cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 505 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM KEPUTRIAN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWI DI SMA N 1 WONOSOBO Talita Nadia Kamila; Maryono Maryono; Muhtar Sofwan Hidayat
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program keputrian merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di SMA N 1 Wonosobo sebagai upaya penguatan karakter religius siswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakter religius siswi, pelaksanaan program keputrian, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya dilakukan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi karakter religius siswi di SMA N 1 Wonosobo tergolong cukup baik namun masih belum merata dikarenakan latar belakang peserta didik yang beragam. Pelaksanaan program keputrian dilakukan setiap hari Jumat dengan materi yang berkaitan dengan keagamaan dan persoalan remaja putri yang relevan. Metode penyampaian materi masih didominasi dengan metode ceramah dengan pemateri yang bertugas dari pihak sekolah maupun narasumber dari luar. Faktor pendukung program ini meliputi dukungan sekolah, kerjasama berbagai pihak, serta keterlibatan narasumber luar yang meningkatkan antusiasme peserta. Adapun faktoe penghambatnya meliputi keterbatasan waktu dan kapasitas tempat, serta kurangnya variasi metode penyampaian materi sehingga perhatian peserta belum optimal.
Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Manajemen Pendidikan Islam di Era Globalisasi (Studi di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran) Imam Muhidin; Muhammad Husni
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi integrasi ilmu agama dan sains dalam manajemen pendidikan Islam di era globalisasi di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih berkembang dalam dunia pendidikan Islam, sehingga diperlukan model pendidikan integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan sains dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi integrasi ilmu agama dan sains di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran dilakukan melalui pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, penguatan budaya religius, serta pemanfaatan teknologi pendidikan yang tetap berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Integrasi ilmu diwujudkan dengan mengaitkan materi sains dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran. Selain itu, madrasah juga membangun budaya religius melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan program tahfidz Al-Qur’an. Implementasi integrasi ilmu agama dan sains memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akademik, karakter religius, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menghadapi tantangan globalisasi. Faktor pendukung implementasi integrasi ilmu meliputi komitmen pimpinan madrasah, kompetensi guru, dan lingkungan sekolah yang religius, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana teknologi dan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran integratif.
STRATEGI GURU PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA DI SMP NEGERI 3 RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG Tazqia Dwi Ariva; Shobrun Jamil
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada siswa, mengidentifikasi bentuk kesulitan yang dialami siswa, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan tersebut, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi di SMP Negeri 3 Randudongkal Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan Budi Pekerti serta siswa kelas VII F. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca Al-Qur’an yang dialami siswa meliputi kesulitan mengenal huruf hijaiyah, makharijul huruf, shifatul huruf, dan penerapan tajwid. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal (kurangnya pemahaman dasar membaca Al-Qur’an, rendahnya motivasi dan rasa percaya diri, serta kurangnya latihan mandiri) dan faktor eksternal (perbedaan latar belakang kemampuan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran). Strategi yang diterapkan guru meliputi diagnosa awal kemampuan siswa, pembelajaran berdiferensiasi, pendampingan individu, peer teaching (tutor sebaya), metode drill and practice, penguatan motivasi, dan evaluasi formatif. Faktor pendukung adalah antusias dan keterlibatan aktif siswa, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan waktu, kejenuhan siswa, dan ketidakhadiran siswa
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO Nur Syahira Fauziah Kurniawan; Novi Mayasari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning telah diterapkan secara sistematis. Pada tahap perencanaan, guru menyusun tujuan pembelajaran, modul ajar, materi kontekstual, metode pembelajaran, serta evaluasi yang berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung secara aktif, kolaboratif, dan reflektif melalui diskusi, presentasi, tanya jawab, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahap evaluasi, guru tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran yang meliputi keaktifan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta perubahan sikap peserta didik. Implementasi pendekatan deep learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter peserta didik
PENGARUH DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 KEJOBONG PURBALINGGA Siti Wahyuningsih; Fatkhurrohman Fatkhurrohman; Sofan Rizqi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat dukungan teman sebaya, (2) tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan (3) pengaruh dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Kejobong Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 312 siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 175 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis persentase, korelasi Pearson Product Moment, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya memperoleh persentase sebesar 60,46% dan termasuk kategori cukup baik, sedangkan motivasi belajar memperoleh persentase sebesar 82,46% dan termasuk kategori sangat baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,733 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan kuat antara dukungan teman sebaya dan motivasi belajar. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 42,339 + 0,507X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dukungan teman sebaya akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,507 satuan. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung (14,174) > t tabel (1,973), sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,537 menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap motivasi belajar, sedangkan 46,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan teman sebaya, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa
Implementasi Assessment as Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto Ahmad Mufidudin; Yuslam Yuslam
