JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 03 (2024): September"
:
29 Documents
clear
Peer attachment: Kunci mengurangi perilaku agresif pada anak sekolah dasar
Muna, Hanifa Wafiqul;
Noviekayati, IGAA;
Ananta, Aliffia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11449
Abstract This study aims to determine the relationship between peer attachment and aggressive behavior in elementary school children. Aggressive behavior refers to an individual's response or reaction to their environment that hurts other individuals. Aggressive behavior is characterized by behaviors that individuals do that hurt other individuals in verbal and non-verbal forms. This study used 92 subjects with age variations of 9-11 years old who are elementary school students. Data collection was conducted at school using a questionnaire in the form of a guttman scale, using measurement instruments consisting of The Aggression Questionnaire and Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA). Spearman's Rho analysis shows that Aggressive Behaviour and Peer Attachment have a negative linear association. That is, the stronger the peer relationship, the less aggressive the behaviour of elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan perilaku agresif pada anak sekolah dasar. Perilaku agresif merupakan respon atau reaksi individu terhadap lingkungannya yang menyakiti individu lain. Perilaku agresif ditandai dengan perilaku yang dilakukan individu yang menyakiti individu lain dalam bentuk verbal maupun non verbal. Penelitian ini menggunakan 92 subjek dengan variasi usia 9-11 tahun yang merupakan siswa sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan di sekolah dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala guttman, dengan menggunakan alat ukur yang terdiri dari Kuesioner Agresi dan Inventori Kelekatan Orangtua dan Teman Sebaya (IPPA). Analisis menggunakan Spearman's Rho yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan linier antara Perilaku Agresif dengan Peer Attachment. Artinya, semakin tinggi Peer Attachment, maka semakin rendah perilaku agresif anak sekolah dasar.
Ketidakpuasan tubuh pada remaja: Peranan perfeksionisme dan komparasi sosial dalam media sosial
Paramitha, Maisya;
Matulessy, Andik;
Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11624
Abstract Body dissatisfaction is an individual's negative feelings towards their own body. This study aims to determine the relationship between social comparison and perfectionism with body dissatisfaction in adolescent social media users. The research method used quantiative correlation with the number of respondents as many as 274 adolescents taken by accidental sampling technique. The research scale uses a body dissatisfaction scale taken from aspects of Rosen, Reiter, and Pam (1995), perfectionism scale from aspects of Flett and Hewitt (2002) and social comparison scale from aspects of Gibbson and Buunk (1999). The results show that there is a significant positive relationship between perfectionism and social comparison with body dissatisfaction in adolescent social media users. From the partial test results, there is a significant positive relationship between perfectionism and body dissatisfaction in adolescent social media users and there is a significant positive relationship between social comparison and body dissatisfaction in adolescent social media users. Keywords: Body dissatisfaction, perfectionism, social comparison, adolescents, social media Abstrak Ketidakpuasan tubuh adalah perasaan negatif individu terhadap bentuk tubuhnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komparasi sosial dan perfeksionisme dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial. Metode penelitian menggunakan kuantiatif korelasional dengan jumah responden sebanyak 274 remaja yang diambil dengan teknik accidental sampling. Skala penelitian menggunakan skala ketidakpuasan tubuh diambil dari aspek Rosen, Reiter, dan Pam (1995), skala perfeksionisme dari aspek Flett dan Hewitt (2002) dan skala komparasi sosial dari aspek Gibbson dan Buunk (1999). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dan komparasi sosial dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial. Dari hasil uji parsial terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara komparasi sosial dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial. Kata Kunci: Ketidakpuasan tubuh, perfeksionisme, komparasi sosial, remaja, media sosial
Loneliness dan perilaku phubbing terhadap siswa
Azzahra, Fitria Ramadhani;
Santi, Dyan Evita;
Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11634
Smartphones which almost everyone now owns, have various functions and uses, used for studying and working, searching for daily information and even for entertainment. From using this smartphone, a person becomes indifferent to their surroundings, because they focus more on their smartphone than communicating. Ignoring someone by busy checking their smartphone will cause this behavior to be known as to be known as phubbing. This research uses a quantitative approach with a correlation type. The population in this study was 254 class XI students at SMA this research data collection method uses a questionnaire. The data analysis technique in this study used the product moment test, which obtained a correlation value of 0.266 with a significance level of 0.001 (p < 0.05). Smartphone yang saat ini hampir semua orang miliki, memiliki fungsi dan penggunaan yang bermacam-macam, digunakan untuk belajar dan bekerja untuk mencari informasi sehari-hari bahkan menjadi hiburan. Dari penggunaan smartphone ini, seseorang menjadi acuh tak acuh dengan sekitarnya, karena mereka lebih fokus ke smartphone mereka daripada berkomunikasi. Mengabaikan seseorang dengan sibuk memeriksa smartphone akan menyebabkan perilaku tersebut dikenal yaitu phubbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA X Surabaya sebanyak 254 siswa, sedangkan sampel pada penelitian ini berjumlah 146 melalui teknik quota sampling dengan cara undian. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji product moment yang mana diperoleh nilai korelasi 0.266 dengan taraf signifikansi 0.001 (p < 0.05).
