cover
Contact Name
-
Contact Email
lppmstabbodhidharma@gmail.com
Phone
+6281296085803
Journal Mail Official
lppmstabbodhidharma@gmail.com
Editorial Address
Komplek MMTC, Jl. Williem Iskandar, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK)
ISSN : -     EISSN : 27981711     DOI : https://doi.org/10.56325/jpbisk.v5i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal "Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer" merupakan media akademik yang dirancang untuk menghubungkan nilai-nilai ajaran Buddha dengan tantangan dan realitas sosial masa kini. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah diskusi, eksplorasi, dan inovasi yang memperkaya perspektif keilmuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Cakupan Jurnal Jurnal ini mencakup berbagai topik, antara lain: Pendidikan Agama Buddha: Kajian tentang strategi, metode, dan dampak pendidikan agama Buddha dalam berbagai jenjang pendidikan formal maupun nonformal. Moderasi Beragama: Pendekatan ajaran Buddha dalam mendorong harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama. Isu Sosial Kontemporer: Analisis ajaran Buddha terkait isu global seperti lingkungan, keadilan sosial, kesetaraan gender, kesehatan mental, dan perkembangan teknologi. Aplikasi Praktis Ajaran Buddha: Studi tentang bagaimana prinsip-prinsip Buddha diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi perubahan sosial yang kompleks. Tujuan dan Manfaat Jurnal Jembatan Keilmuan dan Praktik: Menghubungkan ajaran spiritual Buddha dengan tantangan kontemporer yang dihadapi masyarakat modern. Pengembangan Literasi Keagamaan: Meningkatkan pemahaman publik terhadap relevansi ajaran Buddha dalam menghadapi isu-isu aktual. Mendorong Riset Inklusif: Menyediakan platform bagi akademisi, praktisi, dan pemikir untuk berbagi ide dan solusi inovatif berbasis kebijaksanaan Buddha. Peningkatan Kesadaran Sosial: Menawarkan wawasan baru dalam menangani isu-isu seperti konflik, ketimpangan sosial, dan krisis ekologi melalui nilai-nilai Buddhisme. Melalui jurnal ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam menghadapi dunia yang terus berubah. Ayo bergabung bersama kami untuk menggali lebih dalam hubungan antara ajaran Buddha dan isu sosial kontemporer, dan jadilah bagian dari solusi global berbasis nilai-nilai kebijaksanaan!
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 71 Documents
MEDITASI ĀNĀPĀNASATI TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA BERAGAMA BUDDHA PADA KELAS XII SMA SWASTA BODHICITTA MEDAN Hubert Sutio; Mina Wongso/Ong Cin Siu; Nuriani Nuriani
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i1.132

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi penting yang kerap menimbulkan ketegangan emosional akibat perubahan biologis dan sosial yang cepat. Ketidakmampuan remaja dalam mengelola emosi dapat menimbulkan sikap negatif, seperti menurunnya empati dan kesadaran sosial. Dalam konteks pendidikan Buddhis, latihan merenungkan Ānāpānasati diyakini mampu menumbuhkan kesadaran diri serta keseimbangan emosional melalui pengamatan napas yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik meditasi Ānāpānasati terhadap perkembangan kecerdasan emosional siswa beragama Buddha di SMA Swasta Bodhicitta Medan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan penyebaran kuesioner kepada 100 siswa kelas XII. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ānāpānasati berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecerdasan emosional, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,873 dan nilai thitung 9,798, lebih tinggi dari t tabel 1,661 (p<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,495 menunjukkan bahwa 49,5% variasi kecerdasan emosional dipengaruhi oleh praktik pengeditan, sementara sisanya 50,5% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa latihan Ānāpānasati efektif dalam memperkuat kesadaran diri, pengendalian emosi, serta kemampuan interpersonal siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan integrasi kegiatan konversi ke dalam proses pembelajaran sebagai sarana pengembangan karakter dan kesejahteraan psikologis peserta didik dalam pendidikan Buddhis.
STRATEGI KEPALA ASRAMA NALANDA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN PUJA BAKTI (STUDI KASUS MAHASISWA ASRAMA NALANDA TAHUN 2025) Mudita Jamilah Putri Mudita; Ananda Rino Ananda; Karniawan Majaputera Karniawan
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan memahami strategi yang diterapkan oleh Kepala Asrama Nalanda dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa selama kegiatan puja bakti. Dalam konteks kehidupan berasrama umat Buddha, disiplin bukan hanya berarti ketaatan terhadap peraturan, tetapi juga merupakan proses pelatihan mental dan moral untuk menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, serta pengendalian diri sesuai dengan ajaran Dhamma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Asrama Nalanda tahun 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala asrama menerapkan beberapa strategi efektif, seperti keteladanan, pengawasan yang konsisten, pelatihan rutin spiritual, pendekatan persuasif, dan penegakan peraturan yang tegas. Strategi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan puja bakti. Faktor pendukungnya meliputi keteladanan pemimpin, kerja sama antaranggota asrama, serta lingkungan spiritual yang kondusif. Namun, masih terdapat kendala seperti beban akademik, kelelahan, dan kurangnya manajemen waktu. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan mencerminkan nilai-nilai Dhammapada ayat 183, yang menekan pengendalian diri, meningkatkan pemeliharaan, dan pemurnian batin sebagai dasar pembinaan disiplin spiritual di Asrama Nalanda. 
MEDITASI DAN SENI LUKIS TERHADAP PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA SMA KELAS XIBUDDHIS BODHICITTA MEDAN Wai Min Wai Min; Lamirin Lamirin; Santoso Joko
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i2.134

