cover
Contact Name
Ardan Moris
Contact Email
ardan@iblam.ac.id
Phone
+6285215345871
Journal Mail Official
ardan@iblam.ac.id
Editorial Address
Raya Jl. Poltangan Raya No.6, RT.3/RW.5, Tj. Bar., Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Law
Published by Neolectura
ISSN : -     EISSN : 29866693     DOI : https://doi.org/10.37010
Core Subject : Humanities, Social,
Postulat adalah jurnal yang diterbitkan oleh Neolectura, Divisi Publikasi Buku dan Jurnal Ilmiah PT Naraya Elaborium Optima yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, diterbitkan dua kali dalam satu tahun. Postulat adalah media publikasi ilmiah dalam bentuk makalah konseptual dan penelitian lapangan yang terkait dengan bidang kajian ilmu hukum dan relevansinya. Diharapkan Postulat dapat menjadi media bagi akademisi dan peneliti untuk menerbitkan karya ilmiah mereka dan menjadi sumber referensi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Postulat merupakan jurnal yang berada dibawah naungan PT Naraya Elaborium Optima
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 91 Documents
Eksaminasi Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung dalam Koreksi Kekhilafan Hakim (Judex Facti) Pada Perkara Narkotika (Studi Putusan: Nomer 2473/PK/Pid.Sus/2025) Melinda , Najwa; Fakhlur, Fakhlur
Postulat Vol 4 No 1 (2026): POSTULAT: Jurnal Hukum
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/postulat.v4i1.2214

Abstract

This study examines the role of judicial review (Peninjauan Kembali/PK) as a corrective mechanism for judicial error in narcotics cases, focusing on Supreme Court Decision Number 2473 PK/Pid.Sus/2025. Using normative legal research and case analysis, the study finds that the Supreme Court identified errors in the judex facti’s assessment of legal facts and sentencing proportionality, particularly regarding the quantity of evidence and the offender’s role. Consequently, the sentence was reduced from 13 years to 9 years of imprisonment. This decision reflects the application of substantive justice by prioritizing proportionality and material truth while maintaining legal certainty.

Page 10 of 10 | Total Record : 91