cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN KONFORMITAS DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNESA ELLY SUSANTI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.10995

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan oleh Solomon dan Rothblum (1984), diketahui bahwa 50% sampai 90% terjadi prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Knaus (2002) menemukan bahwa 95% mahasiswa di AS dengan sengaja menunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas, dan 70% mahasiswa tergolong sering melakukan prokrastinasi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Kartadinata dan Tjundjing (Mayasari dkk., 2010) di sebuah Perguruan Tinggi di Surabaya menemukan bahwa 95% mahasiswa mengaku pernah melakukan prokrastinasi akademik. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya prokrastinasi akademik, diantaranya yaitu kontrol diri dan konformitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik serta mengetahui hubungan antara konformitas dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa program studi psikologi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 194 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi logistik biner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, maka hipotesis pertama diterima, kontrol diri memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konformitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik dengan nilai signifikansi 0,087, maka hipotesis kedua ditolak, yaitu konformitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik. Nilai Negelkerke R Square sebesar 0,485 mengartikan bahwa variabel prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh variabel kontrol diri sebesar 48,5%, sisanya 51,5% disebabkan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kontrol Diri, Konformitas, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa Abstract Research conducted by Solomon and Rothblum (1984), it is known that 50% to 90% occurred academic procrastination on students. Knaus (2002) found that 95% of students in the U.S. with deliberately delaying the work or complete the task, and 70% of students classified as frequent procrastination. Another study conducted by Kartadinata and Tjundjing (Mayasari et al., 2010) at one of university in Surabaya found that 95% of students admitted to having academic procrastination. Many factors contribute to the academic procrastination, among which self-control and conformity. This study aims to determine the relationship between self-control and academic procrastination and determine the relationship between conformity and academic procrastination on students of psychology Universitas Negeri Surabaya. This study used a quantitative correlation with a sample of 194 students. The analysis technique used was a binary logistic regression. The results of this study indicated that self-control has a significant relationship with academic procrastination with a significance value of 0,000, the first hypothesis is accepted, self-control has a significant relationship with academic procrastination. The results also showed that conformity does not have a significant relationship with academic procrastination with a significance value of 0,087, the second hypothesis is rejected, conformity does not have a significant relationship with academic procrastination. Negelkerke R Square value of academic procrastination is 0,485 means that the variable was affected by self-control variable by 48.5%, the remaining 51.5% were caused by other variables not examined in this study. Keywords : Self-Control, Conformity, Academic Procrastination, College Student
INTERAKSI TEMAN SEBAYA PADA ANAK AUTIS FUTRI ZAKIYAH D
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.10996

Abstract

ABSTRAK Masa kanak- kanak awal adalah tahapan penting adalah kehidupan manusia untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial. Menurut American Psychiatric Association salah satu karakteristik yang dimiliki anak autis adalah hambatan dalam interaksi sosial (DSM IV-TR, 2000). Anak autis mungkin menolak untuk berhubungan dengan teman sebaya karena memiliki hambatan dalam komunikasi. Pada penelitian ini, akan dijabarkan mengenai bentuk interaksi teman sebaya pada anak dengan diagnosis yang berusia 5 tahun. Pada studi penduhuan subyek menunjukkan keunikan dalam melakukan interaksi, dimana ia menghindari kelompok teman sebaya dan memilih berinteraksi dengan orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yaitu dilakukan penyelidikan bagaimana pola interaksi teman sebaya yang terjadi pada anak autis serta faktor apa yang mempengaruhi terjadinya interaksi teman sebaya pada anak dengan diagnosis autis. Hasil menunjukkan bahwa subyek penelitian memperlihatkan pola interaksi yang berada di tempat yang berbeda, yaitu sekolah, tempat terapi dan di rumah. Hal ini dipengaruhi oleh perantara interaksi, tempat, dan mood dari subyek. Kata kunci : anak-anak autis, interaksi teman sebaya ABSTRACT Early childhood is an important phase in human life-span development to increase child’s social skill. American Psychiatric Association described that a deficit in social interaction is one characteristics of children diagnosed with autism ( DSM IV-TR). The child diagnosed with autism may avoid contact with peers because they have difficulties communication, and in turn, peers may not make any effort to start a relationship or friendship because they do not understand them. In this study, preference for peer interaction on children diagnosed with autism was investigated on a five years old boy diagnosed with autism. At the beginning subject showed a unique type in peer interaction where he chose to make an interaction with an adult and refuse to make a contact with peer. This study was conducted using qualitative research with case study method and focusing on exploring types of children with autism in peer interaction and factors that influence peer interaction. Results show that subject used many different types of peer interaction depend on different places, such as school, therapy room, and home. This finding can be explained by factors such as mediators or the people involved, different places, and subject’s mood. Keyword : children diagnosed with autis, peer interaction
PENGALAMAN KONVERSI AGAMA PADA MUALLAF TIONGHOA KHAERUL UMAM MPP
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.10997

