cover
Contact Name
Bowo Sugiharto
Contact Email
bowo@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281393233421
Journal Mail Official
biopedagogi@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi
ISSN : 22526897     EISSN : 2715176X     DOI : https://doi.org/10.20961/bio-pedagogi
Bio-Pedagogi. Jurnal Pembelajaran Biologi adalah jurnal yang dimiliki oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNS. Jurnal Bio-Pedagogi akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu pembelajaran biologi. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah yang tercakup dalam pembidangan jurnal.
Articles 188 Documents
Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif articulate storyline terintegrasi microgames pada materi proses digesti manusia kelas XI Malvin Prima Soyoga; Meti Indrowati; Umi Fatmawati
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.94974

Abstract

ENThis study aims to (1) develop interactive learning multimedia Articulate Storyline integrated with microgames on the material of human digestion process in class XI, (2) test the feasibility of interactive learning multimedia Articulate Storyline integrated with microgames on the material of human digestion process in class XI. This type of research is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which is modified only to the Develop stage and combined with a mixed method sequential exploratory design approach. The research data collection technique was carried out using a questionnaire. The data analysis technique was carried out using descriptive data analysis. The research results showed that the product developed has interactive, independent, and convergent properties and is unique, namely, the insertion of 12 types of microgames in the content of the digestion process material. The feasibility value of the product developed showed 87% responses from media experts, 87% from learning experts, 91.3% from teacher responses (practitioners), and 90.3% from student responses. Thus, interactive learning multimedia based on Articulate Storyline integrated with microgames on the material of the digestion process is declared very feasible to be used as a learning media for biology in class XI.IDPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif Articulate Storyline terintegrasi microgames pada materi proses digesti manusia di kelas XI, (2) menguji kelayakan multimedia pembelajaran interaktif Articulate Storyline terintegrasi microgames pada materi proses digesti manusia di kelas XI. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang dimodifikasi hanya sampai tahapan Develop dan dipadukan dengan pendekatan mixed method sequential exploratory design. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan produk yang dikembangkan memiliki sifat interaktif, mandiri, dan konvergen, serta memiliki keunikan yakni terdapat penyisipan 12 macam microgames pada konten materi proses digesti. Nilai kelayakan produk yang dikembangkan menunjukkan sebesar 87% respon dari ahli media, 87% dari ahli pembelajaran, 91,3% dari respon guru (praktisi), dan 90,3% dari respon siswa. Dengan demikian, multimedia pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline terintegrasi microgames materi proses digesti dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran biologi kelas XI.
Hasil belajar mahasiswa calon guru biologi pada praktikum sistematika invertebrata selama masa pembelajaran tatap muka terbatas 2021/2022 Hastin Puspitasari; Putri Agustina
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 1 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i1.63385

Abstract

ENThis study aims to determine the learning outcomes of prospective biology teacher candidates for the biology education study program at the a University in Surakarta during the limited PTM period T.A 2021/2022. This type of research is ex post facto research. The subjects of this study were 145 students who took the Invertebrate Systematics practicum course. The data of this study were obtained from the documentation of student learning outcomes and then analyzed by descriptive analysis. The results showed that the learning outcomes of Invertebrate Systematics practicum students during the limited PTM period T.A 2021/2022 of the three components were generally in the medium category. The posttest results obtained an average of 69.6, the response test with an average of 63.2 and the average final practicum score was 75.6. This shows that student learning outcomes during the limited PTM period are quite good. IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa calon guru biologi prodi pendidikan biologi FKIP Universitas di Surakarta selama masa PTM terbatas T.A 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Subjek penelitian ini adalah 145 mahasiswa yang menempuh mata kuliah praktikum Sistematika Invertebrata. Data penelitian ini diperoleh dari dokumentasi hasil belajar mahasiswa kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa praktikum Sistematika Invertebrata pada masa PTM terbatas T.A 2021/2022 dari ketiga komponen secara umum masuk dalam kategori sedang. Hasil postest memperoleh rata – rata 69.6, ujian responsi dengan rata – rata 63.2 dan rata – rata nilai akhir praktikum adalah 75.6. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa selama masa PTM terbatas yang dihasilkan cukup baik.
Analisis pengukuran hasil ulangan menggunakan teori tes klasik dan model Rasch pada siswa SMA Annisa El Hasna
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88425

