cover
Contact Name
Bowo Sugiharto
Contact Email
bowo@fkip.uns.ac.id
Phone
+6281393233421
Journal Mail Official
biopedagogi@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi
ISSN : 22526897     EISSN : 2715176X     DOI : https://doi.org/10.20961/bio-pedagogi
Bio-Pedagogi. Jurnal Pembelajaran Biologi adalah jurnal yang dimiliki oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNS. Jurnal Bio-Pedagogi akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu pembelajaran biologi. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah yang tercakup dalam pembidangan jurnal.
Articles 188 Documents
Implementasi problem-based learning berbasis education for sustainable development terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik Veronica Christiani Gurning; Ganda Hijrah Selaras
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88657

Abstract

ENLearning plays a crucial role in the educational process; therefore, educators need to apply learning models that can improve students' critical thinking skills. One of the most effective approaches is to use a Problem-Based Learning model centered on education for Sustainable Development, which aligns with 21st-century competencies. The Education for Sustainable Development approach is critical to understanding environmental changes from the perspective of developing students' character. This research aims to review the literature on the Problem-Based Learning model centered on Education for Sustainable Development in improving students' critical thinking capacities. The methodology was a literature review of 20 papers from the last five years found in scientific databases like Sinta and Scimago. There were five articles in the sampling. Based on the analysis, the ESD-based Problem-Based Learning model positively influences students' critical thinking skills.IDPembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development yang sesuai dengan kompetensi di era abad 21. Pendekatan Education for Sustainable Development sangat penting untuk memahami perubahan lingkungan hidup dari sudut pandang pengembangan karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur terkait model Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development dalam membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 20 artikel dari database ilmiah seperti Scimago dan jurnal yang terindeks Sinta dengan rentang 5 tahun terakhir. Sampel yang digunakan adalah 5 artikel. Berdasarkan hasil analisis, model Problem Based Learning berbasis ESD memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan memecahkan masalah biologi Intan Novalia Putri Utamia; R. Teti Rostikawati; Suci Siti Lathifah
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 1 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i1.49819

Abstract

ENThis research was a quasi-experimental experiment. This study aimed to determine the differences in Problem-Solving Abilities (KPM) using Discovery and Conventional learning models. The study was conducted in March-October 2018. The population in this study was class X in one of the private high schools in Bogor Regency for the 2017/2018 academic year. The sampling technique uses purposive sampling techniques. The sample for the experimental class was class X MIPA B, treated using the Discovery Learning learning model with 40 students. Class X MIPA A was treated using a conventional learning model with 40 students with instruments to solve problems (KPM). The results of the t-test show differences in problem-solving abilities between students who learn to use the Discovery Learning model and Conventional learning models. Discovery Learning class groups are higher than Conventional class groups; this can be seen from the average N-Gain score of problem-solving abilities in the Discovery Learning class of 50 and Conventional class groups of 42. Therefore, the Discovery Learning learning model is used in biodiversity material to improve students' biological problem-solving abilities. IDPenelitian ini merupakan penelitian Kuasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Memecahkan Masalah (KPM) menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret- Oktober 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X di salah satu SMA Swasta di Kabupaten Bogor tahun akademik 2017/2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel untuk kelas eksperimen adalah kelas X MIPA B diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan jumlah 40 siswa dan kelas X MIPA A diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Konvensional dengan jumlah 40 siswa dengan instrumen kemampuan memecahkan masalah(KPM). Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan pembelajaran Konvensional. kelompok kelas Discovery Learning lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kelas Konvensional, hal tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata N-Gain kemampuan pemecahan masalah pada kelompok kelas Discovery Learning sebesar 48,40 dan kelompok kelas Konvensional sebesar 41.95. Oleh karena itu, model pembelajaran Discovery Learning dapat digunakan pada materi keanekaragaman hayati dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah biologi siswa.
Analisis kualitas soal penilaian tengah semester biologi dengan teori tes klasik dan Rasch model Damasus Nosi Resi
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 2 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i2.88075