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam keberhasilan akademik dan sosial peserta didik, namun pada praktiknya masih sering terabaikan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut terlihat pada siswa SMA Buddhis Bodhicitta Medan, yang menunjukkan kendala dalam pengendalian diri, kepercayaan diri, serta kemampuan memahami dan mengekspresikan emosi secara tepat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan pengeditan dan seni lukis terhadap peningkatan kecerdasan emosional siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, melibatkan 40 siswa yang tergabung dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, serta analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua perlakuan variabel mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecerdasan emosional. Nilai korelasi ganda R sebesar 0,835 dan R Square sebesar 0,697 menunjukkan bahwa meditasi dan seni lukis secara simultan menjelaskan 69,7% variasi kecerdasan emosional. Uji regresi menunjukkan koefisien koefisien sebesar 0,477 (Sig. 0,045) dan seni lukis sebesar 0,450 (Sig. 0,039), yang menandakan kontribusi positif dan relatif seimbang. Uji F menghasilkan nilai 19,583 (Sig. 0,000), sehingga model dinyatakan signifikan secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi dan seni lukis efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, regulasi emosi, empati, serta kemampuan sosial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran berbasis mindfulness dan ekspresi kreatif untuk mendukung perkembangan emosional peserta didik.
PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA TERHADAP PENURUNAN KASUS BULLYING DI SMA SWASTA CARNEGIE MEDAN: PENDEKATAN KUANTITATIF DALAM MENGANALISIS PERAN GURU AGAMA Budiman Rakasidih Soetanto Budiman Rakasidih; Nuriani Nuriani; Chandra Chandra
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i2.135

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang menghambat perkembangan psikologis dan peserta sosial didik. Fenomena ini juga terjadi di SMA Swasta Carnegie Medan, meskipun pendidikan agama telah diterapkan, kasus perundungan masih sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Agama Buddha terhadap penurunan kasus bullying serta menelaah peran guru agama dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai Buddhis di kalangan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 51 responden siswa SMA Swasta Carnegie Medan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan dianalisis menggunakan uji statistik, meliputi uji normalitas, korelasi Pearson, regresi sederhana, serta uji parsial (t) dan simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Buddha berpengaruh signifikan terhadap penurunan perilaku bullying dengan nilai signifikansi 0,023 (<0,05), yang berarti nilai-nilai seperti welas asih, empati, dan pengendalian diri dapat membantu menekan tindakan agresif di kalangan siswa. Namun peran guru agama belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara langsung (Sig. = 0,235), meskipun memiliki kecenderungan memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa. Secara simultan, Pendidikan Agama Buddha dan peran guru agama terbukti berpengaruh signifikan terhadap penurunan kasus bullying dengan nilai signifikansi 0,041 (<0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pendidikan agama yang terintegrasi dengan keteladanan guru dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan di sekolah.
KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SMA SWASTA BUDDHIS BODHICITTA MEDAN Wi Wi Law; Nuriani Nuriani; Sunter Candra Yana
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i2.136

