cover
Contact Name
Intan Safiah
Contact Email
Editor.jimpgsd.eer@gmail.com
Phone
085260108474
Journal Mail Official
jimpgsd.eer@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Elementary Education Research
ISSN : -     EISSN : 29876028     DOI : 10.24815
Core Subject : Education,
Elementary Education Research (EER) is a journal of research results and literature review in the field of learning. a scientific journal published by Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Syiah Kuala. Has been published in 2016. JIM-EER contains scientific articles resulting from research and critical studies in the fields of Education, learning media, educational technology, and educational evaluation. The languages used in this journal are Indonesian and English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016" : 18 Documents clear
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN BUKU PAKET KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 50 BANDA ACEHKENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN BUKU PAKET KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 50 BANDA ACEH Yulia, Lini Yulia; Bakhtiar, Bakhtiar.; fauzi, Fauzi.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.2549

Abstract

Perubahan kurikulum 2013 bertujuan untuk memperbaharui kurikulum menjadi lebih baik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja kendala guru dalam mengimplementasikan Buku Paket Kurikulum 2013 di SD Negeri 50 Banda Aceh dan Bagaimana solusi dalam menangangani kendala guru dalam mengimplementasikan Buku Paket Kurikulum 2013 di SD Negeri 50 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui apa saja kendala guru dalam mengimplementasikan Buku Paket Kurikulum 2013 di SD Negeri 50 Banda Aceh dan (2) untuk mengetahui solusi dalam menangani kendala guru dalam mengimplementasikan Buku Paket Kurikulum 2013 di SD Negeri 50 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari guru-guru kelas SD Negeri 50 Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas di SD Negeri 50 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang dengan 20 rombel pelaksanaan wawancara dilaksanakan pada tanggal 18 sampai 21 Oktober 2016. Pengumpulan data di lakukan dengan wawancara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan bahwa kendala guru dalam mengimplementasikan Buku Paket; materi sedikit dan tidak mendalam, proses penilaian rumit dan menyita waktu banyak, dan susah merubah mindset belajar siswa dari kurikulum sebelumnya dan solusi yang dilakukan guru harus berinisiatif untuk mencari tambahan bahan ajar dan mendalami tentang Kurikulum 2013. kesimpulan penelitian ini adalah guru-guru kelas di SD Negeri 50 Banda Aceh masih kesulitan menerapkan Buku Paket, sehingga proses pembelajaran tidak sesuai dengan yang diharapkan. Disarankan untuk para guru agar lebih termotivasi untuk mencari tambahan bahan ajar dari referensi lain baik itu buku-buku pelajaran lain maupun melalui internet.Kata Kunci : Kendala, Buku Paket (Buku Guru dan Buku Siswa), Kurikulum 2013.
KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS UNTUK SISWA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 16 BANDA ACEHKEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS UNTUK SISWA YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN 16 BANDA ACEH Kalsum, umi; Bukhari, Bukhari.; Idham, Muhammad
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.535

Abstract

Dalam konteks persoalan persepsi guru, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan penilaian autentik.Penelitian ini berupaya mengungkapkan persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang berkunjung dan tidak berkunjung ke perpustakaan di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan(1) persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang berkunjung ke perpustakaan di SD Negeri Lampeuneurut (2) persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang tidak berkunjung ke perpustakaan di SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik observasi (pengamatan) yang diteapakan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation).Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam menerapkan penilaian autentik.Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 6 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Peneliti juga mengambil dokumen tentang data siswa yang berkunjung dan tidak berkunjung ke perpustakaan dan hasil kemampuan membaca siswa. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, persepsi guru tentang siswa yang berkunjung ke perpustakaan lebih aktif dan cepat tanggap dalam tanya jawab, siswa yang sering berkunjung ke perpustakaan kemampuan membacanya sudah lancar. Kedua, Siswa yang jarang berkunjung ke perpustakaan terlihat dalam proses pembelajaran kurang aktif dalam menangkap pembelajaran yang di berikan oleh guru nya, ada sebagian siswa membacanya belum lancar. Simpulan penelitian ini adalah persepsi guru tentang kemampuan membaca siswa yang berkunjung ke perpustakaan dan siswa yang jarang berkunjung ke perpustakaan berbeda.Dapat di lihat pada setiap kelas hasil kemampuan membaca ada yang tergolong sangat baik, baik, cukup dan kurang.Persepsi guru terhadap kemampuan membaca siswa yang berkunjung ke perpustakaan siswanya lebih aktif dan cepat tanggap dalam tanya jawab, membacanya sudah lancar. Siswa yang jarang berkunjung ke perpustakaan terlihat dalam proses pembelajaran kurang aktif dalam menangkap pembelajaran yang di berikan oleh guru nya.Kata Kunci: Kemampuan Membaca, Perpustakaan, Persepsi Guru
KENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI SD KABUPATEN PIDIEKENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI SD KABUPATEN PIDIE Alawiyah, tuti
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.534