Peran regulasi emosi dalam mengurangi kecemasan berbicara di depan umum pada siswa SMA
Faudhiki Yusuf, Arrozi Hiban;
Saragih, Sahat;
Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11642
Abstract This study aims to determine the relationship between emotion regulation and public speaking anxiety. This study used a correlational quantitative research method with 132 subjects. In this study, the participants involved were the entire population. The measuring instrument in this study used a 45-item public speaking anxiety scale and an emotion regulation scale consisting of 22 items. Participants who participated in this study were class XI students of SMAN 13 Surabaya. Based on the calculation of the analysis using product moment analysis, the results show that there is a negative and very significant relationship between emotion regulation and public speaking anxiety in high school students. Based on this, the higher the ability of emotion regulation, the lower the level of public speaking anxiety in high school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan kecemasan berbicara di depan umum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan 132 subjek. Dalam penelitian ini, partisipan yang terlibat adalah keseluruhan populasi. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecemasan berbicara di depan umum sebanyak 45 aitem dan skala regulasi emosi yang terdiri atas 22 aitem. Partisipan yang turut serta dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 13 Surabaya. Berdasarkan perhitungan analisis menggunakan analisis product moment di dapatkan hasil bahwa terdapat hubungan negatif dan sangat signifikan antara regulasi emosi dengan kecemasan berbicara di depan umum pada siswa SMA. Berdasarkan hal tersebut, semakin tinggi kemampuan regulasi emosi maka semakin rendah tingkat kecemasan berbicara di depan umum pada siswa SMA.
Self compassion dan subjective well being pada mahasiswa dengan orang tua tunggal
Ananda, Moch. Rizky;
Efendy, Mamang;
Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11649
Abstract Subjective well being is one of the important factors in students with single parent because it is related to getting happiness and avoiding pain. This study aims to determine whether there is a relationship between self compassion and subjective well being in students with single parent. Quantitative research method with the number of respondents as many as 115 students with single parent who were taken with snowball sampling technique. The research scale uses a self compassion scale developed by the researcher and uses a subjective well being scale. Data analysis techniques using product moment correlation analysis. The results showed a positive and significant relationship between self compassion and subjective well being in students with single parent. Self compassion helps increase positive feelings and reduce negative feelings felt to achieve subjective well being in students with single parent. Abstrak Subjective well being merupakan salah satu faktor penting pada mahasiswa dengan orang tua tunggal karena berhubungan dengan mendapatkan kebahagiaan dan menghindari rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan self compassion dengan subjective well being pada mahasiswa dengan orangtua tunggal. Metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 115 mahasiswa dengan orangtua tunggal yang diambil dengan teknik snowball sampling. Skala penelitian menggunakan skala self compassion yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dan menggunakan skala subjective well being. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self compassion dengan subjective well being pada mahasiswa dengan orangtua tunggal. Self compassion membantu meningkatkan perasaan positif dan menurunkan perasaan negatif yang dirasakan untuk mencapai subjective well being pada mahasiswa dengan orangtua tunggal.
Resiliensi pada masyarakat kota Surabaya: Menelisik peran optimis dan dukungan sosial
Anggraeni, Salsabilah Puspita;
Rini, Amanda Pasca;
Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11651
Abstract Every city has problems faced by urban people. There are many urban problems such as congestion, air pollution, lack of residential land, and an increase in the city population, however, people choose to survive in the city with the many urban problems they face. This study aims to determine the relationship between optimism and social support and resilience in the people of Surabaya who choose to stay in the city. This study uses quantitative research involving 341 people living in the city of Surabaya. The data collection instrument in this study used a scale consisting of optimism, social support and resilience scales. The data analysis technique uses regression analysis techniques with the help of the IBM Statistic Package for Social Science (SPSS) version 25 for Windows program The results of the study that there is no relationship between optimism and resilience and there is no relationship between social support and resilience. Abstrak Setiap kota memiliki permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kota. Banyaknya permasalahan kota seperti kemacetan, polusi udara, kurangnya lahan tempat tinggal, serta peningkatan penduduk kota namun, masyarakat memilih untuk bertahan di perkotaan dengan banyaknya permasalahan kota yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimis dan dukungan sosial dengan resiliensi pada masyarakat kota Surabaya yang memilih untuk tetap bertahan untuk tinggal di perkotaan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 341 masyarakat yang tinggal di Kota Surabaya. Instrumen pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala yang terdiri dari skala optimis, dukungan sosial dan resiliensi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi dengan bantuan program IBM Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 25 for Windows. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara optimis dengan resiliensi serta tidak adanya hubungan dukungan sosial dengan resiliensi.
Change-oriented OCB: Bagaimana peran psychological capital menunjang generasi Z ditempat kerja?
