cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 72 Documents
INTEGRASI ILMU POLITIK DENGAN ILMU MAQASHID: PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI ISLAM Simamora, Nur Aisah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v0iIV.5419

Abstract

One main factor wich affects Islam as backward people in this pre-civilization nowadays is some dichotomies which surge their thoughts in all aspect, such as dichotomy between sciences and approaches, dichotomy between science and Allah, humans and this universe, dichotomy between sciences and ethics, and dichotomy between sciences and it’s actualization among communities. Therefore, to re-neutralize this condition, thought sphere and islamic education sphere need a serious therapy which is termed by integration. A massive dichotomy science knowledge which is faced by moslem people with life and religion condition is politic science and politics sphere up to most of moslem community find that politic science and engage of politics are not part of worship and God knowledge. Certainly, this must a very big blunder in moslem people thought, where the politics science must be a very potential branch of conducting someone to be khairu ummah who has a great power as al-amr bi al-ma’ruf (the callers of the kindness) and an-nahyu ‘an al-munkar (the deterrents of the badness). To disenchant this blunder, and to apply the therapy of this condition, then the ideas of the knowledge integration especially politics is so crucial. Later the moslme people can see and understand how the hierarchy of all knowledge spread out from Allah, The Tranmitter of lambency (Nûr al-Anwâr), an can see the cooperative a network, duties the function of each knowledge branch.
Mengukuir Karakter : Insprasi Nasihat Luqman Dalam Surah Luqman Ayat 12-15 Humairoh, Humairoh; Az Zahra, Luthfiyah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i1.23439

Abstract

AbstractKarakter adalah cerminan dari kepribadian seseorang yang terbentuk melalui berbagai aspek, termasuk pendidikan, lingkungan, serta pengalaman hidup. Dalam Islam, Al-Qur'an menjadi sumber utama dalam membentuk karakter yang mulia, karena setiap ayat yang terkandung di dalamnya memberikan petunjuk hidup yang tepat. Salah satu surah yang kaya akan nasihat bijak adalah Surah Luqman, yang di dalamnya terdapat petuah-petuah dari seorang pria bijaksana, Luqman al-Hakim, kepada anaknya. Ayat 12 hingga 15 dari Surah Luqman merupakan bagian penting yang mengandung pesan-pesan moral dan etika yang sangat relevan dalam proses pembentukan karakter seorang individu.Keyword: bersyukur, pendirian tauhid, patuh dan taat perintah orang tua, surah Luqman ayat 12-15.
Pembelajaran Tahfiz Alquran di SDIT An Najah Deli Serdang Fatmawati, Hikmah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v10i2.23536

Abstract

AbstrakPembelajaran tahfiz Alquran merupakan bagian integral dalam pendidikan Islam yang bertujuan untuk mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap Alquran dan mampu menghafalnya dengan baik. SDIT An Najah Deli Serdang merupakan salah satu sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran tahfiz dengan pendekatan sistematis yang mengintegrasikan metode talaqqi, tikrar, dan murajaah dalam kurikulum pendidikan formal.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis implementasi pembelajaran tahfiz di SDIT An Najah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfiz sangat dipengaruhi oleh metode pengajaran, motivasi peserta didik, peran guru, serta dukungan orang tua. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan tenaga pengajar yang kompeten, serta faktor lingkungan yang kurang kondusif.Untuk mengatasi kendala tersebut, SDIT An Najah menerapkan berbagai strategi, seperti penyesuaian jadwal pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penggunaan teknologi dalam tahfiz, serta penguatan keterlibatan orang tua dalam mendukung hafalan anak. Pembelajaran tahfiz di SDIT An Najah memberikan dampak positif yang signifikan bagi peserta didik, baik dari segi spiritual, akademik, sosial, maupun pembentukan karakter. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini diharapkan dapat mencetak generasi penghafal Alquran yang memiliki pemahaman dan pengamalan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Tahfiz Alquran, Pembelajaran, SDIT, Strategi, Hafalan.
Living Qur’ân: Fadhîlah Surah al-Mulk dalam Tafsir Ibnu Katsîr (Kajian terhadap Tradisi dalam Membaca Surah al-Mulk Ba’da Maghrib di Pondok Pesantren Dârul ‘Ulûm Muara Mais Jambur Kabupaten Mandailing Natal) Muhammad, Muhammad; Indra, Ahmad Perdana; Halimah, Halimah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i2.8965