Abstract

ENThis research aims to determine the quality of odd semester assessment questions for class X in Biology for the 2023/2024 academic year. This research used a quantitative descriptive method involving 30 students with 30 questions being tested. Data were analyzed using classical test theory and processed using Microsoft Excel and Rasch models, which were processed using the Winstep program. The quality of the item questions tested includes difficulty level, distinguishing power, distractor effectiveness, validity, and reliability. The results of the CTT analysis show two categories of difficulty, namely easy (13.3%) and medium (86.7%) questions. There are four categories of differentiating power: low, sufficient, high, and very high. The effectiveness of functioning distractors was 16.7%, while non-functional ones were 83.3%. The validity of valid questions is 20%, and invalid is 80%. Meanwhile, the level of reliability is categorized as unreliable, with a value of r11 = 0.079 (very low). The results of the IRT analysis show that the difficulty level of the questions is in three categories, namely easy (20%), medium (66.7%), and difficult (13.3%). Differentiating power is only categorized as low. The effectiveness of functioning distractors was 43.3%, and non-functioning was 56.7%. The validity of the questions is classified as valid 63.7% and invalid 36.3. Person reliability is 0.03 in the weak category, while item reliability is 0.30 in the weak category. This study provides insight into the importance of using appropriate methodology for problem analysis, using both classical test theory and the Rasch model, which can help create evaluation instruments in the future. IDTujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas soal Penilaian Tengah Semester ganjil kelas X mata pelajaran Biologi tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang melibatkan 30 siswa dengan 30 soal yang diujikan. Data dianalisis dengan teori tes klasik yang diolah menggunakan Microsoft Excel dan Rasch  model yang diolah dengan program Winstep. Kualitas item soal yang diuji meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, efektivitas distraktor, validitas dan reliabilitas. Hasil analisis CTT menunjukkan tingkat kesukaran terdapat dua kategori yaitu soal kategori mudah (13,3%) dan sedang (86,7%). Daya pembeda terdapat empat kategori yaitu rendah, cukup, tinggi dan sangat tinggi. Efektifitas distraktor berfungsi sebanyak 16,7% sedangkan yang tidak berfungsi 83,3%. Validitas butir soal yang valid terdapat 20% dan tidak valid 80%. Sedangkan tingkat reliabilitas dikategorikan tidak reliabel dengan nilai r11= 0,079 (sangat rendah). Hasil analisis dengan IRT menunjukkan tingkat kesukaran soal terdapat tiga kategori yaitu mudah (20%), sedang (66,7%) dan sulit (13,3%). Daya pembeda hanya dikategorikan rendah. Efektifitas distraktor yang berfungsi sebanyak 43,3% dan tidak berfungsi 56,7%. Validitas butir soal tergolong valid 63,7% dan tidak valid 36,3. Reliabilitas person sebesar 0,03 dengan kategori lemah sedangkan reliabilitas item sebesar 0,30 dengan kategori lemah. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya menggunakan metodologi yang tepat dalam analisis soal, baik menggunakan teori tes klasik maupun model Rasch , yang dapat membantu dalam pembuatan instrumen evaluasi di masa depan.
Analisis kesenjangan pembelajaran biologi: Keterampilan komunikasi guru, fasilitas belajar dan keterlibatan kognitif peserta didik Suci Hatru Ramadhani
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 1 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i1.76442

Abstract

ENTeachers and schools play an important role in Indonesian education. This study aims to describe how the problem of learning Biology in high school. This research was conducted at one of the high schools in Takengon Regency, Central Aceh. This type of research is descriptive qualitative research. Observations focus on the biology learning process from preliminary activities, core activities and closing activities. Research data collection techniques use observation techniques and open-ended question interviews with Biology teachers. The result of this study is the availability of insufficient facilities, the ability to explain teachers that are not systematic and fluent makes students' cognitive involvement decrease IDGuru dan sekolah memegang peranan penting terhadap pendidikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana permasalahan pembelajaran Biologi di sekolah menengah atas. Penelitian ini dilakukan pada salah satu SMA di Kabupaten Takengon, Aceh Tengah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Pengamatan fokus kepada proses pembelajaran biologi dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi dan wawancara open-ended question terhadap guru Biologi. Hasil dari penelitian ini adalah ketersediaan fasilitas yang tidak mencukupi, kemampuan menjelaskan guru yang tidak sistematis dan lancar membuat keterlibatan kognitif siswa menurun
Problematika pembelajaran biologi secara daring pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Suci Hatru Ramadhani
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 2 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i2.76440

