cover
Contact Name
Try Sugiyarto
Contact Email
trysaja@uho.ac.id
Phone
+62401-3198228
Journal Mail Official
ojs_mk@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma, Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, KENDARI 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25032712     DOI : https://doi.org/10.33772/medkons.v9i4.68
Core Subject : Engineering,
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil provides a publication venue for researchers and practitioners of civil engineering for various disciplines. These may include but are not limited to various fields such as: Structural Engineering Transportation Engineering Water Resources Engineering Geotechnical Engineering Project Management Material Science
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2025)" : 14 Documents clear
Pemodelan Lantai Kendaraan pada Jembatan Rangka Terbuka Bentang Panjang dengan Mengabaikan Efek P-Δ pada Batang Tepi Atas Ilanka Cahya Dewi; Pujo Priyono; Setiyo Ferdi Yanuar
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.106

Abstract

Jembatan rangka terbuka bentang panjang sering mengalami efek P-Δ pada batang tepi atas akibat deformasi lateral, yang dapat mempengaruhi kestabilan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi dalam perencanaan jembatan rangka terbuka bentang panjang dengan pemodelan lantai kendaraan, sehingga efek P-Δ pada batang tepi atas dapat diabaikan. Studi dilakukan pada jembatan yang direncanakan di kawasan perkebunan PTPN XII Kalirejo, Banyuwangi, Indonesia. Metode penelitian meliputi: (1) survei topografi dan analisis penampang sungai, (2) analisis hidrologi untuk menentukan elevasi banjir, (3) survei jembatan rangka terbuka eksisting sebagai referensi, (4) pemodelan struktur menggunakan perangkat lunak CSI BRIDGE, dan (5) pemodelan ulang lantai kendaraan menggunakan sistem Orthotropic Deck Bridge untuk meningkatkan kekakuan lantai kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan profil jembatan eksisting tanpa modifikasi tidak aman, dengan rasio gaya aksial maksimum 2,66 (>1) dan lendutan maksimum 0,2569 m. Dengan penerapan model Orthotropic Deck Bridge, kekakuan lantai kendaraan meningkat hingga 8,4 kali, menurunkan faktor panjang tekuk (k) dari 1,0 menjadi 0,577, sehingga efek P-Δ pada batang tepi atas dapat diabaikan. Kesimpulannya, pemodelan ini memungkinkan pemanfaatan kembali profil struktur eksisting secara lebih efisien dan ekonomis. Penelitian ini turut berkontribusi dalam pengembangan desain jembatan rangka terbuka bentang panjang serta metode perbaikan yang mendukung peningkatan konektivitas dan distribusi hasil industri dan perkebunan di kawasan PTPN XII Kecamatan Glenmore.
Pemanfaatan Pasir Gunung Humbang Hasundutan sebagai Agregat Halus pada Campuran Hotmix AC-BC Sunarto; Susilowati
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.124

