cover
Contact Name
Alfrida Semuel Ra’bung
Contact Email
alfridarabung@gmail.com
Phone
081342471820
Journal Mail Official
salandohealthjournal.81@gmail.com
Editorial Address
Jl. Vetran 5 Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Salando Health Journal
ISSN : -     EISSN : 30261821     DOI : https://doi.org/10.33860/shj
Core Subject : Health,
Salando Health Journal aims to disseminate research results in the health sector to academics, practitioners, students and individuals who have competence in these fields, including: 1. Nursing 2. Midwifery 3. Environmental Health 4. Nutrition 5. Public Health 6. Reproductive Health 7. Health Education and Promotion.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
GAMBARAN PENGETAHUAN GURU TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA DI BUMI SD NEGERI 2 TOLITOLI DAN SD ISLAM MUJAHIDIN TOLITOLI Silvika al maidah A; Hasni, Hasni; Evie, Sova
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2497

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas gempa bumi tinggi. Untuk itu diperlukan pendidikan kesiapsiagaan bencana agar upaya pengurangan resiko bencana dapat mencapai sasaran luas. Kesiapsiagaan perlu dilakukan di sekolah. Guru memiliki peran dalam membagikan pengetahuan. Pengetahuan yang dimiliki guru dapat mempengaruhi sikap siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis survey melalui pengisian kuesioner. Tingkat pengetahuan guru tentang kesiapsiagaan gempa bumi mayoritas memiliki pengetahuan kurang sejumlah 15 orang (55,6%). Pengetahuan guru berdasarkan pengalaman mayoritas memiliki pengetahuan kurang sejumlah 8 orang (29,6%). Pengetahuan guru berdasarkan sosial budaya mayoritas memiliki pengetahuan cukup sejumlah 10 orang (37%). Pengetahuan guru berdasarkan paparan informasi mayoritas memiliki pengetahuan kurang sejumlah 9 orang (33,3%).
Gambaran Pemberian Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Ildayanti; Evie, Sova; Saman, Saman
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2677

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang apabila menemukan korban yang membutuhkannya seperti pasien dengan henti jantung atau cardiac arrest. Secara global kejadian henti jantung diluar rumah sakit atau Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) rata-rata di antara orang dewasa sebesar 55 OHCA per 100.000 orang/tahun. Henti jantung akan berakhir dengan kematian jika pertolongan tidak cepat diberikan, karena tenaga medis tidak selalu ada di tempat kejadian, orang atau masyarakat awam yang terlatih diwajibkan untuk melakukan BHD. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan untuk henti jantung, oleh karena itu penting adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bantuan hidup dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemberian edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan pada 30 responden dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan rumus mean.Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan edukasi mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 20 orang (66,7%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (57%), setelah diberikan edukasi pengetahuan masyarakat meningkat menjadi pengetahuan baik yaitu 28 orang (93,3%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (92,1%).kesimpulan yang dapat ditarik adalah hasil penelitian ini mengambarkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan. Puskesmas diharapkan dapat melakukan program khusus untuk kegiatan penyuluhan atau pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan masyarakat diharapkan bisa terus meningkatkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan rutin ikut edukasi atau pelatihan yang ada.
Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan ARNI; yogyo, Dwi; Hasni
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2732

Abstract

Penelitian dengan judul Gambaran Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Dan Keluarga Di Wilayah Puskesmas Baolan memiliki tujuan untuk mengetahui Gambaran penerapan strategi pelaksanaan halusinasi pendengaran kepada pasien dan keluarga. penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan study kasus, subjek penelitian yaitu satu orang klien halusinasi dan keluarganya, teknik pengumpulan data teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan di Desa Buntuna Wilayah Kerja Puskesmas Baolan , 8 kali pertemuan. Data dianalisa menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian yang dilakukan penerapan strategi pelaksanaan Tn.J dan keluarga, didapatkan Tn.J dapat menerapakan SP 1 mengenal halusinasi dan mampu menghardik, SP 2 mampu mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain, SP 3 mampu mengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitas yang biasa dilakukan dirumah yaitu menyapu ruangan dan merapikan barang, SP 4 belum mampu diterapkan. Pada keluarga didapatkan keluarga dapat menerapkan SP 1 mengenal halusinasi yang dialami Tn.J, SP 2 mampu diterapkan sebagian yaitu memperaktekkan secara langsung kepada Tn.J dan belum mampu menerapkan pemberian obat pada Tn,J. Kesimpulan penerapan SP pasien halusinasi sebagian besar mampu diterapkan dalam 5 pertemuan dan penerapan SP keluarga sebagian besar mampu diterapkan 1 kali pertemuan.
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI Saleng, Sri Rahayu; Ra'bung, Alfrida Semuel; Hasni, Hasni
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2830

