cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 72 Documents
SIKAP HIPOKRISI DALAM ALQURAN SURAH AL–BAQARAH AYAT 8–20 MENURUT SYEKH ABDUL QADIR AL–JAILANI DALAM TAFSIR AL–JAILANI Sabillah, Indah
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25631

Abstract

AbstrakPenulisan jurnal ini dilatarbelakangi oleh metode tafsir tentang sikap Hipokrisi yang berada pada surah Al–Baqarah ayat 8–20 menggunakan kitab karya Syekh Abdul Qadir Al–Jailani.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hipokrisi dan juga untuk mengetahui tentang Tafsir Hipokrisi dan Substansinya dalam Surah Al–Baqarah ayat 8–20 di dalam Tafsir Al–Jailani.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan library research  dengan cara meneliti dan membaca karya–karya yang mempunyai relevansi dengan kajian yang dibutuhkan dalam penelitian ini, supaya dapat dipastikan kebenarannya.Hasil dari penelitian ini menunjukkan menurut penafsiran dari Syekh Abdul Qadir Al–Jailani bahwa seseorang mempunyai sifat hipokrisi yakni orang–orang yang melupakan janji terdahulu yang telah mereka ucapkan di fitrah asalnya dan selalu hidup dalam kepura–puraan. Sedangkan substansi Surah Al–Baqarah ayat 8–20 di dalam tafsir Al–Jailani menjelaskan bahwa penyakit hati yang melekat pada diri seseorang yang sering berdusta akan keimanannya merupakan orang yang memiiki unsur dari sifat munafik.Kata – Kata Kunci : Hipokrisi, munāfiqīn, kāfirīn, muttaqīn
TELAAH KATA NABAŻA DALAM AL-QUR’AN MENURUT MUHAMMAD QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH HAYATI, HUSNUL
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 11, NO 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v11i1.25632

Abstract

AbstrakAl-Qur'ah adalah kalamullah yang diturunkan dalam bahasa Arab sehingga menjadi bahasa persatuan umat Islam. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua umat Islam mampu memahami makna kata dan kalimat dalam Al-Qur'an. Kata Nabaża disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'an, yang berarti “melemparkan”, namun ada beberapa perbedaan makna Nabaża dalam beberapa aspek, ada beberapa konteks ketika dimaknai sebagai mengingkari dan mengasingkan diri. Oleh karena itu, penulis bermaksud mengkaji lebih dalam tentang tafsir ayat-ayat tentang kata Nabaża dalam Al-Qur'an.Rumusan masalah dalam penelitian ini hanya didasarkan pada: Bagaimana Telaah Kata Nabaża dalam Al-Qur’an Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research).Nabaża menjadi kata kunci dalam Al-Qur’an yang akan dilihat dalam tafsir al-Mishbah. Sebagai pembahasan lebih lanjut penulis menggunakan metode tafsir maudu’iy dengan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang bertema sama yaitu kata Nabaża dalam Al-Qur’an. Kemudian, ayat-ayat tersebut ditafsirkan oleh pendapat Quraish Shihab untuk kemudian dianalisis penafsirannya tersebut.Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kata Nabaża disebutkan sebanyak 12 kali, tersebar di 10 ayat dalam Al-Qur'an.Kata Nabaża yang digunakan dalam Al-Qur’an mempunyai 4 makna yaitu (1) Mengingkari (janji), (2) menolak, (3) mengasingkan, (4) mencampakkan. Kata Nabaża di dalam Al-Qur’an muncul dalam konteks pembahasan mengenai (1) Janji, baik di antara sesama manusia maupun di antara manusia dengan Allah. (2) Kitab dan ajaran Allah SWT. (3) Kisah-Kisah para nabi dan keluarganya.Kata Kunci: Telaah; Nabaża; Al-Qur’an; Quraish Shihab