cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@unm.ac.id
Editorial Address
Perumahan Griya Mulia Asri Blok E/16, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Science and Public Health
Published by YICI Publisher
ISSN : 30479088     EISSN : 30478049     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Science and Public Health (IJSPH) menerima karya ilmiah dalam bentuk laporan penelitian (makalah penelitian asli) dengan fokus pada perkembangan permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, yakni: Perkembangan dan permasalahan utama di bidang epidemiologi; Promosi kesehatan; Kesehatan Lingkungan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Biostatistik Kesehatan Reproduksi Manajemen Rumah Sakit Ilmu Gizi Sistem Informasi Kesehatan di Regional Indonesia. Kimia, Biologi, dan Fisika Biomedik
Articles 41 Documents
Perbandingan Sifat Organoleptik Tape Singkong (Manihot Esculenta) dan Tape Ketan Hitam (Oryza Sativa L.Var. Glutinosa) yang dibuat dari Berbagai Jenis Ragi Muh Ilham; Nita Magfirah Ilyas
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 2 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v2i3.35

Abstract

Tape merupakan produk fermentasi tradisional yang dibuat denganbantuan ragi tape. Ragi tape setidaknya mengandung mikroorganisme berupakapang, khamir dan bakteri yang akan merombak karbohidrat dalamsingkongmaupun beras ketan hitam menjadi glukosa, etanol, CO2, serta asamlaktat dan asam asetat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan sifat organoleptik tape singkong (Manihot esculenta) dantapeketan hitam (Oryza sativa L. Var. Glutinosa) yang dibuat dengan ragi dari berbagai pasar di Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah uji organoleptik menggunakan parameter citarasa, aroma, tekstur dan warna terhadap 4 jenis ragi yang diperoleh dari pasar Pattallassang, Central, Bulukunyi dan Lengkese. Kualitas organoleptik terbaiksecara akumulatif untuk tape singkong diperoleh pada TSP dengan rata-rata8,4 (sangat suka) dan kualitas organoleptik terbaik secara akumulatif untuktape ketan hitam diperoleh pada TKHP dengan rata-rata 7,5 (suka).
Analisis Pola Persebaran Fasilitas Kesehatan di Kota Palopo Menggunakan Metode Nearest Neighbor Analysis dan Buffering Andi Nirmala; Andi Jumardi; Tsamratul’aeni
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini merumuskan masalah penyebaran fasilitas kesehatan di Kota Palopo yang masih menunjukkan ketimpangan, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang menyebabkan tingginya beban pelayanan serta menurunnya aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta sebaran, keterjangkauan, dan pola persebaran Fasilitas Kesehatan di Kota Palopo dengan menggunakan metode Plotting, Buffering dan Nearest Neighbor Analysis dan penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif untuk menganalisis dan mendeskripsikan sebaran, keterjangkauan dan pola persebaran Fasilitas Kesehatan di Kota Palopo. Hasil penelitian menggunakan metode Plotting ialah berupa sebaran 8 Rumah Sakit, 12 Puskesmas, dan 23 Pustu. Adapun metode Buffering menghasilkan jarak keterjangkauan Fasilitas Kesehatan ialah 1500 Meter untuk pustu, 3000 Meter untuk Puskesmas dan 5000 Meter untuk Rumah Sakit dari lokasi Fasilitas Kesehatan tersebut dan hasil pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Palopo menggunakan metode Nearest Nighbor Analysis menghasilkan pola persebaran antara lain Pustu yaitu berpola merata. Puskesmas berpola acak, dan Rumah Sakit berpola mengelompok. Dimana penelitian ini telah divalidasi oleh orang yang ahli di bidangnya dengan mendapatkan penilaian valid dengan nilai 2 dengan rentang nilai antara 1 – 4.
Drenite : Inovasi Pembuatan Es Krim dari Ekstrak  Chamomile dan Pisang Ambon untuk Mengatasi Insomnia Nur Afifah
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.37