Abstract

Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif yang terjadi pada lansia. Perubahan psikososial yang terjadi salah satunya adalah tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya depresi pada lansia di Posbindu Masjid Nur Puskesmas Kota Managaisaki Kab.Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 34 lansia. Menggunakan kuesioner GDS. Analisa yang digunakan adalah univariat, Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin perempuan 12 orang (42,86%) depresi, 16 orang (57,14%) tidak depresi, laki-laki 1 orang (3,57%) depresi, 5 orang (83,33%) tidak depresi. Berdasarkan umur 45-59 tahun 4 orang (26,67%) depresi 11 orang (73,33%) tidak depresi, 60-69 tahun 4 orang (40%) depresi, 6 orang (60%) tidak depresi, ≥70 tahun 5 orang (55,55%) depresi, 4 orang (44,44%) tidak depresi . Berdasarkan pendidikan SD, 7 orang (38,89%) depresi, 11 orang (61,11) tidak depresi, SMP 4 orang (44,44%) depresi, 5 orang (55,56%) tidak depresi, dan SMA 2 orang (28,57%) deprsi, 5 orang (71,43%) tidak depresi. Berdasarkan pekerjaan, IRT 12 orang (42,86%) depresi, 16 orang (57,14%) tidak depresi, PNS dan petani 3 orang (100%) tidak depresi, Wiraswasta 1 orang (33,33%) depresi, 2 orang (66,67%) tidak depresi. Berdasarkan status pernikahan, menikah 14 orang (66,67%) tidak depesi, 7 orang (33,33%) depresi. Janda/duda 7 orang (53,85%) tidak depresi, 6 orang (46,15%) depresi. Kesimpulan sebagian besar lansia di Posbindu Masjid Nur tidak mengalami depresi sebanyak 21 orang (61,76%). Saran bagi Puskesmas Kota Managaisaki Kab.Tolitoli agar melakukan program pemeriksaan depresi setiap bulannya menggunakan GDS.
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA HIPERTENSI DI DUSUN KINOPASAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALANG KABUPATEN TOLITOLI Usman, Sopia; Saman, Saman; Evie, Sova
Salando Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shj.v1i2.2916

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang spesifik, dapat menyerang siapa saja dan kapan saja, serta dapat menyebabkan kematian. Hipertensi disebabkan oleh bebrapa faktor antara lain, genetik, usia, jenis kelamin, stress, geografi, lingkungan, gaya atau pola hidup, garam dapur, dan merokok. Tujuan penelitian diketahuinya gambaran faktor penyebab terjadinya hipertensi di Dusun Kinopasan Wilayah Kerja Peskesmas Galang Kabupaten Tolitoli. Metode dalam penelitian ini metode deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan wawancara secara langsung kepada penderita hipertensi dengan menggunakan lembar kuisioner. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 orang dan sampel penelitian berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini total sampling. Hasil penelitian faktor penyebab terjadinya hipertensi di Dusun Kinopasan banyak ditemui pada usia ≥ 56 tahun (40%), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan (83%), hipertensi banyak dialami oleh responden yang memiliki riwayat keluarga/keturunan (90), banyak ditemukan pada responden yang tidak melakukan aktivitas fisik (80%), banyak dialami oleh responden yang mengonsumsi garam berlebih (60%), banyak dialami oleh responden yang tidak merokok (83%), banyak ditemui pada responden yang tidak mengonsumsi alkohol (97%), banyak dialami oleh responden yang mengonsumsi kopi (60%), banyak ditemui pada responden yang mengalami stress (73%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan faktor penyebab terjadinya hipertensi tertinggi riwayat keluarga/keturunan dan yang terendah mengonsumsi alkohol. Saran bagi putugas kesehatan puskesmas galang diharapkan untuk meberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hipertensi yang difokuskan pada penjelasan faktor penyebab terjadinya hipertensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5