cover
Contact Name
Reno Fernandes
Contact Email
jurnal.jksoshum@gmail.com
Phone
085263867013
Journal Mail Official
jurnal.jksoshum@gmail.com
Editorial Address
Komp. Pelangi Indah Blok C4 No.2 RT 003/RW 013, Kel. Korong Gadang, Kec. Kuranji, Kota Padang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Published by Revolt Institute
ISSN : -     EISSN : 30640318     DOI : https://doi.org/10.63082/jksh.v1i3
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora publication aims to facilitate interaction, discussion and updating of academic ideas related to discussions of structure and dynamics in the fields of social sciences and humanities. This journal scope such as; anthropology, history, political science, law, sociology, social science education, social geography, development studies, and economics. With in-depth study, it is hoped that these articles will provide new thinking regarding the development of concepts in the scientific field
Articles 27 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Malpraktik Pemilu 2024 (Studi Kasus: Nagari Koto Tangah Batu Ampar Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota) Firmansyah, Maichel; Putra, Eka Vidya
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i2.14

Abstract

Malpraktik Pemilu salah satu tantangan besar yang menakutkan bagi proses konsolidasi demokrasi yang hendak dicita-citakan Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan persepsi masyarakat selaku Pemilih terhadap Malpraktik Pemilu yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif. Penelitian dilakukan di Nagari Koto Tangah Batu Ampar, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa persepsi masyarakat terhadap malpraktik Pemilu yaitu malpraktik yaitu normalisasi Pemilu, Referensi Memilih, Manfaat Nyata.
Peran Pendidikan Politik dalam Membangun Generasi Pemilih Cerdas dan Kritis Senora, Serly
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.15

Abstract

Pendidikan politik memiliki peran krusial dalam membangun kesadaran politik dan meningkatkan partisipasi pemilih, terutama di kalangan pemilih pemula seperti generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi pendidikan politik yang relevan menjelang Pemilu 2024, berdasarkan tinjauan literatur dari 25 sumber yang mendukung. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan politik berbasis sekolah, pemanfaatan platform digital, dan pelibatan mahasiswa sebagai agen sosialisasi merupakan langkah-langkah strategis yang efektif. Selain itu, pendidikan politik berbasis nilai, seperti toleransi, keadilan, dan anti-diskriminasi, juga berperan penting dalam membangun karakter generasi muda yang kritis dan bertanggung jawab. Namun, tantangan seperti literasi digital yang rendah dan maraknya disinformasi di era media sosial memerlukan perhatian khusus agar pendidikan politik dapat mencapai tujuannya secara maksimal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, media, dan masyarakat sipil menjadi sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan politik yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan holistik dan adaptif, pendidikan politik dapat menjadi kunci dalam memperkuat demokrasi dan menciptakan generasi pemilih yang lebih cerdas, kritis, dan berintegritas.
Peran Pendidikan Politik dalam Meningkatkan Kesadaran Demokrasi di Kalangan Remaja Albary, Rayyan Hatta
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.19

Abstract

Pendidikan politik memainkan peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi, khususnya di kalangan generasi muda. Sebagai agen perubahan, generasi muda memiliki potensi besar untuk memperkuat keberlanjutan demokrasi melalui partisipasi aktif dalam proses politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis peran pendidikan politik dalam meningkatkan kesadaran demokrasi. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan politik dapat membantu generasi muda memahami nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, akuntabilitas, dan keadilan. Namun, terdapat hambatan signifikan, seperti rendahnya integrasi pendidikan politik dalam kurikulum formal, stigma negatif terhadap politik, dan penyebaran informasi salah melalui media sosial. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai platform edukasi. Strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan generasi muda, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dan interaktif. Selain itu, penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dalam pendidikan politik agar generasi muda mampu berkontribusi secara konstruktif dalam menciptakan sistem politik yang lebih transparan dan berkeadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan politik yang efektif dapat menghasilkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan politik. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya memahami hak politiknya, tetapi juga berperan aktif dalam membangun demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menguatkan Nilai Kebangsaan Melalui Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau di Bukittinggi Rahman, Sabar Aulia; Fernandes, Reno; Habib, Busron
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.22

