qur’an terdapat 11 kata dalam 8 surat, kata Qanata 6 kali dalam 5 surat. Kata Balasa 5 kali dalam 4 surat. Kata Yaisa dan Qanata mempunyai persamaan makna yaitu keputusasaan terhadap kebaikan, dan kata Balasa dari suatu keburukan. Aplikasi konsep putus asa dalam konteks sekarang, yaitu, manusia tidak bisa menggunakan secara maksimal potensi-potensi yang ada dalam dirinya yang telah Allah swt anugerahkan kepadanya dan dalam hatinya tidak ada tawakkal, selalu menerima setiap takdir-Nya, sehingga dalam mengatasi setiap problem kehidupan tidak mampu menyelesaikanya. Untuk mempermudah dalam memahami dan mengetahui makna Ayat-Ayat Putus Asa Dalam Tafsīr Al-Kasyāf dengan menggunakan metode tafsir tematik / Maudhū’i. Pendekatan ini dengan menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an yang terkandung makna putus asa, kemudian mengkaji pemikiran Al-Zamakhsyāri dalam Tafsīr Al-Kasyāf mengenai putus asa
Konsep Embrio Manusia Prespektif Al-Qur`an dan Sains (Kajian Analisis QS. Al-Mu`minun Ayat 12-14) Hasanudin, muhammad
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 1 (2018): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang embrio manusia perspektif al-Qur’an dan Sains. Dalam hal ini penulis memfokuskan ayat-ayat tentang embrio dalam al-Qur’an. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Bagaimana konsep embrio dalam pandangan al-Qur’an, sains dan integrasi antara kedua konsep tersebut. alasan mengapa penulis ingin mengintegrasikan dalam penelitian ini karena supaya semakin jelas bahwa al-Qur’an bukan hanya merupakan kitab dokumentasi hukum, akan tetapi juga merupakan kitab suci yang mempunyai kode-kode ilmiah yang mesti digali lebih dalam, khususnya bagi kaum muslim. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ilmu tafsir yaitu dengan menggunakan tafsir tematik (maudhu’i). Proses pengumplan data dilakukan dengan 2 tahap yaitu dengan membaca dan menelaah buku-buku pustaka yang memiliki relevansi dan permasalahan yang dibahas. Adapun analisi data penulis merujuk pada teori yang digunakan oleh Quraish Shihab mengenai tafsir tematik. Yaitu mengumpulkan semua ayat-ayat embrio dalam Al-Qur’an kemudian mengelompokkan dan menganalisisnya. Dalam pemelitian ini ditemukan adanya kesesuaian antara al-Qur’an dan sains mengenai perkembangan embrio manusia dalam kandungan. Dan pada intinya berdasarkan analisis kajian ini dapat diketahui bahwa antara al-Qur’am dan sains tidak ada pertentangan mengenai konsep embrio manusia dan juga dengan kemajuan penelitian yang dilakukan membuat pemaknaan al-Qur’an menjadi lebih sesuai dengan proses pembentukan embrio.