cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Efforts to Provide Effective Communication to Early Children to Build Personality Komala Dewi Muslimin; Libertus Bage; Cicih Yuliaswati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v6i1.382

Abstract

Communication is something decisive factor happines ssomeone, communication is also a factor important in intertwine connection communication with child veryi mportant builtas early aspossible, proper communication could push child for grow and bloom becomes good personality, family is very environment important for development and growth as on, because family is the first teacher and role model for child. Communication between parents and children is a building process connection between parent and child, either verbally or on going non - verbalin life everyday in the environment family. Age child early think concrete and more believe with what are they seet han they are listen. Pattern good communication for formation personality good boy is pattern priority parental communication interest children and interactions. Communication is something very activity often done by everyone inside scope anything, anywhere and anytime because communication very important for life us.
Strategi Pengembangan Transformasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) di RSUD dr. Iskak Tulungagung Zuhrotul Aini; Nurwijayanti Nurwijayanti; Supriyanto Supriyanto; Heru Eko Susanto
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.383

Abstract

Dalam persiapan menuju era disrupsi kesehatan 4.0, masih banyak rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghadapi berbagai tantangan. Tantangan yang paling utama dirasakan dari segi ketidakjelasan peraturan perundangan dan kurangnya harmonisasi regulasi antar kementerian terkait. RSUD dr. Iskak Tulungagung sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sekunder merupakan komponen yang tidak terpisahkan dalam proses transformasi kesehatan nasional. SIMRS RSUD dr. Iskak Tulungagung saat ini terfokus utama pada pelayanan billing pasien mulai dari pendaftaran pasien, pelayanan di unit pelayanan, order pemeriksaan ke penunjang medis sampai dengan pasien keluar rumah sakit. Proses digitalisasi dan integrasi seluruh data Rumah Sakit dalam bentuk digital ini memiliki beberapa kendala, sehingga dinilai belum optimal dalam penerapan transformasi SIM-RS RSUD dr.Iskak Tulungagung.Tujuan kegiatan residensi ini adalah untuk menganalisa faktor- faktor yang menjadi penyebab belum optimalnya Pengembangan Transformasi SIM RS di RSUD dr. Iskak Tulungagung dengan analisis fishbone dan USG serta mencari strategi yang tepat dalam upaya pengembangan Transformasi SIM RS di RSUD dr. Iskak Tulungagung dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menyatakan masalah yang perlu diprioritaskan penyelesaiannya adalah berkas rekam medis belum terintegrasi secara digital serta setiap operator modul aplikasi hanya bisa mengakses data sesuai dengan unit masing-masing (belum terintegrasi). Strategi yang dapat diterapkan pada kegiatan residensi ini adalah secara bertahap merubah Berkas rekam medis dalam bentuk kertas menjadi digital dan terintegrasi, setiap operator modul aplikasi bisa diakses pada seluruh unit pelayanan serta mulai membentuk sistem Integrasi Layanan Back Office di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Perkembangan Remaja di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur Siti Hamidah; Muhammad Saiful Rizal
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.384

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia berlangsung hingga dewasa. merupakan perubahan yang terjadi secara kuantitatif yang meliputi peningkatan ukuran dan struktur.. Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah sel tubuh, sedangkan perkembangan adalah bertambah kemampuan atau skill dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Dalam proses mencapai dewasa, anak harus melalui tahap tumbuh kembang yang harus diperhatikan untuk mencapai tugas perkembangannya yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah; (1) Memberikan pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja, (2) Memberikan pengetahuan tentang masalah yang mungkin terjadi pada masa remaja. (3) Memberikan upaya bagaimana remaja menjadi orang yang sukses dan bahagia. Bahan dan metode pada pengabdian pada pengabdian masyarakat ini adalah; Komunikasi, Informasi dan Edukasi secara langsung berupa seminar menggunakan alat bantu LCD. Hasil; Dari pengabdian masyarakat ini rata-rata nilai (pertumbuhan remaja, perkembangan remaja, emosionalitas remaja, perkembangan moral, perkembangan sosial, perkembangan kognitif dan tugas perkembanga remaja), sesudah sosialisai lebih baik dari sebelum dilaksanakan sosialisai. Analisis; dengan menggunakan uji t. Masa remaja merupakan masa transisi perkembangan antara masa anak dan masa dewasa, dengan perubahan yang pesat dalam berbagai aspek perkembangan, baik fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang terjadi pada remaja terlihat pada saat masa pubertas yaitu meningkatnya tinggi dan berat badan serta kematangan sosial. Dengan demikian harus dapat di pantau dan diberikan pembelajaran yang bail agar mencapai masa dewasa yang optimal dan sukses.
Improving the Understanding of Al-Falah Islamic High School Students in Kresek Ineffective use of Communication Between Student and Teacher Alfonsa Ivoni Larys Seran; Abdul Karim; Edom Rudianto Ottu
Journal of Community Engagement in Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v6i1.385

