cover
Contact Name
Hery Sahputra
Contact Email
herysahputra@uinsu.ac.id
Phone
081263505256
Journal Mail Official
jurnalijaz@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-I'jaz:Jurnal Kewahyuan Islam
ISSN : 23551275     EISSN : 2685628X     DOI : 10.30821
Core Subject : Religion,
Al‑Iʿjāz: Journal of Revelation Studies publishes scholarly work on revelation studies that engages with contemporary issues. Submissions may be conceptual articles, empirical research reports, or book reviews.
Articles 72 Documents
DUKUN DALAM PERSPEKTIF ATH-THABARI DALAM AL-QUR’A N SURAH AL-BAQARAH AYAT 102 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPERCAYAAN MASYARAKAT DESA SIRANDORUNG Bahri, Saipul
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v10i1.23530

Abstract

Abstrak Desa Sirandorung berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara dan  merupakan sebuah desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, buruh, dan pengusaha kecil. Di Desa Sirandorung memiliki beragam agama (kepercayaan) dan suku namun agama Islam menjadi agama mayoritas di desa ini, namun kepercayaan terhadap dukun masih cukup kuat dan menjadi bagian integral dari budaya lokal. Dukun dianggap memiliki kemampuan supranatural untuk menyembuhkan penyakit, memberikan perlindungan, dan menangkal malapetaka, sehingga masyarakat seringkali menggabungkan praktik-praktik keagamaan dengan ritual tradisional. Rumusan masalah penelitian ini yaitu tetang penafsiran At-Thabari terhadap kasus dukun menurut surah Al-Baqarah ayat 102 dan apa saja implikasi pemahaman tentang kasus dukun terhadap kehidupan masyarakat di Desa Sirandorung dalam Alquran surah Al-Baqarah :102. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam untuk memahami alasan di balik keberlanjutan kepercayaan ini serta bagaimana ia berdampingan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepercayaan masyarakat Desa Sirandorung terhadap dukun dalam konteks kehidupan sehari-hari serta apa saja implikasi yang ditimbulkan kepada masyarakat dari efek mempercayai dukun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap dukun di Desa Sirandorung didorong oleh faktor budaya, kebutuhan emosional, dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan modern. Namun, kepercayaan ini juga mengalami tantangan dari ajaran Islam yang menganggap praktik perdukunan sebagai bentuk kemusyrikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai dinamika antara kepercayaan tradisional dan agama dalam masyarakat pedesaan di Indonesia khususnya di Desa Sirandorung.Kata Kunci: dukun, tafsir Ath-Thabari, kepercayaan.
TAFSIR HURUF BA’ DALAM BASMALAH; PENDEKATAN TAFSIR ISYARI NAJMUDDIN AL-KUBRA Ashani, Sholahuddin
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i1.7949

Abstract

The Koran is not just a reading for Muslims, but should be a guide for all mankind. To use the Koran as a guide, a correct understanding is required through proper interpretation of the Koran. One of the interpretive approaches that tries to reveal the interpretation of the Koran is the interpretation carried out by the great Sufis, also known as the Isyari tafsir. Isyari interpretation has a unique approach but does not contradict the meaning of the birth of a verse in the Koran. This article aims to explore the interpretation presented by Shaykh Najmuddin al-Kubra with the isyari interpretation approach to the letter Ba’ in surah al-Fatihah. The interpretation of the letter Ba’ which he presented provides a profound message framed by ethical teachings to Allah and His creatures.
TADHARRU’ DALAM QS. AL-A’RAF AYAT 55 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BERDOA (STUDI PENAFSIRAN M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH) AJEMI, NURAISAH
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v9i2.23457

Abstract

AbstractThis research is motivated by the attention of the author who has studied and analyzed a book of tafsir, namely the book "Tafsir Al-Misbah" which has been compiled by M. Quraish Shihab. He is known as a mufassir of the modern archipelago in Indonesia who is very influential with his works. The type of research used in this research is library research, then the data collection method uses qualitative methods, and the interpretation method uses the Maudu'i method. The results of this research explain Tadharru' which is explained in detail in Islam based on the opinions of Islamic scientists and the Al-Misbah Tafsir Book, which in conclusion is, etymologically Tadharru' means humbling oneself and one's heart to Allah SWT, and in terminology it is a characteristic that with it, a person is able to maintain good relationships with others and is able to maintain the privilege of his relationship with God, so that a person does not easily disbelieve in others when there are differences in interpretations regarding Islamic law. Tadharru's attitude in praying to QS. Al-A'raf verse 55 in the implementation of daily life contributes to the quality of worship and spiritual life of a Muslim. This reflects faith and awareness of God's power and is a form of sincere devotion. By practicing Tadarru' consistently, a servant can lower himself to Allah and attain His merits and grace both in this world and in the hereafter.Keywords: Al-Misbah, Tafsir, Tadharru'
Hakikat Keislaman dalam Pemutusan Pelaksanaan Id. Adha (Memahami Tafsir Surat An-Nisa: 59 dan Ali Imran: 103) Andy, Safria
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v5i2.5790