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia terus mengalami perkembangan guna menjawab kebutuhan transportasi yang semakin kompleks. Salah satu kendala dalam pembangunan jalan adalah keterbatasan ketersediaan material konvensional, seperti abu batu yang umumnya digunakan sebagai fraksi halus agregat dalam campuran aspal. Eksperimen ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pasir Gunung Humbang Hasundutan sebagai alternatif pengganti pada fraksi halus agregat dalam kombinasi Laston AC-BC. Fokus utama eksperimen ini yaitu menilai kelayakan pasir Gunung Humbang Hasundutan sebagai fraksi halus agregat dalam kombinasi Laston AC-BC, yang belum menjadi fokus utama dalam riset sebelumnya. Berbeda dengan studi di Bengkulu yang menggunakan pasir lokal untuk lapisan AC-WC pada lalu lintas ringan, serta penelitian di Sumatera Utara yang lebih menekankan pada kombinasi filler abu batu dan abu vulkanik, penelitian ini menganalisis penggunaan pasir Gunung Humbang Hasundutan secara komprehensif, termasuk dampaknya terhadap stabilitas, daya tahan, dan fleksibilitas campuran. Metode yang digunakan pada eksperimen ini mencakup uji Marshall, Immersion Test, dan Indirect Tensile Strength (ITS), dengan variasi komposisi pasir Gunung Humbang Hasundutan meliputi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% serta penambahan aspal dilakukan pada tingkat optimum, yakni 5,5%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pasir Gunung Humbang Hasundutan secara umum dapat dimanfaatkan sebagai fraksi halus agregat dalam kombinasi laston AC-BC dengan komposisi optimal sebesar 6%. Akan tetapi, kinerjanya masih berada di bawah abu batu, yang terlihat dari penurunan nilai stabilitas, flow, VFA, densitas, Index of Retained Strength, ITS, dan ITSR, serta peningkatan nilai VIM, VMA, dan Marshall Quotient seiring bertambahnya persentase pasir gunung dalam campuran.
Analisis Numerik Kuda-Kuda Baja Ringan terhadap Lendutan dan Efisiensi pada Berbagai Konfigurasi Struktur Mursalim Ninoy La Ola; Haerul Purnama; Muammar Makmur; Didik Mandeno
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku lendutan dan kekuatan penampang dari lima konfigurasi kuda-kuda baja canai dingin bentang 8 meter melalui simulasi numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000. Model struktur disusun secara terpisah menggunakan profil seragam C75, C100, dan C125, dengan variasi jarak antar kuda-kuda (1 m, 1,5 m, dan 2 m) serta dua jenis penutup atap, yaitu genteng metal dan genteng beton. Beban diterapkan mengacu pada SNI 1727:2020, sedangkan evaluasi lendutan dan kekuatan penampang dilakukan berdasarkan batasan SNI 7971:2013. Konfigurasi kuda-kuda yang dianalisis meliputi tipe Queen, Pratt, Fink, Fan, dan Howe. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi Fink memiliki lendutan terkecil secara konsisten dan menunjukkan performa struktural terbaik secara keseluruhan, sedangkan Queen menunjukkan efisiensi material tertinggi. Seluruh konfigurasi menghasilkan rasio kekuatan < 1, menandakan bahwa penampang berada dalam batas aman terhadap beban rencana. Rasio tertinggi tercatat pada Queen–C75–2 m, sedangkan rasio terendah pada Fink–C125–1 m. Pola umum menunjukkan bahwa peningkatan profil menurunkan lendutan dan rasio kekuatan, sementara peningkatan jarak kuda-kuda dan penggunaan atap berat meningkatkan keduanya. Hasil analisis menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keseimbangan antara kekakuan, kekuatan, dan efisiensi material dalam perencanaan struktur atap baja ringan.
Penerapan Prinsip Pareto dalam Evaluasi Alternatif Percepatan Waktu pada Proyek Pembangunan Jalan di Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Critical Path Method Azzuma Prameswari; I Nyoman Dita Pahang Putra; Elok Dewi Widowati
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.126

Abstract

Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya proyek pembangunan jalan, merupakan permasalahan umum yang berdampak pada meningkatnya biaya dan menurunnya efisiensi pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab keterlambatan serta merumuskan alternatif percepatan waktu pada proyek pembangunan jalan akses di Kabupaten Sidoarjo. Metodologi yang digunakan mencakup analisis prinsip Pareto untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan, serta penerapan Critical Path Method (CPM) untuk menentukan hubungan antar aktivitas dan durasi normal dari sisa pekerjaan. Selanjutnya, pendekatan Time Cost Trade-Off (TCTO) digunakan untuk menyusun penjadwalan ulang dengan menambahkan waktu kerja selama 3 jam pada 7 dari 9 pekerjaan dominan yang teridentifikasi melalui analisis Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan proyek dapat dicapai selama 19 hari, dari tanggal penyelesaian semula 31 Desember 2025 menjadi 12 Desember 2025. Analisis ulang mengidentifikasi 10 pekerjaan kritis, dengan mayoritas merupakan pekerjaan dominan yang ditemukan melalui penerapan prinsip Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan yang dilakukan melalui optimalisasi pekerjaan-pekerjaan dominan dan berada pada jalur kritis mampu secara signifikan mempersingkat durasi proyek dengan cara yang efektif dan efisien.
Analisis Penyebab Kelongsoran Lereng JLS LOT 3 Menggunakan Metode Elemen Hingga Sofi Suhaimah; Yerry Kahaditu Firmansyah; Himatul Farichah
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.129

