cover
Contact Name
-
Contact Email
farmasi@umi.ac.id
Phone
+628114120150
Journal Mail Official
farmasi@umi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Kampus II UMI, Jl. Urip Sumoharjo No.225, Panaikang, Panakkukang, Kota, Makassar,, Panaikang, Kec. Panakkukang, Macassar, Sulawesi Selatan 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Makassar Natural Product Journal
ISSN : -     EISSN : 29870895     DOI : -
Core Subject : Health,
Makassar Natural Product Journal merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia yang terbit pertama kali pada bulan Maret 2023. Makassar Natural Product Journal merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang obat bahan alam.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "April 2024" : 7 Documents clear
Potential of Ethanol Extract of Red Ginger (Zingiberis officinale) as Antioxidant Using FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Method Amin, Nur Hikmawati
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.137

Abstract

Red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) is one of the spices that also has potential as a medicinal plant and is also efficacious as an antioxidant. Antioxidants are chemical compounds that donate electrons to unpaired free radicals, thus reducing the oxidizing effect of free radicals. This study aims to determine the potential of ethanol extract of red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) as an antioxidant using the FRAP method. Red ginger extracted by maceration technique using 96% ethanol solvent was measured using UV-Vis spectrophotometer instrument at a maximum wavelength of 689 nm. From this study, the percent yield of 9.055%, regression equation y = 0.0154x - 0.5374, r = 0.99508 and antioxidant activity of 142.172 mg/AAE were obtained.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL BIJI MARKISA UNGU (Passifflora edulis Sims.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) RESKYANI, MEGA AL
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.141

Abstract

ABSTRAK Markisa Ungu (Passiflora edulis Sims.) adalah tanaman yang masuk kedalam famili Passifloraceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak biji markisa ungu (Passiflora edulis Sims.) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini diawali dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode ekstraksi modern (gelombang ultrasonik), selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia biji markisa ungu (Passiflora edulis Sims.) yang mengandung senyawa Flavanoid dan Fenol. Pengujian toksisitas terhadap larva Artemia salina Leach dibagi menjadi 5 seri konsentrasi (50 ppm, 200 ppm, 500 ppm, 700 ppm, dan 1200 ppm) dan 1 kontrol negatif yang berisikan 10 ml air laut tanpa larutan uji. Dari kelima seri konsentrasi yang digunakan diambil dari hasil grafik regresi liniear dimana nilai hampir mendekati 1. Setiap konsentrasi menggunakan 10 ekor larva Artemia salina L. dengan 3 kali replikasi. Pengamatan ini dilakukan selama 1x24 jam untuk melihat jumlah kematian larva. Hasil penelitian dapat dilihat melalui analisa probit dengan menghitung nilai LC50, dimana didapatkan nilai LC50 dari ekstrak etanol biji markisa ungu sebesar = 1.406 (tidak toksik). Artinya tidak memiliki potensi toksik karena memiliki nilai LC50 >1000 Kata kunci : Uji Toksisitas, Biji Markisa Ungu, ekstraksi Modern, Brine Shrimp Lethality Test
REVIEW ARTIKEL: KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN DARI BEBERAPA JENIS TANAMAN Jannah, Miftahul
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.142

Abstract

Flavonoids are one of the compounds that can be obtained from nature that has been widely used by the community. Flavonoids are one of the classes of secondary metabolites produced by plants that belong to a large group of polyphenols, these compounds are found in all parts of the plant including leaves. The solvent used in this study was ethanol. The purpose of this article review is to determine the flavonoid levels of ethanol extract leaves from several types of plants. The method used in this study is a narrative review based on inclusion and exclusion criteria. The results of this study flavonoid levels of ethanol extract from the leaves of several types of plants, the highest of which were flavonoid levels of Moringa leaf ethanol extract (Moringa oleifera L.) amounted to 94.1842 mg QE gr extract. The presence of flavonoid compounds in Moringa leaves can be an alternative to be used as herbal medicine in healing various diseases.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Deklorofilasi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Dengan Metode DPPH Ahmad, Aktsar Roskiana
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.147

Abstract

Djohrani Zamzami Siti Halifa. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Deklorofilasi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Dengan Metode DPPH (dibimbing oleh Aktsar Roskiana Ahmad dan Hasnaeni) Tumbuhan kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam famili Moringaceae, yang dikenal sebagai The Miracle Tree atau pohon Ajaib, karena kaya akan sumber gizi, berkhasiat obat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil KLT dan aktivitas antioksidan ekstrak deklorofilasi daun kelor dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel diperoleh dari Kota Makassar, diekstraksi menggunakan ultrasonic dengan 2 pelarut yaitu n-heksan 1L (deklorofilasi) dan pelarut etanol 96% 500 mL dengan sampel 30 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak deklorofilasi daun kelor positif mengandung senyawa fenolik, flavanoid, terpenoid dan saponin dan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 242,341 µg/mL, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak deklorofilasi daun kelor (Moringa oleifera Lam.) kategori efek antioksidan dimiliki lemah.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Faradiba, Faradiba; Hasfikasari, Prity; Amin, Asni
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.148