Abstract

Abstrak Sebagian besar etnis Tionghoa di Indonesia menganut agama dari nenek moyang mereka, seperti Kristen, Konghuchu, dan Budha. Hanya sebagian kecil dari etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam, dan ketka mereka memeluk Islam mereka menjadi minoritas diantara komunitas Tionghoa. Mereka yang menjadi minoritas diantara minoritas, sangat penting untuk diteliti. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman konversi agama yang dilakukan, perubahan psikologis, dan hubungan sosial pada muallaf Tionghoa. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologis. Partisipan penelitian ini berjumlah lima orang muallaf Tionghoa, dan data penelitian ini didapatkan dengan wawancara semi terstruktur. Kemudian hasilnya dianalisis menggunakan Analisis Fenomenologis Interpretatif (AFI). Hasil penelitian ini menunjukkan ada empat masalah utama yang dialami oleh partisipan, yaitu menuju proses konversi agama, saat konversi agama, setelah mejadi muallaf, dan perubahan diri. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipan mengalami perubahan yang terjadi tidak hanya pada dirinya, namun juga pada interaksi sosialnya. Kata Kunci: Pengalaman, Konversi Agama, Muallaf Tionghoa Abstract Majority Chinese people in Indonesia hold their ancestor religion, such as Christian, Confucian, and Budhism. Only a little part of this community hold Islam as their religion, so that when they become a muslim they have become a minority among minority. They who have become one, are important to be studied. Religious convertion to Islam that Chinese people did, could gave them social and psychology problems. This studied purposely to explore the experience of religious convertion among Chinese individual based on psychological perpectives. This study employed phenomenological method. The participants in this study are five Chinese converts to Islam. Data in this study collected using semi-structured interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The result in this study showed there are four main issues that experienced by participants of this study,namely process toward religious convertion, moment when religious convertion, after become Muslim converts, and self changing. In general, this tudy conclude that all of the participants experienced changes that occur not only in themselves, but also on their social interactions Keywords: Experince, Religious Conversion, Chinese Muallaf
KONSEP DIRI PEMAIN FLAG FOOTBALL NADIA ADVENTIN SUSANTO; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.10998

Abstract

Abstrak Konsep diri merupakan persepsi penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Konsep diri diperlukan untuk mengetahui sejauh mana individu menilai dirinya selama ini agar ia dapat mengetahui ingin menjadi apa dirinya yang akan datang. Flag football merupakan olahraga yang terbilang baru di Indonesia. Flag football adalah olahraga dengan satu tim berisikan 8 orang pemain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana olahraga flag football sebagai ajang untuk para pemainnya dalam menemukan konsep diri. Penelitian ini dibuat untuk meneliti konsep diri para pemain flag football. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini menggunakan sepuluh orang partisipan dari tim flag football yang ada di Surabaya. Pada penelitian ini ditemukan 4 tema. Pertama tentang ketertarikan terhadap flag football. Kedua pengetahuan tentang flag football. Ketiga harapan pemain tentang flag football. Keempat konsep diri para pemain. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya konsep diri pemain flag football yang positif dalam setiap pemain dan perbedaan kematangan usia dalam penyampaian harapan untuk diri mereka. Kata kunci : Konsep diri, flag football, pemain flag football, usia kematangan Abstract Self concept is an individual perception of him/herself. The self concept is necessary needed to know how far is someone perceive him/herself in order to know what he/she can figure out what he/she wants to be. Flag football is a relatively new sport in Indonesia. Flag football is a sport with involved eight players in each team. This research is made to examine the self concept of flag football players. This research using method of phenomenology with the interactive model of data analysis Miles and Hubermain’s. This research have ten participans from flag football team in Surabaya. From this research found four themes. Frist is about interesting to flag football. Second is knowledge about flag football. Third is hoping about flag football players. Fourth is about self concept flag football players. The result of this research is the discovery of self concept of positive flag football players in each player and the difference of the maturity in hoping for him/herself. Keywords: Self Concept, flag football, flag football player, maturity
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN STRES PENGASUHAN PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALSY INES ANDI DESI AULIYA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.10999

