cover
Contact Name
Sudikno
Contact Email
onkidus@gmail.com
Phone
+6281316350502
Journal Mail Official
redaksipgm@yahoo.com
Editorial Address
Grand Centro Bintaro Blok B2, Jl. Raya Kodam Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12320 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
ISSN : 01259717     EISSN : 23388358     DOI : https://doi.org/10.36457
Core Subject : Health, Social,
Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such asresearchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Becoming a notable national journal in the field of food and nutritions towards a reputable international journal. Mission: Providing scientific communication media in food and nutritions research in order to advance science andtechnology in related fields. Organizes scholarly journal publishing in health research with an attempt to achieve a high impact factorin the development of science and technology.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "JILID 3 (1973)" : 7 Documents clear
ANEMI GIZI DAN KEKUATAN JASMANI PEKERJA PROYEK PEMBANGUNAN Darwin Karyadi; Ignatius Tarwotjo; Samir Basta; Soekirman Soekirman; Husaini Husaini; Muhammad Enoch; S. Margono; A. Halim
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1922.

Abstract

Pada tahun 1972 dilakukan penelitian gizi dan kesehatan terhadap 571 pekerja pada tiga proyek pembangunan di Jawa. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat gizi dan kesehatan yang rendah, pengaruhnya nyata terhadap kekuatan jasmani para pekerja. Selanjutnya cara mana yang sebaiknya diambil untuk meningkatkan itu.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya banyak penyakit infeksi di kalangan pekerja tersebut. Makanan sehari-hari mereka kekurangan berbagai zat gizi, dan tercermin dalam beberapa gejala defisiensi. Prevalensi anemi kurang zat besi dan infestasi cacing tambang amat mencolok. Kekuatan jasmani yang diukur dengan Harvard Step Test pekerja yang anemi ternyata lebih rendah daripada yang tidak anemi.Sebagai tindakan lanjut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian zat besi terhadap peningkatan kekuatan jasmani dan kemampuan kerja para pekerja pembangunan tersebut.
MASALAH ANEMI GIZI PADA WANITA HAMIL DALAM HUBUNGANNYA DENGAN POLA KONSUMSI MAKANAN Soekartijah Martoatmodjo; Djumadias Abu Nain; Muhilal Muhilal; Muhammad Enoch; Husaini Husaini; Soemilah Sastroamidjojo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1923.

Abstract

Penyelidikan pendahuluan yang dilakukan Martoatmodjo dan kawan-kawan di desa Bendungan menunjukkan adanya prevalensi anemi gizi yang tinggi pada wanita hamil. Penyelidikan tersebut dilanjutkan pada tahun 1970-71 di Kabupaten Bogor, meliputi 217 wanita hamil triwulan II dan III dan 78 wanita tak hamil sebagai kelompok kontrol. Pada tahun 1971-73 dilakukan penyelidikan pada 266 wanita hamil triwulan III dan kelompok kontrol (129 suami mereka dan 109 wanita tak hamil) dengan pola konsumsi makanan berlainan berdasarkan makanan pokok utama yaitu beras di Kabupaten Indramayu & Purwakarta, gaplek & beras di Kabupaten Gunung Kidul, beras & ubi jalar serta jagung & singkong di Bali. Prevalensi anemia gizi besi pada wanita hamil yang tertinggi ditemukan di daerah makanan pokok beras (77% menurut kadar Hb dan 83% menurut jenuh transferin); nomor dua tertinggi dijumpai di daerah makanan poko beras & ubi jalar (56% menurut kadar Hb dan 70% menurut jenuh transferin). Di dua daerah tersebut persentase parasit usus didapatkan tinggi. Masalah anemi gizi besi pada wanita hamil yang terendah ditemukan di daerah dengan makanan pokok utama gaplek & beras (Gunung Kidul 46% menurut kadar Hb dan 58% menurut jenuh transferin) dengan konsumsi bahan makanan beraneka ragam dan juga ditemukan persentase parasit usus terendah dari semua daerah yang diselidiki.
POLA PEMBERIAN MAKANAN KEPADA BAYI DI BEBERAPA DAERAH INDONESIA Djumadias Abu Nain; F. J. Maspaitella
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1926.