Abstract

AbstractIslam adalah agama yang megajarkan ummatnya kepada keselamatan sejati, yaitu penuhanan diri seorang hamba hanya kepada Allah Swt, sehingga mampu menghadapi kenyataan yang adanya sebab kenyataan tersebut juga bagian dari ciptaan Allah Swt. Kenyataan selalu dihadapi dengan berbagai persoalan dan permasalahan. Keputusan merupakan solusinya, namun di dalam memutuskan keputusan untuk sebagai solusi dalam menjawab persoalan dan menghadapi permasalahan, selalu ada perbedaan pemahaman. Perbedaan merupakan proses dalam menuju keputusan yang berpahamkan kebersamaan. Pemahaman bersama merupakan pemahaman yang sejati dalam menuju sebuah tujuan (hasil) dari kenyataan yang harus dihadapi.Contohnya, di dalam memutuskan pelaksanaan Iddain (dua hari raya), khususnya Id. Adha, membutuhkan pemahaman sejati dengan mengembalikan kepada hasil yang diinginkan yang berkaitan dengan tujuan bertauhid atau Hakikat Keislaman. Tujuan bertauhid adalah menyembah haya kepada Allah Swt. Dengan berlandaskan kepada tujuan bertauhid, maka dua kelompok yang berbeda akan memperoleh akal yang sehat sesuai dengan intruksi Allah dalam surat al-Alaq ayat 1-2, bahwa kita berbuat dengan karena Allah Swt. Kesadaran tersebut akan memberikan kebahagaiaan yang sejatinya pelaksanaan iddain dan puasa Ramadhan khususnya Id. Adha, merupakan alat yang mengantarkan kita menuju kebahagiaan dalam keislaman. Kebahagiaan tersebut terwujud oleh kebersamaan yang hanya berpeagang kepada tali Allah Swt atau hokum-Nya, yaitu al-quran dan Hadits. Berpegang kepada kedua sumber tersebut akan meredakan susana perselisihan atau perbedaan paham dan mengantarkan kepada kelurusan dalam beriman kepada Allah Swt. Kelurusan dalam mengimani Allah dan rasul-Nya akan mengantarkan seorang hamba Allah Swt., atau ummat Nabi Muhammad Saw., kepada kemudahan di dalam mempertemukan perbedaan menjadi kebersamaan dan menuju kebahagiaan dalam keislaman.
MENGATASI BABY BLUES PERSPEKTIF AL-QUR'AN PADA KISAH MARYAM Nabila, Putri; Febriana, Febriana
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i2.23447

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi potensi kisah Maryam dalam Al-Qur'an sebagai pendekatan psikoterapi berbasis spiritual untuk membantu ibu yang mengalami baby blues. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis naratif dan fenomenologis, penelitian ini mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dari kisah Maryam, seperti doa, dzikir, dan ketergantungan kepada Allah SWT, dengan wawasan psikologi modern. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan ibu pasca-melahirkan, dan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama pakar tafsir, psikologi, dan konseling agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual dalam kisah Maryam relevan untuk mengatasi tekanan emosional pasca-persalinan, seperti kecemasan, kesedihan, dan rasa terisolasi. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan tafsir Al-Qur'an dan praktik psikologi kontemporer menciptakan model terapi holistik yang tidak hanya mendukung pemulihan emosional tetapi juga memperkuat keseimbangan spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan terapi berbasis Al-Qur'an, menawarkan solusi yang relevan secara budaya untuk mendukung kesejahteraan ibu pasca-melahirkan. Temuan ini membuka peluang untuk penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam terapi modern dan memberikan landasan bagi penelitian lanjutan di bidang kesehatan mental berbasis spiritual.Kata Kunci: Baby blues; Kisah Maryam; Psikoterapi berbasis spiritual; Kesejahteraan emosional; Nilai Qur’ani.
HAKIKAT ILMU ALQURAN DAN TAFSIR Zuhri, Ahmad
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v0iIV.5418

Abstract

Kandungan Ilmu Alquran meliputi dua tingkatan. Tingkatan tertinggi, yaitu dasar-dasar dari setiap ilmu yang dianggap paling penting dan tingkatan rendah, yaitu ilmu-ilmu lainnya yang berkedudukan pelengkap. Pertama ilmu kisah-kisah Alquran dan kisah yang berhubungan dengan para nabi dan musuh-musuhnya dan ilmu ini biasanya lebih diperlukan oleh para ahli sejarah, da’i. Kedua ilmu berdebat dan berdiskusi  dengan orang-orang yang ingkar, seperti ilmu kalam yang bertujuan untuk meruntuhkan kesesatan, pemikran yang dapat menyesatkan dan pola piker bebas, dan secara khusus ilmu ini diperlukan oleh para ahli kalam. Ketiga ilmu tentang hukum pidana yang secara spesifik ditetapkan dalam masalah yang berkaitan dengan harta, wanita dan sebagainya untuk mempertahankan jiwa dan keturunan.
Implementasi Nilai-Nilai Kisah Nabi Yunus dalam Surah Ash-Shaffat Ayat 139-148 Zaky Ramadhan, Ahmad; Zakaria, Muhammad
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v8i1.23438

