cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 72 Documents
METODE BELAJAR TAJWID AL-QUR’AN USTADZ ABDUL QARIM DI TPQ ABDUL KARIM ISMAIL SERDANG BEDAGAI Sabana, M. Fauzi; Nasution, Muhammad Roihan; Ardianti, Siti
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v10i2.23532

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sosok Ustadz Abdul Karim, seorang muqri Al-Qur'an di Sumatera Utara, yang berdomisili di Desa Bengkel, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Keunikan penelitian ini terletak pada upaya melanjutkan kajian terhadap pengumpulan biografi muqri Al-Qur’an di Sumatera Utara, dinilai bahwa Ustad Abdul Karim memiliki keterhubungan dengan sanad keilmuan kepada Syekh Azrai Abdurrauf, seorang ulama dan muqri Al-Qur'an berpengaruh di Sumatera Utara dan dunia internasional. Penelitian ini menggunakan metode studi tokoh dengan pengumpulan data lapangan melalui wawancara terhadap ahli waris, tokoh agama, dan murid Ustadz Abdul Karim. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Abdul Karim adalah seorang muqri Al-Qur'an dengan sanad keilmuan yang terhubung langsung kepada Syekh Azrai Abdurrauf, di mana ia merupakan murid pada urutan kedelapan. Beliau menetap di Desa Bengkel dan mendirikan TPQ Abdul Karim Ismail Al-Banjari. Metode pengajaran Al-Qur'an yang diajarkan meliputi tiga tahapan utama: (1) pembelajaran hukum tajwid, (2) tilawah dan lagu Al-Qur'an, serta (3) pengembangan kompetensi diri, seperti marhaba, hadrah, dan qira'at. Penelitian ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelestarian warisan keilmuan Ustadz Abdul Karim untuk memastikan kesinambungan ajaran yang telah beliau sampaikan kepada generasi selanjutnya.Kata Kunci: Abdul Karim, Al-Qur’an, Muqri, Belajar Ilmu Tajwid
PEMIKIRAN KRITIK SANAD HADIS Sahputra, Heri
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i2.8960

Abstract

   Fast traslateAbstractHadith sourced from the Prophet Muhammad in the form of words, deeds and takrir. Hadith can be accepted as dalil in Islam, if the Hadith meets the criteria of Sahih Hadith or Hasan Hadith. This status is determined by the sanad and eyes of a Hadith. The function of Hadith as the second source of Islamic law aims to describe everything that is conveyed in the Koran which is global, vague and concise. Therefore, the Koran and hadith become a unified guideline for Muslims.According to the Decree of the scholars and critics of Hadith, a hadith can be c to be valid in terms of sanad, if it is continuous with its sanad, fairness, dabit, safety and prevention of Hadith and its narrators from syaz and 'illat. Meanwhile, from an observational perspective, a hadith must not contradict the Koran, with a stronger Hadith, historical facts and common sense. Hadith is an explanation of the Koran, so the authenticity of Hadith is very necessary both in terms of sanad and matan. The position of Hadith as the second source of law requires a very deep research to avoid forgery in a Hadith. Icon translate
ASPEK PSIKOLOGIS DAKWAH DALAM KISAH NABI NUH DI DALAM AL-QURAN Zulhan Hasibuan, Muhammad; Nur Fadly, Muhammad
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i2.23460

Abstract

AbstractThis study explores the psychological lessons that can be learned from the mission of Prophet Noah as reflected in the Qur’an and its relevance for contemporary mission. Using a qualitative approach, this study analyzes Qur’anic texts related to Prophet Noah’s mission, focusing on the themes of steadfastness, emotional management, and communication strategies in the face of rejection. By integrating literature from the fields of psychology of religion, Islamic mission, and Qur’anic interpretation, this study highlights the psychological principles underlying Prophet Noah’s mission approach, such as mental resilience, patience, and empathy. The results show that these principles are not only essential in the context of mission in early Islam, but also provide valuable lessons for mission in the modern era, especially in overcoming the psychological and emotional barriers faced by contemporary audiences. This study emphasizes the importance of emotional intelligence, effective communication, and the ability to manage stress in enhancing the impact of mission in diverse and often resistant societies. This study contributes to the field of Islamic studies by bridging the gap between classical teachings and contemporary psychological insights, as well as providing practical recommendations for modern mission practice.Keywords: Preaching Leadership; Preaching Psychology; Prophet Noah; Psychological Resilience; Contemporary Preaching
PENAFSIRAN IBN KASIR TENTANG AYAT-AYAT ISTIQOMAH mardhiah, rodiatam
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i1.7438