Abstract

Pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau (PKBAM), di Kota Bukittinggi memiliki potensi besar dalam memperkuat nilai kebangsaan Indonesia di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana PKBAM mengintegrasikan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam pendidikan karakter dan memperkuat rasa kebangsaan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan PKBAM melalui studi literatur dan observasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBAM efektif memperkenalkan nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya keberagaman budaya. Meskipun ada tantangan terkait keberagaman budaya dan pengaruh globalisasi, PKBAM tetap relevan sebagai model pendidikan karakter berbasis budaya lokal yang dapat memperkuat integritas kebangsaan. Kesimpulan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Indonesia.
Literasi Politik di Era Demokrasi Digital: Analisis Kewaspadaan Pemilih terhadap Hoaks Pemilu di Kota Pariaman Fernandes, Reno; Akbar, Amin
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.23

Abstract

Dalam era demokrasi digital, hoaks pemilu menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi, terutama di kalangan pemilih digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kewaspadaan pemilih digital native di Kota Pariaman terhadap hoaks pemilu serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewaspadaan pemilih masih rendah, dengan hanya 15% responden yang secara aktif memverifikasi informasi, sementara mayoritas (60%) jarang atau tidak pernah mengecek kebenaran berita yang mereka terima. Selain itu, sebagian besar pemilih digital native lebih mengandalkan sumber yang kurang kredibel, seperti grup percakapan WhatsApp dan media sosial, dalam mencari informasi politik. Temuan ini menegaskan bahwa literasi politik tidak hanya mencakup pemahaman tentang sistem politik dan hak suara, tetapi juga keterampilan dalam memilah informasi di ekosistem digital yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi literasi digital yang lebih komprehensif melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil guna meningkatkan kesadaran kritis pemilih digital native dalam mengidentifikasi informasi yang valid dan mencegah penyebaran disinformasi politik.
Peran KPU Kota Padang Dalam Mensukseskan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pilkada Tahun 2024 M. Rafi Ariansyah; Suri, Eva Wulan; Yuneva, Yuneva; Firmansyah, Maichel; Putra, Dafit Famila
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i3.24

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi politik masyarakat pada Pilkada Kota Padang tahun 2024. Tujuan penelitian menemukan peran Komisi Pemilihan Umum Kota Padang dalam menyukseskan Pilkada 2024. Partisipasi Politik dari masyarakat menjadi determinasi dari Pilkada yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa peran KPU Kota Padang dalam menyukseskan Pilkada tahun 2024 dengan memberikan sosialisasi ke OKP, mendirikan Stand untuk DPTB, Konten di media sosial, Menggunakan Baliho.
Kajian Toleransi Beragama: Landasan Etis Memanajemen Konflik dan Ekstremisme Rambe, Khairul Fadli
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.25

Abstract

Kemajemukan dalam agama, bahasa, suku, dan budaya menjadi kekuatan pemersatu bangsa, namun juga berpotensi memicu konflik sosial, terutama konflik keagamaan yang sering kali disebabkan oleh kurangnya kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan. Konflik tersebut dapat diperparah oleh sikap intoleran dan penggunaan agama sebagai alat politik untuk mencapai kepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan langkah awal dalam mencegah konflik dan ekstremisme yang berkelanjutan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multi case single-site exploratory case study untuk menggali fenomenologi yang terjadi di masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara individu dengan tujuh informan yang dipilih berdasarkan tiga kriteria: memiliki pemahaman yang mendalam tentang permasalahan yang diteliti, memiliki waktu untuk memberikan informasi, dan dapat memberikan informasi secara faktual sesuai dengan kondisi lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik Miles and Huberman yang melibatkan tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi beragama merupakan elemen penting dalam menjaga keberagaman dan mencegah konflik di Indonesia yang multikultural. Perbedaan yang melambangkan keistimewaan di Indonesia ini rentan menjadi isu perpecahan antar umat beragama jika tidak ditanggapi dengan sikap saling menghargai. Penelitian ini mengidentifikasi empat metode utama sebagai landasan untuk penyelesaian konflik dan ekstremisme, yaitu: (1) pendidikan moralitas untuk membangun budi pekerti yang baik, (2) memberikan pemahaman yang benar tentang toleransi beragama, (3) kegiatan sosial antar umat untuk meningkatkan kesadaran hidup berdampingan, dan (4) penerapan hukum terhadap oknum yang memicu konflik dan ekstremisme. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi ketimpangan sosial dan menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
Mengenal Lika-Liku Politik Indonesia dari Orde Lama ke Masa Reformasi Sofia, Desmi; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.27

