cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
PEMETAAN PERUBAHAN KATEGORI SUBSTRAT PADA PAPARAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA ALOS AVNIR-2 DAN SPOT 7 DI WILAYAH SELATAN PULAU LAUT KABUPATEN KOTABARU Budimanysah, Budimansyah; Baharuddin, Baharuddin; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11682

Abstract

Wilayah Selatan Pulau Laut merupakan wilayah di Indonesia yang termasuk dalam Kawasan Segitiga Terumbu Karang dan Kawasan Konservasi Perairan. Tujuan pada penelitian ini adalah memetakan perubahan luasan terumbu karang berdasarkan kelas kategori substrat dan objek pada paparan terumbu karang diperairan selatan Pulau Laut dalam kurun waktu 6 tahun dari tahun 2011 – 2017 menggunakan citra satelit SPOT 7 tahun 2017 dan ALOS AVNIR-2 tahun 2011. Menggunakan metode Dept Invariant Index dari Lyzenga untuk pendeteksian dasar perairan. Berdasarkan hasil klasifikasi berbasis substrat menggunakan kedua citra satelit yang dioverlay menunjukan telah terjadi penurunan untuk kelas kategori karang sebanyak -19,21 ha, lamun dan alga sebanyak -3,57 ha. Sebaliknya kategori substrat terbuka mengalami penambahan luasan sebanyak 22,77 ha. Hasil klasifikasi berbasis objek menggunakan metode Object Based Image Analysis (OBIA) terdapat pengurangan luasan untuk kategori karang keras (HC) sebanyak -1,66 ha, karang keras bercampur pasir (HC S) sebesar -15,99 ha, karang mati ditumbuhi alga dan pasir (DCA S) sebanyak -0,39 ha, alga dan lamuan (FS) seluas -1,65 ha, pecahan karang bercampur pasir (R S) sebanyak 4,45 ha. Sebaliknya yang mengalami penambahan luasan yaitu pada kategori alga dan lamun bercampur pasir (FS S) sebanyak 5,69 ha dan kategori pasir (S) seluas 14,46 ha.
ANALISIS VARIASI KATEGORI SUBSTRAT PADA PAPAPARAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI GUGUSAN GOSONG SENGGORA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Badawi, Achmad; Syahdan, Muhammad; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11684

Abstract

Gugusan Gosong Senggora merupakan lokasi wisata yang memiliki ekosistem terumbu karang. Namun, kondisi terumbu karang di gugusan tersebut mengalami penurunan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan aktivitas manusia.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran, luasan dan menentukan klasifikasi kategori substrat terumbu karang dengan menggunakan citra Landsat 8 yang terkoreksi dengan titik GCP.  Analisis variasi kategori substrat pada paparan  terumbu karang menggunakan metode klasifikasi citra berbasis objek (OBIA) dan teknik pengabungan informasi dari beberapa saluran spektral (dept-invariant-index). Kategori kelas substrat di gugusan Gosong Senggora terdiri dari 10 kategori yang dikelaskan seperti kategori kelas S, S-R-SG, S-R-SG-DCA , SG -DCA, SG-H-DCA, SG-HC-SC-DCA, HC-SC-DCA-S-R-SP, HC-SC-DCA-S-R-OT, HC-SC-DC-S-R-OT dan HC-SC- DCA-S-R.  Luas terumbu karang sebesar 180,85 ha dan tersebar pada zona reef flat, reef crest dan reef slope.
ANALISIS SEBARAN TINGKAT PENCEMARAN BERDASARKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DI MUARA SUNGAI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Hayati, Norlaila; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11677