Abstract

Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 Pantai Serang - Sumbersih, Blitar, Jawa Timur, terjadi pekerjaan galian yang membentuk sebuah lereng pada STA 1+050 - 1+150. Pada bulan Desember 2024 terjadi hujan yang cukup lebat memicu terjadinya longsor pada sisi kanan lereng. Kondisi geoteknik pada lereng berupa batu kapur sedikit kelanauan dengan nilai N-SPT 60, hal ini tidak sesuai dengan di lapangan yang terjadi longsor. Dilakukan analisis penyebab kelongsoran dengan menaikan tinggi muka air tanah setengah tinggi lereng dan setinggi lereng dengan faktor aman 2,22 dan 1,89 lebih besar dari 1,5. Dilakukan analisis  asumsi retakan dengan menurunkan nilai kohesi (c) menjadi 0-10. Didapatkan faktor aman dengan retakan yaitu 1,022 yang kurang dari 1,5 yang berarti lereng tidak stabil dan terjadi longsor. Dilakukan analisis stabilitas lereng dengan asumsi retakan dan menaikan muka air tanah setengah tinggi lereng dan setinggi lereng dengan faktor aman 1 dan 0,979. Faktor keamanan ini lebih mencerminkan kondisi longsor nyata di lapangan.
Analisis Biaya Green Concrete dan Ready Mix pada Proyek Gedung X di Kota Surakarta Badzlina Harvy Nesya; Muhammad Reyhan Alvanda
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.131

Abstract

Pembangunan konstruksi gedung terus meningkat di Indonesia. Efisiensi pemilihan material dan metode pekerjaan yang tepat menjadi faktor penting untuk menghasilkan biaya yang ekonomis dan efisien. Salah satu item penting dalam memanajemen proyek konstruksi adalah penggunaan material konstruksi yang tepat serta perencanaan dan pengelolaan proyek yang efisien dan ekonomis. Material adalah salah satu faktor utama dalam proyek konstruksi dan menggunakan lebih dari 50% biaya dari total anggaran pelaksanaan proyek. Penelitian ini membahas perbandingan harga material pada pekerjaan pengecoran (beton) antara beton green concrete dengan beton readymix dari batching plant. Dari hasil perhitungan dan perbandingan harga, beton inovasi merupakan beton termurah dengan total harga Rp1.676.079.916,59. dibandingkan dengan tiga perusahaan penyedia readymix di Kota Surakarta. Penggunaan beton inovasi dapat menjadi solusi optimalisasi dan efisiensi item pekerjaan pengecoran pada proyek X di Kota Surakarta dengan harga termurah serta aspek keberlanjutan lingkungan yang juga sekaligus diterapkan dalam item pekerjaan ini.
Studi Perilaku Penampang Balok Beton Bertulang dengan Variasi Rasio Tulangan Longitudinal Tarik dan Tekan Febi Putri Yastari; Jeply Murdiaman Guci; Ikhwan Said; Muhammad Fajrul Falah; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.132

Abstract

Balok beton bertulang merupakan elemen struktural utama yang berfungsi menahan gaya lentur dan geser dalam sistem konstruksi bangunan. Kapasitas lentur balok sangat dipengaruhi oleh rasio tulangan longitudinal, baik tulangan tarik maupun tekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio tulangan longitudinal terhadap kapasitas lentur penampang balok beton bertulang. Pengujian dilakukan pada benda uji berukuran 2000 mm × 150 mm × 400 mm dengan kuat tekan beton sebesar 25 MPa dan diameter tulangan 13, 16, dan 19 mm. Total 24 benda uji dikelompokkan ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis tulangan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak RCCSA. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan tarik dari 0,5% menjadi 3,0% mampu meningkatkan kapasitas lentur balok hingga lebih dari 400%, namun diikuti penurunan daktilitas hingga 90%, yang mengindikasikan kecenderungan perilaku getas. Sebaliknya, peningkatan rasio tulangan tekan, khususnya untuk konfigurasi dua lapis, hanya memberikan peningkatan kapasitas lentur sebesar 3–8% dan berkontribusi terhadap daktilitas hanya pada rasio tekan yang rendah. Distribusi tegangan menunjukkan bahwa rasio tulangan tidak memengaruhi tegangan maksimum beton, namun rasio tulangan tarik berpengaruh signifikan terhadap luas sebaran tegangan dan pergeseran garis netral. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku lentur balok beton bertulang dengan variasi rasio tulangan longitudinal.
Analisis Produktivitas dan Metode Pelaksanaan Pemancangan Menggunakan Alat Berat Hydraulic Static Pile Driver Annisa Zalsabilla Jahja; I Nyoman Dita Pahang Putra; Elok Dewi Pratiwi
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.133