Abstract

Tomat merupakan salah satu buah yang mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi karena memiliki kandungan likopen di dalamnya. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat diperoleh dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen). Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif melalui studi literatur ilmiah. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan kandungan antioksidan yang ada pada buah tomat. Hasil yang di peroleh yaitu perbedaan nilai IC50 pada setiap jurnal yang digunakan. Adanya perbedaan tingkat antioksidan yang diperoleh dikarenakan perbedaan asal dan perbedaan umur buah tomat yang digunakan.
the Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Batang Pala (Myristica fragrans Houtt) Terhadap Artemia salina Leach Handayani, Virsa; Gazali, Anggun; -, Auliawati
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.151

Abstract

ABSTRACT Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) is a multipurpose plant that comes from the Myristicaceae family and has properties to treat indigestion, diarrhea, plague parasites and rheumatism. Nutmeg bark contains secondary metabolite compounds of alkaloids, flavonoids, triterpenoids, saponins, and tannins. This study aims to determine the toxicity effect and Lethal Concentration (LC50) value of ethanol extract of nutmeg stem bark (Myristica fragrans Houtt) on Artemia salina Leach larvae. The extraction method used was reflux using ethanol 96% solvent. The ethanol extract of Nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt) was made with a concentration series of 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm and toxicity test was carried out using Artemia salina Leach larvae, then calculated the percent mortality of larvae using Probit analysis. The test results showed that ethanol extract of Nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt) at concentration of 1500 ppm caused the highest larval mortality with a total of 29 larval deaths. Based on the results of the research, it can be concluded that the ethanol extract of nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt) has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae and the Lethal concentration (LC50) value of the ethanol extract of nutmeg bark (Myristica fragrans Houttt) is 226.986 µg/mL so it is in the toxic category. Keywords: Toxicity, Nutmeg bark (Myristica fragrans Houtt), Artemia salina Leach. ABSTRAK Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman multiguna yang berasal dari family Myristicaceae dan memiliki khasiat untuk mengobati gangguan pencernaan, diare, parasit wabah dan rematik. Kulit batang pala mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek toksik dan nilai Lethal Concentration 50% (LC50) ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap larva Artemia salina Leach. Metode ekstraksi yang digunakan adalah refluks dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) dibuat larutan uji dengan seri konsentrasi 250 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan dilakukan pengujian toksisitas dengan menggunakan larva Artemia salina Leach, kemudian dihitung persen kematian larva menggunakan analisis probit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) pada konsentrasi 1500 ppm menyebabkan kematian larva tertinggi dengan total kematian larva sebanyak 29 ekor. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt) memberikan efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan nilai Lethal concentration (LC50) pada ekstrak etanol kulit batang pala (Myristica fragrans Houttt) yaitu 226,986 ɥg/mL sehingga masuk kategori toksik Kata Kunci : Toksisitas; Kulit batang pala (Myristica fragrans Houtt); Artemia salina Leach.
the UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL HERBA PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) TEHADAP Artemia salina Leac Handayani, Virsa; PRAHAYU, ADE CAHYA; rahman, safriani
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.152

Abstract

ABSTRACT Mimosa pudica L. contains secondary metabolite compounds of alkaloid, flavonoid, steroid, tannin, and saponin. The content of secondary metabolites that have the potential toxicity of Mimosa pudica herbs are alkaloids, flavonoids. This study aims to determine the toxicity of Mimosa pudica L. herb against Artemia salina Leach larvae using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research begins with the extraction of Mimosa pudica L. herb using ethanol 96% solvent by maceration method then phytochemical screening is carried out which shows the Mimosa pudica L. herb sample contains flavanoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids. Toxicity test of ethanol extract of Mimosa pudica L. herb against Artemia salina Leach is divided into 6 test groups i.e 5 treatment groups (Concentration of 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, and 750 ppm) and 1 control group. Each concentration was made in 3 vials which has inserted 10 Artemia salina Leach larvae after treatment for 24 hours. The results of the study can be seen through probit analysis by calculating LC50. The LC50 value of ethanol extract of Mimosa pudica L. herb was LC50 61.517 µg/mL. This indicates that the ethanol extract of Mimosa pudica L. herb has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae because the LC50 value is <1000 ppm. Keywords : Toxicity Test; Mimosa pudica Herb; Artemia salina Leach; Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) ABSTRAK Putri malu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Kandungan metabolit skunder yang memiliki potensi toksistas dari herba putri malu yaitu alkaloid, flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari herba putri malu (Mimosa pudica L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi herba putri malu menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi kemudian dilakukan skrining fitokimia yang menujukkan sampel herba putri malu mengandung flavanoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid. Pengujian toksisitas ekstrak etanol herba putri malu terhadap Artemia salina Leach dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 5 kelompok perlakuan (Konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm) dan 1 kelompok kontrol. Masing – masing konsentrasi dibuat dalam 3 vial yang dimasukkan 10 ekor larva Artemia salina Leach setelah perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian dapat dilihat melalui analisa probit dengan menghitung LC50. Nilai LC50 dari ekstrak etanol herba putri malu sebesar LC50 61,517 µg/mL. Hal tersebut menujukan bahwa ekstrak etanol herba putri malu memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach karena nilai LC50 <1000 ppm. Kata Kunci : Uji Toksisitas; Herba Putri Malu; Artemia salina Lecah; Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).

Page 1 of 1 | Total Record : 7