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus Insomnia yang semakin naik tiap tahun tanpa memandang batasan usia. Chamomile merupakan tumbuhan yang terkenal dapat mencegah insomnia karena chamomile memiliki sifat sedatif alami yang memiliki sifat menenangkan, memoderasi, serta menenangkan kegugupan. Selain itu, pisang Ambon juga memiliki kandungan yang dapat mencegah insomnia, karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan mampu meningkatkan triptofan pada otak manusia, sehingga hormon serotonin naik serta memberikan efek kantuk pada manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat serta cara pembuatan es krim dari ekstrak chamomile dan pisang Ambon untuk mengatasi insomnia. penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil sebagai berikut : 1). langkah dari pembuatan es krim ini sebagai berikut : a. Haluskan bunga chamomile b. Potong 6 buah pisang Ambon lalu blender bersama 2 sdm bubuk chamomile, 2 sachet susu kental manis, 250 ml susu UHT, 1 sdt garam, dan 1 sdt vanili bubuk. c. bekukan adonan selama 24 jam d. kerok adonan beku, tambahkan 1 sdm SP, lalu mixer hingga padat dan bekukan. 2). Es krim dari ekstrak chamomile dan pisang Ambon berpengaruh untuk mencegah insomnia. Maka dari itu dapat disimpulkan, Campuran Es krim dari chamomile dan pisang Ambon dapat mencegah insomnia dan menjaga kualitas tidur.
Analisis Peranan Mikroorganisme dalam Proses Bioteknologi Produk Susu: Tinjauan pada Keju, Yogurt, dan Yakult Nita Magfirah Ilyas; Inna Raehana Ruad
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.38

Abstract

Produk fermentasi susu seperti keju, yogurt, dan Yakult merupakan hasil penerapan bioteknologi pangan yang telah lama dikenal dan terus berkembang. Kajian ini bertujuan untuk meninjau berbagai metode bioteknologi yang digunakan dalam proses pembuatan ketiga produk tersebut, termasuk jenis susu, mikroorganisme, serta inovasi bahan tambahan yang digunakan. Berdasarkan analisis literatur dari beberapa jurnal, fermentasi dengan kombinasi bakteri asam laktat seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus terbukti paling efektif dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. Susu sapi merupakan bahan baku terbaik untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang unggul, sementara susu kedelai menawarkan alternatif untuk konsumen vegan. Penambahan bahan alami seperti buah naga juga meningkatkan nilai fungsional dan visual produk. Kajian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan mikroorganisme, pemilihan bahan baku, dan inovasi formulasi berperan penting dalam meningkatkan mutu produk susu fermentasi baik dari aspek gizi, sensorik, maupun fungsional.
Perbandingan Organoleptik Kimchi Sawi Putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) dengan Variasi Substrat: Tepung Ketan (Oryza sativa glutinosa) dengan Buah Pir (Pyrus communis) dan Kentang (Solanum tuberosum) Nita Magfirah Ilyas; Adestia Tangke Padang
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil organoleptik kimchi sawi putih dengan variasi substrat fermentasi berupa tepung ketan dan buah pir, yang dikombinasikan dengan kentang sebagai media tambahan. Pembuatan kimchi dilakukan secara sederhana melalui tahapan fermentasi suhu ruang selama 24 jam, dengan memperhatikan prinsip dasar pengawetan alami. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptik oleh 15 panelis dengan lima parameter: penampilan, aroma, tekstur, rasa dan warna, menggunakan skala hedonik 1–5. Hasil uji menunjukkan bahwa kimchi dengan substrat tepung ketan memperoleh nilai yang lebih tinggi dalam aspek penampilan, tekstur, dan rasa, dibandingkan dengan substrat buah pir. Rata-rata skor tertinggi diperoleh pada kimchi tepung ketan dengan skor 4,2 untuk rasa, menandakan preferensi panelis yang lebih tinggi terhadap produk tersebut. Meskipun begitu, aroma dari kedua jenis kimchi masih dinilai sedang oleh sebagian panelis. Salah satu temuan penting adalah ketidakseimbangan antara jumlah bumbu dan volume sawi putih yang dapat memengaruhi persepsi sensorik secara keseluruhan. Oleh karena itu, disarankan untuk memperhatikan kembali rasio bahan agar produk akhir memiliki cita rasa yang lebih seimbang dan diterima dengan lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi pengembangan fermentasi pangan lokal dengan pendekatan modifikasi substrat.
Hubungan Antioksidan (Polifenol), Vitamin D, danDukungan Sosial terhadap Kejadian DM padaWanita Usia 40-60 Tahun di Wilayah KerjaPuskesmas BungoroHubungan Antioksidan (Polifenol), Vitamin D, danDukungan Sosial terhadap Kejadian DM padaWanita Usia 40-60 Tahun di Wilayah KerjaPuskesmas Bungoro Aniela Amanda
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i1.40

