cover
Contact Name
LAILATUL BADRIYAH
Contact Email
lailatulbadriyah0409@gmail.com
Phone
+6281215411992
Journal Mail Official
istisyfa@mail.uinfasbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Islamic Guidance and Counseling
ISSN : -     EISSN : 30472717     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa
Jurnal Istisyfa spesialisasi dalam Bimbingan dan Konseling Islam, dimaksudkan untuk memberikan sarana diskusi dan mengkomunikasikan penelitian orisinal dan isu-isu relevan. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang mencakup seluruh aspek konseling, Psikologi, Bimbingan, Kesehatan Mental, Psikoterapi yang masuk dalam konteks Islam.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: September 2024" : 10 Documents clear
Keefektifan Media Sosial sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKS 16 Farmasi Bengkulu Nanik, Nanik
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.7201

Abstract

Teaching Islamic Religious Education in the digital era has its own challenges for teachers as facilitators. This study aims to show the effectiveness of the role of social media as a learning medium in the digital era. This study uses a quantitative descriptive method using an online questionnaire with the research subjects of grade XII students of the Industrial Pharmacy Department and Community Clinical Pharmacy who were randomly selected as many as 62 students. Based on 4 aspects of the assessment, namely 1) effectiveness of social media use, 2) ease of use of social media, 3) student involvement, and 4) effectiveness of material delivery, an average score of 54.5 was obtained, indicating that social media is effective as a learning medium for Islamic Religious Education.Keywords: effectiveness; media; social; learning.
Menanamkan Empati pada Remaja: Upaya Efektif Mencegah Bullying Fazkia, Diva; Lorenza, Diana
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan empati pada remaja sebagai upaya efektif mengatasi bullying. Menurut Muhrima menyatakan bahwa Empati merupakan kondisi emosi yang dimana seseorang dapat merasakan terhadap apa yang dialami orang lain layaknya dia mengalami hal tersebut, dan apa yang dirasakannya setara dengan perasaan dan situasi orang yang bersangkutan. Orang yang tidak memiliki empati cenderung tidak dapat memposisikan diri sebagai orang lain.  Individu yang berempati merupakan orang yang bersifat toleran, mampu merasakan yang dirasakan orang lain, dan dapat mengendalikan diri. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 23 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 10-21 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati sangat berpengaruh terhadap komunikasi interpersonal, membangun hubungan baik, meningkatkan perilaku prososial seperti altruisme, dengan media seperti film yang juga dapat membantu meningkatkan empati.
Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak Arifah, Muzai Yanatul
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran ayah dalam pembentukan karakter anak. Peran Ayah menurut Harmaini ayah memiliki peran penting dalam keluarga berbeda dengan ibu ayah memiliki peran utama dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi keluarga dan terutama anak. Metode penelitian menggunakan studi literature dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (10 tahun terakhir), tahap ketiga proses  review artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meskipun ibu sering kali lebih dominan dalam pengasuhan, keterlibatan ayah terbukti memiliki dampak yang signifikan dalam pembentukan identitas dan karakter anak. Ayah berperan sebagai teman yang memberi rasa aman, penyedia nafkah, pendidik, serta teladan dalam nilai moral dan perilaku sosial. Selain itu, peran ayah dalam memantau dan memberi arahan dalam interaksi sosial anak juga sangat penting. Penelitian ini mengidentifikasi perbedaan peran ayah dan ibu, dan bagaimana kedua peran tersebut saling melengkapi dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat meningkatkan keterampilan sosial, kesejahteraan emosional, dan kognitif anak, yang berkontribusi pada pembentukan karakter yang kuat dan seimbang. Faktor-faktor seperti kondisi sosial ekonomi dan budaya juga memengaruhi cara ayah berperan dalam pengasuhan. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema peran ayah pada aspek psikologi perkembangan.
Kondisi psikologis orang-orang dalam Berpuasa Anggara, Dwiza; Araaf, Dafit Al-furqan nur
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Kondisi psikologis orang-orang dalam berpuasa. Menurut Al-Ghazali Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT, dan meneladani perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu, sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu. Serta meninggikan derajat akal manusia atas ketakwaan kepada Allah SWT. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 11 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. hasil Penelitian menunjukkan bahwa puasa memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga membantu melatih pengendalian diri, meningkatkan ketenangan batin, serta mempromosikan kesabaran.
