cover
Contact Name
Alex Rikki
Contact Email
alexrikisinaga@gmail.com
Phone
+6285330686593
Journal Mail Official
agus_arif@iapi-indonesia.org
Editorial Address
Gedung LKPP Lt 8 Jl Rasuna Said Komp. Rasuna Epicentrum Lot 11B Jaksel 12870
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengadaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28295714     DOI : https://doi.org/10.59034/jpi.v2i1
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Pengadaan Indonesia fokus pada penelitian, analisis, dan pengembangan dalam bidang pengadaan barang/jasa. Fokus utama dari jurnal ini adalah untuk menyajikan temuan-temuan terkini, inovasi, dan praktik terbaik yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses pengadaan. Artikel yang diterbitkan akan mencakup studi tentang berbagai aspek pengadaan, termasuk kebijakan, metode, teknologi, dan tantangan yang dihadapi oleh organisasi dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa.
Articles 45 Documents
Analisis Biaya Dan Manfaat Sebagai Mitigasi Risiko Pada Praktik Pengadaan Badan Usaha Milik Negara Wawan Zulmawan
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v5i1.88

Abstract

This study aims to see how to use cost and benefit analysis tools in the decision-making process in procuring goods. This aims to ensure that the implementation of the procurement of goods and services can achieve the expected efficiency, because previously we have considered the costs that must be incurred if a policy is to be implemented. Cost benefit analysis is also useful to see whether the procurement policy has the required impact or utility in accordance with the objectives of procuring goods and services. State-Owned Enterprises can use this cost-benefit analysis in the practice of procuring goods and services to achieve efficient and efficiency principles in accordance with the mandate of the provisions of article 147 paragraph (1) letter a and Article 146 of the Minister of State-Owned Enterprises Regulation number PER-2/MBU/ 03/2023 concerning Guidelines for Governance and Significant Corporate Activities of State-Owned Enterprises. By using cost and benefit analysis, value for money, which is the aspiration of every process of procuring goods and services, can be achieved optimally.
STRATEGI MANAJEMEN PENGADAAN MATERIAL SPARE PART PESAWAT DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PERAWATAN DI MASKAPAI GARUDA INDONESIA Surya Wulandari
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v5i1.90

Abstract

The availability of aircraft spare parts plays a crucial role in supporting maintenance effectiveness, particularly in scheduled maintenance activities. One of the main challenges faced by airlines is material procurement delays, which can lead to Aircraft on Ground (AOG) conditions and increased operational costs. This study aims to analyze aircraft spare parts procurement management strategies to improve maintenance effectiveness at Garuda Indonesia Airline. The research employed a descriptive quantitative approach using the Economic Order Quantity (EOQ) method, Safety Stock, Reorder Point (ROP), and Total Inventory Cost (TIC) analysis. The study focused on landing gear spare parts used in A-Check maintenance of Airbus A320 aircraft during the 2023–2024 period. The results indicate that implementing the EOQ method reduces total inventory costs and optimizes order frequency compared to the existing procurement system. Furthermore, appropriate determination of safety stock and reorder point minimizes stock-out risks and improves maintenance workflow efficiency. Therefore, EOQ-based procurement management strategies are proven to enhance aircraft maintenance effectiveness. Keywords: Spare parts procurement, EOQ, safety stock, reorder point, aircraft maintenance
Measurement Of Service Quality In Logistic Services : (Case Study On Choir Express Delivery Service Company) Indrani Dharmayanti Dharmayanti
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v5i1.98