Abstract

Pada proyek pembangunan Ruko di Lingkar Timur, Sidoarjo menggunakan pondasi tiang pancang dengan menggunakan alat Hydraulic Static Pile Driver Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas pekerjaan pemancangan menggunakan alat berat berupa HSPD (Hydraulic Static Pile Driver) di proyek pembangunan Ruko di Lingkar Timur. Fokus utama penelitian meliputi perbandingan produktivitas pengamatan di lapangan dengan produktivitas secara spesifikasi alat berat, serta identifikasi metode pelaksanaan pemancangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer di dapat dari hasil survei lapangan yang berupa waktu pemancangan dan metode pelaksanaan pemancangan, sedangkan data sekunder didapat dari perusahaan pemancangan, seperti spesifikasi alat berat dan denah site out pemancangan. Metode pelaksanaan pemancangan yang diterapkan sesuai dengan prosedur pelaksanaan, tahapan tersebut disajikan dalam diagram alir dan dilengkapi dengan penjelasan teknis. Hasil penelitian menunjukkan adanya rata-rata produktivitas pada pengamatan di lapangan sebesar 42,2 m/jam, sedangkan produktivitas berdasarkan spesifikasi alat Hydraulic Static Pile Driver sebesar 38,2 m/jam. Terdapat deviasi sebesar 4,1 meter/jam yang menunjukkan produktivitas pemancangan di lapangan lebih tinggi daripada produktivitas sesuai spesifikasi alat berat yang mana hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan di lapangan dilaksanakan dengan efisien.
Evaluasi Stabilitas Lereng Berbasis Data CPT dengan Metode Kesetimbangan Batas dan Fellenius : Studi Kasus di Kawasan Huntap Pombewe, Kab. Sigi Fiisyatin Rodiah
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.134

Abstract

Pascabencana gempa dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, pemerintah membangun kawasan Hunian Tetap (Huntap) sebagai upaya relokasi, salah satunya di Pombewe, Kabupaten Sigi. Kawasan ini berada di wilayah lereng dengan kemiringan cukup curam, sehingga memerlukan kajian geoteknik yang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas lereng menggunakan data Cone Penetration Test (CPT) pada enam titik uji. Analisis dilakukan dengan metode kesetimbangan batas sederhana dan divalidasi menggunakan metode Fellenius. Hasil menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan (FS) pada seluruh titik berada di atas batas minimum yang direkomendasikan (>1,5), yang mengindikasikan kondisi lereng relatif stabil secara statis. Namun, karakteristik tanah yang bervariasi serta riwayat bencana di kawasan ini tetap menuntut kewaspadaan, khususnya pada musim hujan. Kajian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan teknis serta perencanaan pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan di kawasan Huntap.
Studi Komparatif Efisiensi Struktur Mall 7 Lantai pada Tanah SE dan SD terhadap Beban Gempa di Sumatera Barat Jeply Murdiaman Guci; Riko Zulhendra; Febi Putri Yastari; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.137

Abstract

Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga bangunan bertingkat seperti mal perlu mempertimbangkan karakteristik Kelas Situs untuk menjamin keamanan. Penelitian ini membandingkan efisiensi struktur mal 7 lantai pada dua lokasi dengan Kelas Situs berbeda, yaitu tanah lunak (SE) di Padang Pariaman dan tanah sedang (SD) di Pauh. Struktur yang dianalisis adalah beton bertulang dengan sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimodelkan menggunakan ETABS berdasarkan data SPT dan beban gempa sesuai standar Indonesia (SNI). Elemen struktur (kolom, balok, pelat) dirancang dalam beberapa tipe untuk mengoptimalkan dimensi dan penulangan. Analisis mencakup partisipasi massa efektif, spektrum respons desain, dan simpangan (drift), dilanjutkan dengan evaluasi optimasi material melalui perubahan volume beton dan jumlah tulangan longitudinal serta transversal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelas Situs memengaruhi nilai koefisien gempa (Cs), di mana Cs lebih tinggi pada tanah lunak. Efisiensi struktur dicapai melalui pengurangan dimensi elemen, terutama pada kolom dan balok penahan beban lateral. Volume beton kolom berkurang 16%, tulangan longitudinal 13,33%, dan transversal 25,82%. Pada balok, pengurangan terbesar terjadi, yakni 17,65% untuk beton dan 44,07% pada tulangan transversal. Lokasi dengan Kelas Situs SD memungkinkan optimasi lebih besar karena beban gempa lebih rendah. Pemilihan Kelas Situs yang tepat dan penyesuaian elemen struktur terbukti meningkatkan efisiensi material tanpa mengurangi kekuatan. Variasi zonasi dan tipe elemen disarankan untuk optimasi lanjutan. Studi ini membuktikan bahwa efisiensi dapat dicapai baik dalam volume beton maupun tulangan, memberikan wawasan penting dalam perencanaan struktur.

Page 1 of 2 | Total Record : 14