cover
Contact Name
Reno Fernandes
Contact Email
jurnal.jksoshum@gmail.com
Phone
085263867013
Journal Mail Official
jurnal.jksoshum@gmail.com
Editorial Address
Komp. Pelangi Indah Blok C4 No.2 RT 003/RW 013, Kel. Korong Gadang, Kec. Kuranji, Kota Padang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Published by Revolt Institute
ISSN : -     EISSN : 30640318     DOI : https://doi.org/10.63082/jksh.v1i3
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora publication aims to facilitate interaction, discussion and updating of academic ideas related to discussions of structure and dynamics in the fields of social sciences and humanities. This journal scope such as; anthropology, history, political science, law, sociology, social science education, social geography, development studies, and economics. With in-depth study, it is hoped that these articles will provide new thinking regarding the development of concepts in the scientific field
Articles 41 Documents
Literasi Digital Kritis Sebagai Tameng Ideologi: Strategi Menangkal Disinformasi dan Konten Negatif di Kalangan Mahasiswa Muhammad Rafi Al Fitra Asri Rafi; Reno Fernandes; Sri Ilham Nasution
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i4.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis peran literasi digital kritis sebagai tameng ideologi mahasiswa dalam menangkal infiltrasi informasi negatif di ruang siber. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), artikel ini menganalisis artikel ilmiah primer yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026 yang mengeksplorasi hubungan antara literasi digital, kemampuan analitis, berpikir kritis, toleransi politik, dan kesadaran privasi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa literasi digital tidak boleh lagi dipandang sebatas kecakapan teknis instrumental, melainkan harus diintegrasikan sebagai kemampuan evaluasi kritis dan etis terhadap bias informasi. Konseptualisasi literasi digital kritis terbukti secara empiris meningkatkan kemampuan verifikasi sumber, memitigasi efek gelembung media (filter bubble), serta menumbuhkan toleransi demokratis yang sehat. Research gap yang berhasil diidentifikasi adalah minimnya model kurikulum pendidikan tinggi yang secara eksplisit menghubungkan kecakapan digital teknis dengan ketahanan ideologis nasional. Studi ini merekomendasikan sebuah strategi integratif multisektoral yang melibatkan reposisi peran dosen, reformasi kurikulum berbasis proyek kewargaan digital, dan kampanye sosial siber untuk membangun ketahanan kognitif mahasiswa.