Abstract

ABSTRAK Dalam konteks persoalan penilaian autentik, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan penilaian autentik. Penelitian ini berupaya mengungkapkan kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD Kabupaten Pidie. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, (2) kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, dan (3) upaya apa untuk mengatasi kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi (pengamatan) yang diteapakan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam menerapkan penilaian autentik. Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 15 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Peneliti juga mengambil dokumen dari guu berupa RPP, rekap penilaian siswa serta rekapitulasi hasil rapor. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan triangulasi, yakni teknik pemeriksaan keabsahan satuan data dengan memanfaatkan parameter satuan data yang lain. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2016. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kendala yang dialami oleh guru-guru di SD Kabupaten Pidie adalah banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013. Kedua, penilaian dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Ketiga, guru merasa terbebani karena harus menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per mata pelajaran. Simpulan penelitian ini adalah Penilaian Auntentik dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain. Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Untuk mengatasi kendala tersebut diharapkan ruang lingkup pada penilaian dapat diperkecil. Dan guru-guru berharap Pemerintah memberikan pelatihan yang lebih dalam lagi kepada guru-guru yang belum memahami Kurikulum 2013.Kata Kunci: Kendala, Penilaian Autentik ABSTRAK Dalam konteks persoalan penilaian autentik, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menerapkan penilaian autentik. Penelitian ini berupaya mengungkapkan kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD Kabupaten Pidie. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, (2) kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie, dan (3) upaya apa untuk mengatasi kendala guru dalam menerapkan penilaian autentik di SD kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi (pengamatan) yang diteapakan adalah teknik berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam menerapkan penilaian autentik. Selain itu didukung dengan teknik wawancara, teknik wawancara adalah dengan mewawancarai 15 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpercaya, peneliti menggunakan alat bantu perekam berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Peneliti juga mengambil dokumen dari guu berupa RPP, rekap penilaian siswa serta rekapitulasi hasil rapor. Selanjutnya seluruh datadiolah dengan tahapan anlisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan triangulasi, yakni teknik pemeriksaan keabsahan satuan data dengan memanfaatkan parameter satuan data yang lain. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2016. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kendala yang dialami oleh guru-guru di SD Kabupaten Pidie adalah banyaknya aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013. Kedua, penilaian dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Ketiga, guru merasa terbebani karena harus menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per mata pelajaran. Simpulan penelitian ini adalah Penilaian Auntentik dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain. Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Untuk mengatasi kendala tersebut diharapkan ruang lingkup pada penilaian dapat diperkecil. Dan guru-guru berharap Pemerintah memberikan pelatihan yang lebih dalam lagi kepada guru-guru yang belum memahami Kurikulum 2013.Kata Kunci: Kendala, Penilaian Autentik
KENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIKPADA KURIKULUM 2013 DI SDN TEUPIN PUKAT MEUREUDU PIDIE JAYAKENDALA GURU DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN SAINTIFIKPADA KURIKULUM 2013 DI SDN TEUPIN PUKAT MEUREUDU PIDIE JAYA Muliatina, Muliatina.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.481

Abstract

Dalam pelaksaan kurikulum 2013, proses pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini mengangkat masalah tentang kendala apa sajakah yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas yang ada mengajarkan pendekatan saintifik yang berjumlah 4 orang. Data diperoleh dari hasil pemberian angket, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh guru adalah pada bagian menanya dengan persentase 50% jarang melakukan serta 50% sering melakukan dan pada kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan dengan persentase 50% tidak pernah melakukan, 25% jarang melakukan, serta 25% sering melakukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi guru terhadap peserta didik dan penggunaan waktu yang kurang efektif. Oleh karena itu disarankan kepada guru agar lebih banyak lagi memberikan perhatian kepada peserta didik dengan cara selalu memberi pujian kepada peserta didik apabila ada yang mau bertanya atau memberi saran. Apabila ada pertanyaan dari peserta didik selalu dihargai atau memberi respon dengan baik.Dalam pelaksaan kurikulum 2013, proses pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini mengangkat masalah tentang kendala apa sajakah yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik di SDN Teupin Pukat Meureudu Pidie Jaya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas yang ada mengajarkan pendekatan saintifik yang berjumlah 4 orang. Data diperoleh dari hasil pemberian angket, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi oleh guru adalah pada bagian menanya dengan persentase 50% jarang melakukan serta 50% sering melakukan dan pada kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan dengan persentase 50% tidak pernah melakukan, 25% jarang melakukan, serta 25% sering melakukan. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi guru terhadap peserta didik dan penggunaan waktu yang kurang efektif. Oleh karena itu disarankan kepada guru agar lebih banyak lagi memberikan perhatian kepada peserta didik dengan cara selalu memberi pujian kepada peserta didik apabila ada yang mau bertanya atau memberi saran. Apabila ada pertanyaan dari peserta didik selalu dihargai atau memberi respon dengan baik.
KENDALA GURU DALAM MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGASI PADA SUBTEMA 2 INDONESIAKU BANGSA YANG BERBUDAYA DI KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEHKENDALA GURU DALAM MENGGUNAKAN MODEL GROUP INVESTIGASI PADA SUBTEMA 2 INDONESIAKU BANGSA YANG BERBUDAYA DI KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEH Teniro, Ledi Iwan; Fauziah, Tati; Mahmud, Mahmud.
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.475