Abstract

Suatu penyelidikan mengenai pola pemberian makanan pada bayi dan pola penyapihan meliputi 2174 rumah tangga di propinsi-propinsi Sumatera Utara, Sumatera barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat dilakukan dalam tahun 1972-1973.Dalam tulisan ini dibahas urutan berbagai bahan makanan yang biasa diberikan sebagai bahan makanan tambahan kepada bayi.Pola penyapihan bayi berbeda-beda diberbagai propinsi. Walaupun sebagian besar bayi-bayi disapih pada umur 1-2 tahun, jumlah bayi yang disapih diatas umur 2-3 tahun cukup penting artinya.Makanan orang dewasa biasanya mulai diberikan sesudah anak berumur lebih dari satu tahun.Volume makanan sapihan merupakan suatu faktor yang mempunyai pengaruh besar sebagai penyebab terjadinya kekurangan kalori-protein pada anak sapihan.
PENELITIAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DI DALAM USAHA PERBAIKAN GIZI ANAK PRA-SEKOLAH YANG DISELENGGARAKAN DI TAMAN GIZI DESA CIJENGKOL KABUPATEN SUKABUMI Ig. Djokosusanto; Samsudin Samsudin; Asmuni Asmuni; Jajah K. Husaini; S. Hasnah Soetedjo; Supardi Supardi; Darwin Karyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1927.

Abstract

Telah diteliti pengaruh pemberian makanan tambahan di Taman Gizi di desa Cijengkol, kabupaten Sukabumi terhadap 26 anak pra-sekolah yang berasal dari keluarga-keluarga golongan sosial-ekonomi rendah.Keadaan gizi anak-anak eksperimen dibandingkan dengan anak-anak kontrol menunjukkan perbaikan yaitu dengan menurunnya jumlah penderita kurang protein-kalori pada akhir program.Dinilai dari segi antropometri gizi ternyata pengaruh makanan tambahan selama tiga bulan tidak memberikan hasil yang nyata. Ada beberapa faktor yang diduga telah menyebabkan keadaan tersebut, yaitu jangka waktu pemberian makanan tambahan terlalu singkat, kurangnya nafsu makan pada anak-anak tersebut, serta adanya penyakit infeksi kronik tuberkulosis. Penyakit saluran pernafasan, baik yang akut maupun yang menahun (tuberkulosis) diduga merupakan sebab penting sebagai penghambat perbaikan gizi anak-anak tersebut.Usaha penyuluhan gizi praktis hanya sampai pada tingkat tambahan pengetahuan. Ibu-ibu yang dididik/diberi penyuluhan belum dapat merubah sikap dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya itu di rumah mereka masing-masing. Keadaan sosial-ekonomi yang rendah serta terbatasnya sumber-sumber yang ada di keluarga merupakan faktor-faktor yang sangat erat hubungannya dengan tidak mampunya ibu-ibu tersebut di dalam menyediakan makanan yang baik bagi anggota-anggota keluarga.
KADAR ZAT GIZI DALAM TEMPE BENGUK Indrawati Gandjar; Dewi S. Slamet; Moeljono Moeljono
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1928.

Abstract

Disamping kacang kedele dan kacang tanah sejumlah kacang-kacangan yang kurang dikenal juga dimakan penduduk daerah-daerah tertentu di Pulau Jawa. Diantaranya biji-biji koro benguk (Mucuna pruriens). Hasil fermentasi dari biji-biji ini dikenal sebagai tempe benguk.Dalam penelitian ini telah digunakan campuran biji koro benguk varitas abu-abu dan varitas hitam dalam perbandingan 1:1.Hasil isolasi mikroflora dari contoh-contoh tempe benguk yang dijual belikan ialah species dari marga (genus) Rhizopus. Strain 90 II/3 dari desa Donomulyo Malang Selatan yang diidentifikasi sebagai R. arrhizus menghasilkan tempe benguk yang baik dan dipakai dalam penelitian ini.Telah dilakukan analisa zat gizi kedua varitas biji-biji koro benguk mentah, begitu pula dari substrat sebelum fermentasi dan tempe benguknya. Kadar protein dari tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14.1%.Proses perebusan, perendaman dan pengukusan telah menghilangkan seluruh HCN dalam substrat. Dari segi kandungan aflatoksin tempe benguk dalam penelitian ini tidak membahayakan karena kandungannya hanya 1.04 ppb.Hasil fermentasi biji-biji koro benguk dapat merupakan suatu sumber protein murah bagi penduduk yang makanan pokoknya terutama serealia dan umbi-umbian.
KADAR ZAT GIZI MAKANAN JAJAN DI DESA CIJENGKOL: SUATU PERBANDINGAN ANTARA ANALISA KIMIA DAN PERHITUNGAN DAFTAR KOMPOSISI BAHAN MAKANAN Krisdinamurtirin Krisdinamurtirin; Dewi Sabita Slamet; Mien Karmini Mahmud
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1929.

