cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 505 Documents
Hubungan Matematika Analitis Untuk Memahami Kontribusi Perawi Hadits Dalam Pelestarian Riwayat Kenabian. Titan Zhafira Widya; Nur Efendi; Kojin, Kojin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autentisitas hadis senantiasa menjadi perhatian utama dalam keilmuan Islam, yang secara tradisional dinilai melalui kritik sanad dan matan. Seiring perkembangan teknologi, Social Network Analysis (SNA) memberikan perspektif analitis baru dengan memanfaatkan simpul (nodes) untuk merepresentasikan perawi dan relasi (edges) untuk memetakan transmisi sejarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan matematika analitis dalam menerapkan SNA secara sistematis untuk memahami kontribusi perawi hadis dalam pelestarian riwayat kenabian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui teknik dokumentasi dari sumber rujukan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan matematika analitis tidak menggantikan metode ilmu hadis klasik, melainkan hadir sebagai alat bantu modern untuk memperkuat analisis objektif dan visualisasi jaringan sanad. Pendekatan ini berperan dalam memetakan rantai sanad secara visual, mengukur pengaruh perawi secara kuantitatif, dan melacak pola historis penyebaran hadis. Dengan demikian, analisis matematika ini hanya terbatas pada struktur dan pola koneksi, serta tidak menilai aspek moral, keadilan, maupun kekuatan hafalan perawi
KETELADANAN ORANG TUA DALAM KELUARGA DAN IMPLIKASI TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA MADRASAH TSANAWIYAH: STUDI KEPUSTAKAAN Nuraisah Fadila; Ansari Ansari; Ruslan Ruslan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keteladanan orang tua dalam lingkungan keluarga serta implikasinya terhadap pembentukan sikap keagamaan siswa Madrasah Tsanawiyah. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan keluarga serta sikap keagamaan siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang sistematis mengenai konsep keteladanan orang tua dalam perspektif pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua dalam praktik ibadah, pembinaan akhlak, dan interaksi sosial memiliki peran penting dalam membentuk sikap keagamaan siswa, yang tercermin melalui kedisiplinan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keteladanan orang tua menjadi fondasi penting dalam pembinaan sikap keagamaan siswa secara berkelanjutan.  
PESANTREN ANTARA TRADISI DAN MODERNISASI DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN ISLAM Nurul Ilmi; Riski Amalia; Idrus L
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, tradisi keilmuan, serta nilai-nilai keislaman di Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, pesantren dihadapkan pada tantangan untuk tetap mempertahankan identitas tradisionalnya sekaligus melakukan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pesantren dalam memperkuat pendidikan Islam melalui keseimbangan antara nilai-nilai tradisi dan unsur modernitas. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yaitu dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan transformasi pesantren, pembaruan pendidikan Islam, serta kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu bertahan dan berkembang melalui penguatan kurikulum yang integratif, pembenahan sistem kelembagaan, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan santri. Upaya tersebut dilakukan tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas pesantren. Dengan demikian, pesantren memiliki posisi penting sebagai lembaga pendidikan Islam yang adaptif, berkarakter, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan zaman.
HABITUASI INTITUSIONAL DAN PENGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRAKTIK KEAGAMAAN SISWA MAN PURBALINGGA Nindy Sofie Rahmawati A; Muh.Hanif
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis dinamika perilaku keagamaan siswa di MAN Purbalingga dengan menyoroti aspek pembiasaan institusional, pengaruh lingkungan teman sebaya, dan kesadaran spiritual. Data dihimpun melalui wawancara mendalam bersama wakil kepala madrasah bidang humas, pendidik Akidah Akhlak, pengurus ROHIS, serta perwakilan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas religius siswa dibentuk melalui sistem habituasi yang terorganisasi, meliputi pelaksanaan salat Zuhur berjamaah metode sif, tadarus Al-Qur'an sebelum pembelajaran, doa bersama, dan program Baca Tulis Al-Qur'an (BTA). Pembiasaan ini berkontribusi besar dalam membangun rutinitas ibadah harian siswa, meskipun pada fase awal masih digerakkan oleh aturan formal lembaga dan pengawasan ketat dari dewan guru. Di samping itu, dinamika sosial dalam kelompok teman sebaya turut memengaruhi kepatuhan siswa sebagai penguat dorongan moral kelompok. Penelitian memaparkan bahwa pemahaman religius siswa bertransformasi secara bertahap, berawal dari keterpaksaan regulasi menuju kesadaran spiritual mandiri melalui habituasi konsisten. Kesimpulannya, praktik keagamaan siswa merupakan perpaduan dari pembiasaan lembaga, lingkungan pergaulan, dan internalisasi nilai keagamaan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAMMENANAMKAN NILAI MULTIKULTURAL PADA SISWA Resti Yulastri; Arrum Husaini Safitri; Bunga Apralia; Mursyidatul Hilmah; Selviana Safitri
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study employed a descriptive qualitative approach to analyze the role of Islamic Religious Education teachers in instilling multicultural values in students. The research data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that Islamic Religious Education teachers play roles as educators, mentors, motivators, and role models in fostering attitudes of tolerance, mutual respect, and appreciation for diversity within the school environment. The strategies applied include integrating multicultural values into the learning process, habituating tolerant behavior, and conducting social activities among students. Supporting factors include a conducive school environment and cooperation between teachers and parents, while inhibiting factors stem from social environmental influences and students’ limited understanding of the importance of tolerance.
