cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 3,005 Documents
Majelis Ta’lim Dan Pembelajarannya Dalam Meningkatkan Kualitas Keagamaan Umat Islam Di Indonesia Ahmad Mirotsul Haq; Fitriyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19842

Abstract

Lembaga pendidikan Islam non formal yang cukup punya andil dalam upaya peningkatan kualitas keagaman bangsa Indonesia adalah majelis ta’lim. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan kegiatan apa saja yang diikuti oleh Masyarakat selama mengikuti kegiatan di dalam majelis ta’lim. Untuk memudahkan proses penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik memperoleh informasi pada informan yakni wawancara. Dari proses penelitian yang dilakukan, hasil penelitian menunjukan bahwa, majelis ta’lim memiliki peran besar bagi Masyarakat dalam mengikuti pembelajaran di dalamnya. Terdapat dua kegiatan yang dilaksanakan dari hasil penelitain ini. Diantaranya Dalam bidang pendidikan Masyarakat mengikutu kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an, belajar tata cara praktik sholat memimpin tahlil dan menghafal doa-doa setelah sholat. Selain itu dalam kegiatan sosial, Masyarakat mengikuti kegiatan berbagi makanan, jumat berkah, bakti sosial, khitanan masal sampai dengan berbagi takjil dan buka Bersama di bulan Ramadhan.
Sengketa Perbatasan Maritim Indonesia–Malaysia di Kawasan Ambalat: Tinjauan Hukum Perbatasan dan Model Penyelesaian Sengketa Nadine Keisya Salsabila; Sella Marettista Anggraini; Nazwa Azzahra Putri Shaery
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20010

Abstract

Sengketa perbatasan maritim antara Indonesia dan Malaysia di kawasan Ambalat tetap menjadi isu strategis dalam hukum laut internasional karena belum tercapainya delimitasi batas maritim yang disepakati kedua negara. Selain menimbulkan ketidakpastian yurisdiksi, sengketa ini semakin kompleks akibat tingginya nilai ekonomi kawasan yang memiliki potensi sumber daya minyak dan gas bumi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memperumit penyelesaian sengketa Ambalat serta mengevaluasi mekanisme penyelesaiannya berdasarkan perspektif hukum laut internasional. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui analisis terhadap ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, doktrin hukum, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa dipengaruhi oleh perbedaan interpretasi delimitasi maritim, kepentingan strategis atas sumber daya alam, serta belum tercapainya kesepakatan bilateral yang komprehensif. Temuan ini menunjukkan bahwa diplomasi bilateral tetap menjadi mekanisme utama penyelesaian sengketa, yang dapat diperkuat melalui skema joint development dan, apabila diperlukan, penyelesaian melalui forum peradilan internasional. Pendekatan tersebut berpotensi menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.
Preservasi Pengetahuan Tradisi Pernikahan Adat Nagari Mungka Di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat Ferisa Efrilia; Desriyeni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20049

Abstract

Tradisi pernikahan adat di Nagari Mungka kaya akan nilai filosofis, namun rentan terdegradasi akibat dominasi pewarisan lisan dan modernisasi. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis pemaknaan tradisi sebagai memori budaya, proses pewarisan antargenerasi, konversi pengetahuan, serta tantangan keberlanjutannya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat serta generasi muda, dan studi dokumentasi, dengan teknik analisis interaktif serta triangulasi metode untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan tradisi pernikahan Mungka (maisi piti sasuduik, maecek nasi, locuk/maiyeh, jampuik makan induak bako) berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Namun, berdasarkan model SECI, konversi pengetahuan belum seimbang karena lemahnya dokumentasi tertulis (externalization). Akibatnya, generasi muda mengalami ketimpangan pemahaman (internalization) dimana mengetahui proses ritual tetapi buta esensinya. Keberlanjutan memori budaya ini terancam oleh minimnya literasi adat generasi muda, tingginya mobilitas merantau, pernikahan antardaerah yang memicu penyederhanaan adat, serta krisis regenerasi aktor adat.
Manfaat Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja manfaat yang diperoleh masyarakat setelah melaksanakan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga dengan mengetahui manfaat tradisi aggalara’ maka masyarakat utamanya generasi muda akan lebih antusias dalam mempelajari berbagai hal terkait tradisi aggalara’ dan memperoleh berbagai keterampilan setelah ikut andil dalam pelaksanaan tradisi aggalara pada acara pasunna’. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait manfaat pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa manfaat pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu memperkuat posisi adat dalam struktur sosial. Manfaat kedua yaitu memperluas jejaring sosial antarwilayah. Manfaat ketiga yaitu meningkatkan keterampilan generasi muda dan manfaat keempat yaitu menjadi wahana dokumentasi budaya lokal.
Dinamika Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11505

