Jurnal Talenta Psikologi
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Sahid Surakarta, menerima dan mempublikasikan artikel ilmiah dengan Ruang Lingkup Psikologi: pendidikan, sosial, perkembangan, komunitas, serta industri organisasi.
Articles
199 Documents
POLA ASUH ORANGTUA DITINJAU DARI KECENDERUNGAN BULLYING PADA REMAJA
DINAPRAMESI, AMADEA
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Orangtua mempunyai pengaruh terhadap anak. Perlakuan orangtua yang berbeda -beda akan menghasilkan anak dengan tingkah laku yang berbeda -bedapula. Anak yang mendapatkan pengasuhan dengan rasa sayang dan juga keterlibatan yang tinggi dari orangtua akan tumbuh menjadi anak yang memiliki kontrol diri yang baik, percaya diri dan juga kompeten. Sebaliknya, tidak adanya atau kurangnya rasa sayang dan keterlibatan orangtua akan menyebabkan anak terjerumus ke dalam perilaku-perilaku yang buruk dan perilaku buruk tersebut akan terbawa hingga remaja. Salah satu perilaku buruk yang dilakukan remaja adalah bullying .Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala pola asuh orangtua dan skala bullying. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi SMA Kristen 1 Suarakarta dengan jumlah sampel sebanyak 98 orang, yang diperoleh melalui teknik purposive random sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Product Moment dari Pearson dengan bantuan SPSS for Windows Release 22,0.Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara pola asuh orangtua dengan kecenderungan bullying ( (R) = 0,074 (p<0,05) ). Hal ini menunjukkan bahwa pola asuh orangtua tidak dapat dijadikan prediktor tunggal dalam menentukkan kecenderungan bullying.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA
PUTRI, CITRA MUSTIKA NING
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh orang tua merupakan salah satu faktor yang mendukung tumbuhnya rasa percaya diri pada anak. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal orang tua dengan anak terhadap kepercayaan diri pada remaja. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala komunikasi interpersonal dan skala kepercayaan diri. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sahid Surakarta dengan jumlah total sampel 100 orang, yang diperoleh dengan teknik incidental sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows Release 22.0. Dari hasil analisis menunjukkan tingkat komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri mahasiswa dalam kategori tinggi dengan prosentase 52,0 % untuk komunikasi interpersonal dan 61,0 % untuk kepercayaan diri. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan korelasi product moment didapatkan hasil 0, 573 dengan nilai p = 0,000 < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepercayaan diri pada remaja.
PERILAKU MEROKOK DITINJAU DARI PENGARUH KELOMPOK TEMAN SEBAYA DAN POLA ASUH PERMISIF PADA RAMAJA LAKI-LAKI DI SMAK BONAVENTURA MADIUN
Wicaksono, David Ary
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengaruh kelompok teman sebaya dan pola asuh permisif terhadap perilaku merokok. Subjek penelitian adalah remaja laki-laki di SMAK Bonaventura Madiun yang berjumlah 68 remaja. Alat ukur yang digunakan adalah skala. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dua prediktor menggunakan program SPSS versi 21. Berdasarkan hasil perhitungan analisis diperoleh nilai koefisien korelasi R= 0,815, (p > 0,05). Hasil dalam penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang sangat signifikan antara pengaruh kelompok teman sebaya dan pola asuh permisif dengan perilaku merokok. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kelompok teman sebaya dan pola asuh permisif tidak dapat dijadikan prediktor untuk memprediksikan perilaku merokok remaja terutama di SMAK Bonaventura Madiun.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA MANDARIN DI SMK SAHID SURAKARTA
WULANSARI, DEVINA BETI
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan dalam belajar bahasa Mandarin terjadi karena rendahnya efikasi diri yang dimiliki siswa. Efikasi diri berpengaruh terhadap munculnya stres dan kecemasan yang dialami oleh individu. Semakin tinggi efikasi diri seseorang, semakin tinggi pula rasa percaya diri yang dimilikinya sehingga mampu untuk mengurangi kecmasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan efikasi diri dalam belajar bahasa Mandarin. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa kelas X SMK Sahid Surakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis Product Moment menggunakan program SPSS 22 For Windows Program. Hasil penelitian menujukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kecemasan dengan efikasi diri. Dibuktikan dengan nilai korelasi yaitu r(xy) = -0,530 dengan sig = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan dalam belajar bahasa Mandarin di SMK Sahid Surakarta.