Abstract

ENEvaluation is an important part and stage that educators must go through to ensure effective learning. Evaluation results can be used as material for teacher reflection in developing and organizing learning programs and activities. The research aims to compare the analysis of assessment or evaluation using Classical Test Theory with the Rasch model and can find out the differences in analysis using the two models. The type of research in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The sample used is the results of the Virus Chapter daily test with a total of 15 questions. Assessment analysis based on classical test theory using Microsoft Excel application and assessment analysis based on Rasch Model using Winsteps Rasch application. Validity analysis on classical test theory and Model Rasch amounted to nine valid questions and six invalid questions, and five valid questions and 10 invalid questions. Reliability test analysis through classical test theory obtained a value of 0.672 with a moderate category and from Item Reliability obtained a value of 0.87 with a good category. The average difficulty level of questions on the test theory is 0.463 at a moderate level, according to the Rasch Model there are three very easy questions, five easy questions, three difficult questions, and four very difficult questions. Analysis of distinguishing power based on classical test theory which is in the bad category of one item, six items are sufficient, five items are high, and three items are very high. The distinguishing power of items based on the Rasch Model obtained the item separation index H = 3.81.IDEvaluasi adalah bagian dan tahapan penting yang harus dilalui pendidik untuk menjamin pembelajaran efektif. Hasil evaluasi dapat dijadikan bahan refleksi guru dalam mengembangkan dan menyelenggarakan program dan kegiatan pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk membandingkan analisis penilaian atau evaluasi menggunakan Teori Tes Klasik dengan Model Rasch dan dapat mengetahui perbedaan analisis dengan menggunakan kedua model tersebut. Jenis penelitian pada penelitian ini yakni metode kualitatif secara pendekatan deskriptif. Sampel yang digunakan yakni hasil ulangan harian BAB Virus dengan jumlah butir soal sejumlah 15 soal. Analisis penilaian berdasarkan teori tes klasik menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan analisis penilaian berdasarkan Model Rasch menggunakan aplikasi Winsteps . Analisis validitas pada teori tes klasik serta Model Rasch berjumlah sembilan soal valid serta tidak valid enam soal, dan valid lima soal serta tidak valid 10 soal. Analisis Uji Reliabilitas melalui teori tes klasik diperoleh nilai sebesar 0,672 dengan kategori sedang serta dari Item Reliability diperoleh nilai 0,87 dengan kategori bagus. Rerata tingkat kesulitan soal pada teori tes sebesar 0,463 pada tingkat sedang, menurut model Rasch terdapat tiga soal sangat mudah, mudah lima soal, sulit tiga soal serta sangat empat soal. Analisis daya pembeda berdasarkan teori tes klasik yang berada pada kategori buruk satu item, enam butir cukup, lima butir tinggi, dan tiga item sangat tinggi. Daya pembeda butir soal berdasarkan Model Rasch diperoleh indeks separasi butir soal H = 3,81.
Pengembangan e-booklet “Tumbuhan Survival” sebagai sumber belajar pada materi keanekaragaman hayati Ahnisa Nur Ridha Rahma; Muzzazinah Muzzazinah; Sri Widoretno
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 2 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i2.85554

Abstract

ENThe research aims to (1) Identify the results of survival plant inventory in Tlogodlingo, Tawangmangu District (2) Identify the benefits of plant inventory results in Tlogodlingo as a learning resource in the form of e-booklets (3) Identify the viability of survival plant e-booklets as a learning resource on biodiversity material. The research applied is Research and Development (R&D). Research data were collected through observation, interviews, plant descriptions, and questionnaires. Plant samples were obtained using the purposive sampling method. The data collection instrument is an expert assessment questionnaire to assess the viability of e-booklet media as a learning resource on plant classification and utilization of biodiversity. The results showed that the identification of survival plants found in Tlogodlingo, Tawangmangu District are divided into 13 plants as food and seven plants as medicine. The validation test results are valid with a percentage value of 87,5% by media expert validators, 85% by linguist validators, and 80% by material expert validators. Learning resources in e-booklets are suitable for use with significant improvements. IDPenelitian bertujuan untuk (1) Mengetahui hasil inventarisasi tumbuhan survival di Tlogodlingo, Kecamatan Tawangmangu (2) Mengetahui manfaat hasil inventarisasi tumbuhan di Tlogodlingo sebagai sumber belajar dalam bentuk e-booklet (3) Mengetahui kelayakan e-booklet tumbuhan survival sebagai sumber belajar pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian menerapkan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Pengambilan data penelitian melalui observasi, wawancara, deskripsi tumbuhan, dan angket. Sampel tumbuhan didapatkan menggunakan metode purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket penilaian ahli untuk menilai kelayakan media e-booklet sebagai sumber belajar pada sub-materi klasifikasi tumbuhan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi tumbuhan survival yang ditemukan di Tlogodlingo Kecamatan Tawangmangu terbagi atas 13 tumbuhan sebagai makanan dan 7 tumbuhan sebagai obat. Hasil uji validasi adalah valid dengan persentase nilai sebesar 87,5% oleh validator ahli media, 85% oleh validator ahli bahasa, 80% oleh validator ahli materi Sumber belajar berupa e-booklet layak digunakan dengan perbaikan yang berarti.
Keterkaitan kemampuan problem solving dengan kualitas essay pada penerapan model discovery learning dan teknik brainstorming Roisyah Ashshaddiqah Suwandi
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 1 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i1.76739