Abstract

In this modern era, there are still mostly school children who cannot use formal Indonesian in the school environment or the community environment. It is possible that they can still develop their respective regional languages ​​along with the development of this modern era so that sometimes they also communicate with teachers or parents and they may not understand what the aims and objectives have been expressed because maybe the language used is not formal. But it will also be very influential in the world of education because it is possible that students will not understand each other about the communication used by the teacher so that it can affect the understanding of the assignments that will be given by the teacher. In the process of implementing outreach to the community there are still many shortcomings between researchers and their targets. Therefore, researchers also need outside experience and want to learn more so that in the future they can be much better than now. The purpose of this research can also be expected for all students to be able to add insight into knowledge in building an organizational relationship within the school environment and in the community environment, so that they can create close relationships in building a solidarity within the organization. The method used by researchers is that researchers can measure students' understanding with two methods, namely: pre-test, post-test and power point in the initial presentation position, adding to understanding at the time of presentation and at the end of the presentation of the material. The researcher hopes that all students can understand the material that has been presented and can be useful for their lives in carrying out their education period and in the community.
Effective Communication in Social Life Emanuel Suban Bala Lewar; Anggun Latifah; Tenku Fikri Atoillah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v6i1.386

Abstract

Communication is something that is needed in everyday life, if we are not careful in communicating we can be denied that it will lead to misunderstanding of fellow human beings. Communication in everyday life both in social life, by using verbal words, but also using non-verbal words. Without communicating, there will be no relationship between fellow living things. This correspondence relationship is related to the attitude or behavior of everyone who also has to change or has the potential to adapt to a different society. Each of these cultures will shape, fortify and change mentality and behavior both individually and socially in the social climate in question. For that we have to instill good communication to make a decent life between us. And then in conveying not only to convey the message, but to change behavior. So that with effective communication, we can understand each other and can strengthen one another.
Peningkatan Cakupan Booster Vaksin COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberpucung Rudy Mardianto; Tutik Nushah; Yuly Peristiowati; Rahmania Ambarika; Evrin Anggasari; Ida Nuryanti; Muhammad Imam Fakhrudin
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.395

Abstract

Rendahnya cakupan booster vaksin COVID-19 di wilayah kerja puskesmas Sumberpucung karena masyarakat yang kurang memahami pentingnya booster vaksin COVID-19. Berdasarkan identifikasi permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat akan kebutuhan vaksin masih rendah. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan cakupan booster vaksin COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Sumberpucung. Metode penyuluhan dengan ceramah, tanya jawab dan diskusi secara langsung dengan materi tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19. Media yang digunakan, yaitu laptop, proyektor, microphone, sound system. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 16 April 2022 di desa Sumberpucung kabupaten Malang. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum di desa Sumberpucung dengan jumlah peserta sebanyak 56 orang. Hasil penyuluhan menunjukkan capaian vaksin COVID-19, yaitu umur 6-11 tahun dosis 1 sebanyak 110%, dosis 2 sebanyak 99%. Umur 12-59 tahun dosis 1 sebanyak 95%, dosis 2 sebanyak 88%, sedangkan dosis 3 sebanyak 14.92%. Umur >60 tahun capaian vaksin COVID-19, yaitu dosis 1 sebanyak 46%, dosis 2 sebanyak 35%, dosis 3 sebanyak 12.69%. Kesimpulan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19, memberikan dampak yang cukup berarti bagi tercapainya cakupan booster vaksin COVID-19 di wilayah kerja puskesmas Sumberpucung Malang. Saran, penyuluhan tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19 terus dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat sehingga menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksin COVID-19. Menghindari informasi yang tidak benar tentang COVID-19 dan vaksin COVID-19 di lingkungan wilayah kerja puskesmas Sumberpucung Malang.
Pentingnya Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini di LKSA Panti Asuhan Lentera Hati Sewulan Risye Endri Purwiyanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.396