Abstract

Tradisi Aggalara’ adalah bagian dari prosesi adat Pasunna’ yang berlangsung di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Seiring waktu, praktik dan maknanya mengalami banyak perubahan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi Aggalara’ berkembang dari masa lalu hingga saat ini, dengan menyoroti dinamika perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara, serta studi dokumentasi. Analisisnya menggunakan teori modernisasi dari Walt Rostow, yang berpendapat bahwa masyarakat bergerak melalui beberapa tahap dari masyarakat tradisional hingga masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan ada lima perubahan utama yang terjadi. Pertama, kepercayaan sakral menjadi tradisi kultural modern. Kedua, proses pewarisan tradisi yang sebelumnya dilakukan secara lisan mulai beralih ke digitalisasi, meskipun proses ini masih berlangsung secara terbatas. Ketiga, prosesi yang dulunya tertutup kini lebih terbuka dan dipublikasikan secara luas melalui media sosial, sehingga mampu menjangkau audiens di luar komunitas lokal. Keempat, Dari Praktik Tradisional ke Penguatan Akademik dan Kolaborasi Institusional. Kelima, suasana awal yang sakral berubah menjadi semi-hiburan, di mana acara yang dulunya bersifat tertutup kini terbuka dan berfungsi sebagai daya tarik kebudayaan.
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pendidikan, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Terhadap Pengangguran Di Provinsi Sumatera Utara Dwi Fitria; Nurlina Basyah; Salman Syarief
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.12219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan dan tingkat partisipasi angkatan kerja terhadap pengangguran di Provinsi Sumatera Utara. Jenis penelitian adalah kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder bersifat time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara dari tahun 2010-2024. Metode analisis data regresi linear berganda melalui program Eviews10. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh positif terhadap tingkat pengangguran, dan secara simultan variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan dan TPAK berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran. Implikasi dalam penelitian ini yaitu pentingnya tingkat pendidikan terutama daerah pedesaan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga terserap di pasar kerja, serta peningkatan lapangan pekerjaan di Provinsi Sumatera Utara.
Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di Pemerintah Kabupaten Gresik Sandini Alifiyah; Susi Hardjati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di Pemerintah Kabupaten Gresik dengan mengaplikasikan teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Teori ini mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan aplikasi Srikandi tergolong berjalan dengan baik, terutama dalam aspek komunikasi dan disposisi, Hal ini didukung oleh adanya komitmen dari pimpinan untuk mendorong proses digitalisasi arsip. Meskipun demikian, masih dijumpai sejumlah hambatan pada aspek sumber daya, seperti rendahnya kesadaran pegawai untuk beralih ke sistem digital serta permasalahan server yang kerap mengalami gangguan. Selain itu, pada aspek struktur birokrasi diperlukan penyesuaian standar operasional prosedur (SOP) agar lebih selaras dengan kebutuhan proses digitalisasi. Secara umum, implementasi aplikasi Srikandi berdampak positif pada peningkatan efektivitas pengelolaan arsip dinamis di Pemerintah Kabupaten Gresik.
Pembelajaran Berbasis Masalah Yang Ditingkatkan Dengan Wayground: Pendekatan Kreatif Untuk Mengajar Active And Passive Voice Ainun Dhifa Dhifa; Muhammad Ryan Indra Kusuma; Andi Asri Jumiaty; Arrahmania
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14670

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Enhanced Problem-Based Learning dengan media Wayground dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi active and passive voice di SMPN 1 Polongbangkeng Utara. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VIII yang mengalami kesulitan memahami transformasi kalimat aktif-pasif, sebagaimana terindikasi dari hasil pre-test dengan rerata 52,88 dan ketuntasan 15,38%. Penelitian mengadopsi desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rerata post-test menjadi 84,73 dengan ketuntasan 100%, menghasilkan gain score sebesar 31,85 poin (60,25%). Temuan mengonfirmasi bahwa integrasi PBL dengan media Wayground menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna, dimana fitur gamification berhasil meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif siswa dalam mengonstruksi pemahaman gramatikal melalui pemecahan masalah kolaboratif. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan responsif terhadap karakteristik pembelajaran abad 21.
Jilbab, Cadar, dan Tubuh: Pertarungan Makna dalam Ruang Publik melalui Perspektif Konstruktivisme Sosial Nazila Ramadana; Rica Amelia Putri; Surawan Surawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14698

Abstract

The hijab and niqab in Indonesia often spark debates that go beyond clothing choices, touching on identity, religious authority, and social structures that shape public perceptions. This study examines how the meanings of the hijab, niqab, and women’s bodies are constructed, contested, and negotiated in public spaces from a social constructivist perspective. Using a qualitative method with critical discourse analysis, data were gathered through literature review, online media analysis, and limited interviews with students and community members holding diverse views. This approach helps uncover hidden meanings embedded in texts, symbols, and social practices. Findings reveal that the hijab and niqab do not hold uniform meanings. Some communities regard them as expressions of piety and religious identity, while others perceive them as symbols of restriction. These contested meanings intensify in public arenas such as social media, where religious, cultural, and political narratives intersect. The study highlights the fluid, context-dependent nature of these symbols and their role in shaping religious and gender identities in Indonesia.
Urgensi Pendidikan Islam Dalam Pembinaan Kemandirian dari Perspektif Imam IbnuKhaldun Sohib Ammar Zuhdi; Aji Ridwan mas; Jundullah Muhammad Faruq; Muhammad Hasan Albana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14774

Abstract

Persoalan ketenagakerjaan dan tingginya angka pengangguran di Indonesia, khususnya di kalangan remaja, masih menjadi tantangan serius yang seringkali dikaitkan dengan rendahnya tingkat kemandirian dan etos kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendidikan Islam dalam meningkatkan kemandirian remaja sebagai solusi fundamental, menggunakan kerangka analisis teoretis dari perspektif Ibnu Khaldun. Metode yang digunakan adalah library research (studi pustaka) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, berfokus pada analisis konten (content analysis) sumber primer seperti Al-Qur'an, Hadis, dan karya monumental Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Ibnu Khaldun sangat relevan dalam pembinaan kemandirian melalui tiga aspek: (1) pembentukan rasionalitas muslim yang mengintegrasikan akal, wahyu, dan observasi empiris untuk menjauhi sikap fatalistik; (2) implementasi budaya kerja (al-'amal) sebagai ibadah dan kehormatan yang esensial bagi kemajuan peradaban (al-'umran); dan (3) pembangunan karakter gigih melalui pengembangan tingkatan akal dan pengalaman praktis (malakah). Adopsi model pendidikan Islam berbasis Ibnu Khaldun ini dapat menjadi solusi efektif dalam menjembatani kesenjangan antara tujuan pendidikan ideal dan realitas rendahnya kemandirian remaja di lapangan.