Pola Asuh dalam Pembentukan Emosi Remaja Awal Fatimah, Nur Iliyin
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola asuh dalam membentuk perkembangan afeksi remaja awal. Gaya pengasuhan menurut Santrock merupakan  teknik orang tua mengajari anak yang membentuk suatu karakter. Metode penelitian menggunakan studi literature dengan menganalisi 21 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (13 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pendekatan pengasuhan orang tua berperan dalam pembentukan emosi dan perilaku remaja, pola asuh demokratis mendukung remaja dalam mengelola emosi, disiplin, dan hubungan sosial secara positif, sementara pola asuh otoriter dan permisif cenderung berdampak negatif pada pengendalian diri serta kestabilan emosi remaja, pada keluarga TKI  minimnya interaksi dan komunikasi akibat jarak dapat mengganggu keseimbangan emosi remaja, yang sering merasa diabaikan. Pola asuh yang seimbang dan komunikatif menjadi kunci dalam mendukung perkembangan remaja secara optimal. Orang tua diharapkan untuk mengembangkan pola aasuh yang mendukung pembentukan emosi yang positif pada remaja awal. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema pola asuh dalam pembentukan remaja awal.
Pentingnya Kesehatan Mental dalam Perkembangan Remaja Lestari, Novia Ayu
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya kesehatan mental dalam perkembangan remaja. Kesehatan mental menurut WHO adalah keadaaan dimana seseorang dapat mengenali dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal. Metode penelitian menggunakan Study literature dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema,tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel(4 tahun terakhir),tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal,tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor seperti tekanan lingkungan, perubahan fisik, pengalaman traumatis, dan gaya hidup berperan besar terhadap kondisi mental remaja. Dukungan keluarga, pendidikan kesehatan mental di sekolah, dan kegiatan berbasis agama seperti sholat dan dzikir terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Kesadaran masyarakat dan intervensi dini juga sangat diperlukan untuk mencegah dampak negatif yang lebih besar. Dengan kesehatan mental yang baik, remaja dapat tumbuh menjadi individu yang produktif, juga tangguh, siap menghadapi tantangan di masa depan dan berkontribusi dengan baik bagi masyarakat. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait dengan kesehatan mental dalam menghadapi karir di masa yang akan datang.
Pentingnya Kecerdasan Emosi Pada Remaja Haryani, Jernilan Beta
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya kecerdasan emosi pada remaja. Kecerdasan emosi menurut Daniel Goleman yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur kehidupan emosinya dengan menggunakan inteligensi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan. Tahap pertama menentukan tema. Tahapan kedua, menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel 10 tahun terakhir. Tahap ketiga, proses review artikel jurnal sebanyak 12 artikel. Tahap keempat pengkategorisasian. Tahap kelima, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berhubungan dengan  faktor pengaruh kecerdasan emosi (faktor lingkungan, keluraga, dan teman sebaya). Kecerdasan emosi juga  berpengaruh pada aspek sosial(kenakalan remaja, perilaku agresif). Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema kecerdasan emosi pada aspek pendidikan. This research aims to explain the importance of emotional intelligence in adolescents. Emotional intelligence according to Daniel Goleman is a person's ability to manage their emotional life using intelligence. This research method uses literature study by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis with several stages. The first stage determines the theme. The second stage, selecting journal articles that are relevant to the theme and in accordance with the article deadlines of the last 10 years. The third stage, the process of reviewing 12 journal articles. The fourth stage of categorization. Fifth stage, drawing conclusions. The results of this study show that emotional intelligence is related to factors influencing emotional intelligence (environmental, family and peer factors). Emotional intelligence also influences social aspects (juvenile delinquency, aggressive behavior). It is hoped that this research will be able to examine things in more depth related to the theme of emotional intelligence in educational aspects
Perkembangan moral judgment menurut piaget dan kohlberg Hunni'mah, Alia Mifta