Abstract

Kadar zat gizi beberapa makanan jajan dari desa Cijengkol Jawa Barat telah dibandingkan hasil analisa kimianya dengan hasil perhitungan dengan Daftar Kompisisi Bahan Makanan. Makanan jajan yang diteliti yaitu yang di desa tersebut dikenal namanya sebagai gegentur, puruy, noga wijen, kremes, goreng pisang sale, tape goreng, boder, gemblong.Kedua cara menghasilkan kadar zat gizi yang umumnya berbeda, yang secara statistik tidak berarti, kecuali untuk protein dan kalsium. Hal ini menunjukkan bahwa untuk lemak, hidrat arang, fosfor dan besi, hitungan dengan Daftar Komposisi Bahan Makanan tidak mempunyai penyimpanan yang besar, kecuali untuk protein dan kalsium. Untuk protein, hidrat arang, lemak dan fosfor, hasil hitungan lebih besar daripada analisa kimia. Sedangkan untuk kalsium dan besi, hitungan lebih kecil daripada analisa kimia.Penelitian lebih lanjut mengenai kadar zat gizi secara analisa kimia dibanding dengan perhitungan Daftar Komposisi perlu dilakukan baik terhadap makanan jajan maupun hidangan tunggal dan hidangan sehari-hari dari beberapa daerah sampel lainnya. Dari penelitian seperti ini akan didapatkan angka penyimpanan untuk mengadakan koreksi pada perhitungan penelitian makanan (dietary survey).
KADAR PROTEIN MAKANAN MASAK, YANG DIPEROLEH DARI HASIL PERHITUNGAN DAN ANALISA Mien Karmini Mahmud; Dewi Sabita Slamet; Krisdinamurtirin Krisdinamurtirin; Mahmud Jusuf; Ignatius Tarwotjo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 3 (1973)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1930.

Abstract

Kadar protein 23 makanan masak ditentukan menurut dua cara. Pertama, dihitung dari kadar protein bahan mentahnya dikalikan angka rasio berat mentah : masak. Kedua, menganalisa kandungan nitrogen makanan masak kemudian mengalikannya dengan 6,25. Ternyata kadar protein hitung lebih tinggi daripada kadar protein hasil analisa langsung. Secara keseluruhan, perbedaan kadar protein hitung dan analisa makanan masak yang diselidiki pukul rata 3,6 gram atau 14%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1973 1973


Filter By Issues
All Issue Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024 Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023 Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023 Vol. 45 No. 2 (2022): PGM VOL 45 NO 2 TAHUN 2022 Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022 Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021 Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021 Vol. 43 No. 2 (2020): PGM VOL 43 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 43 No. 1 (2020): PGM VOL 43 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019 Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019 Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018 Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018 Vol. 40 No. 2 (2017) Vol. 40 No. 1 (2017) Vol. 39 No. 2 (2016) Vol. 39 No. 1 (2016) Vol. 38 No. 2 (2015) Vol. 38 No. 1 (2015) Vol. 37 No. 2 (2014) Vol. 37 No. 1 (2014) Vol. 36 No. 2 (2013) Vol. 36 No. 1 (2013) Vol. 35 No. 2 (2012) Vol. 35 No. 1 (2012) Vol. 34 No. 2 (2011) Vol. 34 No. 1 (2011) Vol. 33 No. 2 (2010) Vol. 33 No. 1 (2010) Vol. 32 No. 2 (2009) Vol. 32 No. 1 (2009) Vol. 31 No. 2 (2008) Vol. 31 No. 1 (2008) Vol. 30 No. 2 (2007) Vol. 30 No. 1 (2007) Vol. 29 No. 2 (2006): PGM VOL 29 NO 2 Desember Tahun 2006 Vol. 29 No. 1 (2006) Vol. 28 No. 2 (2005) Vol. 28 No. 1 (2005) Vol. 27 No. 2 (2004) Vol. 27 No. 1 (2004) Vol. 26 No. 2 (2003) Vol. 26 No. 1 (2003) Vol. 25 No. 2 (2002) Vol. 25 No. 1 (2002) JILID 24 (2001) JILID 23 (2000) JILID 22 (1999) JILID 21 (1998) JILID 20 (1997) JILID 19 (1996) JILID 18 (1995) JILID 17 (1994) JILID 16 (1993) JILID 15 (1992) JILID 14 (1991) JILID 13 (1990) JILID 12 (1989) JILID 11 (1988) JILID 10 (1987) JILID 9 (1986) JILID 8 (1985) Vol. 6 (1984): JILID 6 (1984) JILID 7 (1984) Vol. 5 (1982): JILID 5 (1982) JILID 4 (1980) JILID 3 (1973) JILID 2 (1972) JILID 1 (1971) More Issue