Abstract

Penentuan tingkat pencemaran air dilakukan untuk melakukan pemantauan pencemaran kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial status mutu air dan penentuan tingkat pencemaran di perairan muara Sungai Kapuas berdasarkan metode Indeks Pencemaran.  Penelitian ini pada dilaksanakan bulan Juli 2017, pengumpulan data berupa pengambilan sampel kualitas air fisika, kimia dan biologi dengan menggunakan metode Porposiv Sampling dari 13 lokasi sampling, masing-masing nilai parameter diklasifikasikan mengacu pada “Kepmen LH No 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota laut” sehingga terbentuk sebaran spasial status mutu air. Tahap berikutnya melakukan analisis data berupa pengisian data dan atribut dari masing-masing parameter dengan mengacu pada “Kepmen LH No 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air” sehingga menghasilkan tingkat pencemaran di perairan muara Sungai Kapuas.  Sebaran spasial parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu diantaranya DO, BOD5, pH. Sedangkan tidak memenuhi baku mutu diantaranya yaitu Suhu, TSS,  Kecerahan, Salinitas, Fosfat dan Nitrat. Keadaan fitoplankton di lokasi penelitian mempunyai tingkat keanekaragaman sangat stabil, keseragaman sangat merata dengan kategori sangat baik.  Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran disimpulkan bahwa kondisi perairan Muara Sungai Kapuas tergolong dalam kategori tercemar sedang.
IDENTIFIKASI JENIS IKAN ANEMON (AMPHIPRION) PADA BERBAGAI JENIS ANEMON DI DESA TELUK TAMIANG KOTABARU KALIMANTAN SELATAN Sagala, Irwan Saputra; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis ikan anemon pada berbagai jenis anemon dan mengidentifikasinya, serta mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman ikan anemon. Penelitian telah dilaksanakan pada Maret hingga April 2018 di wilayah perairan Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Penentuan lokasi menggunakan metode simple random sampling dan pengamatan ikan anemon dilakukan dengan membandingkan ikan pada buku identifikasi. Jumlah ikan anemon yang ditemukan hanya 1 spesies,yaitu Amphiprion ocellaris. Kemudian total keseluruhan dari semua stasiun ikan anemon yang ditemukan yaitu 27 individu. Sedangkan anemon yang ditemukan hanya ada 2 spesies yaitu Stichodactyla gigantea dan Heteractis crispa. Jumlah anemon yang ditemukan pada keseluruhan stasiun sebanyak 10 individu. Kelimpahan ikan anemon dari semua stasiun yang tertinggi terdapat pada stasiun 1 berkisar 0,14. Jika di hitung dari keseluruhan kelimpahan hanya berkisar 0,18. Jumlah kelimpahan ikan anemon termasuk dalam kategori sedikit. Sedangkan keanekaragaman jenis ikan anemon yang tertinggi sebesar 0,93. Jumlah ini tidak berada pada kondisi yang beranekaragam.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA EKOSISTEM LAMUN (Seagrass) DI PERAIRAN DESA SUNGAI DUA LAUT KECAMATAN SUNGAI LOBAN KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Sukartini, Desi; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton di ekosistem lamun dan hubungannya dengan kualitas air, yang meliputi pengukuran kualitas air, jumlah dan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga Juni 2018 di wilayah perairan Desa Sungai Dua Laut Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel plankton menggunakan plankton net. Jumlah spesies plankton yang ditemukan sebanyak 38 spesies yang terbagi dalam 5 kelas. 30 spesies fitoplankton berasal dari kelas Cyanophyta, Chlorophyta, Bacillariophyceae dan Dinophyceae dan 8 spesies zooplankton berasal dari kelas Crustacea. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 222 – 440 sel/l dengan 1.390 sel/l didominasi dari kelas Bacillariophyceae dan kelimpahan zooplankton berkisar antara 8 – 16 ind/l yang seluruhnya didominasi dari kelas Crustacea dengan jumlah 54 ind/l. Indeks keanekagaraman berkisar antara 1.50 – 2.99, indeks keseragaman berkisar antara 0.84 – 1.94 dan indeks dominansi berkisar antar 0.56 – 1.27 dengan dominansi dari spesies Chaetoceros laevis dan Diaptomus vulgaris mendominasi di Stasiun 1. Kelimpahan plankton dengan suhu, salinitas, pH dan kecerahan menunjukkan korelasi yang positif tetapi hubungannya tidak signifikan. Kelimpahan plankton dengan nitrat, fosfat juga menunjukkan korelasi yang positif tetapi hubungannya bersignifikan karena nilai p hitung <0.05. Adapun kelimpahan plankton dengan DO menunjukkan hasil korelasi berbanding terbalik (negatif) dengan hubungan yang tidak signifikan karena nilai p hitung >0.05.
ANALISIS TEKSTUR DAN SEBARAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KAPUAS KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Mariam, Mariam; Dewi, Ira Puspita; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11687