Abstract

ENBener Meriah Regency in Aceh is one that has touched on the Covid 19 pandemic so that the learning process, especially Biology learning, is carried out from home through distance learning (PJJ) which is carried out online. Biology learning is important to continue to be carried out because with Biology students can form a responsible attitude and bring up active actions in solving problems and equip students for careers in the world. This research is a qualitative descriptive research that is used to describe the problems that occur in Biology learning during a pandemic in terms of process standards, educator standards and infrastructure standards. The data collection technique uses a questionnaire through Google Form and interviews with teachers. The research subjects were Biology subject teachers at SMA/SMK/equivalent in Bener Meriah Regency. The results showed that the problems in learning Biology boldly in Bener Meriah Regency, namely students' learning motivation, literacy skills, cognitive abilities, students' creative thinking skills, pedagogic competence and social teachers, as well as the provision of educational tools and media. IDKabupaten Bener Meriah di Aceh termasuk salah satu yang terdampak pandemic Covid 19 sehingga proses pembelajaran khususnya pembelajaran Biologi dilaksanakan dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan secara daring (online). Pembelajaran Biologi penting untuk tetap dilaksanakan dikarenakan dengan Biologi peserta didik dapat membentuk sikap bertanggung jawab dan memunculkan tindakan aktif dalam pemecahan masalah serta membekali peserta didik dalam karir di dunia. Penelitian ini  merupakan penelitian kualitatif deskripstif yang digunakan untuk mendeskripsikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pembelajaran Biologi secara daring selama pandemic ditinjau dari aspek standar proses, standar pendidik dan standar sarana prasarana. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket melalui Google Form dan wawancara terhadap guru. Subjek penelitian yaitu guru-guru mata pelajaran Biologi di SMA/SMK/Sederajat di Kabupaten Bener Meriah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah dalam pembelajaran Biologi secara daring di Kabupaten Bener Meriah, yaitu motivasi belajar siswa, kemampuan literasi, kemampuan kognitif, kemampuan berfikir kreatif siswa, kompetensi pedagogik dan sosial guru, serta penyediaan alat dan media Pendidikan.
Analisis butir soal pengukuran kemampuan berpikir kritis materi pencemaran lingkungan melalui teori tes klasik dan Rasch model Lathifah Radha Istiyova
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 14, No 1 (2025): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v14i1.88792