Abstract

ABSTRAKIstiqamah yaitu tegak, lurus, sempurna barasal dari kata  (اقام- يقيم ـ إستقامة) قام yang ditambah ista dan ista usaha untuk mewujudkan sesuatu  dengan ikhtiar yang kuat. Sifat istiqomah dalam bentuk masdar yang tidak menunjuk pada peristiwa waktu tertentu sesuai dengan pengertiannya istiqamah adalah teguh pendirian  mengikuti jalan yang lurus, berusaha untuk konsisten dalam kebaikan sesuai dengan waktu dan  keadaan terus konsisten  dalam menunaikan ketaatan ibadah, berdoa, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Istiqamah dimulai dengan ilmu yaitu menguatkan sesuatu yang ingin dikerjakan contohnya Rasul ketika diangkat menjadi Rasul  Allah swt. menurunkan  ayat pertama yaitu Qs.al’Alaq: 1. Saat ini banyak kita menjumpai orang berilmu tetapi tidak konsisten dengan ilmu dan amal ibadahnya  dan banyak juga kita menjumpai orang-orang yang tidak berilmu  tetapi konsisten dalam beribadah tetapi belum mendapatkan ilmu yang benar dalam beribadah terutama membaca Alquran yang benar karena masih minimnya semangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan Agama karena disibukkan dengan pekerjaan. Oleh sebab  itu sifat Istiqamah harus tetap ditanamkan bahwa seorang hamba yang ikhlas dalam menuntut ilmu dan beramal soleh akan mendapatkan keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat yaitu tetap Istiqamah hati (Tauhid), Istiqamah Lisan, dan Istiqamah syariat.Ismail bin Katsir adalah seorang pemikir dan ulama Muslim berasal dari kota Bușrã. Namanya lebih dikenal sebagai Ibnu Katsir adapun nama lengkapnya adalah Abû al-Fἱdã beliau  lahir pada tahun 1301 M, dan wafat pada tahun 1372 M di Damaskus, Suriah, pemikiran beliau terpengaruh dari Ibn Taimiyah, Abû Zakaria Muhyuddin an-Nawãwἱ, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Imam aẓ-Ẓaḣabἱ, dan Ibn ‘Asãkir.   Kata Kunci:  Ibn Kasir. Istiqamah
Kearifan Lokal dalam Tradisi Jawa menurut Tafsir al-Ibriz Mahabatul Ainiah, Eka
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i1.23450

Abstract

Abstrak Kitab al-Ibriz li Ma’rifat Tafsir al-Qur’an al-Azīz adalah tafsir yang erat kaitannya dengan budaya lokal Jawa, ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan Arab Pegon dan aksara Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis melalui library research. Sumber data utama berasal dari kitab al-Ibriz, sementara sumber sekunder meliputi buku, jurnal, tesis, dan penelitian lain yang relevan. Penelitian ini menganalisis pandangan Kiai Bisri Mustofa terhadap tradisi Jawa, seperti jimat, nyekar, kejawen, dan sesajen. Kiai Bisri tidak menolak tradisi-tradisi tersebut secara mutlak, namun memberikan arahan agar praktik-praktik ini disesuaikan dengan ajaran tauhid dan syariah Islam. Tradisi yang berpotensi bertentangan dengan prinsip Islam, seperti animisme dalam jimat dan sesajen, perlu diperbaiki. Namun, nilai-nilai positif dalam tradisi nyekar, seperti penghormatan kepada leluhur, serta filosofi keseimbangan hidup dalam Kejawen, masih dapat dipertahankan. Secara keseluruhan, Kiai Bisri mendorong terciptanya akulturasi yang seimbang antara Islam dan kearifan lokal Jawa, memungkinkan integrasi tradisi lokal ke dalam ajaran Islam tanpa merusak esensi agama. Pendekatan ini mempermudah penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat Jawa tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama mereka anut. Kata Kunci: Tafsir al-Ibriz, Kiai Bisri Mustofa, Kearifan Lokal, Akulturasi. 
ALQUR’AN MENGANTARKAN KELUARGA ISLAMI MENUJU KESUKSESAN DUNIA AKHIRAT Muhammad, M.
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v0iIV.5420