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2017 di Perairan Muara Sungai Kapuas Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Muara Sungai Kapuas merupakan salah satu muara sungai yang mengalami sedimentasi yang cukup tinggi. Adanya proses fluvial (debit aliran Sungai Kapuas) dan proses marine (hidrodinamika Laut Jawa) sangat mempengaruhi tekstur dan sebaran sedimen secara spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekstur dan sebaran sedimen di perairan muara Sungai Kapuas. Analisis tekstur dan sebaran sedimen dilakukan dengan metode megaskopis dan metode ayakan kering yang dihubungkan dengan kedalaman dari peta laut Pushidrosal Tahun 2015. Untuk mengetahui ukuran butir sedimen dan statistik sedimen meliputi D50, sortasi, skewness dan kurtosis dari jumlah 12 sampel sedimen dengan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa tekstur sedimen di perairan muara Sungai Kapuas medium sand, fine sand dan ukuran butir sedimen sand, slight gravelly sand, dan gravelly sand selain itu, kondisi kedalaman juga mempengaruhi tekstur dan sebaran sedimen. Sebaran D50 berkisar 0,142 – 0,566 mm, sortasi berkisar 1,35 – 3,18, skewness berkisar -0,55 – 0,65 dan kurtosis berkisar 0,59 – 2,89. Berdasarkan kisaran sebaran tersebut dan pengaruh kedalaman perairan maka sebaran dan tekstur sedimen di perairan ke arah muara Sungai Kapuas semakin kasar dan ke arah laut semakin halus
ANALISIS KLOROFIL-A DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN BUNATI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Yanti, Novi; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11678

Abstract

Penelitian ini akan di lakasanakan pada bulan Desember sampai dengan Juni 2018 di perairan Bunati Kabupaten Tanah  Bumbu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kandungan klorofil-a pada fitoplankton, mengetahui  jenis dan  kelimpahan fitoplankton  di Perairan Bunati serta parameter lingkungan dan menganalisis hubungan antara klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton, nitrat dan fosfat.   data sampel klorofil-a menggunakan Kemerrer Water Sampler dengan metode Sutrisyani et al (2006). Sampel Fitoplankton dianalisis dengan metode APHA (1989). Hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton, nitrat dan fosfat dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment (PPM). Klorofil-a di perairan Bunati berkisar antara 0,018 – 0,1532 mg/m3. Ditemukan 2 kelas fitoplankton di perairan Bunati yaitu, kelas Bacillariophyceae 97,79 % dan kelas  Dinophyceae 2,21 %, dengan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 108 – 546 ind/L. Sebaran nitrat diperairan Bunati berkiasar antara 0,1 – 1,7 mg/l sedangkan fosfat berkisar antara 0,02 – 0,09 mg/l. Terdapat hubungan antara klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton dengan signifikan sebesar 0,022 dan memiliki nilai positif. Selain itu terdapat hubungan antara klorofil-a dengan nitrat yang memiliki nilai signifikan sebesar 0,019. Dan hubungan yang paling kuat atau hampir sempurna dimiliki oleh hubungan klorofil-a dengan fosfat dengan nilai signifikan sebesar 0,000.

Page 1 of 1 | Total Record : 7