Abstract

Data Dinas Kesehatan Prov.Sulawesi Selatan tahun 2020 bahwajumlah penderita DM sebesar 80.788 penderita, dan data dari Dinas Kesehatan Kab. Pangkep tahun 2022 penderita Diabetes Melitus sebesar 3.072 orang. Kejadian Diabetes Melitus pada wanita di Kec. Bungoro sebesar 254 orang. Menjaga kesehatan salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi khususnya polifenol dan Vitamin D. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antioksidan polifenol), vitamin d, dan dukungan sosial terhadap kejadian DM pada wanita usia 40-60 tahun di wilayah kerja puskesmas Bungoro Kab.Pangkep. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan jumlah sampel 152 dan penentuan besar sampel menggunakan rumus Lemeshow. Teknik pengambilan sampel dengan cara Non-Probability Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan Antioksidan (Polifenol) ρvalue 0,237 > α (0,05) dan Vitamin D ρvalue 0,816 > α (0,05) terhadap kejadian DM pada wanita usia 40-60 tahun di wilayah kerja puskesmas Bungoro Kab.Pangkep, dan terdapat juga ada hubungan yang signifikan terhadap dukungan sosial terhadap kejadian DM pada wanit ρvalue 0,005 ≤ α (0,05). Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada Masyarakat khususnya yang menderita DM (Diabetes Melitus) untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya, menjaga pola makan serta lebih sering untuk mengontrol gula darahnya.
Analisis Kandungan Antioksidan dan Serat pada Produk Cookies dengan Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) afifah
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i2.41

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi esensial, seperti vitamin, mineral, serat, serta senyawa antioksidan. Meskipun memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional, konsumsi daun kelor segar masih terbatas karena rasa pahit dan aroma langu yang khas. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah daun kelor menjadi tepung dan menggunakannya sebagai bahan substitusi dalam produk cookies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan antioksidan dan serat pada cookies dengan substitusi tepung daun kelor serta mengetahui potensi penambahan tepung daun kelor dalam meningkatkan nilai fungsional produk. Penelitian dilakukan di SPIDI Female Boarding School, Maros, Sulawesi Selatan, menggunakan tiga variasi sampel, yaitu kontrol tanpa substitusi (0%), substitusi tepung daun kelor 5%, dan substitusi 10%. Aktivitas antioksidan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode DPPH berdasarkan perubahan warna, sedangkan kandungan serat dianalisis secara deskriptif melalui pengujian skala laboratorium sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan substitusi 10% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, ditandai dengan warna DPPH yang lebih pucat dibandingkan sampel lainnya. Pada pengujian serat, sampel kontrol menunjukkan hasil tertinggi, diikuti oleh sampel substitusi 10% dan 5%. Meskipun demikian, hasil substitusi 10% lebih tinggi dibandingkan substitusi 5%, sehingga menunjukkan adanya kontribusi tepung daun kelor terhadap kandungan serat. Secara keseluruhan, substitusi tepung daun kelor, khususnya pada konsentrasi 10%, berpotensi meningkatkan nilai fungsional cookies sebagai alternatif camilan.
CUMOMI : PERMEN JELLY GELATIN CUCURBITA MOSCHATA & CINNAMOMUM sebagai Pencegah Kanker Lambung pada Anak Nur Rezky Imzahkiah
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i2.42