Abstract

Dalam konteks ini Kendala guru dalam menggunakan model group investigasi pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yag berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Apakah guru mengalami kendala dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. (2) Bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui apakah guru mengalami kesulitan dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. (2) Untuk mengetahui bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas Va dan Vb SD Negeri 51 Banda Aceh yang berjumlah 44 orang siswa diantaranya kelas Va berjumlah 23 orang siswa yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki, kelas Vb berjumalah 21 orang siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis. berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran Indonesiaku bangsa yang berbudaya dengan menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation oleh guru kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.Dalam konteks ini Kendala guru dalam menggunakan model group investigasi pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yag berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Apakah guru mengalami kendala dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. (2) Bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui apakah guru mengalami kesulitan dalam menggunakan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Banda Aceh. (2) Untuk mengetahui bagaimana tanggapan guru terhadap penggunaan model Group Investigation pada subtema 2 Indonesiaku bangsa yang berbudaya di kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas Va dan Vb SD Negeri 51 Banda Aceh yang berjumlah 44 orang siswa diantaranya kelas Va berjumlah 23 orang siswa yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki, kelas Vb berjumalah 21 orang siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis. berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran Indonesiaku bangsa yang berbudaya dengan menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation oleh guru kelas V SD Negeri 51 Kota Banda Aceh.
KENDALA GURU DALAM MERUMUSKAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN IPS SESUAI DENGAN RANAH AFEKTIF DI GUGUS I SD NEGERI UTEUN PULO SEUNAGAN TIMUR NAGAN RAYA KENDALA GURU DALAM MERUMUSKAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN IPS SESUAI DENGAN RANAH AFEKTIF DI GUGUS I SD NEGERI UTEUN PULO SEUNAGAN TIMUR NAGAN RAYA Hudiyatman, Hudiyatman.; Sulaiman, Sulaiman.; Masyitah, Nur
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.473

Abstract

Dalam konteks ini, Kendala Guru Dalam Merumuskan Instrumen Penilaian Pada Pembelajaran IPS Sesuai Dengan Ranah Afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apa kendala yang dihadapi guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar pembelajaran IPS di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya yang berjumlah 18 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan) berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh guru dalam merumuskan penilaian afektif menentukan spesifikasi penilaian, menulis penilaian ranah afektif, menentukan skala penilaian ranah afektif, menentukan sistem penskoran, mentelaahpenilaian ranah afektif.Dalam konteks ini, Kendala Guru Dalam Merumuskan Instrumen Penilaian Pada Pembelajaran IPS Sesuai Dengan Ranah Afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apa kendala yang dihadapi guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar pembelajaran IPS di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya yang berjumlah 18 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan) berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh guru dalam merumuskan penilaian afektif menentukan spesifikasi penilaian, menulis penilaian ranah afektif, menentukan skala penilaian ranah afektif, menentukan sistem penskoran, mentelaahpenilaian ranah afektif.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SDN 51 BANDA ACEH Hidayati, Nurul
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.461