Abstract

ENThe purpose of this study was to determine the effectiveness of the problem-based learning model on the learning outcomes of eleventh grade students at a senior high school in Sukoharjo in the 2022/2023 academic year. The method used is purposive sampling. The sample used was class XI MIPA 2 dan XI MIPA 3, totaling 72 students. The data collection technique used was a matter of pre-test and post test. The analysis technique used is the Normalized Gain (N-Gain) test. The results of this study indicate that in learning outcomes there are effective results between the problem-based learning model and the students’ learning outcomes. The average value in research learning outcomes was obtained at 72,1 so that it can be concluded that the use of problem-based learning models is effective for learning outcomes. IDTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Sukoharjo tahun ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan adalah Purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 yang berjumlah 72 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal pre-test dan post test. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada hasil belajar terdapat hasil yang efektif antara model pembelajaran berbasis masalah dengan hasil belajar siswa kelas XI MIPA SMA. Rata-rata nilai pada penelitian hasil belajar didapatkan sebesar 72,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa  efektif penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar.
Nilai-nilai karakter siswa sekolah menengah atas pada pembelajaran biologi dengan berbantukan aplikasi instagram Meinira Dinar Fajrina; Dwi Setyo Astuti
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 2 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i2.63971

Abstract

ENLearning in the 21st century applies character skills, critical thinking, creativity, problem-solving, cooperation, community, and communication skills. Building the character we need is one of them through learning, where 21st-century learning integrates knowledge skills, literacy, attitudes, and skills and mastery of technology. This study aims to determine the value of the character of responsibility, creativity, and independence in students. The data collection technique used in this research is the triangulation technique. Questionnaire, observation, and interview methods were used in this study. In his research through the poster in Instagram learning method, the teacher provides students with an understanding of the discussion task to obtain work to build creative character values and responsibility. Experts' students' and teachers' responses validated data collection. The results of students' character values in learning biology with the help of the Instagram application were 72%, 68%, and 66% with good categories. The character value that gets the highest percentage is responsibility, and independence is the lowest character value aspect. IDPembelajaran pada abad ke-21 ini menerapkan keterampilan karakter, berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kerjasama, kemasyarakata dan keterampilan komunikasi. Membangun karakter yang kita perlukan yaitu salah satunya melalui pembelajaran, dimana pembelajaran abad 21 ini merupakan suatu pengintegrasian antara kemampuan kecakapan pengetahuan, literasi, sikap dan keterampilan serta penguasaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter tanggung jawab, kreatif, dan mandiri pada siswa.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik triangulasi. Metode kuesioner, observasi, dan wawancara digunakan dalam penelitian ini. dalam penelitiannya melalui metode pembelajaran poster in instagram, guru memberikan pemahaman siswa untuk tugas diskusi dalam memperoleh karya dengan harapan dapat membangun nilai karakter kreatif dan tanggung jawab. Pengumpulan data dilakukan dengan validasi oleh pakar, tanggapan siswa dan guru. Hasil nilai karakter siswa pada pembelajaran biologi dengan berbantukan aplikasi instagrami sebesar 72%, 68%, dan 66% dengan kategori baik. Nilai karakter yang memperoleh persentase tertinggi adalah tanggung jawab dan aspek nilai karakter terendah adalah mandiri.
Analisis kualitas instrumen penilaian materi keanekaragaman hayati melalui tes klasik dan Rasch model Nila Permatasari
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88470

