cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Uji Patogenesis Jamur Metarhizium anisopliae dan Jamur Cordyceps militaris Terhadap Larva Penggerek Pucuk Kelapa Sawit (Oryctes rhinoceros) (Coleoptera: Scarabaeidae) di Laboratorium Marheni Marheni; Hasanuddin Hasanuddin; Pinde Pinde; Wirda Suziani
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.265 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji patogenitas dari jamur entomopatogen M. anisopliae dan C. militaris terhadap larva O. rhinoceros di laboratorium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan yaitu A0 (kontrol), A1, A2, A3 (diaplikasikan jamur M. anisopliae pada masing – masing 10, 15, dan 20 gr media jagung), A4, A5, A6 (diaplikasikan jamur C. militaris  pada masing – masing 10, 15, dan 20 gr media jagung). Hasil penelitian menunjukkan persentase mortalitas larva tertinggi terdapat pada perlakuan A3 (diaplikasikan jamur M. anisopliae pada 20 gr media jagung) sebesar 100,00% dan terendah pada perlakuan A4 (diapliakasikan jamur C. militaris pada 10 gr media jagung) sebesar 70,00%. Persentase waktu munculnya koloni jamur uji pada larva yang terinfeksi tertinggi terdapat pada perlakuan A3 (diaplikasikan  jamur M. anisopliae pada 20 gr media jagung) sebesar 100,00% dan terendah pada perlakuan A4 (diaplikasi jamur C. militaris pada 10 gr media jagung) sebesar 55,00%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamur entomopatogen M. anisopliae lebih efektif digunakan dalam mengendalikan larva O. rhinoceros dibandingkan dengan jamur C. militaris, tetapi keduanya dapat digunakan untuk mengendalikan larva O. rhinoceros yang ramah lingkungan. Kata Kunci : Oryctes rhinoceros, Metarhizium anisopliae, Cordyceps militaris.
Studi Karakteristik Fisiologi Fotosintetik Tanaman Kedelai Toleran Terhadap Naungan Nerty Soverda
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.059 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan produksi kedelai yang ditanam sebagai tanaman sela, diperlukan perhatian terhadap pengembangan varietas kedelai yang toleran terhadap naungan dan berproduksi tinggi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan informasi tentang mekanisme toleransi terutama tentang karakteristik fisiologi fotosintetik pada varietas yang toleran dan peka terhadap naungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter fisiologi fotosintetik yang berpengaruh pada toleransi tanaman kedelai terhadap naungan adalah kandungan klorofil (a dan b) dan kandungan karotenoid. Peningkatan kandungan klorofil dan  karotenoid pada tanaman toleran lebih tinggi dari pada tanaman yang peka naungan. Pada naungan 50% penurunan hasil pada varietas toleran lebih kecil dibandingkan yang peka, varietas toleran mengalami penurunan hasil 23,11% sedangkan varietas peka mengalami penurunan hasil 27,63%. Keadaan ini didukung oleh jumlah polong hampa yang lebih sedikit pada varietas toleran. Mekanisme toleransi tanaman toleran naungan dicirikan dengan peningkatan kandungan klorofil dan kandungan karotenoid. Kata kunci : kedelai, karakter fisiologi fotosintetik, naungan.
Efek Pemberian Kompos Limbah Padat Pengolahan Minyak Nilam dan Pupuk Fosfat terhadap Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Adei Johan M Banurea; B. Sengli Damanik; Abdul Rauf
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.914 KB)