MOTIVASI KERJA GURU DI LES BACA ANAK HEBAT
FEMILIAN, ERISTA
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan di dunia pendidikan, guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Profesi guru mempunyai tugas untuk mendidik, mengajar, dan melatih. Guru mengajar karena ada sesuatu yang memotivasi dirinya untuk bekerja. Motivasi kerja ini yangmenyebabkan seorang guru untuk bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menjadi guru tanpa motivasi kerja akan cepat merasa jenuh karena tidakadanya unsur pendorong. Motivasi menjadi aktualisasi seorang guru untuk meningkatkan kinerjanya.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui motivasi guru di lembaga bimbingan belajar Les Baca Anak hebat, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi bekerja guru, serta (3) macam-macam motivasi kerja guru. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di Les Baca Anak Hebat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif, yaitu setelah data yang berkaitan dengan penelitian terkumpul selanjutnya penulis menyusun, meringkas, menyajikan, memberi deskripsi, menganalisa data yang berupa pernyataan-pernyataan untuk memperoleh kesimpulan dan mengambil keputusan secara benar dengan menggunakan data-data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi kerja guru di les baca anak hebat berasal dari dalam diri yaitu guru menyukai anak-anak dan ingin mengetahui karakter serta ingin mencari pengalaman bekerja. (2) Faktor-faktor bekerja menurutguru di lembaga bimbingan les baca anak hebat adalah adanya minat dan kebutuhanyang timbul dari dalam diri individu untuk mengajar. (3) Macam-macam motivasibekerja menjadi seorang guru yaitu adanya faktor dari dalam diri (instrinsik) danfaktor dari luar diri (ekstrinsik).
INTERAKSI SOSIAL DITINJAU DARI KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA LUAR JAWA
RAHAYU, HERWINDA
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Talenta Psikologi vol. V no 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Interaksi sosial turut membentuk tumbuhnya rasa percaya diri pada mahasiswa yang berasal dari luar Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi sosial mahasiswa luar jawa di tinjau dari kepercayaan diri, untuk mengetahui tingkat interaksi sosial yang dilakukan oleh mahasiswa luar jawa, dan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri mahasiswa luar jawa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala interaksi sosial dan skala kepercayaan diri. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sahid Surakarta yang berasal dari luar Jawa dengan jumlah total sampel 100 orang, yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows Release 16.0. Dari hasil analisis menunjukkan tingkat interaksi sosial dan kepercayaan diri mahasiswa luar jawa dalam kategori tinggi dengan prosentase 93,47 % untuk interaksi sosial dan 96,52 % untuk kepercayaan diri. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan korelasi product moment didapatkan hasil 0, 428 dengan nilai p = 0,000 < 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara interaksi sosial ditinjau dari kepercayaan diri pada mahasiswa luar jawa.
KEBERMAKNAAN HIDUP JAMA’AH TABLIGH
., Amierah;
Rachmawati, Anniez;
Ernawati, Sri
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Talenta Psikologi, Vol. V No. 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling mendasar adalah pengakuan masyarakat, begitu juga dengan seorang muslim. Hidup merupakan perjalanan dari dunia sampai akhirat. Oleh karena itu, seorang muslim butuh menjalankan hidup secara bermakna, terlebih dihadapan Allah SWT.Kebermaknaan hidup adalah suatu proses hidup yang membuat seseorang merasakan hadirnya sebuah perubahan dalam dirinya dan mengesankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kebermaknaan hidup pada Jama’ah Tabligh.Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan populasi Jamaah Tabligh yang sudah khuruj lebih dari 5 tahun, usia antara 30 hingga 50 tahun, minimal 7 hari sampai 40 hari. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa subjek yang telah mengikuti Jama’ah Tabligh menemukan nilai-nilai kebermaknaan hidup yang sangat positif. Dimana kebermaknaan hidup tersebut antara lain adanya kebebasan berkehandak, kehendak hidup bermakna, dan makna hidup.