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Nabi Yunus yang terdapat dalam Surah Ash-Shaffat ayat 139-148. Kisah ini menggambarkan perjalanan spiritual Nabi Yunus, mulai dari ketidaktaatannya, penderitaan di dalam perut ikan, hingga pertobatan dan pengampunan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi tafsir dengan pendekatan tematik, yang mengelompokkan ayat-ayat terkait untuk menggali pesan moral dan nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai utama yang dapat diambil dari kisah Nabi Yunus meliputi pentingnya kesabaran, taubat, pengampunan, dan kepercayaan kepada Allah. Implementasi nilai-nilai ini dalam kehidupan modern dapat membantu individu menghadapi tantangan dengan lebih baik dan memperkuat hubungan spiritual mereka. Penelitian ini juga menekankan relevansi kisah Nabi Yunus dalam membimbing umat Islam untuk bersikap lebih optimis dan berpegang teguh pada keimanan dalam situasi sulit.
Al-Dakhil Al-Naqli Kisah Nabi Adam AS. dalam QS. Al-Baqarah[2]: 30, 31 dan 32 Perspektif Abu Abdullah Muhammad Ibn Ahmad al- Qurtubi Ahmad, Adzin Aziz
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v10i2.23535

Abstract

AbstrakTafsir Al-Quran terbagi menjadi dua bentuk penafsiran, yaitu penafsiran yang dapat diterima (baik) dan penafsiran yang ditolak (cacat). Dalam kajian tafsir, penafsiran yang diterima sering disebut dengan ashil, dan penafsiran yang ditolak disebut dengan dakhil. Ada dua jenis dakhil (penafsiran yang ditolak), yaitu dakhil al-naqli (penolakan dari aspek sejarah) dan dakhil al-ra’yi (penolakan dari aspek pemikiran). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk-bentuk dakhil al-naqli dalam kitab tafsir karya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad al-Qurtubi yang diberi nama al-Jami' Li Ahkami al-Qur'an dalam ayat-ayat Al-Qur'an. yang menjelaskan kisah Nabi Adam A.S. Penelitian ini menggunakan metode sumber deskriptif analitis, jenis penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan. Sumber primer adalah kitab tafsir al-Jami' Li Ahkami al-Qur'an karya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad al-Qurtubi dan sumber sekunder adalah jurnal, kitab klasik, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Penulis menemukan bentuk-bentuk dakhil al-naqli yaitu: dakhil al-naqli yang pertama terdapat pada tafsir QS al-Baqarah: 30; Dakhil al-aqli yang ketiga terdapat pada QS al-Baqarah ayat 36; Dakhil al-naqli yang keempat terdapat pada QS al-Baqarah ayat 35, surat al-Kahfi ayat 50; Bentuk dakhil al-naqli yang keenam, terdapat pada QS al-Baqarah ayat 31; Bentuk ketujuh dakhil al-naqli, ditemukan dalam QS al-Hijr ayat 26Kata Kunci : Dakhil, tafsir, al-Qurthubi
Corak Ghinâ’ dalam Membaca Alquran (Studi Historis terhadap Perkembangan Variasi Lagu Alquran Syaikh al-Qurrâ’ Azra’i Abdurrauf) Wanto, Sugeng; Nasution, Muhammad Roihan; Tanjung, Hadi Gunawan
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i2.8964

Abstract

   Fast traslateABSTRACTSheikh Azra'i Abdurrauf is Shaykh al-Qurrâ’ from North Sumatra who mastered the sciences of the Qur’an such as tajwîd, fashâhah, interpretation, qirâ'at and ghinâ'. However, his character and role is not seen in historical records and tends to disappear with his death. Therefore, the authors considers it important to write a study with the title "The Style of The Ghiná’ in Reading the Qur’an (Historical Study of the Development Variations the Qur’anic Song of Shaykh al-Qurrâ' Azra'i Abdurrauf)."The purpose of this research is to determine the style of the qur’anic song of Shaykh Azra'i Abdurrauf and the his role or progress of Syekh Azra'i Abdurrauf in the development of the qur’an in North Sumatra. In this research, the authors used the "Living Qur'ân" research method with sociological and phenomenological approaches. Icon translate     Fast traslate Icon translate     Fast traslate Icon translate
Nilai Pendidikan Akhlak Pada Kisah Nabi Ayyub a.s: Ketabahan Dalam Menghadapi Ujian (Analisis Al-Qur’an Surat Shad Ayat 41-44) Trisia, Adelia; Anggraini, Tri
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v7i2.23463

Abstract

AbstrakKisah Nabi Ayyub a.s dalam Al-Qur’an menyajikan contoh suri tauladan yang baik, yaitu sikap ketabahan dalam menghadapi ujian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan akhlak dalam kisah Nabi Ayyub a.s yang terdapat pada surah Shad ayat 41-44. Metode penelitian menggunakan analisis tafsir dan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menujukkan bahwa kisah Nabi Ayyub a.s mengajarkan banyak hikmah khusunya ketabahan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai pendidikan akhlak dan relevansinya dalam kehidupan modern.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak, Kisah Nabi Ayyub, Ketabahan