Abstract

Islam sangat menganjurkan bahwa setiap kepala keluarga, baik sebagai seorang suami dan isteri dalam sebuah keluarga untuk belajar Alqur’an dan mengajarkan kepada anak-anaknya.  Cara berikutnya tetap membaca Alqur’an secara rutin dan menghafalkannya serta mengamalkan nilai-nilai Alqur’an itu dengan baik dan kaffah. Kemudian dibaringi dengan gemar melakukan berbagai amal sosial lainnya dengan penuh keikhlasan semata karena Allah, maka mereka itu dapat dipastikan akan mendapat hidayah dan keampunan Allah Swt serta akan memperoleh kesuksesan hidup dunia dan akhirat.
MENGUPAS NILAI KESABARAN HATI DARI KISAH NABI YUSUF DALAM AL- QUR'AN Fachri Naldi Abdillah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Naldi Abdillah, Fachri; Conery Lubis, Alex
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i1.23440

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi nilai kesabaran hati dalam kisah Nabi Yusuf sebagaimana tercantum dalam Surah Yusuf, dengan fokus pada relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik, analisis naratif, dan pendekatan psikologi Islam untuk menganalisis nilai-nilai kesabaran dalam menghadapi pengkhianatan, fitnah, dan keberhasilan. Data utama berupa ayat-ayat Surah Yusuf (ayat 4–100) dilengkapi dengan literatur tafsir klasik dan modern, serta kajian tentang psikologi Islam dan moral Qur'anic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesabaran Yusuf tidak hanya sebagai bentuk ketabahan dalam menghadapi ujian, tetapi juga sebagai strategi aktif yang mencakup pengendalian diri, pengampunan, dan ketahanan emosional. Nilai-nilai ini relevan untuk diterapkan dalam manajemen konflik, pengembangan karakter, dan pendidikan moral. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai Qur'ani dalam pendidikan formal dan informal untuk membangun generasi yang bermoral dan resilien. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan studi moral Qur'anic dan psikologi Islam dengan menawarkan model praktis penerapan nilai kesabaran dalam kehidupan kontemporer. Kesimpulan inimembuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi nilai-nilai Qur'ani di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan psikologi.Kata Kunci: Kesabaran; Nabi Yusuf; Surah Yusuf; Pendidikan Karakter; Psikologi Islam. 
Tradisi Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam Dalam Perspektif Alquran Surah Almaidah/5: 35 Islaila, Tri; Hidayat, Muhammad; Munandar, Munandar
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25633

Abstract

AbstrakAlquran mengajarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perjalanan spiritual yaitu suluk. Penelitian ini membahas tentang tradisi suluk tarekat Naqsabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam dalam perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35, dengan tujuan mengetahui apa saja praktik yang dilakukan selama suluk dan bagaimana perspektif Alquran surah Almaidah/5: 35 terhadap praktik suluk tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah agar menambah kecintaan kepada Allah SWT.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat lapangan (Field Reserch) dan kepustakaan (Library Reserch), dengan mengumpulkan data melalui wawancara, dokumentasi dan menggunakan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa praktik suluk tarekat Naqsyabandiyah Dayah Hidayatullah Subulussalam adalah bai’at, solat, puasa, rabiṭah mursyid, tawajjuh, zikir dan khatam. Praktik ini sudah sesuai dengan konsep mendekatkan diri kepada Allah dalam Alquran surah Almaidah/5: 35, yaitu dengan mencari jalan menuju Allah, mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.Kata Kunci: Suluk, Dayah Hidayatullah, tarekat Naqsyabandiyah.
Korelasi Fenomena Gempa Bumi Dengan Perbuatan Manusia Dalam QS. Asy-Syura/42:30 Nafsiah, Nafsiah; Hidayat, Muhammad; Is, Fadhilah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25637