GAYA HIDUP REMAJA BERTATO
Wibowo, Andang Tri
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Talenta Psikologi, Vol. V No. 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tato adalah gambar atau lukisan pada kulit tubuh yang diukir dengan menggunakan alat sejenis jarum yang merupakan gambar atau simbol. Gaya hidup merupakan salah satu indikator dari faktor pribadi yang turut berpengaruh terhadap nilai perilaku masyarakat serta dapat menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. Tato dipandang sebagai identitas pada remaja berdasarkan perkembangan gaya hidup modern dan identik dengan pergaulan bebas pada remaja. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “GAYA HIDUP PADA REMAJA BERTATOâ€. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gaya hidup pada remaja bertato, mengetahui dampak sosial gaya hidup pada remaja bertato dalam masyarakat serta mengetahui cara remaja bertato mengatasi dampak sosial masyarakat khususnya dampak negatif terhadap tato itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Dimana peneliti melakukan wawancara secara mendalam kepada responden untuk mengetahui informasi mengenai tato lebih dalam. Hasil yang peneliti peroleh sebagian besar keluarga tidak setuju dengan tato. Sebagian besar responden menganut kepercayaan Katholik. Cara responden untuk mengubah stigma masyarakat yang negatif mengenai tato yaitu dengan cara mnegikuti acara-acara tato yang diselenggarakan di kota Solo sehingga responden dapat menunjukkan bahwa responden juga bisa berprestasi meskipun bertato.
KEMANDIRIAN ANAK DALAM BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN (MMP) DI LES BACA ANAK HEBAT
LAN, TAN DJOEN
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Talenta Psikologi, Vol. V No. 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemandirian adalah keadaan di mana individu dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tahap perkembangannya. Kemandirian pada anak sangat diperlukan karena dengan kemandirian, anak bisa lebih bertanggung jawab, cenderung lebih positif dan berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai kemandirian anak dalam belajar Membaca dan Menulis Permulaan (MMP). Penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang fenomena kemandirian anak dalam Belajar Membaca dan Menulis Permulaan (MMP). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah 2 murid Les Baca Anak Hebat Solo Baru (Ahe Soba) dan 2 murid Les Baca Anak Hebat Fajar Indah (Ahe Fa’I) yang berusia di atas 4 tahun dan mulai mendaftar les dengan jarak waktu yang berdekatan. Keempat informan sama-sama memulai les dari level pertama dan secara kebetulan keempatnya berjenis kelamin perempuan dan samasama duduk di TK A. Kesimpulan yang diperoleh mengenai kemandirian anak dalam belajar Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) adalah : (1) Anak yang mandiri memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-sehari sesuai dengan tahapan perkembangan dan kapasitasnya. Sebaliknya, anak yang tidak mandiri cenderung tidak mampu untuk melakukan kegiatan atau tugas sehariseharinya dengan baik. (2) Anak yang mandiri sejak awal dapat mencapai kemajuan yang lebih baik dalam hal belajar Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) dibandingkan dengan anak yang tidak mandiri. (3) Anak yang awalnya tidak mandiri kemudian berubah menjadi anak yang mandiri, dalam belajar Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) mengalami kemajuan, namun tidak dapat menyamai kemajuan dari anak yang memang sudah memiliki kemandirian sejak awal.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA
DARMAWAN, BUDI
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Talenta Psikologi, Vol. V No. 1 Februari 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan berbicara seseorang ternyata tidak hanya ditentukan oleh teknik berbicara seseorang saja, akan tetapi juga perasaan cemas. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan seseorang adalah efikasi diri. Efikasi diri berperan penting dalam menentukan bagaimana seseorang melakukan pendekatan terhadap berbagai sasaran, tugas dan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum. Metode Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpossive random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sahid Surakarta. Dengan menggunakan teknik analisis uji korelasi product moment dari Pearson , efikasi diri menunjukkan koefisien korelasi = -0,609 dengan p = 0,000 < 0,01. Koefisien negatif diartikan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara efikasi diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan nilai r= -0.609 berada pada rentang nilai antara 0,60 – 0,799 dapat diartikan bahwa korelasi antara efikas diri dengan kecemasan berbicara di depan umum berada pada ketegori tinggi.