Abstract

Pengujian penggunaan kompos limbah padat pengolahan minyak nilam dan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi nilam (Pogostemon cablin Benth) di Kabupaten Pakpak Barat. Nilam ialah salah satu tanaman industri yang memiliki pelung dan potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah. Informasi pemupukan dan pemanfaatan limbah menghasilkan minyak nilam sampai saat ini masih sangat terbatas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dosis kompos limbah padat penyulingan minyak nilam dan pupuk fosfat yang tepat bagi pertumbuhan dan produksi nilam di Kabupaten Pakpak Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2010 sampai Agustus 2010 di Desa Kaban Tengah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Barat, Propinsi Sumatera Utara.  Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu : Perlakuan taraf kompos limbah padat pengolahan minyak nilam 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha dan perlakuan taraf pupuk fosfat 0 kg/ha, 50 kg/ha, 100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kering daun yang merupakan parameter produksi tanaman nilam terbaik dihasilkan oleh perlakuan 30 ton/ha kompos limbah padat pengolahan minyak nilam dan 50 kg/ha pupuk fosfat, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan 20 ton/ha kompos limbah padat pengolahan minyak nilam dan 10 kg/ha pupuk fosfat. Penggunaan kombinasi perlakuan meningkatkan produktivitas tanaman dan kadar patkouli alkohol. Kata kunci: Pogostemon sp, limbah, pemupukan, dan Kabupaten Pakpak Barat.
Pengendalian Sitophilus oryzae (Coleoptera: Curculionidae) dan Tribolium castaneum (Coleoptera: Tenebrionidae) dengan Beberapa Serbuk Biji sebagai Insektisida Botani Ramah Lingkungan Ameilia Zuliyanti Siregar; Maryani Cyccu Tobing; Pinde Pinde; Lumongga Lumongga
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.842 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perawatan Kualitas Beras Perum Bulog Kantor Divre Sumatera Utara, Medan pada bulan Agustus sampai Oktober 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak dan dosis dari biji nimba, biji sirsak dan biji srikaya dalam mengendalikan hama S. oryzae dan T. castaneum pada beras. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase mortalitas yang tertinggi 100% pada C6L2 (serbuk biji sirsak 15g/250g beras pada hama T. castaneum) dan terendah 78.43 % pada C1L1 (Serbuk biji nimba  5g/250g beras pada hama S. oryzae). Susut bobot beras tertinggi sebesar 6.29% pada perlakuan C0 (kontrol). Korelasi persentase mortalitas S. oryzae dan T. castaneum antara perlakuan dan nilai berpengaruh sangat nyata (P= 0.367**) sedangkan untuk ulangan tidak berpengaruh sama sekali. Kata kunci: pengendalian, S. oryzae, T. castaneum, bioinsektisida, ramah lingkungan.
Interaksi Kompos dan Dolomit: Efek Interaksi Perlakuan Kompos dan Dolomit pada Tanah Sangat Asam terhadap Kadar Ca-dd, Al-dd, dan P-Bray II dalam Tanah Lahuddin Lahuddin; Hardy Hardy; Bintang Sitorus; Risna Afri Yanti
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.933 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efek interaksi perlakuan kompos dan dolomit terhadap kadar Ca dan Al dapat ditukar, dan P tersedia(P-Bray II) dalam tanah. Percobaan dilakukan di rumah kaca, analisis tanaman dan tanah di laboratorium sentral  Fakultas Pertanian USU Medan.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan pertama adalah pemberian kompos sebanyak  lima taraf, yaitu 0 g (C0), 12,5 g (C1),25,0 g (C2), 37,5 g (C3), dan 50 g kompos/5kg tanah (C4), faktor kedua adalah pemberian dolomit tiga taraf,  yaitu  tanpa dolomit (L0), 50 g (L2) dan 50 g dolomit / 5 kg tanah(L2). Kompos berasal dari kulit durian yang dikomposkan selama 75 hari dengan nisbah C/N = 12,2.  Tanah sebagai media percobaan berasal dari koleksi lapisan tanah atas (0-20 cm) pada area Ultisol; tanah dicampur rata, dikeringudarakan, diayak dengan ayakan 2 mm, kemudian ditimbang seberat 5 kg setara berat kering tanur sebanyak 45 unit. Masing-masing unit diberi pupuk dasar berupa 1,667 g Urea, 2,778 g SP-36 dan 1,667 KCl, kemudian diasamkan dengan memberikan satu liter H2SO4 1N sehingga pH mencapai di bawah 4,0. Setelah seminggu dianalisis pH tanah, kadar C dan N total tanah. Dari penelitian ini diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu efek interaksi perlakuan kompos dan dolomit terjadi pada P tersedia tanah. Tidak terjadi efek interaksi antara perlakuan kompos dan dolomit terhadap kadar Ca-dd dan kadar Al-dd. Peningkatan kadar Ca-dd tanah dominan akibat perlakuan bahan kapur dolomit, sedangkan perlakuan kompos tidak berpengaruh pada kadar Ca-dd. Penurunan Al-dd terjadi akibat perlakuan dolomit, sedangkan perlakuan kompos pada taraf tertentu dapat menurunkan kadar Al-dd tanah. Perlakuan dolomit sampai tingkat sedang (50 g dolomit/5 kg tanah) meningkatkan P tersedia tanah. Kata kunci: kompos, dolomit, tanah masam, Ca dan Al dapat ditukar, P-Bray II
Uji Beberapa Varietas Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Salinitas Luthfi Aziz Mahmud Siregar; Rosmayati Rosmayati; Julita Julita
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.557 KB)