Abstract

Abstrak Ibu yang memilki anak cerebral palsy sangat rentan terhadap stres pengasuhan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian hardiness dengan stres pengasuhan pada ibu yang memilki anak cerebaral palsy terdapat satu variabel bebas yaitu kepribadian hardiness dan satu variabel terikat stres pengasuhan. Sampel dalam penulisan ini adalah ibu yang memilki anak cerebaral palsy yang tergabung dalam yayasan pendidikan anak cacat surabaya (YPAC). Jumlah sampel 58 orang, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data diperoleh hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,825 dengan signifikansi 0,000 sehingga terdapat hubungan antra kepribadian hardiness dengan stres pengasuhan pada ibu yang memilki anak cerebral plasy. Kata Kunci: Cerebral palsy, kepribadian hardiness, stres pengasuhan. . Abstract Mothers with cerebral palsy children are very prone to get parenting stress. This research was to identify relationship between hardiness personality and parenting stress on mother with cerebral palsy child. Independent variabel of this research was hardiness personality and the dependent variabel was parenting stress. Sample of this study was mothers with cerebral palsy child joined in disabled children education foundation of Surabaya (YPAC). Fifty eight mothers involved in this study . This research used quantitative method and by using data analysis technique correlation coefficient value of 0.825 was obtained with 0.000 significance thus there is relationship between hardiness personality and parenting stress on mothers with cerebral palsy children. Keywords: Cerebral palsy, hardiness personality, parenting stress
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PEMBELIAN IMPULSIF PAKAIAN PADA MAHASISWI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA YANG MELAKUKAN PEMBELIAN SECARA ONLINE MANGGI ASIH LARASATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.11000

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji hubungan antara kontrol diri dan pembelian impulsif pakaian pada mahasiswi. Subjek penelitian adalah mahasiswi prodi psikologi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan sampel sebanyak 180 mahasiswi. Hasil analisis korelasi "Karl Pearson" r = -0,496 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 ( p < 0,05 ). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dua variabel dengan arah hubungan yang negatif, ini berarti semakin tinggi kontrol diri individu maka semakin rendah pembelian impulsifnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara kontrol diri dengan produk pakaian pembelian impulsif di Universitas Negeri Surabaya psikologi pada mahasiswi yang melakukan pembelian secara online. Kata Kunci : Kontrol Diri, Pembelian Impulsif, Pakaian, Online Shop Abstract This study aims to identify and examine the relationship between self-control and impulsive buying clothes on the student. The research subjects were a student of psychology department of the State University of Surabaya. This study used quantitative research method that uses a sample of 180 female students. Results of correlation analysis "Karl Pearson" r = -0.496 and a significance level of 0.000 (p <0.05). This suggests that there is a relationship between two variables with the direction of the relationship is negative, this means that the higher the individual's self-control, the lower the impulsive purchase. The conclusion among study is that there is a relationship between self-control and impulsive buying products in Surabaya State University psychology students who makes a purch\ase on online. Keywords : Self &ndash; Control, Impulsive Buying, Clothing, Online Shop
GAMBARAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA WANITA INVOLUNTARY CHILDLESS SITI MARIYAH ULFAH
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.11001