Abstract

ENThis research aims to determine the quality of the items measuring understanding of environmental pollution in one of the Sukoharjo Regency State High Schools for the 2023/2024 academic year. The research method used was descriptive-quantitative with research carried out in February 2024. Data was obtained using a documentary method of 25 multiple-choice questions tested on 36 students. Data analysis uses classical test theory and the Rasch Model. The quality of the questions based on their validity using classical test theory resulted in 25 valid questions, while in the Rasch Model 24 were valid and 1 was invalid. The reliability of the classical test theory is 0.875 (high) and the Rasch Model reliability score is 0.85 (good). Difficulty level in classical test theory, questions are classified into 6 difficult questions, 16 medium and 3 easy. Meanwhile, the Rasch Model questions are distributed into 4 very difficult, 8 difficult, 7 easy, and 5 very easy. The different power aspects using classical test theory obtained 6 questions in the sufficient category and 19 questions in the good category. In contrast, in the Rasch Model three groups of items were obtained based on the item separation index H = 3.34.IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal pengukuran pemahaman konsep pencemaran lingkungan di salah satu SMA Negeri Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-kuantitatif dengan pelaksanaan penelitian pada bulan Februari 2024. Data diperoleh dengan metode dokumenter 25 soal pilihan ganda yang diujikan kepada 36 siswa. Analisis data menggunakan teori tes klasik dan Rasch Model. Kualitas soal berdasarkan validitasnya menggunakan teori tes klasik dihasilkan bahwa 25 soal valid, sedangkan pada Rasch Model 24 valid dan 1 tidak valid. Reliabilitas pada teori tes klasik yaitu 0,875 (tinggi) dan skor reliabilitas Rasch Model 0,85 (bagus). Tingkat kesukaran pada teori tes klasik, soal diklasifikasikan menjadi 6 soal sukar, 16 sedang, dan 3 mudah. Sedangkan Rasch Model butir soal terdistribusi menjadi 4 sangat sulit, 8 sulit, 7 mudah, dan 5 sangat mudah. Aspek daya beda menggunakan teori tes klasik diperoleh 6 soal kategori cukup dan 19 soal kategori baik, sedangkan pada Rasch Model diperoleh tiga kelompok butir soal berdasarkan pada indeks separasi butir soal H = 3,34.
Pengembangan e-modul struktur dan fungsi jaringan tumbuhan bagi peserta didik kelas XI SMA Ricky Wijayanto; Yudi Rinanto; Muzzazinah Muzzazinah
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 12, No 1 (2023): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v12i1.58070

Abstract

ENPenelitian dilakukan sebagai salah satu solusi dari permasalahan pembelajaran peserta didik karena keterbatasan dan ketidakefektifan dalam pembelajaran yang tidak dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun secara ringkas, oleh karena itu peneliti membuat media pembelajaran e-modul dengan metode penelitian pengembangan mix method: concurrent triangulation design yang menghasilkan e-modul pembelajaran materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang layak untuk digunakan melalui validasi oleh ahli materi, ahli media, guru, dan uji coba lapangan pada siswa dan mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul dapat diterima untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran, berdasarkan hasil validasi oleh ahli dan guru serta uji coba lapangan pada siswa setelah diolah dengan menggunakan metode RASCH dengan aplikasi Winstep (Ministep). IDResearch carried out as one of the solutions for the problem of learning of learners due to limitations and ineffectiveness in learning that cannot be done anywhere and anytime concisely. Therefore, researchers create e-module learning media with research methods development mix method: concurrent triangulation design that produces e-module for material learning of structure and function plant tissue suitable for use through validation by material experts,  media experts, teachers, and field tests on students and college students. Results of this study show that e-modules can be accepted for use in a learning activity, based on validation results by experts and teachers as well as field trials on students after being processed by using RASCH methods with Winstep (Minister) applications.
Profil keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi siswa kelas XI Rini Santia; Nurkhairo Hidayati
Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi Vol 13, No 2 (2024): Bio-Pedagogi: Jurnal Pembelajaran Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bio-pedagogi.v13i2.88152

Abstract

ENThis study aims to determine the profile of critical thinking skills in biology learning for class XI IPA students at a High School in Tualang in the 2023-2024 school year. This research is descriptive design. The survey method was used in this research. Data was collected using questions, interviews, observation sheets, and documentation. The sample used in this study was 214 students, taken from XI Science class students in as many as six classes. The questions distributed consisted of 15 multiple-choice questions and five essay questions that refer to Ennis' indicators. Based on the study results, it can be concluded that the profile of critical thinking skills in learning biology of class XI IPA students obtained an average value of 61.98% in the high category.IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi siswa kelas XI IPA di salah satu SMA Negeri di Tualang tahun ajaran 2023-2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal, wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 214 siswa, diambil dari siswa kelas XI IPA sebanyak 6 kelas. Soal yang disebarkan terdiri dari pilihan ganda sebanyak 15 soal dan essay sebanyak 5 soal yang mengacu pada indikator Ennis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa profil keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi siswa kelas XI IPA memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,98% dalam kategori tinggi.

Filter by Year

2012 2025