Abstract

Motivasi belajar merupakan elemen krusial yang memengaruhi pencapaian akademik siswa, dipengaruhi oleh beragam faktor intrinsik dan ekstrinsik. Kecerdasan emosional serta lingkungan pembelajaran dianggap sebagai dua komponen utama yang berperan strategis dalam membentuk dorongan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak kecerdasan emosional (EQ) dan lingkungan pembelajaran terhadap motivasi siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha di SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan. Pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain ex post facto diterapkan, melibatkan 82 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling dari populasi total sebanyak 461 siswa. Instrumen penelitian dievaluasi berdasarkan validitas dan reliabilitas, dengan koefisien Cronbach's Alpha mencapai 0,804, yang menunjukkan konsistensi internal yang memadai. Analisis data meliputi uji regresi, regresi linier berganda, serta analisis korelasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional memberikan pengaruh signifikan dan dominan terhadap motivasi belajar, tercermin dari koefisien regresi sebesar 0,689 dan nilai signifikansi 0,000. Di samping itu, lingkungan pembelajaran juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan koefisien regresi 0,269 dan signifikansi 0,003. Model regresi menghasilkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,515, yang menyiratkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 51,5% variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan mengelola emosi serta kondisi lingkungan pembelajaran yang mendukung berkontribusi secara langsung pada peningkatan motivasi belajar. Penelitian ini mendorong penguatan program pengembangan EQ serta perbaikan lingkungan pembelajaran guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN DI STAB BODHI DHARMA Candra Candra; Kumari Winja; Santoso Joko
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v7i2.137

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mendorong transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi keagamaan. Meskipun banyak institusi global mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, perguruan tinggi keagamaan seperti STAB Bodhi Dharma masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi tersebut secara optimal. Kondisi ini ditandai dengan terbatasnya penggunaan sistem pembelajaran digital, kurangnya interaksi berbasis teknologi antara dosen dan mahasiswa, serta belum adanya model implementasi AI yang sesuai dengan karakter institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pemanfaatan teknologi AI terhadap efektivitas proses pembelajaran di STAB Bodhi Dharma. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 40 siswa, diambil melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian diuji melalui uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha di atas 0,90, menunjukkan konsistensi yang sangat baik. Analisis data meliputi uji normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, regresi linier sederhana, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mempunyai pengaruh yang signifikan dan sangat kuat terhadap efektivitas pembelajaran, dibuktikan dengan koefisien regresi 0,953, nilai t sebesar 10,909, dan signifikansi 0,000. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 6,076 + 0,953X, menandakan bahwa peningkatan pemanfaatan AI secara langsung meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi AI mampu memperkuat interaktivitas, memberikan umpan balik cepat, serta mendukung personalisasi pengalaman belajar. Temuan ini memberikan dasar penting bagi STAB Bodhi Dharma untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis AI yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM BIDANG KESEHATAN: PERAN LEMBAGA BUDDHIS DALAM KESEJAHTERAAN SOSIAL Sartika; Martidep; Kabri
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jpbisk.v8i1.148

Abstract

Lembaga Buddhis kian menonjol sebagai aktor sosial yang mampu memperkuat kesehatan masyarakat melalui pendekatan spiritual, edukatif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji model pemberdayaan kesehatan yang diprakarsai lembaga Buddhis serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan fisik dan mental masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan dan pengurus vihara, observasi program, serta analisis dokumen lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berbasis nilai Buddhis berhasil memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, meningkatkan akses layanan dasar, serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup lebih sehat. Integrasi nilai etika Buddhis khususnya karuṇā (welas asih) dan mettā (cinta kasih) bersama dukungan sosial komunitas dan kolaborasi formal dengan tenaga kesehatan terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan pemberdayaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model layanan kesehatan berbasis agama yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.
MATERI PANCASILA BUDDHIS TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA AHMAD YANI BINJAI T.P. Viriya Dwikumara; Sunter Candra Yana; Lisniasari
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jvxp6j02