Abstract

Jurnal ini membahas evolusi politik Indonesia dari masa Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi, dengan menyoroti dinamika kekuasaan, perubahan sistem pemerintahan, serta tantangan dalam membangun demokrasi. Setiap periode memiliki karakteristik tersendiri, Orde Lama dengan eksperimen demokrasi parlementer yang berujung pada sentralisasi kekuasaan; Orde Baru yang menghadirkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan otoritarian; serta era Reformasi yang membuka ruang demokrasi namun masih dihadapkan pada tantangan prosedural dan budaya politik lama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur untuk menelusuri kontinuitas dan perubahan praktik politik di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun secara formal Indonesia telah bertransformasi menjadi negara demokratis, praktik politik lama seperti dinasti politik, politik transaksional, dan lemahnya penegakan hukum masih menjadi hambatan. Oleh karena itu, reformasi politik perlu diarahkan tidak hanya pada perubahan kelembagaan, tetapi juga pada perbaikan budaya dan etika politik.
Dinamika Legislasi Indonesia dalam Kerangka Demokrasi Deliberatif Fadillah, Fadillah; Cahyono, Leo Dwi
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.28

Abstract

Artikel ini secara kritis mengkaji dinamika legislasi dalam kerangka demokrasi deliberatif dengan menyoroti ketegangan antara kepastian hukum (faktisitas) dan legitimasi moral (validitas) dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Mengacu pada teori demokrasi deliberatif Jurgen Habermas, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis dokumen terhadap sejumlah undang-undang, risalah rapat legislasi, serta peraturan terkait partisipasi publik. Temuan menunjukkan bahwa praktik legislasi di Indonesia masih didominasi oleh politik transaksional dan oligarki kekuasaan, sehingga menghambat terbentuknya hukum yang partisipatif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Meskipun kerangka normatif partisipasi publik telah diatur secara formal, implementasinya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip deliberasi yang inklusif, transparan, dan rasional. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada tawaran kerangka evaluatif terhadap mekanisme legislasi yang berorientasi pada legitimasi deliberatif. Artikel ini merekomendasikan penguatan ruang publik deliberatif, reformasi sistem partisipasi, serta perbaikan mekanisme checks and balances agar proses legislasi lebih merefleksikan kehendak kolektif dalam sistem demokrasi yang substansial.
Pendidikan Politik dan Kesadaran Demokrasi di Era Reformasi: Sebuah Tinjauan Kritis Sirait, Khairunnisa; Fernandes, Reno; Suryanef, Suryanef
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i4.29

Abstract

Era reformasi membawa dinamika pada kebebasan berpendapat dan berpolitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secra kritis dan mengevaluasi sejauh mana pendidikan politik berperan dalam membentuk kesadaran politik atau justru menghilangkan kesadaran demokrasi. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat tantangan yang dihadapi pendidikan poltikĀ  yang bersumber pada kesadaran poltik dimasyarakat. Seperti: munculnya polarisasi politik diseabkan adanya penyebaran informasi hoaks, dan ujaran kebencian, kultur politik yang masuh dipengaruhi KKN, politik identitas, dan akses dan kualitas pendidikan poltik yang belum merata dimana kurikulum yang kurang integrative didalam mengembangkan partisipasi dan berpikir kritis. Hal ini tentunya, membawa pengaruh pada partispasi dan apatisme politik pada masyarakat. Dalam hal ini, dperlukan revitalisasi kembali pelaksanaan pendidikan dan penguatan kesadaran demokrasi di era reformasi, sehingga menghasilkan pendidikan poltik yang efektif sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di masyarakat.

Page 2 of 3 | Total Record : 27