Abstract

  Alquran is the word of Allah which contains teachings and life guidance for Muslims. Such a function makes the students of the Islamic Boarding School Dârul 'Ulûm Muara Mais Jambur in Mandailing Natal Regency carry out the tradition of reciting Surah al-Mulk every day after performing the Maghrib prayer in congregation. This tradition is a suggestion from H. Mawardi Lubis Addary, the Headmaster (Mudîr) of the Islamic Boarding School. This tradition has a very positive value and deserves to be preserved. Therefore, the author considers it important to write a study entitled "Living Qur'ân: The Superiority of The Surah al-Mulk in Ibn Katsir's Tafsir (Study of Traditions in Reading Surah al-Mulk Ba'da Maghrib at Islamic Boarding School Dârul 'Ulûm Muara Mais Jambur in Mandailing Natal Regency)”.  Fast traslate Icon translate     Fast traslate Icon translate     Fast traslate Icon translate
KONSEP PARENTING DALAM PERSPEKTIF AL QURAN ANALISIS SURAH LUQMAN AYAT 13-19; STUDI TAFSIR IBNU KATSIR Husna, Asmaul
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v10i1.23527

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep parenting dalam perspektif Al-Qur’an berdasarkan tafsir Ibnu Katsir terhadap Surah Luqman ayat 13-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), di mana sumber utama yang dianalisis adalah Tafsir Ibnu Katsir serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep parenting dalam ayat tersebut menekankan lima aspek utama, yaitu pendidikan tauhid sebagai dasar pembentukan karakter anak, kewajiban berbakti kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur, kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi sebagai landasan moral dan etika, pentingnya shalat serta penerapan nilai amar ma’ruf nahi munkar untuk membentuk kedisiplinan dan kepedulian sosial, serta pendidikan akhlak yang menekankan pentingnya rendah hati dan komunikasi yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep parenting dalam Islam tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan emosional, tetapi juga spiritual, sosial, dan moral, sehingga dapat menjadi pedoman bagi orang tua dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi individu yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi.Kata Kunci: parenting Islam, Surah Luqman, tafsir Ibnu Katsir, pendidikan anak, nilai-nilai Islam
Persekusi Perspektif Islam (Studi Tafsir Klasik dan Modern) Quran Surah al-Anfal Ayat 30 mutuali, haris
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i1.7440

Abstract

Skripsi ini berjudul “Persekusi Perspektif Islam (studi Tafsir Klasik dan Modern) Alquran Surah Al Anfal Ayat  30.” Masalah yang diangkat dalam skripsi adalah untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan persekusi dalam sebuat kejahatan Dan peneliti akan meninjau kasus persekusi berdasarkan kehidupan Nabi yang tertera pada ayat 30 Surah Al Anfal. Dan  bagaimana penafsiran terhadap ayat 30 pada surah Al Anfal yang merupakan ayat persekusi dalam Alquran. Dalam pembahasan ini, peneliti akan menggunakan metode penelitian pustaka (library research). Dalam penelitian ini sumber yang menjadi rujukan terbagi dua yaitu sumber primer dan sekunder.Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir-tafsir ayat klasik dan modern, sedangkan sumber sekundernya ialah buku umum, jurnal, skripsi dan lain sebagainya.Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian adalah, bahwa kasus persekusi yang terjadi pada beberapa waktu belakangan ini bukahlah kasus persekusi melainkan kasus penghinaan.Sedangkan kasus yang dialami oleh Nabi ialah kasus nyata yang bisa dianggap sebagai persekusi. Kasus persekusi tersebut  juga menyebabkan hijrahnya Nabi ke Madinah. Serta karena kasus tersebut Allah menurunkan ayat atau perintah kepada Nabi untuk memerangi kedzaliman merekamereka.Keyword: persekusi, penafsiran, klasik, modern
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP HASAD DI DESA ALOBAN KECAMATAN PORTIBI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA (HUBUNGANNYA DENGAN Q.S. AL-FALAQ AYAT 1-5) Rizky Siregar, Muhammad
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23454