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan penilaian moral menurut teori Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg. Kedua tokoh ini memiliki kesamaan pandangan bahwa perkembangan moral merupakan proses bertahap yang berjalan seiring dengan pertambahan usia dan perkembangan kemampuan kognitif individu. Baik Piaget maupun Kohlberg sepakat bahwa pemahaman moral bersifat dinamis, berkembang melalui pengalaman serta interaksi sosial. Anak-anak pada awalnya memahami moral secara sederhana, berfokus pada aturan eksternal atau dampak langsung, namun seiring waktu mereka beralih ke pemahaman moral yang lebih kompleks, adil, dan didasarkan pada prinsip universal. Dengan demikian, perkembangan moral menurut kedua teori ini bergerak dari orientasi yang cenderung konformis, menuju pemahaman yang lebih mandiri dan berdasarkan nilai sosial yang lebih mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pertama, menentukan tema penelitian, tahap kedua, menyeleksi artikel jurnal yang relevan dan terbit dalam 10 tahun terakhir, tahap ketiga, meninjau 8 artikel yang telah dipilih, tahap keempat, mengkategorisasi temuan, dan tahap kelima, menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian moral berhubungan erat dengan tindakan manusia yang mencakup nilai-nilai moral, prinsip, agama spiritual, keadilan sosial, analisis kritis, penguatan moral, dan pendidikan karakter. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk kajian lebih mendalam terkait perkembangan penilaian moral dalam berbagai aspek kehidupan.This research aims to explain the development of moral judgment according to the theories of Jean Piaget and Lawrence Kohlberg. These two figures share the same view that moral development is a gradual process that goes along with increasing age and the development of an individual's cognitive abilities. Both Piaget and Kohlberg agree that moral understanding is dynamic, developing through experience and social interaction. Children initially understand morals in simple terms, focusing on external rules or immediate impact, but over time they move to a more complex, just, and based on universal principles. Thus, moral development according to these two theories moves from an orientation that tends to be conformist, towards an understanding that is more independent and based on deeper social values. The method used in this research is a literature study by analyzing 20 journals as primary data. Data analysis was carried out in several stages, namely the first stage, determining the research theme, the second stage, selecting relevant journal articles published in the last 10 years, the third stage, reviewing the 8 selected articles, the fourth stage, categorizing the findings, and the fifth stage, draw a conclusion. The research results show that moral judgment is closely related to human actions which include moral values, principles, spiritual religion, social justice, critical analysis, moral strengthening, and character education. It is hoped that this research can become a basis for more in-depth studies regarding the development of moral judgment in various aspects of life.
strategi Pengembangan Harapan pada Anak Usia Dini muniroh, siti
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6287

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menggambarkan proses  Pengembangan harapan pada anak usia dini. Menurut Humaidah masa usia dini dikenal sebagai masa priode emas, yaitu fase  penting untuk menanamkan harapan yang dapat mendukung perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak. Dalam hal ini peran Orang tua, guru, dan lingkungan sekitar merupakan satu kesatuan yang yang tidak dapat dipisahkan karena mereka berkontribusi besar dalam memberikan dorongan serta ransangan untuk membangun rasa percaya diri pada anak. Menurut Ahmad Maulana dan Eva Eminia Elisa menyatakan bahwa perkembangan anak usia dini merupakan fase penting yang ditandai dengan perubahann signifikan pada fisik, kognitif, dan sosio-emosi. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan   menganalisis 20 jurnal sebagai  sumber data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema. Tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu artikel (5 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal sebanyak 10 artikel, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan harapan dapat dilakukan melalui stimulasi lingkungan positif, penguatan interaksi sosial, dan pembiasaan pola pikir optimis. Penelitian diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema pendekatan interaksi keluarga dengan membacakan dongeng pada anak.
Terapi Islam dalam Sudut Pandang Psikologi Klinis Hotimah, Husnul
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v3i2.6350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan terapi islam dalam sudut pandang psikologi klinis. Terapi menurut Aji ini adalah proses korektif, kuartif atau penyembuhan, yang sangat lazim dipakai dalam bidang medikal. Metode penelitian menggunakan studi literature dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tanggal waktu artikel (10 tahun terakhir), tahap ketiga proses review artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi Islam dalam Psikologi Klinis menerapkan prinsip-prinsip seperti sholat, zikir, puasa, dan tawakal untuk mengatasi kecemasan, depresi, dan stres. Penelitian ini diharapkan mampu meneliti hal yang lebih mendalam terkait tema terapi islam dalam sudut pandang psikologi klinis. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10