Abstract

Pendidikan seks bagi anak sangat penting diberikan sejak dini agar anak mengetahui fungsi organ seks, tanggungjawab mereka yang berkaitan dengan organ seks, dan panduan menghindari penyimpangan perilaku seksual sejak dini serta membuka wawasan anak seputar masalah seks secara benar dan jelas. Sosialisasi pendidikan seks sejak dini kepada anak wajib dilakukan bukan hanya kepada anak,namun juga kepada kedua orang tua ,mengingat maraknya pelecehan seksual terhadap anak baik dari orang luar maupun dari keluarga terdekat sendiri. Tujuan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada anak-anak Panti Asuhan Lentera Hati adalah untuk memberikan edukasi dan pengetahuan serta wawasan kepada anak - anak tentang pendidikan seks meliputi perubahan biologis, psikologis dan psikososial sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan manusia . Sasaran pada kegiatan ini adalah anak – anak Panti Asuhan Lentera Hati. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Panti Asuhan Lentera Hati Sewulan Kabupaten Madiun. Metode Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan membagikan kuesioner tentang pengertian seks usia dini, pentingnya pendidikan seks usia dini serta pubertas. Kuesioner ini dibagikan untuk dapat mengetahui seberapa banyak anak – anak yang sudah memahami tentang arti seks usia dini serta pubertas. Kemudian kegiatan inti dilanjut dengan memberikan materi secara ceramah oleh tim penyuluh. Sesi tanya jawab diakhir acara dilanjutkan dengan kuesioner evaluasi yang dibagikan kepada sesua anak – anak dan di isi yang bertujuan untuk menilai keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan semua anak dapat memahami tentang pentingnya pendidikan seks di usia dini dan perubahan pubertas serta dapat bersikap tenang dalam menghadapi perubahan tersebut.
Penggunaan Aplikasi Online “PHR Germas” bagi Kalangan Masyarakat Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Rischa Devi Hayuningtyas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.397

Abstract

PHR merupakan catatan kesehatan individu berbasis internet, dimana pasien dapat mengakses dan mengkoordinasikan informasi kesehatan selama sisa hidup mereka dengan penyediaan pelayanan kesehatan. Aplikasi Personal Health Record (PHR) digunakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk mendukung GERMAS. Dimana dalam aplikasi ini masing-masing individu dapat mencatat, memantau dan mengelola sendiri pola gaya hidupnya sehingga dapat meningkatkan kesadaran dirinya untuk hidup yang lebih sehat. Tujuan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada warga masyarakat Kertosari, Babadan Ponorogo ini adalah untuk memberikan edukasi dan pengetahuan serta wawasan kepada masyarakat kertosari tentang apa itu PHR Germas, manfaat PHR Germas dan Cara mendaftar dan pengunaan aplikasi PHR GERMAS Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk mendukung GERMAS. Dimana dalam aplikasi ini masing-masing individu dapat mencatat, memantau dan mengelola sendiri pola gaya hidupnya sehingga dapat meningkatkan kesadaran dirinya untuk hidup yang lebih sehat . Sasaran pada kegiatan ini adalah warga masyarakat Kelurahan kertosari, Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Metode Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan membagikan kuesioner tentang pengertian PHR GERMAS beserta manfaat PHR GERMAS, kuesioner ini dibagikan untuk dapat mengetahui seberapa banyak warga masyarakat kelurahan kertosari, Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo mengetahui terkait PHR GERMAS. Kemudian kegiatan inti dilanjut dengan memberikan materi secara ceramah serta memberikan pengetahuan dan manfaat dari PHR GERMAS serta panduaan cara pengunaan aplikasi PHR Germas oleh tim penyuluh. Dibuka sesi tanya jawab di akhir acara. Selanjutnya ada kuesioner evaluasi yang dibagikan kepada warga masyarakat dan di isi yang bertujuan untuk menilai keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Keberhasilan Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga masyarakat mengenai cara untuk mengetahui riwayat kesehatan secara lengkap yang dapat diakses secara online melalui aplikasi PHR GERMAS.
Pemberian Makanan Tinggi Protein di Masa New Normal dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi pada Anak Balita Vivit Vidiasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i22.398