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan CUMOMI, yaitu permen jelly berbahan dasar sari labu kuning (*Cucurbita moschata*), gelatin, gula merah, dan ekstrak kayu manis (*Cinnamomum*). Produk ini dikembangkan sebagai salah satu inovasi pangan olahan yang memanfaatkan bahan pangan lokal, khususnya labu kuning dan kayu manis. Pemilihan bahan tersebut didasarkan pada kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang terdapat di dalamnya, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif makanan yang menarik bagi anak-anak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Proses pembuatan CUMOMI dilakukan pada periode November hingga Januari. Setelah produk selesai dibuat, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui tingkat penerimaan responden terhadap karakteristik produk. Responden penelitian berjumlah 31 anak dengan rentang usia 3–12 tahun. Penilaian organoleptik meliputi empat aspek, yaitu rasa, aroma, tekstur, dan warna. Setiap aspek dinilai berdasarkan tingkat kesukaan responden terhadap produk CUMOMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek rasa, nilai 3 diperoleh sebesar 64,52%. Pada aspek aroma, nilai 3 juga memperoleh persentase sebesar 64,52%. Selanjutnya, aspek tekstur memperoleh nilai 3 sebesar 74,19%, sedangkan aspek warna memperoleh nilai 3 dengan persentase tertinggi, yaitu 90,32%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CUMOMI dapat diterima dengan baik oleh sebagian besar responden berdasarkan karakteristik organoleptiknya. Dengan demikian, CUMOMI memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pangan olahan berbahan dasar labu kuning dan kayu manis. 
Pemanfaatan Sereal Biji Nangka sebagai Alternatif Sarapan Adestia Tangke Padang
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i2.43

Abstract

Bahan pangan lokal merupakan salah satu sumber daya yang berpotensi mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan. Salah satu bahan pangan yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah biji nangka. Selama ini, biji nangka umumnya hanya direbus atau dibuang, padahal mengandung karbohidrat, protein, serat, dan mineral yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk pangan alternatif. Pengolahan biji nangka menjadi sereal diharapkan dapat menghasilkan produk yang praktis, ekonomis, dan memiliki nilai guna bagi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan sereal berbahan dasar biji nangka serta mengetahui tingkat penerimaannya sebagai alternatif sarapan. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan beberapa tahapan, yaitu pemilihan dan pencucian biji nangka, perebusan, pengeringan, penghalusan menjadi tepung, pencampuran bahan, pembentukan adonan, dan pemanggangan hingga menghasilkan sereal siap dikonsumsi. Uji coba produk dilakukan kepada lima responden selama tiga hari untuk mengamati penerimaan terhadap rasa, tekstur, aroma, dan pengalaman konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sereal biji nangka dapat diterima dengan baik dari segi rasa dan tekstur serta memberikan rasa kenyang setelah dikonsumsi. Namun, pengujian masih terbatas pada jumlah responden dan waktu pengamatan yang singkat sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan responden lebih banyak, penilaian organoleptik yang terstruktur, serta pengujian kandungan gizi untuk mengetahui kelayakan produk sebagai alternatif sarapan secara lebih menyeluruh.
Pemanfaatan Tepung Mocaf dan Biji Chia dalam Pembuatan Cookies Bebas Gluten Inna Raehna
Indonesian Journal of Science and Public Health Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : YICI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62084/ijsph.v3i2.44

Abstract

Cookies merupakan salah satu produk pangan yang banyak digemari karena memiliki rasa yang beragam, tekstur renyah, serta praktis untuk dikonsumsi. Namun, sebagian besar cookies dibuat menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama yang mengandung gluten. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk cookies bebas gluten. Tepung mocaf merupakan salah satu bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu karena berasal dari singkong yang dimodifikasi melalui proses fermentasi. Selain itu, penambahan biji chia dapat meningkatkan nilai gizi produk karena mengandung protein, serat pangan, dan lemak esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan cookies berbahan dasar tepung mocaf dan biji chia serta mengetahui tingkat penerimaan produk berdasarkan karakteristik organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Proses pembuatan cookies meliputi persiapan bahan, pencampuran bahan, pembentukan adonan, pencetakan, dan pemanggangan hingga matang. Uji organoleptik dilakukan terhadap 15 panelis dengan menilai beberapa karakteristik produk, yaitu rasa, tekstur, warna, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies berbahan dasar tepung mocaf dan biji chia memperoleh rata-rata nilai rasa sebesar 4,73, tekstur sebesar 4,47, warna sebesar 4,53, dan aroma sebesar 4,93. Nilai tersebut menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat penerimaan yang baik dari panelis pada seluruh aspek yang dinilai. Berdasarkan hasil penelitian, cookies berbahan dasar tepung mocaf dan biji chia dapat diterima dengan baik berdasarkan karakteristik organoleptik serta berpotensi dikembangkan sebagai alternatif produk cookies bebas gluten berbahan pangan lokal. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan pengembangan variasi formulasi dan pengujian kandungan gizi secara lebih lengkap.