Abstract

Suatu kajian yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan beberapa varietas tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) untuk beradaptasi pada lingkungan salinitas tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan faktor pertama terdiri dari 3 (tiga) varietas tanaman tomat, yaitu varietas Permata, Monica dan Jelita. Faktor kedua terdiri dari konsentrasi garam NaCl, yaitu 150, 300, 450, 600 dan 750 ppm. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah buah per tandan, jumlah  buah per tanaman, produksi per sample, produksi per plot, berat rata-rata buah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas berbeda berpengaruh nyata terhadap peubah amatan tinggi tanaman (2, 3, 4, 5 minggu setelah tanam), sedangkan pemberian garam NaCl berpengaruh nyata terhadap peubah amatan tinggi tanaman (4 dan 5 minggu setelah tanam), jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, produksi per sampel (g) dan produks per plot (g). Interaksi dari perlakuan varietas dan pemberian garam NaCl berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan yang diamati. Kata kunci: Lycopersicum esculentum Mill., salinitas, varietas.
Aplikasi Jerami dan Paket Pemupukan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi pada Pola Penanaman Intensif Mahyuddin Dalimunte; Tengku Sabrina; Luthfi Aziz Mahmud Siregar
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.021 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi jerami padi dan paket teknologi pemupukan terhadap pertumbuhan dan produksi padi pada pola penanaman intensif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2009 hingga Februari 2010 di Kebun Percobaan BPTP Sumut, Pasar Miring, pada tanah inseptisol. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan tiga ulangan, dengan petak utama terdiri dari aplikasi tanpa jerami padi, tunggul tanpa dekomposer, tunggul + dekomposer, dan tunggul + jerami + dekomposer. Sedangkan subplot adalah paket pemupukan yang terdiri dari pemupukan petani setempat, pemupukan berdasarkan hasil analisis  N, P, K tanah, pemupukan berdasarkan Kepmentan No. 1/2006, pemupukan berdasarkan Bagan Warna Daun untuk N dan penggunaan PUTS untuk P dan K, dan pemupukan berdasarkan simulasi piranti lunak PuPS 1.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerami padi dapat meningkatkan produksi padi tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan secara signifikan. Aplikasi dekomposer pada jerami padi memberikan efek yang lebih tinggi dibandingkan tanpa dekomposer. Paket pemupukan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Paket pemupukan dengan piranti lunak PuPS 1.0 dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Interaksi antara kombinasi jerami padi, dekomposer dan paket pemupukan dapat meningkatkan pertumbuhan tetapi tidak memberikan efek secara signifikan terhadap produksi tanaman padi. Kata Kunci: penanaman intensif,  jerami padi, dekomposer dan paket pemupukan
Kemampuan Actinote anteas Doub. (Lepidoptera:Nymphalidae) sebagai Serangga Pemakan Gulma Darma Bakti; Marheni Marheni; Isnar Reza
Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Pertanian KULTIVAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persentase Serangan Actinote anteas Doub. pada gulma Chromolaena odorata dan Mikania micrantha dan mengetahui status serangga Actinote anteas Doub. ketika diujicobakan pada tanaman yang bukan gulma. Penelitian ini dilaksanakan di Insektarium, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan pada bulan Agustus 2010 sampai Oktober 2010. Penelitian dilaksanakan 2 tahap yaitu Tahap I menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor jumlah ulat dan jenis gulma dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Tahap II menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian Tahap I menunjukkan persentase serangan tertinggi terdapat pada gulma Mikania micrantha di infestasikan 10 ekor ulat Actinote anteas Doub.(G1U2) sebesar 74,86% dan terendah pada Chrysanthenum indicum di infestasikan 5 ekor ulat Actinote anteas Doub (G3U1) dan (Chrysanthenum indicum dengan 10 ekor ulat Actinote anteas Doub.(G3U2) dan kontrol masing-masing sebesar 0,00 %. Pada penelitian uji Tahap II menunjukkan intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan F2 Mikania micrantha sebesar 69,58% yang dipasangkan dengan tanaman Chrysanthenum indicum sebesar 0,00% di infestasikan 10 ekor ulat Actinote anteas Doub. Sedangkan yang terendah pada F3 Chromolaena odorata sebesar 57,01 % yang dipasangkan dengan tanaman Chrysanthenum indicum sebesar 0,00% di infestasikan 10 ekor ulat Actinote anteas Doub. Status serangga Actinote anteas Doub. bukanlah sebagai hama ketika di infestasikan ke tanaman Chrysanthenum indicum yang bukan gulma. Kata kunci: Chromolena odorata, A. anteas, pengendalian hayati.

Page 2 of 2 | Total Record : 18