cover
Contact Name
Ridha Rachmathiany
Contact Email
sjrstrada@gmail.com
Phone
083866198377
Journal Mail Official
thesjr@gmail.com
Editorial Address
Manila Street Number 37, Sumberece, Kediri, East Java, Indonesia 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Strada Journal of Radiography
ISSN : 29624673     EISSN : 29624673     DOI : https://doi.org/10.30994/sjr.
Core Subject : Education,
This journal encompasses original research articles, review articles, and case studies, including: CT Scan, Ultrasonografi, Conventional Radiography, Digital Radiography, Radiodiagnostics, MRI, etc
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): December" : 5 Documents clear
Teknik Radiografi Os Wrist Joint pada Kasus CF Distal Radius Post Orif di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Wilujeng Kediri Andica Apriannisa; Noer Soeliestijaningsih; Rizka Dwinanda Nur Aulia
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.65

Abstract

Fraktur radius distal os wrist menjadi salah satu fraktur yang sering dijumpai dalam bidang kegawat daruratan ortopedik yang melibatkan region ekstremitas atas. Tercatat 17,5% dari fraktur didunia merupakan fraktur radius distal dan sebanyak 5,2% pasien UGD yang dirawat memiliki masalah yang terkait fraktur pergelangan tangan dengan 44% dari kasusnya merupakan kejadian fraktur tulang radius ulna. Secara menyeluruh, 25% dari kasus fraktur radius distal terjadi pada anakanak dan 18% terjadi pada lansia untuk semua jenis fraktur. Pada tahun 2021 hingga 2022 terdapat 85 pasien rawat inap dengan fraktur radius distal di RS Wilujeng baik anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 22-Mei-2024 di RS Wilujeng, menunjukkan bahwa pemeriksaan radiografi os wrist dengan kasus CF Distal Radius Post ORIF, menggunakan proyeksi AP/ LATERAL, dengan parameter 50 kVp, 5 mAs FFD 100 cm. Pada penelitian ini, proyeksi yang dilakukan di RS Wilujeng sudah sesuai dengan literatur menurut Whitley (2015) yang menjelaskan bahwa proyeksi yang digunakan adalah AP/LATERAL.
Analisis Variasi Kilovolt (kV) terhadap Signal to Noise Ratio (SNR) pada Pemeriksaan Ankle Proyeksi Lateral dengan Menggunakan Image-J Djuli Pontjowijono; Vanessa Pingky Enjellina; Anggi Tiur Maduma; Sentot Alibasah
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.66

Abstract

Kualitas radiografi ditentukan oleh struktur anatomi yang dipengaruhi oleh faktor eksposi seperti kV, mA, dan s. Pemeriksaan ankle joint dengan proyeksi lateral bertujuan memeriksa fraktur, dislokasi, dan efusi sendi. Sebanyak 20% populasi mengalami cedera ankle. Untuk citra radiografi ankle yang akurat, diperlukan analisis kualitas citra menggunakan software Image-J yang mampu mengukur kontras dan ketajaman gambar melalui fitur histogram, dengan parameter utama Signal-to-Noise Ratio (SNR). Tujuan penelitian ini menganalisis variasi tegangan (kV) 50, 55, 60, 65, 70, 75 terhadap SNR pada pemeriksaan ankle proyeksi lateral dengan menggunakan Image-J. Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif menggunakan metode histogram dan SNR pada Image-J. Subjek penelitian phantom ankle dan objek penelitian ini adalah citra foto phantom ankle yang di proyeksikan Lateral, diekspos sebanyak 6 variasi tegangan (kV), dan dilakukan penyinaran 3 kali. Citra radiograf diolah menggunakan Image- J melalui tahapan editing, transfer file DICOM, dan analisis histogram. Citra difokuskan pada anatomi Talus dengan Region Of Interest (ROI) yang sama untuk menghitung rata-rata nilai piksel dan standar deviasi sebagai perhitungan SNR. Hasil penelitian diperoleh kV 50 nilai SNR 20, kV 55 nilai SNR 21,574, kV 60 nilai SNR 22,769, kV 65 nilai SNR 24,706, kV 70 nilai SNR 25,090, dan kV 75 dengan nilai SNR 27,510. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh variasi tegangan (kV) tersebut layak untuk evaluasi diagnostik, dengan kontras yang baik, noise yang rendah, dan detail anatomi yang cukup jelas, khususnya struktur halus seperti celah sendi, korteks tulang, dan fraktur. Hasil optimal terdapat pada kV 65 – 75.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Pedis pada Pasien dengan Klinis Ulkus Pedis Sinistra di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Wilujeng Falentina Syivasari; Virandra Abyan Fatih Daffa Firdaus
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.67