Abstract

Makanan tinggi protein yang diberikan pada anak balita adalah makanan yang diberikan kepada anak usia 6 bulan – 60 bulan baik berupa makanan mikro maupun makro untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tumbuh kembang anak. Makanan tinggi protein berupa padat maupu cair yang diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan anak (Kemenkes, 2013) makanan tinggi protein terdiri dari karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, maupun protein. Makanan tinggi protein sangat dibutuhkan bagi anak usia 6 – 60 bulan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pertumbuhan anak dapat dilihat dari tinggi badan dan berat badan yang bertambah sesuai dengan usia anak tersebut. Tenaga kesehatan dapat menganalisa pertumbuhan berat badan normal maupun tidak dengan cara penimbangan berat badan pada anak, dan memasukan hasil penimbangan anak tersebut kedalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Tujuan Pengabdian masyarakat tentang pemberian makanan tinggi protein di masa new normal dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak balita adalah untuk membantu dalam proses pemenuhan gizi sehingga mampu menunjang proses pertumbuhan supaya optimal. Metode Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan penimbangan berat badan anak balita usia 6 – 60 bulan. Hasil penimbangan berat badan dianalisa apakah pertumbuhan sesuai dengan usia anak. Kemudian kegiatan inti dilanjut dengan pemberian makanan tinggi protein. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan kebutuhan protein anak dapat terpenuhi sehingga anak dapat tumbuh secara optimal sesuai dengan usia anak tersebut.
Pelatihan dan Pendampingan Pengumpulan Data Kesehatan dengan Metode Open Data Kit (Odk) berbasis Mobile Data Collecting Using Android Applikasi Kobo Toolbox Dewi Puspito Sari; Akhmad Azmiardi; Fiqi Nurbaya; Syifa Fauziyah; Hanifah Dina Aulia; Nine Elissa Maharani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v6i1.400

Abstract

Pengumpulan data kesehatan sangat penting untuk mendapatkan data dan informasi kesehatan baik dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Kebutuhan metode pengumpulan data secara cepat dan mudah sangat diperlukan oleh para peneliti dan petugas kesehatan untuk mengumpulkan data secara cepat sehingga efisien dan efektif. Open Data Kit (ODK) berbasis aplikasi Kobo Toolbox dapat mengoptimalisasi pekerjaan pengumpulan data karena dilengkapi dengan fitur geo-kode dan gambar dengan cara yang cepat dan murah. Sistem ini akan menghemat proses pengelolaan data yang menggunakan fitur-fitur terbaru misalnya GPS, foto dan International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk meningkatkan kualitas data sehingga perlu untuk memberikan informasi dan mensosialisasikan kepada mitra mengingat mitra belum mengetahui metode pengumpulan data berbasis ODK. Tujuan pengabdian ini adalah mensosialisasikan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mitra dapat mempraktikkan dan mengimplementasikannya dalam melaksanakan tugas dilapangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam 2 tahap sosialisasi tentang pengantar Kobo Toolbox dengan indikator keberhasilan tahap pertama diukur dari tingkat pemahaman mitra terhadap materi yang disampaikan melalui PreTest dan Post-Test secara daring menggunakan instrumen berbasis google form.