Abstract

Abstrak Pada umumnya, wanita menikah memiliki keinginan untuk memperoleh keturunan, namun tidak semua wanita yang menjadi istri dapat berperan sebagai seorang ibu. Veevers (Sugiarti, 2008) mendefinisikan involuntary childless yaitu keinginan psikologis untuk memiliki anak tetapi tidak mampu mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran subjective well being wanita involuntary childless dan faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well being. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah tiga wanita involuntary childless yang tinggal di desa Gampang Prambon Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan data dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Adapun komponen subjective well being yaitu kepuasan hidup, afeksi positif, dan afeksi negatif. Penelitian ini menemukan bahwa pada awalnya ketiga subjek sering mengalami afeksi negatif dan jarang merasakan afeksi positif, namun dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat mampu membuat subjek bangkit dari kesedihan. Selain itu, subjek menemukan kepuasan hidupnya dari pengalaman menyenangkan pada masa lalu. Adanya dukungan dari orang-orang terdekat dan pandangan optimis akan kehadiran anak di masa depan membuat subjek menerima apa yang terjadi dan selalu bersyukur atas kehidupannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi subjective well being subjek adalah peristiwa hidup, faktor usia, faktor pernikahan, faktor keterampilan, dan faktor agama. Kata Kunci: subjective well being, wanita involuntary childless Abstract Married women are generally willing to have a child. In fact not all women are having opportunity to be a mother. Veevers (Sugiarti, 2008) defined involuntary childless as psychological desire to have children yet unable to have them. This research aimed to identify subjective well being of involuntary childless women and factors influencing subjective well being. This research used qualitative method approach with case study. Subject of research was three involuntary childless women who live in Gampang village, Prambon, Sidoarjo. Data collection techniques used were interview, observation, and documentation. Data analysis used thematic analysis technique. Components of subjective well being were life satisfaction, pleasant affect, and low levels of unpleasant affect. This research found that initially the three subjects were often experiencing negative affection and were rarely experiencing positive affection, but by supports from significant others they were able to escape from sadness. In addition subjects found their life satisfaction from wonderful experience in the past. Supports from close persons and optimistic view about having children in future made subjects accepted their condition and were be grateful for their life. Some factors experiencing subject&rsquo;s subjective well being were life incidence, age, marriage, skill and religion factors. Keywords: subjective well being, involuntary childless women
Resiliensi Pada Perempuan yang Dipoligami (Studi Kasus) MAULUDIN ISYRINA BIN ACHMAD
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.11003

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan yang dipoligami dengan menggali pengalaman hidup partisipan saat dipoligami. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hal apa saja yang dapat mempengaruhi partisipan dapat bertahan dan bangkit dari situasi yang menekan. Penelitian ini dilatarbelakangi besarnya kasus perceraian akibat poligami dan didapatkan fakta bahwa masih terdapat perempuan yang masih menjalani pernikahan poligami. Resiliensi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses yang terjadi pada individu yang mengalami situasi atau keadaan sulit, sehingga mampu untuk bangkit dan melakukan tugas kehidupan secara normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah dua. Partisipan dalam penelitian ini adalah istri pertama dari pernikahan poligami yang masih menjalani kehidupan poligami setidaknya selama dua tahun dan satu significant other dari setiap partisipan. Proses pengambilan data penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis tematik. Penelitian ini berhasil menemukan tiga tema besar. Tema pertama berupa pengalaman saat dipoligami yang terdiri dari, partisipan tidak mengetahui bahwa dipoligami dan saat partisipan mengetahui dipoligami. Tema kedua yaitu dampak dari poligami yang terdiri dampak psikologis dan dampak finansial, dan tema ketiga yaitu hal apa saja yang mempengaruhi kemampuan bertahan partisipan dalam pernikahan poligami yang terdiri dari dukungan sosial, penerimaan diri, faktor I Am, I Have, dan dapat mengukur emosi diri sendiri dan orang lain. Kata Kunci : Resiliensi, Istri Pertama, Poligami Abstract This research aims to describe the resilience of polygamist wife by exploring their experience when they become the polygamist wife. This research aims to find the factors that affect the participant to survive and rise up from the stressing situation. This research is based on the numerous numbers of divorces because of the polygamy and the fact that there are women who still become polygamist wife. Resilience is defined as process occurs on individual who are experiencing dificult situation and they are able to rise up and achieving their normal lives. This research is a qualitative research in the form of case study. There are two participant in this research. They are the first wife in the polygamous family who has been living in this polygamous family for at least two years and a significant other from each participant. The data collecting technique used is semi-structured interviews. The data id analyzed using thematical analysis. This research find three themes. The first is the experience of the polygamist wife wich consists of some of them who knew that they were put in polygamy and some did not know. The second was the effect of polygamy which consists of psychological effect and financial effect. The third theme is the factor that affect their survival ability in polygamy marriage which consist of social support, self-acceptance, &ldquo;I&rsquo;am&rdquo; and &ldquo;I Have&rdquo; and ability to measure self and other emotion. Keywords: Resilience, First Wife, Polygamy
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP CORE VALUES DENGAN EFIKASI DIRI PADA PEMAIN NATIONAL BASKETBALL LEAGUE NICO ARI KRISTIANTO; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.11005