STRATEGI GURU MENANAMKAN GROWTH MINDSET TERHADAP SANTRI DI PESANTREN MODERN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nolla Alifa Ramadhani; Suparjo Suparjo
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penguatan mindset pada santri guna menghadapi tantangan di pesantren. Di lingkungan pesantren, keberagaman kognitif dan latar belakang pola asuh santri sering kali memicu munculnya pola pikir statis atau fixed mindset, seperti takut gagal dan rendah diri yang menyebabkan santri tidak betah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan pola pikir berkembang atau growth mindset terhadap santri di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas, beserta hambatan dan dampaknya. Penelitian dilakukan di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas dikarenakan pesantren ini sedang gencar-gencarnya menanamkan growth mindset. Dengan diterbitkannya majalah pesantren dengan judul “Growth Mindset Kunci Sukses Santri”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
KONTRIBUSI KERAJAAN ACEH TERHADAP PERKEMBANGAN LEMBAGA DAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI SUMATERA Sri Wahyuni; Rezki Amelya; Idrus Latif
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the contribution of Kerajaan Aceh to the development of Islamic organizations and educational systems in Sumatera, with a historical focus on traditional dayah, mosque, and ulama organizations, as well as on curriculum elements, teaching methods, and the role of the sultan in education. This study used a kualitatif pustaka research methodology to examine articles and books related to Acehnese history, the structure of the Islamic education organization in Aceh, the mechanisms of knowledge acquisition, and the impact of kerajaan policies on the formalization of Islamic education. The thematic results indicate that Aceh's dayah, rangkang, meunasah, surau, and mosque institutions serve as places of education, moral culture, and dakwah that significantly contribute to the advancement of knowledge in the Nusantara region. The context of "Serambi Mekkah" originated from the Acehnese ulama and the sultan's surroundings in the formation of educational institutions, as well as a curriculum that connects traditional knowledge with modern education in later times. This article also highlights the differences in opinions regarding the level of modernization of the Dayah Pasca political reform in Aceh.
Implementasi Deep learning Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Haykal Aufar Ahdan; Nurfuadi Nurfuadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) masih sering berfokus pada aspek kognitif dan hafalan, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mendorong pemahaman mendalam peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Deep Learning Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII F. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dengan mengidentifikasi latar belakang peserta didik, materi pelajaran, dan dimensi profil lulusan. Pada tahap pelaksanaan, prinsip mindful learning diterapkan melalui pembiasaan doa dan refleksi; meaningful learning melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata; serta joyful learning melalui variasi metode, lagu, dan aktivitas interaktif. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Kesimpulannya, pendekatan deep learning mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, serta pembentukan karakter peserta didik dalam pembelajaran PAI.
SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ISLAM: ANALISIS TENTANG RELEVANSI KURIKULUM KEJURUAN DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI (STUDI TENTANG KESENJANGAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN SOSIAL LULUSAN) DI SMK MAARIF NU 01 KEMBARAN Ghefira Salma Desianti; Muh. Hanif
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi kurikulum kejuruan di SMK Ma’arif NU 01 Kembaran terhadap kebutuhan dunia industri, terutama berkaitan dengan kesenjangan kompetensi dan keterampilan sosial lulusan. Dalam kajian sosiologi lembaga pendidikan, SMK Islam memiliki fungsi penting dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial serta tuntutan dunia kerja. Akan tetapi, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri, baik dalam aspek keterampilan teknis maupun keterampilan sosial (soft skills). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pihak sekolah, peserta didik, alumni, serta pihak industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum kejuruan di SMK Ma’arif NU 01 Kembaran belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri. Kesenjangan kompetensi tampak pada kurang optimalnya penguasaan teknologi terkini serta keterampilan praktik yang dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu, kemampuan sosial lulusan seperti komunikasi, kerja sama, disiplin, dan etika kerja juga masih menjadi perhatian pihak industri. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan hubungan link and match antara sekolah dan industri melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas praktik kerja lapangan, dan pembinaan keterampilan sosial peserta didik agar lulusan SMK Islam memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tuntutan industri dan dinamika sosial masyarakat.
Internalisasi Nilai Islam melalui Deep Learning: Kerangka Perencanaan Pembelajaran PAI yang Kontekstual dan Reflektif Muhammad Qusairi; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Deep Learning yang berorientasi pada internalisasi nilai Islam secara kontekstual dan reflektif. Kajian ini berangkat dari persoalan pembelajaran PAI yang masih sering menekankan hafalan, transmisi materi, dan asesmen kognitif, sehingga belum sepenuhnya menguatkan penghayatan nilai, refleksi diri, dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan peserta didik. Metode yang digunakan ialah kajian pustaka dengan pendekatan konseptual. Data bersumber dari regulasi kurikulum nasional, naskah akademik Deep Learning, artikel jurnal mutakhir tentang PAI, pedagogi reflektif, asesmen autentik, dan literatur desain pembelajaran. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, reduksi gagasan, sintesis konseptual, dan perumusan kerangka operasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Deep Learning relevan dengan PAI karena menempatkan peserta didik sebagai subjek yang memahami, menghayati, merefleksikan, dan mengamalkan nilai Islam. Artikel ini menawarkan kerangka perencanaan pembelajaran PAI melalui delapan tahap, yaitu diagnosis konteks belajar, pemetaan nilai Islam inti, penjabaran capaian pembelajaran, perumusan tujuan multidimensional, seleksi materi esensial, desain pengalaman belajar kontekstual-reflektif, asesmen autentik, serta tindak lanjut aksi nilai. Kerangka ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya diukur dari penguasaan konsep, tetapi juga dari kedalaman refleksi, perubahan sikap, dan konsistensi praktik nilai Islam.