Abstract

ENLearning evaluation functions as an indicator. Assessment is an activity that involves the interpretation of measurement data in accordance with certain criteria or rules. An effective assessment instrument must meet the requirements including validity, reliability, level of difficulty, discriminatory power, and distractor effectiveness. This study aims to compare the results of the analysis of assessment instruments between classical test theory and the Rasch model on the assessment of Biodiversity material. The study was conducted in class VII at one of the junior high schools in Sukoharjo. This study is a quantitative descriptive study with random sampling techniques. The data were analyzed using Microsoft Excel (and Winsteps. The results of the validity analysis through the classical test theory were categorized as sufficient/moderate quality (5 valid) from the Rasch model analysis obtained good question quality (6 valid). The reliability analysis of the questions through the classical test theory was 0.458 (moderate) and the Rasch model obtained a person with a weak value (0.34) and a question with a good value (0.86). The level of difficulty, according to the classical test theory and the Rasch model, was distributed into three groups. The discriminatory power of the classical theory test was divided into 5 questions with sufficient value, 4 questions with high value, and 1 question with very high value. Then, in the Rasch model there were four groups of questions that could be identified, while for the person there was only one group. For the effectiveness of the distractors in the classical theory test and the Rasch model, most of them had shown good quality while a small number of distractors did not work. The Rasch model approach is considered better because it is more objective, easy to interpret the results, flexible, and statically strong.IDEvaluasi pembelajaran berfungsi sebagai indikator Penilaian merupakan kegiatan yang melibatkan interpretasi data pengukuran yang sesuai dengan kriteria atau aturan-aturan tertentu. Instrumen penilaian yang efektif harus memenuhi persyaratan yang meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas distraktor. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis instrumen penilaian antara teori tes klasik dan Rasch model pada assesment materi Keanekaragaman Hayati Penelitian dilakukan pada kelas VII di salah satu SMP di  Sukoharjo. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling acak. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel (dan Winsteps. Hasil analisis validitas melalui teori tes klasik dikategorikan berkualitas cukup/sedang (5 valid) dari melalui analisis Rasch model diperoleh kualitas soal yang baik (6 valid). Analisis reliabilitas butir soal melalui teori tes klasik sebesar 0,458 (sedang) dan Rasch model diperoleh person bernilai lemah (0,34) dan butir soal bernilai bagus (0,86). Tingkat kesukaran, menurut teori tes klasik dan Rasch model terdistribusi dalam tiga kelompok. Daya pembeda tes teori klasik terbagi pada 5 soal bernilai cukup, 4 soal bernilai tinggi, dan 1 soal bernilai sangat tinggi.  Lalu, pada Rasch model terdapat empat kelompok butir soal yang dapat diidentifikasi, sedangkan untuk person hanya terdapat satu kelompok. Untuk efektivitas distraktor pada tes teori klasik dan Rasch model sebagian besar sudah menunjukkan kualitas baik sedangkan sebagian kecil distraktor tidak bekerja. Pendekatan Rasch model dianggap lebih baik dikarenakan lebih objektif, mudah dalam menafsirkan hasil, fleksibel, dan kuat secara statis.
Meta-analisis validitas pengembangan booklet sebagai salah satu suplemen bahan ajar dalam materi pembelajaran biologi SMA/MA Alda Fuadiyah; Erna Wijayanti
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 2 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i2.87866

Abstract

ENLearning media is an important means of supporting the learning process. It requires learning media that makes learning activities easier to understand by students. One of the tools that can be used in the learning process is a booklet. A booklet is a learning medium in the form of a small book with clear, concise, and easy-to-understand content with a minimum of five pages and a maximum of forty-eight pages out of cover count. This study aims to evaluate the validity of bookmaking as an additional teaching material in the biology lessons at high school/MA. Data collection is done by searching for journals and thesis related to booklets. The sample used is 20 journalists related to the development of the booklet. The meta-analysis results of the research for the educational material of the booklet amounted to 88.14%, with a very valid category. Then, with the results obtained, the booklet can be used for teaching material on the learning process to help the students so that they can easily understand the material delivered. IDMedia pembelajaran adalah sarana penting untuk mendukung proses pembelajaran. Dibutuhkan media pembelajaran yang membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa. Salah satu alat yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah Booklet. Booklet sendiri adalah sebuah media pembelajaran berupa buku kecil dengan isi yang jelas, tegas, dan mudah dipahami yang memiliki minimal lima halaman dan maksimal empat puluh delapan halaman di luar hitungan sampul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi validitas pembuatan buku sebagai bahan ajar tambahan dalam pelajaran biologi di SMA/MA. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari jurnal dan tesis yang berhubungan dengan booklet. Sampel yang digunakan adalah 20 jurnal yang berkaitan dengan pengembangan booklet. Hasil meta analisis penelitian untuk bahan ajar berupa booklet sebesar 88,14% dengan kategori sangat valid. Maka dengan hasil yang sudah didapat booklet dapat digunakan untuk bahan ajar pada proses pembelajaran dalam rangka membantu peserta didik agar dapat mudah memahami materi yang disampaikan.
Analisis kualitas butir soal ujian akhir semester mata pelajaran biologi SMA menggunakan Rasch Model Opik Prasetyo
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 1 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i1.79390