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) berdasarkan konsep Assessment as Learning (AaL) pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan prinsip-prinsip Assessment as Learning dalam proses pembelajaran melalui keterlibatan aktif siswa, pengembangan kesadaran metakognitif, pelaksanaan self-assessment, penulisan jurnal refleksi, serta pemberian umpan balik konstruktif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk memahami proses belajarnya secara mandiri. Namun demikian, pelaksanaan peer-assessment belum berjalan optimal karena masih berada pada tahap perencanaan instrumen. Faktor pendukung implementasi AaL meliputi kompetensi guru, antusiasme peserta didik, dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan alokasi waktu pembelajaran dan rendahnya kemampuan refleksi kritis sebagian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran PAI BP yang lebih reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada kemandirian belajar peserta didik.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vista Firda Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak dalam konteks pendidikan agama Islam di Indonesia yang majemuk. Penelitian ini menganalisis implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sebagai upaya membentuk karakter siswa yang toleran, inklusif, dan menghargai keberagaman. Penelitian melalui pendekatan kualitatif dengan teknik kepustakaan menemukan, bahwa implementasi moderasi beragama dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai sikap tengah, keseimbangan, toleransi, kesetaraan, musyawarah, reformasi, prioritas, dinamis dan inovatif, serta berkeadaban dalam pembelajaran. Guru berperan strategis sebagai teladan yang menanamkan pemahaman Islam rahmatan lil alamin melalui metode pembelajaran yang dialogis dan kontekstual. Implementasi efektif memerlukan komitmen guru dalam mengintegrasikan nilai moderasi pada materi, metode, dan evaluasi pembelajaran untuk menghasilkan generasi yang moderat dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman
Konstruksi Model Tata Kelola Kolaboratif Pendidikan Islam Berbasis Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat Pedesaan Anita Anita; Shohib Hasan; Poniah Poniah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Islamic education in rural communities requires a governance model capable of integrating educational institutions, pesantren, local communities, and village government within a sustainable collaborative framework. This study aims to construct a collaborative governance model of pesantren-based Islamic education in rural community development. The research employed a qualitative approach using grounded theory and was conducted in Sidoharjo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, documentation, and focus group discussions involving pesantren leaders, school principals, village government officials, religious leaders, community leaders, alumni, and parents. Data analysis was carried out through open coding, axial coding, and selective coding to generate a conceptual model grounded in empirical findings. The findings reveal that the development of Islamic education in Sidoharjo Village is supported by a collaborative relationship among pesantren, formal educational institutions, local communities, village government, and alumni. This collaboration is strengthened by pesantren values, social trust, community participation, religious commitment, and institutional support, which collectively contribute to the enhancement of educational awareness, religious consciousness, social participation, and community development. The study further identifies a collaborative governance model consisting of four interconnected dimensions: pesantren values, stakeholder collaboration, educational empowerment, and rural community transformation. The model demonstrates that sustainable Islamic education development can be achieved through collective engagement and shared responsibility among stakeholders. Consequently, the proposed model contributes to the advancement of Islamic Educational Management by providing a conceptual and practical framework for strengthening pesantren-based educational governance in rural communities.
GREEN SKILL FOR WOMEN MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK BERSAMA MUSLIMAT NU KOTA METRO Nur Alfi Khotamin; Wiwik Damayanti; Didik Kusno Aji; Muhammad Anjas; Imam Syafi’I
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan ramah lingkungan (green skill) bagi perempuan melalui pelatihan budidaya sayuran hidroponik pada komunitas Muslimat NU Kota Metro. Program ini menggunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan potensi dan kebutuhan peserta, kemudian dilanjutkan dengan perancangan pelatihan secara kolaboratif yang mengintegrasikan teori dan praktik hidroponik sederhana, seperti sistem Wick dan NFT. Pelatihan mencakup pembuatan instalasi, penanaman, pengelolaan nutrisi, serta pendampingan kewirausahaan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik, serta tumbuhnya motivasi berwirausaha dan kesadaran lingkungan. Program ini juga berhasil membentuk kelompok perempuan produktif “Green Women NU Metro” sebagai wadah keberlanjutan kegiatan. Secara akademik, kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan model pemberdayaan perempuan berbasis keterampilan hijau serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender, ekonomi hijau, dan ketahanan pangan perkotaan.
Revitalisasi Landasan Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Al-Qur'an dan Hadis di Era Modern Delli Marlina; Tia Aulia Redisti; Sumiarti Sumiarti
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the modern era which is marked by technological advances and social changes requires adjustments in the development of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum. This article aims to examine the revitalization of the foundation for developing the PAI curriculum based on the Al-Qur'an and Hadith so that it remains relevant to the needs of the times. This research uses a library research method with a descriptive qualitative approach through analysis of various literature related to the PAI curriculum and sources of Islamic teachings. The research results show that the values ​​of the Qur'an and Hadith must be included in the PAI curriculum through a contextual approach that is in line with advances in science and technology. The PAI curriculum must pay equal attention to cognitive and affective aspects, as well as psychomotor and affective aspects. In addition, the curriculum must be designed flexibly and adaptively while maintaining the basic principles of Islamic teachings. Therefore, it is hoped that the revitalization of the PAI curriculum will be able to produce students who are faithful, virtuous and have critical thinking skills that are relevant to today's demands.