Abstract

Di era globalisasi dan digitalisasi, pengembangan karakter sangat penting untuk memerangi kemerosotan moral generasi muda. Pendidikan agama Buddha, khususnya pengajaran Lima Sila, dianggap sebagai strategi efektif untuk menumbuhkan moralitas, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab siswa. Namun, pola perilaku yang tidak diinginkan seperti perundungan, kurangnya disiplin, dan bahasa vulgar masih marak dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak Lima Sila terhadap pengembangan karakter siswa di Sekolah Menengah Ahmed Yani Binjai. Metode kuantitatif dan analisis korelasi digunakan. Sebanyak 258 siswa Buddha berpartisipasi, dengan 157 siswa dipilih menggunakan pengambilan sampel acak bert stratified berdasarkan rumus Slobin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat pemahaman yang tinggi tentang Lima Sila dan tingkat pengembangan karakter yang tinggi. Koefisien determinasi adalah 0,442, menunjukkan dampak positif yang signifikan (44,2%) terhadap pengembangan karakter siswa. Meskipun pemahaman tentang Lima Sila berkontribusi pada pengembangan karakter siswa, faktor-faktor lain selain yang disebutkan dalam penelitian ini juga memengaruhi pengembangan karakter.
EFEKTIVITAS MEDITASI ANAPANASATI DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN MATERI SISWA SMB VIHARA SAVATHI MEDAN Dewi Puspita Tanjaya; Chandra Badrasagara; Panir Selwen
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/h554y635

Abstract

Keterbatasan konsentrasi belajar dan pemahaman materi merupakan tantangan yang kerap dihadapi siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB). Meditasi ānāpānasati latihan pemusatan perhatian secara sadar pada proses napas diyakini mampu meningkatkan fokus kognitif, ketenangan batin, dan kesiapan belajar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas meditasi ānāpānasati dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan pemahaman materi siswa SMB Vihara Savathi Medan. Desain kuantitatif quasi-experimental dengan struktur one group pre-test and post-test digunakan dalam penelitian ini. Sampel berjumlah 30 siswa SMB. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan; seluruhnya mencapai nilai Cronbach's Alpha di atas 0,90, mengindikasikan konsistensi internal yang sangat tinggi. Serangkaian uji asumsi klasik mengonfirmasi bahwa data berdistribusi normal, linear, homogen, bebas multikolinearitas, dan bebas heteroskedastisitas. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara meditasi ānāpānasati (X), konsentrasi belajar (Y₁), dan pemahaman materi (Y₂). Analisis regresi menunjukkan pengaruh positif signifikan meditasi ānāpānasati terhadap kedua variabel terikat (β = 0,439, p = 0,045), dengan adjusted R² = 0,662 yang menunjukkan 66,2% varian hasil belajar dapat dijelaskan oleh intervensi tersebut. Uji t berpasangan menghasilkan t = 5,823 (p < 0,001), dengan rata-rata skor meningkat dari 65,4 (pre-test) menjadi 82,6 (post-test), peningkatan sebesar 17,2 poin. Uji F mengonfirmasi signifikansi simultan (F = 28,45, p < 0,001). Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa meditasi ānāpānasati efektif sebagai strategi pedagogis terstruktur yang mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan spiritual dalam konteks pembelajaran SMB.
INTERAKSI SOSIAL DAN PERILAKU PROSOSIAL DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL SEBAGAI MODERASI SISWA SMB LOKA SHANTI Tina Talisa; Lisniasari; Ong Cin Siu (Mina Wongso)
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/rhfqzx68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi sosial terhadap perilaku prososial dengan kepedulian sosial sebagai variabel moderasi pada siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB) Loka Shanti Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa yang dipilih dari total populasi sebanyak 60 siswa menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang mengukur tiga variabel utama: interaksi sosial, kepedulian sosial, dan perilaku prososial. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa interaksi sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,670 dan R Square sebesar 0,449, yang berarti interaksi sosial menjelaskan 44,9% variabel perilaku prososial. Namun, hasil uji interaksi menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak memiliki efek moderasi yang signifikan terhadap hubungan antara interaksi sosial dan perilaku prososial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kualitas interaksi sosial siswa, maka semakin tinggi pula perilaku prososial yang ditunjukkan, seperti membantu teman, menunjukkan empati, serta aktif dalam kegiatan sosial. Sebaliknya, meskipun tingkat kepedulian sosial siswa tergolong tinggi, namun tidak berkontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan tersebut secara statistik. Secara umum, siswa SMB Loka Shanti menunjukkan kategori tinggi dalam hal interaksi sosial (rata-rata 77%–84% setuju dan sangat setuju), kepedulian sosial (rata-rata 66%–77%), serta perilaku prososial. Hasil ini mendukung pentingnya integrasi nilai-nilai moral Buddhis dalam pendidikan non formal untuk membentuk karakter siswa yang sosial dan religius.