Abstract

ENThis research aims to determine the quality of Biology final exam questions in senior high school using the Rasch model. The final exam questions consist of 30 multiple choices questions on ecology and cells. The answers are collected from 50 students in grade XI in SMA Academic Year 2021/2022. Data analyse technique in this research is the Item responses test (IRT). The result shows that from a total of 30 questions, 17 of them are in the valid category, while the other 13 questions are invalid. The value of Cronbach’s alpha is 0,69 < 0,7; shows that some of the invalid questions are not reliable and require improvement, so that the consistency of measurement results using these items become more reliable. The analysis result also shows that the majority of students have conformity with the developed Rasch model, except for student numbers 04L, 18P, 07P, 44P, 39L, 43P and 25P. IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal ujian akhir semester mata pelajaran Biologi SMA menggunakan RASCH model. Soal UAS yang dianalisis berjumlah 30 soal pilihan ganda pada materi ekologi dan sel. Responden merupakan 50 siswa kelas XI SMA Tahun Akademik  2021/2022.  Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Item responses test (IRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 30 butir soal, sejumlah 17 item termasuk kategori valid, sedangkan 13 item lainnya invalid. Nilai Alpha Cronbach berdasarkan hasil analisis adalah 0,69 < 0,7; menunjukkan bahwa beberapa soal yang invalid tersebut tidak reliabel dan memerlukan perbaikan, sehingga keajegan atau konsistensi hasil pengukuran menggunakan item soal menjadi lebih dapat dipercaya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesesuaian dengan RASCH model yang dikembangkan, kecuali siswa nomor 04L, 18P, 07P, 44P, 39L, 43P dan 25P.
Perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan penerapan argument mapping materi sistem sirkulasi ditinjau dari academic self efficacy Nadia Salsabila; Dwi Oetomo; Muzzazinah Muzzazinah
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 2 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i2.71172

Abstract

ENThis study aims to (1) find out differences in students' argumentation abilities between learning using argument mapping media and not, (2) find out differences in students' argumentation abilities with different levels of academic self-efficacy, (3) find out interaction between mapping media arguments and academic self-efficacy on students' argumentation abilities. This research is quasi-experimental with a posttest-only pattern and nonequivalent design. The research was conducted at a High School in Boyolali  for the 2022/2023 academic year. The instrument for argumentation skills uses an essay test, while for academic self-efficacy, students use a questionnaire with a Likert Scale of 1-4. Data analysis techniques for argumentation skills and academic self-efficacy use the two-way ANOVA test and the LSD (Least Significance Different) test. The results showed that: (1) There are differences in students' argumentation skills between learning by applying media argument mapping; the highest difference lies in the aspects of warrants and backing with a range of scores far enough between the experimental and control classes, namely 22.14 and 15.49 respectively, (2) There are differences in the argumentation abilities of students with different levels of academic self-efficacy. Students with high and moderate academic self-efficacy have better argumentation skills than students with low academic self-efficacy. (3) There is no interaction between media argument mapping and academic self-efficacy on students' argumentation abilities. Academic self-efficacy and media argument mapping have their effects on argumentation ability. IDPenelitian ini bertujuan untuk : (1)mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara pembelajaran yang menggunakan media argument mapping dan tidak, (2)mengetahui perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan tingkat academic self efficacy berbeda, (3)mengetahui interaksi antara media argument mapping dan academic self efficacy terhadap kemampuan argumentasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental design dengan pola posttest only with nonequivalent design. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Boyolali  Tahun Ajaran 2022/2023. Data kemampuan argumentasi siswa dikumpulkan menggunakan tes essay, sedangkan untuk academic  self efficacy siswa menggunakan angket dengan Skala Likert 1-4. Teknik analisis data untuk kemampuan argumentasi dan academic self efficacy menggunakan uji ANOVA 2 jalur (two ways ANOVA) dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan argumentasi siswa antara pembelajaran dengan penerapan media argument mapping. Perbedaan tertinggi terletak pada aspek warrant dan backing dengan rentang skor cukup jauh antara kelas eksperimen dan kontrol, yakni masing-masing 22,14 dan 15,49,  (2) Terdapat perbedaan kemampuan argumentasi siswa dengan tingkat academic self efficacy berbeda. Siswa yang memiliki academic self efficacy tinggi dan sedang  memiliki kemampuan argumentasi yang lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat academic self efficacy rendah, (3) Tidak ada interaksi antara media argument mapping dan academic self efficacy terhadap kemampuan argumentasi siswa. Academic self efficacy dan media argument mapping memiliki pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan argumentasi.

Filter by Year

2012 2025