Abstract

During the pandemic, the freight forwarding services greatly increased and competition between these shipping companies. Service quality is the main success key of the service provider. Choir Express is a service company that specializes in shipping goods abroad. The purpose of this study is to measure the service quality of Choir Express. Measurements are carried out to find out customer opinions regarding the services provided compared to their expectations. This study uses the Service Quality (SERVQUAL) method. There are five dimensions used, namely tangibles (physical evidence), reliability, assurance/ guarantee, responsiveness, and empathy. The results of the study show that the average value of consumer expectations is 4.51 and the average value of reality is 4.19. So there is a service quality gap of -0.31. From these gaps, 4 quadrants were made based on the priority of improvement using the IPA (Importance Performance Analysis) diagram. The results of the analysis provide recommendations that companies need to make improvements to the attributes that are in quadrant 1, namely attribute 4 (gap -1.08) by providing instructions to the parking lot, and attribute 12 (gap -0.89) by including a contact special person to answer consumer questions.
Keterbukaan Informasi Publik dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: Analisis Komparatif Transparansi SPSE dan Katalog Elektronik Sastyo Aji Darmawan; Mohammad Adzkasyah; Ahmat Fandil; Bagus Prawira Laksana
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v5i1.103

Abstract

Keterbukaan informasi publik merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Meskipun kerangka regulasi mengenai keterbukaan informasi publik telah tersedia melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta berbagai kebijakan pengadaan pemerintah, masih terdapat kesenjangan transparansi pada pelaksanaan pengadaan melalui metode e-purchasing, khususnya mini kompetisi dalam Katalog Elektronik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keterbukaan informasi publik pada pengadaan barang/jasa pemerintah dengan membandingkan kemampuan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan Katalog Elektronik dalam menyajikan informasi publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis, studi kepustakaan, serta analisis komparatif terhadap kedua sistem. Data diperoleh melalui telaah regulasi, literatur terkait, dan wawancara dengan narasumber dari LKPP, DPD Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia Jakarta, Pranata Komputer, dan perwakilan Pelaku Usaha Jasa Konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPSE menyediakan informasi pengadaan yang lebih lengkap dan mudah diakses publik. Sebaliknya, Katalog Elektronik dan dashboard data Inaproc belum mampu menyajikan informasi penting terkait mini kompetisi. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan ruang gelap yang dapat dimanfaatkan untuk praktik penyimpangan dan korupsi. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan Katalog Elektronik dan dashboard data Inaproc agar tingkat transparansinya setara dengan SPSE, sehingga pengawasan publik dapat dilakukan secara lebih efektif dan tujuan keterbukaan informasi publik dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dapat tercapai.
Mitigasi Risiko Pada Tahap Pemilihan Penyedia Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah: Studi Literatur Review Andri Azhari; Ari Hernawan
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v5i1.105

Abstract

Tahap pemilihan penyedia merupakan fase kritis dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap terjadinya fraud, inefisiensi biaya, dan kegagalan proyek. Penelitian ini menggunakan metode literature review sistematis untuk menganalisis pentingnya pelaksanaan mitigasi risiko pada tahap pemilihan penyedia. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan framework ISO 31000, metode House of Risk (HOR), dan pengendalian internal berbasis COSO framework. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kategori risiko utama: fraud risk, operational risk, Quality risk, Organizational risk, dan supplier risk. Penelitian menemukan bahwa gap signifikan masih ada antara pemenuhan regulasi dan implementasi praktik di lapangan, mencakup documentation gap, governance gap, transparency gap, capacity gap, dan technology gap. Strategi mitigasi yang direkomendasikan mencakup: (1) adopsi framework ISO 31000 based yang terintegrasi dengan fase implementasi , (2) penerapan House of Risk metodologi untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah dan merancang tindakan mitigasi yang ditargetkan, (3) implementasi Prosedur penilaian pra-kualifikasi yang komprehensif, (4) penguatan pengendalian internal berbasis COSO framework, (5) investasi dalam e-procurement systems yang mengaktifkan kontrol otomatis, (6) Program Pengembangan kapasitas yang Komprehensif bagi profesional pengadaan, dan (7) Pembentukan Komite risiko pengadaan dengan Struktur Tata Kelola yang Jelas. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori manajemen risiko dalam konteks pengadaan pemerintah Indonesia dan menyediakan bimbingan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemimpin organisasi, Profesional pengadaan, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan efektivitas dari mitigasi risiko pada tahap pemilihan penyedia.