Abstract

AbstrakDalam kajian teologis, Islam memberikan pemahaman bahwa bencana alam merupakan musibah yang sering kali dikaitkan dengan dosa yang diakibatkan oleh perbuatan manusia. Penelitian ini membahas tentang korelasi fenomena gempa bumi dengan perbuatan manusia dalam QS. asy-syura/42: 30, dengan tujuan agar mengetahui bagaimana ajaran Islam memandang musibah sebagai konsekuensi dari perbuatan manusia yang melanggar etika lingkungan, serta menghubungkan fenomena gempa bumi dengan perbuatan destruktif manusia terhadap alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), dengan mengumpulkan data melalui artikel, penafsiran Alquran oleh para ulama, serta karya intelektual para ilmuwan atau cendekiawan yang telah diuji dan dianggap relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana alam, termasuk gempa bumi merupakan salah satu akibat dari perbuatan manusia yang merusak keseimbangan alam sesuai dengan ajaran Islam. Perbuatan manusia berupa eksploitasi sumber daya alam, serta praktik destruktif lainnya seperti fracking, pertambangan dan peledakan besar-besaran dapat mempengaruhi kestabilan tanah dan struktur geologis gunung yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi. Kata Kunci: Gempa bumi, Bencana Alam, Alquran.
KONSEP TALABUL ’ILMI DALAM Q.S AL-‘ALAQ AYAT 01-05 STUDI ANALISIS DALAM KITAB TAFSIR AL MISHBAH Masliha, Siti
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25638

Abstract

AbstrakAlquran merupakan petunjuk hidup bagi manusia, dan telah sepatutnya kita memahami isi yang terkandung di dalamnya terlebih untuk para penuntut ilmu, Alquran menjadi acuan penting agar sampai pada niat dan tujuan kita sebagai manusia maka dari itu pemahaman atas konsep menuntut ilmu mestilah kita kuasai. Penjelasan Quraish Shihab tentang konsep menuntut ilmu atau mencari ilmu dengan pandangan kita sebagai umat muslim merujuk pada ayat di dalam surah Al-‘alaq. Adapun  salah satu kandungan pemikiran dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1-5 tafsir Al-Mishbah yang di bahas ialah makna dari kalimat ayat tersebut di jelaskan dan di teliti satu persatu dari segi bhalaghah, dan susunan ayatnya yang sangat bertepatan hingga menjadi sebuah konsep atau nilai nilai dalam menuntut ilmu atau Talibul ‘ilmi. Hasil penelitian menemukan bahwa didalam kandungan Q.S Al-‘Alaq ini Quraish Shihab dalam pemikirannya bisa mengeluarkan beberapa macam nilai-nilai yang terkandung di dalam ayat tersebut contohnya seperti , nilai-nilai pendidikan islam, nilai akidah, nilai akhlaq, serta nilai pendidikan akal. Berdasarkan analisa  tafsir al misbah dalam surah Al-Alaq ayat 1-5 ada beberapa point yang terdapat dalam ayat tersebut dalam konsep Thalabul ilmi, penulis mengklasifikasikan 3 kata yakni, اقرأ (Iqra’), علم (‘Allama), dan  قلم (Qalam) Dan beberapa ruang lingkup yang terdapat dalam ayat ini tentang tujuan menuntut ilmu.Kata Kunci : Talibul ilmi, Al-Alaq, Konsep