Abstract

Hiperglikemia disebabkan oleh kelainan dalam sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya, dan merupakan bagian dari kelompok penyakit metabolik yang dikenal sebagai diabetes mellitus. Salah satu komplikasi jangka panjang yang sering terjadi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah ulkus pedis. Tekanan berulang (geser dan tekanan) pada kaki adalah penyebab utama ulkus pedis, dan komplikasi terkait diabetes, neuropati perifer, atau penyakit arteri perifer sering menyulitkan penyembuhan karena infeksi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan radiografi pedis pada pasien dengan klinis ulkus pedis sinistra di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Wilujeng. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Kasus yang diangkat adalah pasien diabetes mellitus, yaitu Ny. Roh***, usia 63 tahun, perempuan. Permintaan pemeriksaan dari dokter adalah pedis sinistra. penelitian itu menggunakan proyeksi anterior-posterior (AP) dan lateral menggunakan paramater 50 kV dan 4 mAs. Sedangkan untuk teknik pemeriksaan pedis dengan kasus ulkus pedis menggunakan proyeksi AP dan oblique dengan posisi pasien supine di atas bed. Posisi objek yang akan diperiksa diletakkan di atas kaset berukuran 24 x 30 dan dilakukan sebanyak 2 kali. Sinar tegak lurus dengan kaset dengan FFD sebesar 100 cm. Berdasarkan teknik pemeriksaan radiografi pedis, tidak ada persiapan khusus dan menggunakan proyeksi AP (Anteroposterior) dan oblique.
Teknik Pemeriksaan Shoulder Sinistra 3 Posisi dengan Klinis Closed Fractur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Ridha Rachmathiany; Angga Setiawan
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.69

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, menunjukkan bahwa prevalensi kasus patah tulang di Indonesia adalah 5,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  teknik pemeriksaan sinistra  bahu tiga posisi  dengan humerus klinis yang hampir retak pada instalasi radiologi rumah sakit umum regional X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Ada pasien yang mengatasnamakan Ibu S ke Instalasi Radiologi RSUD X dalam keadaan bahu kiri menggunakan kain, Ibu S berjalan bersama keluarga dan membawa surat meminta rontgen bahu sinistra AP (Anteroposterior), EXO (Rotasi Eksternal) dan INDO (Rotasi Internal). Prosedur kerja dalam pemeriksaan bahu adalah terlebih dahulu menerima dan membaca surat permohonan foto yang dibawa oleh perawat/keluarga yang mengantar pasien ke ruang radiologi. Kemudian, masukkan data pasien ke dalam monitor dan konfirmasikan kembali identitas pasien sudah benar. Memberikan penjelasan kepada pasien setelah proses paparan dilakukan. Setelah memposisikan pasien selesai, instruksikan pasien untuk tidak bergerak dan saat mengekspos pasien, pastikan untuk memantau pasien dari kaca pelindung untuk menghindari penolakan. Pada pemeriksaan rontgen bahu, proyeksi AP (Anteroposterior), EXO (External Rotation) dan INDO (Internal Rotation) menggunakan jarak film fokus (FFD) adalah 100 cm, ukuran film dan kaset yang digunakan adalah 24x30 cm. Perbedaan pada titik pusat, yaitu EXO (Rotasi Eksternal), berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid., INDO (Rotasi Internal) berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid. dan AP (Anteroposterior) berada pada mid scapulohumeral joint (2 cm inferior dan lateral proc.coracoid).
Teknik Radiografi Shoulder dengan Diagnosa Dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul Anggi Tiur Maduma; Zidda Kamalia
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.70

Abstract

Shoulder joint atau biasa disebut dengan sendi glenohumeral merupakan sendi bola dan soket antara scapula dan humerus. Ini adalah sendi utama yang menghubungkan tungkai atas ke batang tubuh. Pemeriksaan shoulder joint ada beberapa proyeksi yaitu antero- posterio external dan internal rotation, inferosuperio axial, antero-posterio, scapular Y view, dan axillaris view. Salah satu patologi yang sering terjadi di shoulder joint adalah dislokasi. Dislokasi merupakan suatu kondisi di mana tulang bergerak menjauh dari sendi atau pindah dari posisinya. Dislokasi umumnya terjadi karena gerakan sendi yang tiba-tiba atau adanya benturan keras pada bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan shoulder joint dengan klinis dislokasi akibat kecelakaan lalu lintas di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini yaitu Proyeksi Anteroposterior (AP) merupakan proyeksi utama dalam pemeriksaan shoulder joint pada klinis trauma dikarenakan menampakkan anatomi shoulder joint secara keseluruhan sehingga dapat mendiagnosa apabila terdapat dislokasi atau fraktur kemudian. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu di Instalasi Radiologi RSUD Simpang Lima Gumul hanya menggunakan proyeksi Antero-Posterio (AP) dan tidak menggunakan proyeksi tambahan seperti Y View atau axillary view. Proyeksi Y View atau axillary view adalah proyeksi tambahan jika diperlukan dan menyesuaikan keadaan pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 5