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan karena melihat adanya fenomena masyarakat di Desa Aloban yang berperilaku hasad sehingga menimbulkan perselisihan diantara masyarakat yaitu berupa iri hati/dengki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran para mufassir tentang Hasad pada surah Al-Falaq dan untuk mengetahui bagaimana Persepsi Masyarakat Desa Aloban Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara terkait dengan surah Al-Falaq dan hubungannya dengan fenomena hasad. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif (mengumpulkan, menyederhanakan, mengolah hingga menyajikan data). Teknik yang digunakan yaitu melalui study pustaka, observasi, dan wawancara langsung ke lapangan (Desa Aloban). Hasil temuan penelitian ini ialah (1) Para Mufassir berpendapat bahwasanya pendengki merupakan perilaku hasad yang dijelaskan dalam surah Al-Falaq ayat 5 : وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ  yang artinya “Dan dari kejahatan pendengki apabila ia dengki. Kejahatan dengki adalah kejahatan orang yang memiliki sifat hasad, yang apabila hatinya telah melaksanakan kedengkiannya dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.(2) Masyarakat Desa Aloban berpendapat perbuatan Hasad di desa tersebut sangatlah besar efek yang ditimbulkan dan ditinggalkan oleh saudara raja sehingga terjadinya perselisihan dari kedua belah pihak yaitu keturunan raja dengan keturunan dari saudara si raja. Hal ini didasari terutama dari besarnya keegoisan dalam diri individu dan ingin menang sendiri, ingin merebut kedudukan abangnya sehingga terjadi perbuatan Hasad tersebut dan berlanjut ke anak cucu mereka sampai sekarang di Desa Aloban.(3) Bentuk-bentuk keterkaitan hasad  di Desa Aloban dan hubungannya dengan Q.S. Al-Falaq yaitu terlihat pada hasil perbuatan hasad yang dilakukan oleh pelaku hasad berupa kejahatan yang sudah sampai pada tingkatan tak kasat mata seperti ilmu sihir yang dibahas dalam Q.S. Al-Falaq ayat 4 dan ayat 5 yaitu Pertama, kejahatan tukang sihir apabila menghembus buhul-buhul nya seperti kejahatan (santet) yang diyakini masyarakat dimana seseorang dapat menimpakan penyakit kepada orang yang ditujunya dengan ilmu guna-guna yang dimiliknya, kedua, kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki, kejahatan hasad di Desa Aloban melalui lisan dan perbuatan, seperti ghibah, egois, ingin selalu menang sendiri, rakus jabatan/kedudukan dan suka curang ketika pemilihan kepala desa.Kata kunci : Persepsi Masyarakat Terhadap Hasad, Hubungannya dengan Q.S. Al-Falaq Ayat 1-5
ALQURAN, TAFSIR DAN FENOMENA SOSIAL KEMASYARAKATAN Ritonga, Abdullah Sani
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v5i2.5777

Abstract

The Koran, in a textual level, will not increase. However, contextually, that is through interpretation, its values continue to develop. These developments, one of which is to answer the social phenomenon that is constantly developing. Mufassir with a variety of methods have done that, one of which is, through a thematic approach where each verse of the Koran is then sought continuity between one another. This paper seeks to trace how existing sources discuss the matter above while hoping it will be developed. The basic aim is to make the Koran the key to progress and the foundation of goodness.
Membangun Karakter Anak dengan Pendidikan Keteladanan: Hikmah dari Kisah Nabi Musa dan Bani Israel Pada Surah al-Baqarah: 50-61 Chintya Ayu Inasti, Nine; Wirani, Ranse
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i2.23444

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai-nilai karakter yang terkandung dalam surah al-Baqarah ayat 50-61 dan penerapannya dalam pendidikan karakter anak. Kisah Nabi Musa dan Bani Israil yang diangkat dalam ayat-ayat tersebut  menggambarkan pasca perjalanan Bani Israil yang memberikan hikmah yang mendalam terkait tauhid, syukur, sabar, tanggungjawab dan tawakal. Dengan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, menggunakan sumber primer berupa al-Quran dan sumber-sumber sekunder berupa kitab tafsir, buku, jurnal dan literatur lainnya. Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai tersebut sebagai panduan pembentukan kepribadian anak yang berakhlak mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter tersebut bisa diterapkan dengan menjadi suri teladan bagi anak, pembiasaan baik dan pola asuh yang konsisten, seperti menanamkan tauhid melalui pengenalan Allah, melatih rasa syukur, mengembangkan tanggungjawab dan menanamkan kesabaran dalam menghadapi tantangan. Dengan penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membangun generasi cerdas secara intelektual, bermoral, tangguh, berakhlakul karimah dan mampu menghadapi tantangan zaman.Kata kunci: Membangun Karakter, Nabi Musa a.s dan Bani Israil, Hikmah QS. al-Baqarah ayat 50-61
ANALISIS DAN STUDI KRITIS TERHADAP SYUBHAT NUZUL ISA AL-MASIH DALAM PRESPEKTIF HADIS Is, Fadhilah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i1.9780

Abstract

ABSTRACT            Prophet Isa alaihissalam is an apostle who was sent by Allah before the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wasallam to the Jews by bringing the holy book of the Bible. The people of the Children of Israel wanted to kill and crucify him, but Allah protected him and raised him to the sky. In the Qur'an and Hadith it is stated that among the great signs of the Day of Judgment, namely Allah will send Prophet Isa al Masih back to earth to fight Dajjal with Imam Mahdi.            Hadiths that explain the descent of Prophet Isa are numerous, even some scholars classify this hadith as mutawatir, while others consider the hadith ahad as Sahih. However, among contemporary scholars, such as Muhammad Abduh, Hasan Abdullah at-Turabi, Mahmud Shaltut, there are doubts about the quality of the hadith that was revealed by Prophet Isa. Among the arguments they mention, that the quality of this hadith is ahad, mudtharib, the meaning of which is contrary to reason, contradicts the Koran and so on. After analyzing the matan, sanad, opinions of classical and contemporary scholars, the hadith that was revealed by Isa al Masih is an authentic hadith that must be believed by a Muslim.