Abstract

Kata kunci: Persepsi dan Kebersihan LingkunganAbstrak. Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia.Seperti halnya kebersihan sekolah, jika persepasi siswa benar, maka siswa akan mampu bersikap yang benar terhadap kebersihan sekolahnya sehingga memiliki kesadaran, memberikan dukungan, berperilaku yang benar terhadap upaya kebersihan lingkungan hidup khususnya disekitar sekolahnya masing-masing. Penelitian yang berjudul Persepsi Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Di SDN 51 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 30 siswa, VA terdiri dari 22 siswa, sedangkan untuk kelas VI terdiri dari 30 siswa, tahun ajaran 2015/2016.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membagikan angket kepada siswa kelas IV, V, dan VI yang menjadi subjek penelitian. Data yang diperoleh dari hasil angket selanjutnya di di buat dalam bentuk narasi.Berdasarkan hasil penelitian di SDN 51 Banda Aceh, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan menunjukkan hasil yang baik. Hal ini dilihat dari aspek fisik dengan jumlah responden yang menjawab ya sebanyak 49%, sedangkan yang menjawab tidak 51%. Untuk persepsi aspek mental yang di dapat dari hasil angket menunjukkan 64% responden menjawab ya, sedangkan 36% dari jumlah siswa yang menjawab tidak.
PERANAN KEPRAMUKAAN DALAM MEMBINA SIKAP NASIONALISME PADA GUGUS MELATI BANDA ACEH Nainggolan, Natalia
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.447

Abstract

Penelitian ini berjudul Peranan Kepramukaan dalam Membina Sikap Nasionalisme pada Gugus Melati Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh SD yang terdapat di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah empat sekolah dasar, yaitu SD Negeri 20 Banda Aceh, SD Negeri 27 Banda Aceh, SD Negeri 41 Banda Aceh, dan MIN Merduati Banda Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah dan guru penjasorkes di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah 8 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepramukaan dapat membina sikap nasionalisme pada siswa di sekolah dasar sebanyak 91 frekuensi menjawab sangat setuju atau 56,9% dan yang menjawab setuju sebanyak 69 frekuensi atau 43,1%. Dapat disimpulkan adanya peran guru dalam meningkatkan rasa nasionalisme para siswa di sekolah melalui kegiatan pramuka yang dilaksanakan oleh sekolah.Penelitian ini berjudul Peranan Kepramukaan dalam Membina Sikap Nasionalisme pada Gugus Melati Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui peranan kepramukaan dalam membina sikap nasionalisme pada siswa di Gugus Melati Banda Aceh. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh SD yang terdapat di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah empat sekolah dasar, yaitu SD Negeri 20 Banda Aceh, SD Negeri 27 Banda Aceh, SD Negeri 41 Banda Aceh, dan MIN Merduati Banda Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah dan guru penjasorkes di Gugus Melati Banda Aceh yang berjumlah 8 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepramukaan dapat membina sikap nasionalisme pada siswa di sekolah dasar sebanyak 91 frekuensi menjawab sangat setuju atau 56,9% dan yang menjawab setuju sebanyak 69 frekuensi atau 43,1%. Dapat disimpulkan adanya peran guru dalam meningkatkan rasa nasionalisme para siswa di sekolah melalui kegiatan pramuka yang dilaksanakan oleh sekolah.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SDN 51 BANDA ACEHPERSEPSI SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SDN 51 BANDA ACEH Hidayati, Nurul
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.438

Abstract

Kata kunci: Persepsi dan Kebersihan LingkunganAbstrak. Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia.Seperti halnya kebersihan sekolah, jika persepasi siswa benar, maka siswa akan mampu bersikap yang benar terhadap kebersihan sekolahnya sehingga memiliki kesadaran, memberikan dukungan, berperilaku yang benar terhadap upaya kebersihan lingkungan hidup khususnya disekitar sekolahnya masing-masing. Penelitian yang berjudul Persepsi Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Di SDN 51 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan di SDN 51 Banda Aceh.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 30 siswa, VA terdiri dari 22 siswa, sedangkan untuk kelas VI terdiri dari 30 siswa, tahun ajaran 2015/2016.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membagikan angket kepada siswa kelas IV, V, dan VI yang menjadi subjek penelitian. Data yang diperoleh dari hasil angket selanjutnya di di buat dalam bentuk narasi.Berdasarkan hasil penelitian di SDN 51 Banda Aceh, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap kebersihan lingkungan menunjukkan hasil yang baik. Hal ini dilihat dari aspek fisik dengan jumlah responden yang menjawab ya sebanyak 49%, sedangkan yang menjawab tidak 51%. Untuk persepsi aspek mental yang di dapat dari hasil angket menunjukkan 64% responden menjawab ya, sedangkan 36% dari jumlah siswa yang menjawab tidak.
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT Aini, Nurul; Ruslan, Ruslan.; Ely, Rosma
Elementary Education Research Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i1.431

Abstract

Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral. Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Penggumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan teknik observasi. Teknik wawancara adalah dengan cara mewawancarai 10 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpecaya, peneliti menggunakan alat bantu perekaman berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Selain itu di dukung dengan teknik observasi (pengamatan) yang diterapkan adalah teknik pengamatan tidak berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase. Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA.Simpulkan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya. Kata Kunci: Penanaman, nilai-nilai moral

Page 1 of 2 | Total Record : 18