Fachry, Rey Anwar;
Sofiah, Diah;
Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11684
Current cafes are usually filled with young employees, The young generation of this era is usually called generation Z is often known as the strawberry generation or the generation that is passionate and enthusiastic but cannot face social pressure and easily gives up when faced with problems. This research was conducted on generation Z who were working in cafes/coffeeshops in the Dukuh Pakis area and aged 18-28 years with a total of 127 out of 142 participants. This research used a quantitative method approach. Data collection was carried out using measurement instruments adapted to the Change-Oriented OCB scale (OCB-CH) and PCQ-24. Data analysis used the Spearman's Rho analysis technique with results showing a strong positive correlation between the two variables studied with a correlation coefficient of 0.469 with a significance level of 0.000 (p < 0.01). This means that the higher the level of Psychological Capital, the higher the level of OCB-CH behavior and otherwise, the lower the level of Psychological Capital, the lower the level of OCB-CH behavior. Keywords: Psychological Capital, OCB-CH, Cafe, Coffeeshop, Gen Z
Hubungan antara iklim organisasi dengan change oriented organizational citizenship behavior (OCB-CH) pada karyawan di PT. X
Diputra, Sadewa Arya;
Sofiah, Diah;
Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11691
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tedapat hubungan antara iklim organisasi dengan change-oriented organizational citizenship behavior pada karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 responden pada kaaryawan. Hasil analisis product moment menunjukkan bahwa hubungan antara iklim organisasi dengan change-oriented organizational citizenship behavior pada karyawan dengan koefisien sebesar 0,522, signifikansi p=0,000 (p<0,01) yang berarti terdapat hubungan signifikan positif antara iklim organisasi dengan change-oriented organizational citizenship behavior pada karyawan. Jika karyawan mempunyai Iklim Organisasi yang tinggi maka semakin tinggi juga karyawan memunculkan perilaku Change-Oriented OCB, sebaliknya apabila karyawan memiliki Iklim Organisasi yang rendah maka semakin rendah juga karyawan memunculkan perilaku Change-Oriented OCB. ABSTRACTThis study aims to determine the relationship between organizational climate and change-oriented organizational citizenship behavior in employees. This research is a type of quantitative research using a correlational method. The sampling technique in this study uses random sampling. The subjects in this study were 50 respondents in the study. The results of the product moment analysis showed that the relationship between organizational climate and change-oriented organizational citizenship behavior in employees with a coefficient of 0.522, significance p=0.000 (p<0.01) which means that there was a positive significant relationship between organizational climate and change-oriented organizational citizenship behavior in employees. If employees have a high Organizational Climate then the higher the employee will also develop Change-Oriented OCB, on the other hand if the employee has a low Organizational Climate then the lower the employee will also appear Change-Oriented OCB.
Persepsi diri sebagai faktor penentu dalam pengambilan keputusan jurusan Kuliah: Studi kasus siswa SMA
Nabilla, Firdausiah Salfa;
Arifiana, Isrida Yul;
Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11694
Abstract Self-perception is one of the factors that influence the decision-making of college majors in high school students. A person can be said to have self-perception if they can judge about themselves which includes how they behave, see the quality of their abilities, and their own personal characteristics. This study aims to determine whether there is a relationship between self-perception and decision making for college majors in high school students. This study used a correlational quantitative method with a total of 235 participants of Muhammdiyah 4 Surabaya high school students. The sample technique used is quota sampling technique with certain characteristics, namely 10th, 11th and 12th grade students who attend SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Data analysis using product moment. The results of this study indicate that there is a highly significant positive relationship between self-perception and decision making for college majors in high school students. Abstrak Persepsi diri merupakan salah faktor yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan jurusan perkuliahan pada siswa SMA. Seseorang dapat dikatakan dapat memiliki persepsi diri jika dapat menilai tentang dirinya sendiri yang mencakup bagaimana mereka berperilaku, melihat kualitas kemampuan, dan karakteristik pribadi mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi diri dengan pengambilan keputusan jurusan perkuliahan pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif koresional dengan jumlah partisipan 235 siswa SMA Muhammdiyah 4 Surabaya. Teknik sampel yang digunakan yaitu teknik quota sampling dengan karakteristik tertentu yakni siswa-siswi kelas 10,11 dan 12 yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Persepsi diri dengan pengambilan keputusan jurusan perkuliahan pada siswa SMA
Caregiver burden dan kualitas hidup: Kajian studi pada ibu yang memiliki anak autisme spectrum disorder
Ridzkina, Siti Meisarah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11717
Caring for a child with Autism Spectrum Disorder presents challenges and obstacles for every parent, especially mothers, because their role is more closely related to being the main caregiver for the child so that they are vulnerable to feeling both physical and psychological fatigue, which can trigger the emergence of caregiver burden in themselves, which will have an impact on reducing their quality of life. This study aimed to determine the relationship between caregiver burden and quality of life in mothers of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in Banda Aceh City. A total of 62 mothers who have ASD children in Banda Aceh City were involved as research samples selected using the Quota Sampling technique. Data were collected using the Quality of Life Autism-Parent Version and the Zarit Burden Interview-New Short Version. Analysis of research data using Jeffrey's Amazing Statistics Program, where the results of the analysis show that there is a negative relationship between caregiver burden and quality of life in mothers who have ASD children in Banda Aceh City, which means that the higher the caregiver burden felt, the lower the quality of life in mothers who have ASD children, and vice versa, the lower the caregiver burden felt, the higher the quality of life.