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN TINGKAT DEPRESI DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMK FARMASI SURABAYA RIZKY DONY PRAMANA
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v2i3.11006

Abstract

Abstrak Remaja adalah individu pada masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Keberagaman masalah dalam kehidupan peserta didik menyebabkan ide bunuh diri. Ide bunuh diri merupakan gagasan melakukan tindakan yang menyebabkan kematian. Ide bunuh diri juga diartikan sebagai pesan meminta pertolongan. Ide bunuh diri dipengaruhi adanya kondisi depresi. Peserta didik yang tidak memiliki dukungan sosial akan merasa putus asa saat mengalami masalah yang rumit, sehingga memicu ide bunuh diri. Ide bunuh diri juga disebabkan labilitas emosi yang meningkat. Peserta didik yang tidak dapat memahami dan mengontrol emosi akan berpikir melakukan bunuh diri saat mengalami masalah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan tingkat depresi dengan ide bunuh diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subyek penelitian sebanyak 154 peserta didik kelas X SMK Farmasi Surabaya yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data penelitian ini adalah uji korelasi product moment dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosi dengan ide bunuh diri memiliki arah hubungan bersifat negatif dan memiliki hubungan yang signifikan, hal ini berarti apabila semakin tinggi kecerdasan emosi peserta didik, maka semakin menurun ide bunuh diri; hasil penelitian juga menunjukkan tingkat depresi dengan ide bunuh diri memiliki arah hubungan bersifat positif dan memiliki hubungan yang signifikan, hal ini berarti apabila semakin tinggi tingkat depresi peserta didik, maka semakin tinggi pula ide bunuh diri; penelitian ini juga menunjukkan ada hubungan antara kecerdasan emosi dan tingkat depresi dengan ide bunuh diri pada peserta didik kelas X SMK Farmasi Surabaya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi ide bunuh diri, oleh karena itu penelitian selanjutnya diharapkan mencari variasi lain dalam mengukur ide bunuh diri seperti: dukungan sosial, tipe kepribadian, dan psychological well-being Kata Kunci: Kecerdasan emosi, tingkat depresi, ide bunuh diri Abstract Adolescent are individuals in the transition period from childhood into adulthood. The various problem experience in studenr&rsquo;s life can lead to suicide ideation. Suicide ideation is a notion about doing deadly act to her or himself that causes death. Suicide ideation also be interpreted as a cry for help. Suicide ideation affected by the condition of depression. Students who do not have social support will feel hopeless when encountering complex problem, so it appeared suicide ideation. Suicide ideation also caused increased emotional lability. Students who cannot understand and control emotions would think to commit suicide when experiencing problem. The purposes of this study was to determine the relationship between emotional intelligence and depression levels with the suicide ideation in students of class X of Vocational High School of Pharmacy Surabaya This study used a quantitative correlation. This study collected 154 students from class X of Vocational High School of Pharmacy Surabaya as the sample of study that was chosen by simple random sampling technique. Data analysis technique used in this study was product moment correlation and multiple regression analysis. The results of this study shows that emotional intelligence with suicide ideation has the negative correlation way with significant correlation, this means that if the higher the emotional intelligence of students, then progressively decreasing suicide ideation; research results also indicate the level of depression with suicide ideation has the positive correlation way with significant correlation, this means that if the higher levels of depressed participants, the higher the suicide ideation; This study also showed that the relationship between emotional intelligence and level of depression through suicidal ideation was known has a significant correlation in class X of Vocational High School of Pharmacy Surabaya. There are many factors that influence suicide ideation, therefore further research is expected to seek another variation in suicide ideation measure such as social support, personality types, and psychological well-being Keyword: emotional intelligence, depression level, suicidal idea.

Page 8 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue